Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 67


__ADS_3

Selamat Membaca


Jangan lupa like dan koment


Sampai mereka yang sempurna dalam


melakukan pekerjaan sekecil apa pun


Tidak pernah ada debu yang terlihat di mana


bahkan perpustakaan yang jarang di


kunjungi orang orang juga sangat bersih


Seperti di bersihkan setiap hari di setiap inci


ruang, alasan di balik itu semua adalah


Jika ada pelayan baru yang bekerja tidak


sesuai dengan ekspetasi


Akan di panggil ke ruangan kepala pelayan


dan di pecat pada hari itu juga sambil


tersenyum tidak bisa di mengerti, wajah


mereka tidak akan pernah terlihat lagi di


rumah ini


Tentu saja, mereka yang bekerja di sini merasa takut padanya tapi mereka tidak bisa


mengharapkan pelindungan dari majikan


mereka yang sebenarnya


Karena Luxia, bukan orang yang akan peduli


pada orang orang di sekitarnya karena


baginya orang yang terbaik lah yang akan


bertahan hingga akhir


Para pelayan yang bekerja di sini hanya bisa


melindungi diri mereka sendiri


'Meskipun aku bukanlah orang yang akan


percaya dengan yang namanya rumor atau


gosip tapi semuanya terlihat jelas'


Berlari tanpa tujuan sampai berdiri di depan


tangga menuju ke atap, Juvelian bisa


merasakan dirinya berkeringat dingin dan


raut wajah yang sekarang


Menyadari dirinya masih memegang tangan


Mina dengan kuat sambil menariknya


Juvelian berbalik dan melepaskan


tangan Mina


Ekspresi bingung Mina masih sama,


Juvelian berpikir keras mencari alasan, dia


melirik ke arah tangga dan memutar


matanya melihat ke Mina


Mengarahkan tangannya ke atas dengan


menunjuk ke pintu besi yang di tertutup di


atas sambil ragu ragu dia berbicara


"Kakak akan segera sampai jadi aku akan


menunggu nya di atap rumah"


Tanpa ragu dan berpikir panjang Mina


menjawab tanpa nada di dalamnya


"Saya akan ikut"


Mereka sekali lagi menaiki tangga


dan berdiri di depan pintu


Tidak tahu itu di lakukan dengan sengaja atau tidak tapi pintu ini tidak di kunci atau memakai kata sandi


Tapi saat pintu di tarik, pintu ini tidak bergerak sedikit pun


'Tidak heran, kenapa di biarkan begitu saja'


Sedikit melirik Juvelian dan memutar


matanya kepada pintu besi, Mina ikut

__ADS_1


membantu Juvelian menarik pintu besi


Begitu pintu terbuka, pemandangan yang


menakjubkan membanjiri pandangan


mereka


Langit biru yang jernih tertutup oleh


cahaya berwarna warni yang mewarnai awan


di beberapa tempat terlihat di mata mereka


Angin yang lewat membawa daun berwarna


kecoklatan dari taman bersama nya


Suara beberapa burung yang berkilau terlihat


terbang dalam kelompok


cahaya orange yang menyebar ke segala arah sampai menutupi lantai atap berwarna abu abu muda berkilau dengan sangat indah


Tidak ada genangan air di sana walaupun


tadi malam hujan turun dengan lebat


Dan Helipad (landasan untuk helikopter)


dengan lingkaran yang sangat luas dan


tanda H berwarna putih yang di gambar di


tengah namun tidak ada helikopter di sana


Tempat ini sangat cocok untuk melepaskan


stress, di tempat ini sangat jarang di datangi


orang dapat di lihat dari lantai atap yang


tempat mereka berdiri yang di tutupi seng


Banyak debu yang menempel di sudut dan


tidak ada pagar pembatas di sudut atap


Yang membuat kita bisa melihat


pemandangan di taman dari atas dan


cakarawala yang sangat mempesona


Tapi tidak peduli seindah apa pun


pemandangan di depan mereka, 'jangan


kepala mereka


Mengambil satu payung berwarna hitam yang di sediakan di dekat pintu


Mengarahkan ujung payung ke luar dan


menekan tombol di gagang, Payung


kemudian perlahan terbuka lebar


Juvelian melangkah kan satu kakinya keluar dari pintu tapi tiba tiba tanpa peringatan, seseorang merampas payung itu dari tangan


