Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 120


__ADS_3

Meski tidak menyaksikannya secara langsung di tempat kejadian tapi ini menakutkan, Arin yang terkapar di sana tidak bergerak atau merintih kesakitan setelah tertabrak, darahnya hanya terus mengalir


Beberapa orang yang berada di tempat kejadian mendatangi Arin dengan raut wajah panik begitu juga dengan si pengemudi, sementara mereka yang mengejar Arin tadi menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri dan bersikap seolah Arin yang tertabrak adalah salahnya sendiri


'Dia masih hidup kan?'


Saat itu untuk pertama kali aku berharap seseorang merasa sakit karena dengan begitu dia masih hidup


Lalu entah apa yang terjadi sampai membuat video itu mundur ke saat Arin masih berada di depan pintu, segera aku melirik ke Nona Luxia yang berada di atas sana, dia tidak bereaksi pada video itu, mungkin dia yang melakukannya


Layar itu berpindah untuk memperlihatkan hal lain, sekelompok orang yang berniat menangkap Arin sedang berjalan menuju Arin


Kemudian seseorang dengan jubah hitam muncul perlahan dengan ajaib, wajahnya yang bersembunyi dalam bayangan jubah menambah kesan misteri dan badannya untuk ukuran pria terlalu kecil mungkin dia wanita


Begitu berada di sana, dia hanya diam mengamati mereka dari belakang


'Dia mau nyerang mereka? Yang ada kamu yang terkapar karena mereka' ingin berteriak begitu padanya


Dia hanya sendirian mau menyerang sekelompok orang yang memiliki badan kekar, Di lihat dari pergelangan tangannya saja dia seperti tidak pernah berlatih


Saat itu aku lupa jika tidak ada manusia biasa yang bekerja di bawah nona Luxia kecuali aku bahkan Juvelian yang tidak punya hubungan darah dengan nona Luxia bisa melakukan sihir


Dia dengan tenang mengarahkan jarinya ke mereka dengan angin sepoi dan asap yang menyelimuti mereka, seperti gas beracun


Mereka langsung lemas dan pingsan satu persatu, setelah mengumamkan sesuatu dengan bahasa asing, lingkaran sihir tergambar di bawah mereka lalu bersinar


Sebelum tertelan cahaya, dia menoleh ke sini seakan dia tahu sedang di awasi, dia memberi isyarat jika tugasnya sudah selesai


"Aku ingin kau menyelamatkannya"


Suara tanpa getaran masuk ke telingaku dengan lembut


Aku tidak mengerti apa maksudnya, bukankah mereka sudah di kalahkan jadi Arin sudah amankan?


Perasaan aneh mengelitik hatiku, aku mengerti ketika isi video berubah lagi.


Kali ini Arin yang selamat masuk ke rumah dan mengeluh karena ibunya tidak membuatkan makan siang


Lalu pergi ke kedai burger, di perjalanan ada sekelompok orang yang mengikutinya


'Apa dia 'pemeran utama wanita' nya? Makanya terus terjerat dalam bahaya, Tapi kenapa tidak ada 'pemeran utama lelaki yang menyelamatkannya. Malah mati tertabrak, tidak mungkin dia akan pergi ke dunia lain kan?'


Menyadari khayalanku makin tidak masuk akal aku melupakan omong kosong di Kepalaku 'Ngayalannya nanti aja, fokus Mina!'

__ADS_1


Dengan keberanian yang aku kumpulkan, aku bertanya "Anda ingin saya menyelamatkan Arin dari mereka?"


"Begitulah. Jangan bunuh mereka cukup lukai saja" beliau menekankan dengan serius, aku tidak boleh membuat kesalahan


Sebenarnya ini lebih baik, jujur aku agak takut jika di rusuh untuk membunuh seseorang dengan tanganku, karena kalau sampai ibu tahu aku tidak akan berani menatap wajahnya


Tapi kalau aku tolak, aku akan kehilangan nyawaku dan ibu akan ikut terlibat.


