Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 59


__ADS_3

'Meskipun aku ikut klub teater tapi, aku juga


ketua klub mading, banyak informasi yang


bisa aku dapat kan dengan mudah


Tapi... jika di bandingkan dengan guru BK


yang bagaikan elang yang sedang mengintai'


'Klub mading akan langsung ciut karena


informasi yang kami dapatkan lebih sedikit,


Meskipun aku hanya lah mantan ketua klub


mading setelah kelas 12, aku tetap bisa


mendapatkan informasi'


Menggoyang goyangkan HP nya sambil


berkata "Lian dan yang lainnya sedang


menunggu di bawah, saya sudah


memberitahu mereka bahwa saya sudah


menemukan kamu"


"Oh" jawab Mina dengan singkat seakan


sudah menduganya


"Saya juga sudah mengirim nomor telepon


Juvelian padamu"


Nada do re mi terdengar dari HP Mina,


menunjukkan layar HP nya pada Kirara


dengan tatapan yang bilang 'Yang ini?', Kirara


menganggukkan kepalanya sambil menutup


matanya dengan lembut


Setelah selesai berbicara hanya ada


Keheningan tergantung di atas langit,


melihat Mina yang hanya diam sambil sedikit


menundukkan kepalanya


'Apa dia tidak bisa mendengar apa yang aku


katakan karena terlalu jauh?' pikir Kirara yang


tersenyum tipis sambil menghela napas


Tiba tiba Mina mengangkat kepalanya


dengan cepat dan menghadap ke arah Kirara


Mata abu abu tua Mina yang hampir terlihat


seperti hitam terlihat dengan sangat jelas


karena sinar matahari yang menembus


jendela dan mengenai dirinya


Berlari dengan cepat di lorong yang hanya


ada mereka bertiga, begitu ingin melewati


Kirara dan Jake mereka tidak hampir tidak


berkedip dengan angin yang bergerak


bersama Mina yang berlari


Sambil berlari Mina melambaikan tangannya


ke atas dan berteriak dengan nada cerah


"Terima kasih untuk informasi nya"