Juvelian yang meningkat kan kewaspadaan nya


mendadak seperti predator melirik ke samping, ternyata orang itu adalah Mina, kembali menurun kan kewaspadaan pada sekitar dengan raut wajah santai


Eh?, Pupil mata Juvelian melebar sesaat


Lagi lagi Mina melakukan hal yang tidak bisa


Juvelian mengerti


Mina mundur beberapa langkah secara alami dan berhenti tempat di belakang Juvelian, dia Berdiri sambil memegang payung yang melindungi mereka dari senapan matahari di atas mereka


Melihat dua bangku dan meja besi dengan jarak yang jauh dari helipad dan payung tenda yang sangat besar


Juvelian menjadi bersemangat dan berjalan


ke arah sana tapi Ke mana pun Juvelian


berjalan


Mina dengan santai mengikuti dari belakang tanpa mengatakan sepata kata pun


Menarik kursi itu dan duduk menyilangkan


kakinya sambil meletakkan tangannya di


bawah dagu dengan matanya tertuju pada


langit yang seakan akan mengatakan pada


nya ini semua adalah mimpi


Melirik ke arah Mina yang masih berdiri,


Juvelian mengerutkan keningnya dan


kehilangan kata kata kemudian menghela


napas dalam dalam

__ADS_1


Mendesak Mina untuk duduk tapi Mina tidak


mau mendengarkan perkataan Juvelian


sama sekali dan dengan tegas menolak


sambil menggeleng kan kepalanya


Tidak berapa lama berdiri di bawah sinar


matahari, wajah Mina sudah di banjiri


keringat, di tambah suara Mina menelan


ludahnya terdengar cukup keras


Juvelian yang mendengarnya menunjukkan


seringai di bibirnya


Berbalik ke belakang dan melihat berapa


lama Mina akan bertahan


"Jadi ceritanya, kau benar benar enggak mau


duduk, Mina~?" tanya Juvelian yang


bertanya dengan nada menggoda Mina


sambil tersenyum menyegarkan


"Tidak" jawab Mina dengan nada tegas


"Terserah, deh" ucap Juvelian yang benar


benar sudah menyerah


'Sampai akhir pun dia tetap keras kepala'


Gerutu Juvelian di dalam kepalanya


Melipat kedua tangannya di atas meja


dengan kepala yang di tidurkan di atasnya


menatap kosong ke arah langit


Beberapa saat kemudian suara angin yang


terbelah sedikit terdengar di antara awan


awan dengan sesuatu yang terbang


mendekat 'Itu apa di sana'


Menyipitkan matanya melihat dengan


seksama, baling baling helikopter terlihat


seperti sedang membelah awan


"Ternyata hanya helikopter..." gumam


Juvelian dengan suara lemas


'Tunggu, helikopter?' memikirkan kembali


apa ada yang salah dengan gumamnya


Mendadak pupil mata sedikit goyah dan


melebar


Memukul kedua telapak tangannya di atas meja dan bangkit dari bangku sambil melipat bibirnya karena terlalu senang dan berteriak keras "Benar, itu sebuah helikopter"


Teriak kan nya membuat Mina terkejut


dengan tindakannya yang mendadak


Melihat ke belakang sambil menunjuk ke


langit


Juvelian berkata dengan bersemangat


dan tersenyum ceria "Mina, lihat di sana"


Meletakkan satu tangannya di alis sambil


menatap langit mencari apa yang Juvelian


katakan "Dimana...?" gumamnya


Tanpa di sadari dia mengerut kan keningnya,


suara helikopter itu terdengar semakin keras


dan terlihat semakin membesar di langit


"Ah, anda benar nona"


Suaranya terus bertambah dengan angin


yang berhembus mengitari nya dan


helikopter yang sudah benar benar terlihat


sangat jelas tanpa tertutup awan

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2