Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 109


__ADS_3

Awalnya rencananya mereka akan pergi


berempat saja tapi terkadang tidak semua hal berjalan sesuai keinginan kita kan?


Dan juga perkiraan kita tidak selalu benar contohnya dua orang yang selalu terlambat malah pulang lebih awal dari biasanya, alasanya tidak di ketahui


Orang tua mereka menahan mereka untuk pergi dan segera bersiap siap. Saat ini Juvelian, Luxia dan yang lain menunggu di teras rumah


Di sebelah mereka ada mobil yang di siapkan untuk bepergian. karena ini adalah jalan jalan keluarga, mereka tidak menyuruh salah satu supir mereka


Meski awalnya jalan jalan kakak adik sih. tapi bukan hanya mereka saja yang pergi semua orang yang bekerja di rumah itu juga ingin malam mingguan


Mama mereka ingin mengajak ibu Mira tapi dia menolak dan sekarang tidak keliatan aktivas orang lain di sekitar mereka


Sementara Lux dia bilang akan mengikuti Lia karena katanya dia terlihat aneh hari ini


Setelah mereka pergi ke pasar malam tentu saja keadaan rumah ini akan kosong, keamanan di sekitar rumah jadi harus tingkatkan


Ini seperti alat pendekteksi yang terhubung dengan HP dan kalau penyusup alat ini akan mengurusnya sendiri tanpa memerlukan perintah dari kita


Juvelian menoleh ke Luxia yang menyender pada mobil, sangat seperti sifatnya yang selalu simple dia tidak membawa tas atau merias dirinya dan hanya menempatkan HP di kantongnya


Dia adalah tipe orang yang mengatakan HP adalah segalanya


Hari ini dia terlihat imut karena rambutnya di ikat semua sedikit ke samping meski dia memotongnya sedikit


Juvelian kemudian menoleh ke sisi lain, Alan seperti biasanya sibuk dengan permainan yang dia mainkan akhir akhir ini


Itu bukan permainan yang membuat Juvelian kesal karena tidak bisa memainkannya, permainan baru itu membuat kita merasakan suasana bertahan hidup di hutan liar


'Apa di masa lalu ada permainan itu?'


Sedangkan Allen fokus menatap HPnya mencari tau tentang pasar malam yang akan mereka datangi


Tiba tiba entah dari mana cahaya terang


menyilaukan mata mereka, secara serentak menoleh melihat ke arah cahaya


Yang mereka dapatkan adalah kedua orang tua mereka yang keluar dari pintu sambil mengaitkan tangan mereka


Mama mereka memegang tas di tangan kiri, tatap mereka hanya tertuju pada satu sama lain seolah dunia hanya milik berdua


"Mataku akan buta" gumam Alan


Mereka mengeluarkan kacamata hitam dan memakainya secara berurutan untuk menghalau cahaya itu


Mama papa bahkan sampai tercengang dengan ekspresi yang bertanya 'Dari mana mereka mendapatkan kaca mata itu?'


"Kenapa bisa ada pengantin baru di sini?"

__ADS_1


"Entahlah, mungkin karena hari ini malam minggu, kita jadi melihat hal yang tidak seharusnya kita lihat"


"Semuanya, sebaiknya kita pergi sebelum jadi nyamuk"


Papa mengangkat satu alisnya kemudian menunjukkan sedikit seringai


"Sayang, apa akhir akhir sedang tren pakai kacamata hitam di malam hari?"


