
Melihat ke atas mencari di mana kesalahan
yang dia perbuat, tidak peduli berapa kali dia
Memeriksa nya dengan teliti, sama sekali
tidak menemukan yang salah dengan sihir
kedap suara yang dia buat
'Sihir kedap suaranya sudah pas, tidak ada
Yang rusak atau pun salah pengucapan'
Lux dengan ragu -ragu melihat ke arah kursi yang tadi dia jatuhkan
Salah satu kaki kursi yang keluar dari sihir
kedap suara membuat orang orang yang ada
di luar malah menjadi mendengar suara
aneh
Melihat kursi yang keluar dari batas
membuat Lux menjadi penasaran, terbang ke
arah kursi dan terus melihatnya sambil
terbang mengitari kursi terus menerus
Karena Juvelian hanya memasang sihir
kedap suara tapi lupa dengan sihir pelindung
,sementara Lux berpikir yang di gunakan
Juvelian adalah sihir pelindung
"Juvelian lihat itu..." kata Lux sambil
menunjuk ke arah salah satu kaki kursi
'Malah aneh kalau tadi tidak ada suara, bisa
-bisanya aku lupa dengan sihir pelindungnya'
Tidak percaya dengan rumor aneh yang
beredar di sekolah, Kirara berlari dengan cepat menelusuri lorong menuju gudang di ujung lorong lantai lima
Mendengar suara dua orang yang berbicara,
Kirara berhenti tiba -tiba dan bersembunyi di dekat kelas 12-10
Beberapa waktu yang lalu sebelum Juvelian
Selesai memeriksa semua toilet di lantai
Lima, Mina yang masih duduk di dalam
gudang dengan memegang kedua tangannya
Sambil menangis
Mina yang mencoba menenangkan dirinya
Bangkit dari lantai dan meletakkan tangan di
Pinggang sambil berdiri dan menghela nafas
Karena merasa lega setelah menangis
Mengangkat kepalanya melihat ke atas
dengan tatapan kosong
Melihat atap langit yang kusam dan ruang yang tidak ada satupun jendela di dinding
Mina sedikit memiringkan kepalanya sambil
bergumam pada dirinya sendiri dengan
Seperti ada garis garis hitam di sekitar
wajahnya "Jadi, di mana aku sekarang?"
Melihat pintu yang kusam di belakangnya dia
berjalan ke arah pintu gudang sekolah yang
hanya ada satu di dalam gudang itu
Menutup mata dan Mengambil nafas Dalam
-dalam sambil memegang gagang pintu dan
berharap itu adalah pintu keluarnya
Begitu pintu terbuka terlihat bayangan
seseorang yang menghadap jendela dengan
rambutnya yang terkena sinar matahari
Seseorang itu hanya fokus melihat ke luar
jendela dengan tatapan kosong dan
lengannya di luruskan di pinggir jendela, dia
memiringkan tubuhnya bersender pada
dinding di dekat jendela
__ADS_1
Tatapan kosong yang seperti mengatakan
betapa bosannya dirinya yang tidak terlalu
tertarik dan tidak peduli dengan kerumunan orang orang di lapangan
Mendengar suara di belakangnya, seseorang
itu berbalik dan hanya menatap kosong ke arah pintu yang ingin terbuka
Mina Membuka pintu lebih lebar sambil
mata yang tertunduk, melihat ke arah
seseorang yang menatapnya, seseorang itu
Punya rambut hitam yang bersinar terkena
cahaya matahari
Rambut hitam kecokelatan yang terkena sinar matahari mengingatkan nya pada Jake yang juga punya rambut hitam kecokelatan jika terkena cahaya matahari
'Tidak mungkin itu dia' mencoba
menjernihkan pikiran nya dan berusaha
menghilangkan Jake dari pikiran, dia pun
menambahkan
'Di dunia ini kan bukan satu atau dua orang
saja yang punya rambut hitam seperti dia.
Arin dan salah satu dari Si Kembar Mata
Merah (Alex dan Alexia) juga punya rambut
hitam'
Saat kedua mata mereka tidak sengaja bertemu, Baik orang itu atau pun Mina
membuka mata mereka dengan lebar dengan ekspresi seperti seseorang yang
baru saja bertemu dengan hantu
Mata orange laki -laki bergetar seperti akan
Menangis karena akhirnya bisa bertemu
kembali dengan seseorang yang sudah lama
dia rindukan
Menggigit bibirnya dengan kuat dan
berusaha sekuat tenaga menutupi perasaan
rindu dan lebih fokus memasang ekspresi
terkejut dari pada ekspresi sedih
terkejut Mina yang sepertinya tidak
Menginginkan kehadiran nya
Menunjukkan satu sama lain sambil
berteriak "Kenapa kau bisa ada di sini?"
