
'Meskipun aku ikut klub teater tapi, aku juga
ketua klub mading, banyak informasi yang
bisa aku dapat kan dengan mudah
Tapi... jika di bandingkan dengan guru BK
yang bagaikan elang yang sedang mengintai'
'Klub mading akan langsung ciut karena
informasi yang kami dapatkan lebih sedikit,
Meskipun aku hanya lah mantan ketua klub
mading setelah kelas 12, aku tetap bisa
mendapatkan informasi'
Menggoyang goyangkan HP nya sambil
berkata "Lian dan yang lainnya sedang
menunggu di bawah, saya sudah
memberitahu mereka bahwa saya sudah
menemukan kamu"
"Oh" jawab Mina dengan singkat seakan
sudah menduganya
"Saya juga sudah mengirim nomor telepon
Juvelian padamu"
Nada do re mi terdengar dari HP Mina,
menunjukkan layar HP nya pada Kirara
dengan tatapan yang bilang 'Yang ini?', Kirara
menganggukkan kepalanya sambil menutup
matanya dengan lembut
Setelah selesai berbicara hanya ada
Keheningan tergantung di atas langit,
melihat Mina yang hanya diam sambil sedikit
menundukkan kepalanya
'Apa dia tidak bisa mendengar apa yang aku
katakan karena terlalu jauh?' pikir Kirara yang
tersenyum tipis sambil menghela napas
Tiba tiba Mina mengangkat kepalanya
dengan cepat dan menghadap ke arah Kirara
Mata abu abu tua Mina yang hampir terlihat
seperti hitam terlihat dengan sangat jelas
karena sinar matahari yang menembus
jendela dan mengenai dirinya
Berlari dengan cepat di lorong yang hanya
ada mereka bertiga, begitu ingin melewati
Kirara dan Jake mereka tidak hampir tidak
berkedip dengan angin yang bergerak
bersama Mina yang berlari
Sambil berlari Mina melambaikan tangannya
ke atas dan berteriak dengan nada cerah
"Terima kasih untuk informasi nya"
Suaranya yang nyaring bergema di
sepanjang koridor yang sepi
Mendengar suara Mina yang bergema di
koridor, Kirara dan Joni berbalik melihat ke
arahnya dengan tatapan kosong
Suaranya mulai menghilang bersama
dengan keberadaan Mina yang mulai tidak
terlihat dari kejauhan
Tiba tiba seseorang dari arah samping
memegang bahu nya
Tangan yang memegang bahunya terasa
dingin yang membuatnya merinding
__ADS_1
Kirara menepuk bahu Joni beberapa kali di
tempat yang sama sambil tersenyum
Joni Menghela napas lega yang bisa
menduga siapa yang menepuk bahunya
Kirara menurunkan tangannya dari bahu Joni
mengangkat kepalanya dan melipat kedua tangannya sambil memasang tatapan tajam
dan ekspresi yang menunggu jawaban
Senyuman lebar dan hangat di bibirnya
Kirara yang bisa membuat orang yang lewat
langsung jatuh hati padanya dalam sekali lihat atau hitungan detik
Tapi, Joni yang sudah berteman dengan nya
selama dua tahun terakhir tahu itu bukanlah
senyum bersahabat melainkan kesabaran
nya yang tinggal sedikit
Menyadari cahaya terang berwarna kuning
yang menyilaukan di sampingnya dengan
beberapa cahaya kecil yang dari tadi
menabrak wajahnya dan memantul dari
wajahnya ke arah lain
Tapi, tiba tiba cahaya itu berubah menjadi
hawa dingin yang menakutkan, Joni bisa
merasakan hawa dingin yang berwarna
hitam menakutkan berjalan seperti angin ke
arahnya
Joni dengan perasaan ragu ragu dia melihat
sekilas ke arah samping
Sinar matahari yang mengenai sebagian
wajah Kirara meninggalkan bayangan di
sebagian wajahnya yang lain
Wajahnya yang cerah dengan senyum lebar
sinar matahari dengan yang terkena sinar
matahari berubah seperti psikopat yang
sedang tersenyum jahat
Kirara tidak tahu kenapa Joni tiba tiba
melompat ke samping sambil berteriak keras yang hampir memekakkan telinga Kirara
yang juga ikutan berteriak sambil memukul Joni
