
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan koment
Sampai mereka yang sempurna dalam
melakukan pekerjaan sekecil apa pun
Tidak pernah ada debu yang terlihat di mana
bahkan perpustakaan yang jarang di
kunjungi orang orang juga sangat bersih
Seperti di bersihkan setiap hari di setiap inci
ruang, alasan di balik itu semua adalah
Jika ada pelayan baru yang bekerja tidak
sesuai dengan ekspetasi
Akan di panggil ke ruangan kepala pelayan
dan di pecat pada hari itu juga sambil
tersenyum tidak bisa di mengerti, wajah
mereka tidak akan pernah terlihat lagi di
rumah ini
Tentu saja, mereka yang bekerja di sini merasa takut padanya tapi mereka tidak bisa
mengharapkan pelindungan dari majikan
mereka yang sebenarnya
Karena Luxia, bukan orang yang akan peduli
pada orang orang di sekitarnya karena
baginya orang yang terbaik lah yang akan
bertahan hingga akhir
Para pelayan yang bekerja di sini hanya bisa
melindungi diri mereka sendiri
'Meskipun aku bukanlah orang yang akan
percaya dengan yang namanya rumor atau
gosip tapi semuanya terlihat jelas'
Berlari tanpa tujuan sampai berdiri di depan
tangga menuju ke atap, Juvelian bisa
merasakan dirinya berkeringat dingin dan
raut wajah yang sekarang
Menyadari dirinya masih memegang tangan
Mina dengan kuat sambil menariknya
Juvelian berbalik dan melepaskan
tangan Mina
Ekspresi bingung Mina masih sama,
Juvelian berpikir keras mencari alasan, dia
melirik ke arah tangga dan memutar
matanya melihat ke Mina
Mengarahkan tangannya ke atas dengan
menunjuk ke pintu besi yang di tertutup di
atas sambil ragu ragu dia berbicara
"Kakak akan segera sampai jadi aku akan
menunggu nya di atap rumah"
Tanpa ragu dan berpikir panjang Mina
menjawab tanpa nada di dalamnya
"Saya akan ikut"
Mereka sekali lagi menaiki tangga
dan berdiri di depan pintu
Tidak tahu itu di lakukan dengan sengaja atau tidak tapi pintu ini tidak di kunci atau memakai kata sandi
Tapi saat pintu di tarik, pintu ini tidak bergerak sedikit pun
'Tidak heran, kenapa di biarkan begitu saja'
Sedikit melirik Juvelian dan memutar
matanya kepada pintu besi, Mina ikut
__ADS_1
membantu Juvelian menarik pintu besi
Begitu pintu terbuka, pemandangan yang
menakjubkan membanjiri pandangan
mereka
Langit biru yang jernih tertutup oleh
cahaya berwarna warni yang mewarnai awan
di beberapa tempat terlihat di mata mereka
Angin yang lewat membawa daun berwarna
kecoklatan dari taman bersama nya
Suara beberapa burung yang berkilau terlihat
terbang dalam kelompok
cahaya orange yang menyebar ke segala arah sampai menutupi lantai atap berwarna abu abu muda berkilau dengan sangat indah
Tidak ada genangan air di sana walaupun
tadi malam hujan turun dengan lebat
Dan Helipad (landasan untuk helikopter)
dengan lingkaran yang sangat luas dan
tanda H berwarna putih yang di gambar di
tengah namun tidak ada helikopter di sana
Tempat ini sangat cocok untuk melepaskan
stress, di tempat ini sangat jarang di datangi
orang dapat di lihat dari lantai atap yang
tempat mereka berdiri yang di tutupi seng
Banyak debu yang menempel di sudut dan
tidak ada pagar pembatas di sudut atap
Yang membuat kita bisa melihat
pemandangan di taman dari atas dan
cakarawala yang sangat mempesona
Tapi tidak peduli seindah apa pun
pemandangan di depan mereka, 'jangan
kepala mereka
Mengambil satu payung berwarna hitam yang di sediakan di dekat pintu
Mengarahkan ujung payung ke luar dan