Suaranya yang nyaring bergema di


sepanjang koridor yang sepi


Mendengar suara Mina yang bergema di


koridor, Kirara dan Joni berbalik melihat ke


arahnya dengan tatapan kosong


Suaranya mulai menghilang bersama


dengan keberadaan Mina yang mulai tidak


terlihat dari kejauhan


Tiba tiba seseorang dari arah samping


memegang bahu nya


Tangan yang memegang bahunya terasa


dingin yang membuatnya merinding

__ADS_1


Kirara menepuk bahu Joni beberapa kali di


tempat yang sama sambil tersenyum


Joni Menghela napas lega yang bisa


menduga siapa yang menepuk bahunya


Kirara menurunkan tangannya dari bahu Joni


mengangkat kepalanya dan melipat kedua tangannya sambil memasang tatapan tajam


dan ekspresi yang menunggu jawaban


Senyuman lebar dan hangat di bibirnya


Kirara yang bisa membuat orang yang lewat


langsung jatuh hati padanya dalam sekali lihat atau hitungan detik


Tapi, Joni yang sudah berteman dengan nya


selama dua tahun terakhir tahu itu bukanlah


senyum bersahabat melainkan kesabaran


nya yang tinggal sedikit


Menyadari cahaya terang berwarna kuning


yang menyilaukan di sampingnya dengan


beberapa cahaya kecil yang dari tadi


menabrak wajahnya dan memantul dari


wajahnya ke arah lain


Tapi, tiba tiba cahaya itu berubah menjadi


hawa dingin yang menakutkan, Joni bisa


merasakan hawa dingin yang berwarna


hitam menakutkan berjalan seperti angin ke


arahnya


Joni dengan perasaan ragu ragu dia melihat


sekilas ke arah samping


Sinar matahari yang mengenai sebagian


wajah Kirara meninggalkan bayangan di


sebagian wajahnya yang lain


Wajahnya yang cerah dengan senyum lebar


sinar matahari dengan yang terkena sinar


matahari berubah seperti psikopat yang


sedang tersenyum jahat


Kirara tidak tahu kenapa Joni tiba tiba


melompat ke samping sambil berteriak keras yang hampir memekakkan telinga Kirara


yang juga ikutan berteriak sambil memukul Joni


"Kaaagettt aaku" teriak mereka berdua


Kirara yang terkejut tiba tiba menggerakan


tangannya, bergerak ke arah Joni dan memukul bahu Joni dengan kuat sambil


menutup matanya karena refleks


Sedangkan Joni bisa merasakan beberapa


air liur nya yang tersembur keluar dari


mulutnya dengan rasa nyeri di tangannya


yang menyebar ke badannya


Bersandar pada dinding di sebelah nya,


mengatur napas dengan tangannya di dada


seperti sedang memeriksa keadaan


jantungnya yang tiba tiba mendapatkan


serangan


"Maaf" gumam Kirara dengan suara rendah yang mungkin saja tidak di dengar oleh Joni


Kirara membuka bibirnya tapi karena ragu ragu untuk mengatakannya


Menutup mulutnya kembali dengan sedikit menggigit bibirnya


Menundukkan kepalanya dengan lembut sampai matanya tertutup poni


Menghela napas pelan, menyakitkan dirinya


untuk menjadi lebih berani dan mengangkat


kepalanya dengan tatapan berani di bertanya


"Tapi, ada apa dengan dengan tatapan mu tadi?" tanya Kirara dengan tatapan curiga

__ADS_1


Joni segera tersendak, melirik ke arah Kirara


yang lebih pendek beberapa sentimeter


darinya, Matanya langsung melihat ke arah


lain dan bertanya balik dengan nada seolah


olah dia tidak tahu


"Apa maksudmu, Kirara? Aku tidak mengerti


apa yang kau katakan"


Kirara hanya menatap tajam untuk beberapa saat karena curiga


Tidak berkedip sekali pun dengan matanya


yang mulai berkaca kaca terkena angin yang


lewat


Menyadari Kirara yang tidak juga menyerah


selama beberapa detik, Joni mulai


berkeringat


Membuang napas dan melangkah kan


kakinya meninggal kan Joni di belakangnya


Terus berjalan beberapa saat dan melihat ke belakangnya


"Cepatlah, Jake pasti sudah menunggu di


ruangan OSIS" kata Kirara


Rambutnya yang berwarna merah jambu


Kirara yang tidak ikat semua dengan poni di


belah di tengah


terlihat seperti permen kapas yang berkilau


saat sinar matahari mengenai nya


Dengan mata birunya yang masih berkaca


kaca dan merah, ekspresi wajah Kirara yang


tidak terlihat jelas karena sinar matahari


Bibirnya sedikit terbuka dan bergerak seperti


ingin mengatakan tapi menutupnya kembali


'Ku pikir pada akhirnya aku bisa punya teman tapi, sepertinya itu hanyalah kesalahpahaman ku saja, ya'


Pikir Kirara yang membuang napas


Membuat Joni membuka matanya lebar


lebar dan menggigit bibirnya, ekspresi


kecewa Kirara sedikit terlihat di antara poni


dan sinar matahari yang menutupi wajahnya


dan matanya


Tapi dengan senyum pahit yang sedikit


terukir di bibirnya terlihat dengan sangat


jelas menunjukkan betapa dia sedih dan


kecewa


Melihat Kirara berjalan kembali tanpa melihat ke belakang dengan mengeluarkan aura tenang dan bersinar yang membuat orang lain akan merasa kagum padanya


Joni mengepal tangannya dan menggigit


bibirnya dengan kuat


'Kau tidak tahu apa apa, Kirara' dia kembali


menambah kan


'Meskipun yang semua orang tahu ibu


adalah orang dengan kepribadian yang baik


tapi, Aku di besarkan dengan kasih sayang


yang berbeda dengan kakakku'


Saat itu juga sosok dirinya yang dulu terlihat,


anak laki- laki dengan rambut hitam dan mata orange dengan memakai kacamata oversized dengan warna hitam


Dan kuning keemasan kecuali pada bagian


kacanya yang sama persis dengan Jake,


jaket hitam yang selalu ia kenakan dan dirinya yang selalu diam dengan aura seorang kutu buku terlihat sangat jelas


Menatap kosong ke arah Kirara yang mulai


berjalan menjauh dari nya


Dia berkata pada dirinya sendiri 'Aku dan kakakku (Jake) bagaikan cahaya dan bayangan'

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2