
'Apa karena itu terjadi sebelum aku berumur lima tahun, makanya aku tidak ingat?'
Dia kemudian bertanya hal lain yang
sangat Juvelian hindari dan membuat
nya menarik air matanya
"Ngomong ngomong Lian, kenapa kau tidak
mengguna kan kartu kredit yang aku
berikan ?"
Juvelian batuk dan hampir menyembur kan teh yang ada di dalam mulutnya, Juvelian segera mengelap bibirnya dengan cepat dan merespons dengan tersenyum kemudian berkata dengan santai
"Papa mama dan kak Allen, mereka semua
juga memberikan kartu kredit padaku jadi aku tidak mungkin bisa menggunakan
semuanya sekaligus"
Dia menambah kan dengan nada yang aneh sambil mengangkat kedua bahunya "Atau harus kah aku membeli beberapa toko
perhiasan untuk menghabis kan nya"
"Apa?" Luxia bertanya balik dengan
wajah tercengang dan teh yang mengalir
keluar dari mulutnya menuju gelas
Tapi tenang saja, semua itu cuman imaginasi Juvelian yang tidak bisa mengatakan isi pikiran nya
Saat itu suara langkah kaki seseorang yang berlari terdengar di susul dengan suara Mina yang sedikit meninggikan suara memanggil Juvelian
Tidak tau sudah berapa lama dia mencari Juvelian sampai berada di sini, Suara nya panik dan dingin terdengar sudah mencapai pintu yang terus mencari Juvelian dengan memanggil namanya terdengar seperti panggilan malaikat
Dia merasa Mina datang sebagai penyelamat hidupnya
"Dia datang lebih cepat seperti perkiraan ku harusnya aku tidak menambah pertanyaan nya dan menggunakan yang tadi"
Kata kata Luxia terdengar seperti dejavu bagi Juvelian yang merasa pernah mendengarnya di suatu tempat
Tapi di situasi dan orang yang berbeda
yang baru perkali dia lihat wajahnya
Perasaannya menjadi kosong seperti
melupakan sesuatu yang sangat penting
Tapi wajah nya nampak acuh tak acuh dan tidak peduli seolah olah itu adalah hal yang
pasti karena saat itu dia teringat perkataan Rudan
Saat mereka menginap di vila waktu ke pantai dan terbangun di tengah malam
__ADS_1
karena mimpi aneh yang dia lihat tapi tidak bisa mengingat nya
Dan memutuskan untuk jalan jalan di dalam vila sebentar dan bertemu Rudan di ruang tamu yang sedang melihat televisi
'Benar, mungkin saja itu berasal dari salah
satu mimpi tidak penting yang ku lihat
makanya aku tidak mengingat nya dengan
sempurna'
Pikirnya sambil mengangguk, pintu itu berbuka saat Luxia berdiri di depan nya dan yang pertama kali mereka lihat adalah Mina yang berdiri di depan pintu dengan keringat di wajah nya
Raut wajah Mina menegang saat melakukan kontak mata dengan Luxia yang terlihat sangat dingin, menepuk bahu Mina sambil berkata dengan dingin
"Lakukan lah seperti ini untuk ke
depan nya"
Yang sebenarnya dari maksud perkataan Luxia [Kau sudah melakukan tugas mu dengan baik selama aku tidak ada]
[untuk seterus nya aku percaya kan dirimu untuk melindungi Lian jangan
lakukan kesalahan]
Meskipun tidak mengerti keseluruhan maksud perkataan Luxia tapi dia hanya berpikir Luxia sedang mengatakan dia melakukan nya dengan baik
Mina segera menjawab dengan patuh
"Baik, nona"
aku minta maaf atas nama kakak ku yang
tidak bisa mengatakan sesuatu dengan
maksud yang sebenarnya'
'Tidak, lebih tepatnya. satu perkataan kakak bisa memiliki banyak artis lain di dalam nya
"Bagimana kalau kembali ke ruang tamu?" dengan canggung Juvelian bertanya di antara suasana yang benar benar tidak nyaman