Dengan wajah polos Juvelian mengangkat tangan kanannya segera berkata "Maaf tuan, tapi sekarang masih sore"


"Ah, iya benar"


Mama mereka segera turun tangan mengakhiri tingkah aneh mereka


"Sayang, berhentilah mengganggu


mereka"


Mereka merasa menang karena mama berpihak pada mereka tapi sepertinya mereka salah


Satu tangan merangkul tangan suaminya dan tangan yang lain sedikit mengangkat gaunnya dengan elegan


Tapi begitu membuka mulut kalimat yang keluar adalah "Para jomblo bisa geser gak? pengantin baru mau lewat nih"


'Mama kenapa kamu juga ikut ikutan?'


pikir mereka sambil menatap kosong


'Tapi bukannya Lian ada pacar?' pikir Alan yang merasa aneh kemudian terkikik 'Kasihan kau aja nggak di akui'


Pasangan itu melewati mereka sambil


berkata "Minggir, minggir pengantin baru


mau lewat"


Mereka sampai membatu saat melihatnya sedangkan papa mereka menahan tawa sekuat tenaga melihat kelakuan istrinya yang sangat jarang bisa di lihat


Dia menunduk ke samping untuk menahan tawanya dan mama segera


membuka pintu mobil tapi mama berbalik


melihat mereka lagi


"Oh, ngomong ngomong. Kita akan ke pasar malam bukannya pantai"


Melirik ke yang lain, menyadari mereka yang masih memakai kacamata, segera mereka menertawakan diri mereka sendiri


sambil melepaskan kacamata

__ADS_1


Sebenarnya mereka sudah merencanakan


ini dari tadi dan di luar dugaan Luxia yang


menjadi dalangnya, dia hanya menatap mata papanya tanpa mengatakan apa pun saat di tanya


Sebelum pergi ke pasar malam mereka makan dulu dan keliling kota menikmati waktu bersama


Tetap jam delapan mereka berangkat ke pasar malam, baru juga di pintu masuk tapi sudah ramai saja


'Aku jadi sadar manusia di dunia ini banyak juga' pikir Allen dan Luxia


'Apa karena malam minggu?' pikir Alan dan Juvelian


Mereka segera menjadi dua kelompok yang satu kelompok orang tua yang mau berduaan dan anak anak


Mereka yang mendadak di bagi rasanya seperti di campakkan, Alan mewakili mereka bergumam "Apa aku keluar aja dari kartu keluarga?"


"Nanti aja kalau uda kerja"


Allen memukul punggungnya dan berkata "Ayolah, sangat jarang mereka bisa pacaran kembali"


"Sebaiknya kita mulai dari mana ya?"


"Rumah hantu! pasti seru"


Setibanya di sana, Luxia membelikan tiket dan mereka masuk satu persaru tapi Luxia menghentikan mereka dengan memberikan sebuah isyarat dengan tatapannya dan senyum nakal


Sepertinya akan ada hal menarik yang akan terjadi pikir mereka, saat berada di dalam semuanya terlihat gelap


Segera sebelum semuanya terlihat gelap Luxia memberikan sesuatu pada mereka, Allen dengan ekspresi datarnya berjalan lebih dulu seakan akan mereka memiliki pikiran yang sama


Di saat Allen memimpin, Luxia mengawasi dari belakang sementara Juvelian dan Alan memperhatikan sekitar dengan berada di tengah kedua kakaknya


Mereka mendadak berhenti karena udara semakin dingin suasana berubah menjadi mencekam karena gelap


Ada sesuatu yang mengawasi mereka dari atas, melirik mata yang lain mereka


mengangguk


Meskipun di sana sangat gelap tapi mata mereka seperti bersinar, dan dengan itu lah mereka bisa saling mengenali


Mereka berpencar ke arah yang berbeda dan tentu sesuatu itu harus memilih, dia memilih mengikuti Alan yang berlari dengan kecepatan yang terus meningkat


'Apa apaan kau!! Kenapa hanya mengejar aku?! Aku tidak tertarik dengan makhluk dari alam lain'


Dia segera masuk ke ruangan terdekat dan bersembunyi di antara kotak kotak yang menjadi bentengnya


Tidak bisa menemukan Alan, sesuatu itu ke luar dari sana dan mencari yang lain

__ADS_1


Melihat situasi aman Alan ingin keluar dari tempat persembunyian tapi langkahnya terhenti saat tak sengaja melihat kaki manusia yang bergoyang goyang di hadapannya


'Arghh, kenapa kalian hanya mengikuti ku. aku juga tahu aku ini sangaattt thampan tapi aku masih waras'


__ADS_2