menekan tombol di gagang, Payung
kemudian perlahan terbuka lebar
Juvelian melangkah kan satu kakinya keluar dari pintu tapi tiba tiba tanpa peringatan, seseorang merampas payung itu dari tangan
Juvelian yang meningkat kan kewaspadaan nya
mendadak seperti predator melirik ke samping, ternyata orang itu adalah Mina, kembali menurun kan kewaspadaan pada sekitar dengan raut wajah santai
Eh?, Pupil mata Juvelian melebar sesaat
Lagi lagi Mina melakukan hal yang tidak bisa
Juvelian mengerti
Mina mundur beberapa langkah secara alami dan berhenti tempat di belakang Juvelian, dia Berdiri sambil memegang payung yang melindungi mereka dari senapan matahari di atas mereka
Melihat dua bangku dan meja besi dengan jarak yang jauh dari helipad dan payung tenda yang sangat besar
Juvelian menjadi bersemangat dan berjalan
ke arah sana tapi Ke mana pun Juvelian
berjalan
Mina dengan santai mengikuti dari belakang tanpa mengatakan sepata kata pun
Menarik kursi itu dan duduk menyilangkan
kakinya sambil meletakkan tangannya di
bawah dagu dengan matanya tertuju pada
langit yang seakan akan mengatakan pada
nya ini semua adalah mimpi
Melirik ke arah Mina yang masih berdiri,
Juvelian mengerutkan keningnya dan
kehilangan kata kata kemudian menghela
napas dalam dalam
__ADS_1
Mendesak Mina untuk duduk tapi Mina tidak
mau mendengarkan perkataan Juvelian
sama sekali dan dengan tegas menolak
sambil menggeleng kan kepalanya
Tidak berapa lama berdiri di bawah sinar
matahari, wajah Mina sudah di banjiri
keringat, di tambah suara Mina menelan
ludahnya terdengar cukup keras
Juvelian yang mendengarnya menunjukkan
seringai di bibirnya
Berbalik ke belakang dan melihat berapa
lama Mina akan bertahan
"Jadi ceritanya, kau benar benar enggak mau
duduk, Mina~?" tanya Juvelian yang
bertanya dengan nada menggoda Mina
sambil tersenyum menyegarkan
"Tidak" jawab Mina dengan nada tegas
"Terserah, deh" ucap Juvelian yang benar
benar sudah menyerah
'Sampai akhir pun dia tetap keras kepala'
Gerutu Juvelian di dalam kepalanya
Melipat kedua tangannya di atas meja
dengan kepala yang di tidurkan di atasnya
menatap kosong ke arah langit
Beberapa saat kemudian suara angin yang
terbelah sedikit terdengar di antara awan
awan dengan sesuatu yang terbang
mendekat 'Itu apa di sana'
Menyipitkan matanya melihat dengan
seksama, baling baling helikopter terlihat
seperti sedang membelah awan
"Ternyata hanya helikopter..." gumam
Juvelian dengan suara lemas
'Tunggu, helikopter?' memikirkan kembali
apa ada yang salah dengan gumamnya
Mendadak pupil mata sedikit goyah dan
melebar
Memukul kedua telapak tangannya di atas meja dan bangkit dari bangku sambil melipat bibirnya karena terlalu senang dan berteriak keras "Benar, itu sebuah helikopter"
Teriak kan nya membuat Mina terkejut
dengan tindakannya yang mendadak
Melihat ke belakang sambil menunjuk ke
langit
Juvelian berkata dengan bersemangat
dan tersenyum ceria "Mina, lihat di sana"
Meletakkan satu tangannya di alis sambil
menatap langit mencari apa yang Juvelian
katakan "Dimana...?" gumamnya
Tanpa di sadari dia mengerut kan keningnya,
suara helikopter itu terdengar semakin keras
dan terlihat semakin membesar di langit
"Ah, anda benar nona"
Suaranya terus bertambah dengan angin
yang berhembus mengitari nya dan
helikopter yang sudah benar benar terlihat
sangat jelas tanpa tertutup awan
__ADS_1
~Bersambung~