Bahkan saat mereka berjalan di koridor,
tidak ada pembicaraan yang bertahan
lama
Setiap kali Juvelian memulai pembicaraan yang muncul setelah berpikir keras, pasti akan di jawab dengan singkat oleh Luxia dan Mina dan kembali pada keheningan tanpa akhir
'Apa ini rasa nya menjadi tikus di antara dua
kucing, aku harap ini cepat berakhir'
Dia benar benar berharap ini cepat berakhir dan segera sampai ke ruang tamu
Mereka kembali lagi ke ruang tamu yang
__ADS_1
tadi tapi saat melihat Lucas memeluk
diri nya sendiri dengan tersenyum tipis dan raut wajah sedih dengan satu air mata yang keluar
Mereka berdua menjadi kaku di depan pintu kecuali Luxia yang memasang ekspresi acuh tak acuh yang seperti nya sudah terbiasa dengan hal aneh yang Lucas lakukan
Dengan Erin yang duduk di samping nya juga memasang ekspresi yang sama dengan Luxia meskipun ada senyum lelah di bibirnya
Sedangkan Allen menunjukkan raut wajah jijik
Tidak terasa waktu berjalan terus, mereka kembali berbicara seperti tadi setelah keheningan
Dan di tengah pembicaraan, mereka berdua
mengetahui alasan di balik Lucas yang
memeluk adalah karena merasa iri dengan Luxia dan Allen yang dekat dengan adiknya
Sedang kan dia bahkan tidak bisa memeluk adiknya karena suatu alasan yang tidak bisa dia katakan karena seperti ada hubungannya dengan masalah keluarga
Baik Juvelian atau pun Mina, tidak ada yang bertanya
Tapi sampai akhir dia tidak menyebutkan siapa nama dan jenis kelamin adik nya yang terus Lucas sebut dengan 'dia'
Juvelian yang mendengar kata 'cantik', menyimpulkan anak itu adalah perempuan
dia tidak tau pemikirannya akan membawa masalah bagi dirinya sendiri
Di saat bersama, Rudan yang sedang mengerjakan sesuatu dengan tangan yang terus menekan keyboard mendadak bersin
Juvelian dan Mina pulang menggunakan teleportasi yang ada di ruang kerja Luxia, tapi tidak dengan Allen
Dia akan kembali bersama dengan Luxia besok karena teman teman mereka akan menginap malam ini dan ada beberapa hal yang harus mereka diskusi kan
Sebelum pulang, Luxia dan Allen yang ada di ruang kerja ingin melihat sampai akhir mereka pulang
"Lian, aku sudah memasang koordinat yang berbeda pada kalian berdua"
Dia membalas dengan mengangguk dan bertanya pada Allen, apa dia akan pulang bersama mereka Allen mengelus kepala Juvelian dan menjawab
"Katakan pada mama papa, aku dan Luxia akan kembali besok"
Allen tidak menyebut Luxia dengan sebutan 'Kakak' seakan akan dia tidak pernah mengakui Luxia sebagai saudari nya
Di akhir, mereka berdua melihat Juvelian yang perlahan menghilang di cahaya merah
yang mengelilingi nya seolah olah cahaya itu sedang menelan mereka
Sambil melambaikan tangannya dan tersenyum tipis, Luxia terlihat gelisah tapi juga seperti ketakutan karena tangan gementar dengan berkeringat dingin
Saat itu Juvelian muncul kembali di
rumah kaca yang tidak ada cahaya lampu kecuali cahaya dari matahari yang akan terbenam sedangkan Mina sampai di
depan pintu rumahnya
Dengan kepala sedikit pusing, dia menekan angka memasukkan kata sandi di gagang pintu besi yang cukup tebal
__ADS_1
Pintu terbuka dengan di susul suara tip Tapi anehnya tidak suara dari dalam dan tidak ada siapa pun yang menyambutnya
~Bersambung~