Melihat tidak ada orang selain kami, ini sangat rahasia


Nona Luxia menyiapkan lingkaran sihir untuk ku tapi sebelum itu dia melempar sesuatu, aku menangkapnya seperti menangkap bola kasti


'Ada gunanya juga aku sering main bola waktu kecil' pikirku ketika berhasil menangkap dan merasa bangga


Dengan tenaga yang banyak aku membuka benda bulat yang di lempar nona Luxia 'Salep?'


Menyadari ekspresi wajahku yang bingung nona Luxia berkata dengan singkat "Jika sudah terluka, biarkan mereka memakan itu. Anggap aja itu adalah sihir yang mengatakan kejujuran"


Jika tidak mendengar kata 'Sihir kejujuran' aku pasti memandang aneh beliau dan berdebat di kepala


'Anda bercanda? Kenapa anda menyuruh saya memberikan ini pada mereka, yang ada mereka akan keracunan'


Itu artinya dia ingin aku menjadi perantara, aku pun meninggalkan tempat yang memiliki hawa menyeramkan, itu adalah tempat yang paling membuatku merinding di antara tempat- tempat yang kudatangi saat bertemu nona Luxia


'Tapi.... Apa hubungannya dengan Arin. Karena takut Juvelian tidak bisa menerima kematian Arin dan kehilangan semangat hidup?'


'Ahhhh Masa bodoh deh. Yang penting aku dapat bonus. Uang aku datanngg'


Sesuai rencana, aku mengalahkan mereka


'Olahraga memang menyenangkan' dan berhasil membuat mereka memakan salep itu meski dengan terpaksa


Seakan nona Luxia ada di belakangku dan terus menyuruh ku menggantikannya bertanya, suaranya terus ada di kepalaku


[berikan kartu itu pada mereka]


'Kartu apa yang anda maksud, nona?'


Seketika ada sesuatu yang keras dengan permukaan yang licin di tanganku, aku merinding


Masalah ini selesai, aku yang takut terjadi sesuatu lagi hari ini pada Arin, menawarkan untuk mengantarnya pulang dia juga masih kaget


......

__ADS_1


Malam hari tiba, aku rasanya bisa bernapas lega karena semuanya terselesaikan


'Grup nongkrong aku datang~'


Ketika berdiri di depan pintu cafe, aku tersentak karena kupikir ini hanya di hadiri oleh anak gadis


Tapi melihat sebagian dari adalah lelaki mataku berkedut.


Orang yang harus pas, pria dan wanita duduk berhadapan dengan nama yang sudah tertempel di sofa


Aku mendesah panjang dalam pikiran


'Ini bukan grup nongkrong tapi kencan buta anak sekolah'


Segera aku menatap tajam orang yang menyebabkan aku harus melibatkan Arin


Dia menjawab dengan tatapan 'Apa? Sekalian cari jodoh loh'


Ketika Daniel berkomentar tentang penampilan Arin aku tidak menaruh rasa curiga, kupikir pria dan wanita akan berada dalam lingkaran mereka sendiri


[Setelah pria yang ingin memanfaatkan Arin tertangkap]


'Arrgghh, kok ada sih pria yang nggak tahu malu begitu? Urat malunya putus, ya?'


......


Hari senin kembali seperti biasa, aku jadi lemas karena senin datang cepat, ngomong ngomong aku sedikit bahagia setelah kejadian di grup nongkrong


Aku tidak percaya 'si sombong' akan pergi begitu saja dari cafe, dia tidak akan membuat kekacauan untuk sementara waktu


Para gadis yang membela Arin menitip permintaan maaf karena sudah menunjukkan sikap buruk di pertemuan pertama dan baru membelanya ketika Daniel bertindak, aku menceritakan semua pada Arin ketika di toilet


Setelah pulang sekolah, aku mengikuti Juvelian ke kelas lain, dan bertemu Joni yang bersikeras akan pulang bersama sekalian menjagaku


Tapi selama mereka bertiga membahas sesuatu, aku terus bertengkar dengan Joni, dia berniat mengatakan yang terjadi malam itu, aku tahu dia bercanda tapi aku menutup mulutnya untuk berjaga


Lalu suara Yeri yang sengaja di kuatkan biar kami bisa ikut dengar mencapai telingaku


Om


'Appaa?!'


'Aku sama si dia, Paccaarann?'

__ADS_1


__ADS_2