'Dari dulu mereka berdua memang selalu
bersekolah di tempat yang sama mengingat
mereka adalah saudara kembar yang tidak
terpisahkan'
'Tapi... Dari banyak nya sekolah di kota
sebesar ini, kenapa kita bisa bersekolah di
sekolah yang sama lagi?
'padahal aku pikir tidak akan melihat mereka
lagi setelah mereka berdua pindah ke luar
negeri' Pikir Mina yang menggigit bibirnya
sampai meninggal kan bekas
Menyadari diri mereka yang mengatakan hal
yang sama, mereka tersenyum canggung,
Joni mengaruk bagian belakang kepalanya dengan merasa bingung mau memulai
percakapan seperti apa
Sedangkan Mina menyentuh tengkuk nya
'Gila, situasi canggung macam apa ini' pikir
Mina yang membayangkan dirinya meninju
pohon sampai tumbang sakin canggungnya
Melihat suasana canggung dan keheningan
diantara mereka, Kirara berpikir untuk keluar
persembunyian dan menghilangkan suasana
canggung mereka, sampai...
__ADS_1
Mina membuang napas dan memilih untuk
memulai pembicaraan lebih dulu
"Bagaimana kabarmu, Joni?" tanya Mina
Sambil memasang ekspresi datar tanpa
sedikit senyuman di wajahnya
Karena sudah mengenal dari lahir, Mina yang Joni tahu adalah orang yang akan selalu
tersenyum cerah pada siapa saja tapi
Melihat Mina yang tidak tersenyum sedikit
pun membuat hati Joni sedikit sakit
'Lagian juga, sudah enam tahun kami tidak
bertemu semenjak dia pindah sekolah ke luar negeri, tentu saja banyak yang berubah
dengan anak ini dulu dia kan pakai kacamata'
'Meskipun aku sudah mengenal mereka
sejak lahir tapi kadang ada saatnya aku tidak
bisa membedakan mereka berdua tapi, satu
hal yang pasti dia adalah anak yang pendiam'
Melirik ke luar jendela, melihat ke arah Jake
yang masih menjawab pertanyaan beberapa
orang dengan tersenyum seperti
mengatakan minta di tolong pada seseorang
Mina menambahkan lagi
'Sangat berbeda Jake yang selalu
bersemangat dan aktif tapi... sejak kapan anak itu tertarik dengan sesuatu yang merepotkan'
'Saat kecil dia kan pernah bilang akan jadi
ketua sepak bola atau apa lah itu namanya'
Menyadari apa yang salah dia menggeleng gelengkan kepalanya
Merasa kesal pada dirinya sendiri yang tiba
tiba mengingat Jake karena bertemu dengan
Joni yang wajahnya sangat mirip dengan
Jake kecuali sifatnya
Melihat Joni yang tidak menjawab
pertanyaan nya dan hanya diam, Mina
mengangkat alisnya sambil melipat kedua
tangan
"Hei, orang menyebalkan. Kau ingin
melamun berapa lama lagi?" tanya Mina yang mulai kesal
'Padahal suasana hati ku lagi buruk gara
-gara kakak kembaran mu tapi, sekarang jadi
tambah buruk karena mu'
Mendengar suara Mina yang bergema di
lorong kosong, Joni segera merespons
dengan jawaban cepat
"Aku baik baik saja, bagaimana dengan mu?"
Mina melangkahkan kakinya dan berjalan ke
arah jendela, rambutnya yang diikat semua
sedikit melayang di udara yang lewat di depan wajah Joni
Rambut berwarna coklat kemerahan yang
selalu mengingat kan orang lain pada langit
senja, Mina meletakkan sikunya di atas
pinggiran jendela dan tangan di bawah dagu
"Masih sama aja" jawabnya dengan singkat
"Oh" jawab Joni tanpa dia sadari
Mina berbalik dan melihat Joni dengan
tatapan kosong, memiringkan bibirnya
sambil mengingat masa lalu
Diam beberapa saat dengan mata tertunduk
sambil kenangan tentang masa lalu Joni
muncul begitu saja, senyum licik terlihat di
__ADS_1
bibirnya Mina
~Bersambung~