"Kaaagettt aaku" teriak mereka berdua
Kirara yang terkejut tiba tiba menggerakan
tangannya, bergerak ke arah Joni dan memukul bahu Joni dengan kuat sambil
menutup matanya karena refleks
Sedangkan Joni bisa merasakan beberapa
air liur nya yang tersembur keluar dari
mulutnya dengan rasa nyeri di tangannya
yang menyebar ke badannya
Bersandar pada dinding di sebelah nya,
mengatur napas dengan tangannya di dada
seperti sedang memeriksa keadaan
jantungnya yang tiba tiba mendapatkan
serangan
"Maaf" gumam Kirara dengan suara rendah yang mungkin saja tidak di dengar oleh Joni
Kirara membuka bibirnya tapi karena ragu ragu untuk mengatakannya
Menutup mulutnya kembali dengan sedikit menggigit bibirnya
Menundukkan kepalanya dengan lembut sampai matanya tertutup poni
Menghela napas pelan, menyakitkan dirinya
untuk menjadi lebih berani dan mengangkat
kepalanya dengan tatapan berani di bertanya
"Tapi, ada apa dengan dengan tatapan mu tadi?" tanya Kirara dengan tatapan curiga
__ADS_1
Joni segera tersendak, melirik ke arah Kirara
yang lebih pendek beberapa sentimeter
darinya, Matanya langsung melihat ke arah
lain dan bertanya balik dengan nada seolah
olah dia tidak tahu
"Apa maksudmu, Kirara? Aku tidak mengerti
apa yang kau katakan"
Kirara hanya menatap tajam untuk beberapa saat karena curiga
Tidak berkedip sekali pun dengan matanya
yang mulai berkaca kaca terkena angin yang
lewat
Menyadari Kirara yang tidak juga menyerah
selama beberapa detik, Joni mulai
berkeringat
Membuang napas dan melangkah kan
kakinya meninggal kan Joni di belakangnya
Terus berjalan beberapa saat dan melihat ke belakangnya
"Cepatlah, Jake pasti sudah menunggu di
ruangan OSIS" kata Kirara
Rambutnya yang berwarna merah jambu
Kirara yang tidak ikat semua dengan poni di
belah di tengah
terlihat seperti permen kapas yang berkilau
saat sinar matahari mengenai nya
Dengan mata birunya yang masih berkaca
kaca dan merah, ekspresi wajah Kirara yang
tidak terlihat jelas karena sinar matahari
Bibirnya sedikit terbuka dan bergerak seperti
ingin mengatakan tapi menutupnya kembali
'Ku pikir pada akhirnya aku bisa punya teman tapi, sepertinya itu hanyalah kesalahpahaman ku saja, ya'
Pikir Kirara yang membuang napas
Membuat Joni membuka matanya lebar
lebar dan menggigit bibirnya, ekspresi
kecewa Kirara sedikit terlihat di antara poni
dan sinar matahari yang menutupi wajahnya
dan matanya
Tapi dengan senyum pahit yang sedikit
terukir di bibirnya terlihat dengan sangat
jelas menunjukkan betapa dia sedih dan
kecewa
Melihat Kirara berjalan kembali tanpa melihat ke belakang dengan mengeluarkan aura tenang dan bersinar yang membuat orang lain akan merasa kagum padanya
Joni mengepal tangannya dan menggigit
bibirnya dengan kuat
'Kau tidak tahu apa apa, Kirara' dia kembali
menambah kan
'Meskipun yang semua orang tahu ibu
adalah orang dengan kepribadian yang baik
tapi, Aku di besarkan dengan kasih sayang
yang berbeda dengan kakakku'
Saat itu juga sosok dirinya yang dulu terlihat,
anak laki- laki dengan rambut hitam dan mata orange dengan memakai kacamata oversized dengan warna hitam
Dan kuning keemasan kecuali pada bagian
kacanya yang sama persis dengan Jake,
jaket hitam yang selalu ia kenakan dan dirinya yang selalu diam dengan aura seorang kutu buku terlihat sangat jelas
Menatap kosong ke arah Kirara yang mulai
berjalan menjauh dari nya
Dia berkata pada dirinya sendiri 'Aku dan kakakku (Jake) bagaikan cahaya dan bayangan'
__ADS_1
~Bersambung~