Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 56


__ADS_3

Melihat ke atas mencari di mana kesalahan


yang dia perbuat, tidak peduli berapa kali dia


Memeriksa nya dengan teliti, sama sekali


tidak menemukan yang salah dengan sihir


kedap suara yang dia buat


'Sihir kedap suaranya sudah pas, tidak ada


Yang rusak atau pun salah pengucapan'


Lux dengan ragu -ragu melihat ke arah kursi yang tadi dia jatuhkan


Salah satu kaki kursi yang keluar dari sihir


kedap suara membuat orang orang yang ada


di luar malah menjadi mendengar suara


aneh


Melihat kursi yang keluar dari batas


membuat Lux menjadi penasaran, terbang ke


arah kursi dan terus melihatnya sambil


terbang mengitari kursi terus menerus


Karena Juvelian hanya memasang sihir


kedap suara tapi lupa dengan sihir pelindung


,sementara Lux berpikir yang di gunakan


Juvelian adalah sihir pelindung


"Juvelian lihat itu..." kata Lux sambil


menunjuk ke arah salah satu kaki kursi


'Malah aneh kalau tadi tidak ada suara, bisa


-bisanya aku lupa dengan sihir pelindungnya'


Tidak percaya dengan rumor aneh yang


beredar di sekolah, Kirara berlari dengan cepat menelusuri lorong menuju gudang di ujung lorong lantai lima


Mendengar suara dua orang yang berbicara,


Kirara berhenti tiba -tiba dan bersembunyi di dekat kelas 12-10


Beberapa waktu yang lalu sebelum Juvelian


Selesai memeriksa semua toilet di lantai


Lima, Mina yang masih duduk di dalam


gudang dengan memegang kedua tangannya


Sambil menangis


Mina yang mencoba menenangkan dirinya


Bangkit dari lantai dan meletakkan tangan di


Pinggang sambil berdiri dan menghela nafas


Karena merasa lega setelah menangis


Mengangkat kepalanya melihat ke atas


dengan tatapan kosong


Melihat atap langit yang kusam dan ruang yang tidak ada satupun jendela di dinding


Mina sedikit memiringkan kepalanya sambil


bergumam pada dirinya sendiri dengan


Seperti ada garis garis hitam di sekitar


wajahnya "Jadi, di mana aku sekarang?"


Melihat pintu yang kusam di belakangnya dia


berjalan ke arah pintu gudang sekolah yang


hanya ada satu di dalam gudang itu


Menutup mata dan Mengambil nafas Dalam


-dalam sambil memegang gagang pintu dan


berharap itu adalah pintu keluarnya


Begitu pintu terbuka terlihat bayangan


seseorang yang menghadap jendela dengan


rambutnya yang terkena sinar matahari


Seseorang itu hanya fokus melihat ke luar


jendela dengan tatapan kosong dan


lengannya di luruskan di pinggir jendela, dia


memiringkan tubuhnya bersender pada


dinding di dekat jendela

__ADS_1


Tatapan kosong yang seperti mengatakan


betapa bosannya dirinya yang tidak terlalu


tertarik dan tidak peduli dengan kerumunan orang orang di lapangan


Mendengar suara di belakangnya, seseorang


itu berbalik dan hanya menatap kosong ke arah pintu yang ingin terbuka


Mina Membuka pintu lebih lebar sambil


mata yang tertunduk, melihat ke arah


seseorang yang menatapnya, seseorang itu


Punya rambut hitam yang bersinar terkena


cahaya matahari


Rambut hitam kecokelatan yang terkena sinar matahari mengingatkan nya pada Jake yang juga punya rambut hitam kecokelatan jika terkena cahaya matahari


'Tidak mungkin itu dia' mencoba


menjernihkan pikiran nya dan berusaha


menghilangkan Jake dari pikiran, dia pun


menambahkan


'Di dunia ini kan bukan satu atau dua orang


saja yang punya rambut hitam seperti dia.


Arin dan salah satu dari Si Kembar Mata


Merah (Alex dan Alexia) juga punya rambut


hitam'


Saat kedua mata mereka tidak sengaja bertemu, Baik orang itu atau pun Mina


membuka mata mereka dengan lebar dengan ekspresi seperti seseorang yang


baru saja bertemu dengan hantu


Mata orange laki -laki bergetar seperti akan


Menangis karena akhirnya bisa bertemu


kembali dengan seseorang yang sudah lama


dia rindukan


Menggigit bibirnya dengan kuat dan


berusaha sekuat tenaga menutupi perasaan


rindu dan lebih fokus memasang ekspresi


terkejut dari pada ekspresi sedih


terkejut Mina yang sepertinya tidak


Menginginkan kehadiran nya


Menunjukkan satu sama lain sambil


berteriak "Kenapa kau bisa ada di sini?"


'Dari dulu mereka berdua memang selalu


bersekolah di tempat yang sama mengingat


mereka adalah saudara kembar yang tidak


terpisahkan'


'Tapi... Dari banyak nya sekolah di kota


sebesar ini, kenapa kita bisa bersekolah di


sekolah yang sama lagi?


'padahal aku pikir tidak akan melihat mereka


lagi setelah mereka berdua pindah ke luar


negeri' Pikir Mina yang menggigit bibirnya


sampai meninggal kan bekas


Menyadari diri mereka yang mengatakan hal


yang sama, mereka tersenyum canggung,


Joni mengaruk bagian belakang kepalanya dengan merasa bingung mau memulai


percakapan seperti apa


Sedangkan Mina menyentuh tengkuk nya


'Gila, situasi canggung macam apa ini' pikir


Mina yang membayangkan dirinya meninju


pohon sampai tumbang sakin canggungnya


Melihat suasana canggung dan keheningan


diantara mereka, Kirara berpikir untuk keluar


persembunyian dan menghilangkan suasana


canggung mereka, sampai...

__ADS_1


Mina membuang napas dan memilih untuk


memulai pembicaraan lebih dulu


"Bagaimana kabarmu, Joni?" tanya Mina


Sambil memasang ekspresi datar tanpa


sedikit senyuman di wajahnya


Karena sudah mengenal dari lahir, Mina yang Joni tahu adalah orang yang akan selalu


tersenyum cerah pada siapa saja tapi


Melihat Mina yang tidak tersenyum sedikit


pun membuat hati Joni sedikit sakit


'Lagian juga, sudah enam tahun kami tidak


bertemu semenjak dia pindah sekolah ke luar negeri, tentu saja banyak yang berubah


dengan anak ini dulu dia kan pakai kacamata'


'Meskipun aku sudah mengenal mereka


sejak lahir tapi kadang ada saatnya aku tidak


bisa membedakan mereka berdua tapi, satu


hal yang pasti dia adalah anak yang pendiam'


Melirik ke luar jendela, melihat ke arah Jake


yang masih menjawab pertanyaan beberapa


orang dengan tersenyum seperti


mengatakan minta di tolong pada seseorang


Mina menambahkan lagi


'Sangat berbeda Jake yang selalu


bersemangat dan aktif tapi... sejak kapan anak itu tertarik dengan sesuatu yang merepotkan'


'Saat kecil dia kan pernah bilang akan jadi


ketua sepak bola atau apa lah itu namanya'


Menyadari apa yang salah dia menggeleng gelengkan kepalanya


Merasa kesal pada dirinya sendiri yang tiba


tiba mengingat Jake karena bertemu dengan


Joni yang wajahnya sangat mirip dengan


Jake kecuali sifatnya


Melihat Joni yang tidak menjawab


pertanyaan nya dan hanya diam, Mina


mengangkat alisnya sambil melipat kedua


tangan


"Hei, orang menyebalkan. Kau ingin


melamun berapa lama lagi?" tanya Mina yang mulai kesal


'Padahal suasana hati ku lagi buruk gara


-gara kakak kembaran mu tapi, sekarang jadi


tambah buruk karena mu'


Mendengar suara Mina yang bergema di


lorong kosong, Joni segera merespons


dengan jawaban cepat


"Aku baik baik saja, bagaimana dengan mu?"


Mina melangkahkan kakinya dan berjalan ke


arah jendela, rambutnya yang diikat semua


sedikit melayang di udara yang lewat di depan wajah Joni


Rambut berwarna coklat kemerahan yang


selalu mengingat kan orang lain pada langit


senja, Mina meletakkan sikunya di atas


pinggiran jendela dan tangan di bawah dagu


"Masih sama aja" jawabnya dengan singkat


"Oh" jawab Joni tanpa dia sadari


Mina berbalik dan melihat Joni dengan


tatapan kosong, memiringkan bibirnya


sambil mengingat masa lalu


Diam beberapa saat dengan mata tertunduk


sambil kenangan tentang masa lalu Joni


muncul begitu saja, senyum licik terlihat di

__ADS_1


bibirnya Mina


~Bersambung~


__ADS_2