Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 77


__ADS_3

'Apa karena itu terjadi sebelum aku berumur lima tahun, makanya aku tidak ingat?'


Dia kemudian bertanya hal lain yang


sangat Juvelian hindari dan membuat


nya menarik air matanya


"Ngomong ngomong Lian, kenapa kau tidak


mengguna kan kartu kredit yang aku


berikan ?"


Juvelian batuk dan hampir menyembur kan teh yang ada di dalam mulutnya, Juvelian segera mengelap bibirnya dengan cepat dan merespons dengan tersenyum kemudian berkata dengan santai


"Papa mama dan kak Allen, mereka semua


juga memberikan kartu kredit padaku jadi aku tidak mungkin bisa menggunakan


semuanya sekaligus"


Dia menambah kan dengan nada yang aneh sambil mengangkat kedua bahunya "Atau harus kah aku membeli beberapa toko


perhiasan untuk menghabis kan nya"


"Apa?" Luxia bertanya balik dengan


wajah tercengang dan teh yang mengalir


keluar dari mulutnya menuju gelas


Tapi tenang saja, semua itu cuman imaginasi Juvelian yang tidak bisa mengatakan isi pikiran nya


Saat itu suara langkah kaki seseorang yang berlari terdengar di susul dengan suara Mina yang sedikit meninggikan suara memanggil Juvelian


Tidak tau sudah berapa lama dia mencari Juvelian sampai berada di sini, Suara nya panik dan dingin terdengar sudah mencapai pintu yang terus mencari Juvelian dengan memanggil namanya terdengar seperti panggilan malaikat


Dia merasa Mina datang sebagai penyelamat hidupnya


"Dia datang lebih cepat seperti perkiraan ku harusnya aku tidak menambah pertanyaan nya dan menggunakan yang tadi"


Kata kata Luxia terdengar seperti dejavu bagi Juvelian yang merasa pernah mendengarnya di suatu tempat


Tapi di situasi dan orang yang berbeda


yang baru perkali dia lihat wajahnya


Perasaannya menjadi kosong seperti


melupakan sesuatu yang sangat penting


Tapi wajah nya nampak acuh tak acuh dan tidak peduli seolah olah itu adalah hal yang


pasti karena saat itu dia teringat perkataan Rudan


Saat mereka menginap di vila waktu ke pantai dan terbangun di tengah malam

__ADS_1


karena mimpi aneh yang dia lihat tapi tidak bisa mengingat nya


Dan memutuskan untuk jalan jalan di dalam vila sebentar dan bertemu Rudan di ruang tamu yang sedang melihat televisi


'Benar, mungkin saja itu berasal dari salah


satu mimpi tidak penting yang ku lihat


makanya aku tidak mengingat nya dengan


sempurna'


Pikirnya sambil mengangguk, pintu itu berbuka saat Luxia berdiri di depan nya dan yang pertama kali mereka lihat adalah Mina yang berdiri di depan pintu dengan keringat di wajah nya


Raut wajah Mina menegang saat melakukan kontak mata dengan Luxia yang terlihat sangat dingin, menepuk bahu Mina sambil berkata dengan dingin


"Lakukan lah seperti ini untuk ke


depan nya"


Yang sebenarnya dari maksud perkataan Luxia [Kau sudah melakukan tugas mu dengan baik selama aku tidak ada]


[untuk seterus nya aku percaya kan dirimu untuk melindungi Lian jangan


lakukan kesalahan]


Meskipun tidak mengerti keseluruhan maksud perkataan Luxia tapi dia hanya berpikir Luxia sedang mengatakan dia melakukan nya dengan baik


Mina segera menjawab dengan patuh


"Baik, nona"


aku minta maaf atas nama kakak ku yang


tidak bisa mengatakan sesuatu dengan


maksud yang sebenarnya'


'Tidak, lebih tepatnya. satu perkataan kakak bisa memiliki banyak artis lain di dalam nya


"Bagimana kalau kembali ke ruang tamu?" dengan canggung Juvelian bertanya di antara suasana yang benar benar tidak nyaman


Bahkan saat mereka berjalan di koridor,


tidak ada pembicaraan yang bertahan


lama


Setiap kali Juvelian memulai pembicaraan yang muncul setelah berpikir keras, pasti akan di jawab dengan singkat oleh Luxia dan Mina dan kembali pada keheningan tanpa akhir


'Apa ini rasa nya menjadi tikus di antara dua


kucing, aku harap ini cepat berakhir'


Dia benar benar berharap ini cepat berakhir dan segera sampai ke ruang tamu


Mereka kembali lagi ke ruang tamu yang

__ADS_1


tadi tapi saat melihat Lucas memeluk


diri nya sendiri dengan tersenyum tipis dan raut wajah sedih dengan satu air mata yang keluar


Mereka berdua menjadi kaku di depan pintu kecuali Luxia yang memasang ekspresi acuh tak acuh yang seperti nya sudah terbiasa dengan hal aneh yang Lucas lakukan


Dengan Erin yang duduk di samping nya juga memasang ekspresi yang sama dengan Luxia meskipun ada senyum lelah di bibirnya


Sedangkan Allen menunjukkan raut wajah jijik


Tidak terasa waktu berjalan terus, mereka kembali berbicara seperti tadi setelah keheningan


Dan di tengah pembicaraan, mereka berdua


mengetahui alasan di balik Lucas yang


memeluk adalah karena merasa iri dengan Luxia dan Allen yang dekat dengan adiknya


Sedang kan dia bahkan tidak bisa memeluk adiknya karena suatu alasan yang tidak bisa dia katakan karena seperti ada hubungannya dengan masalah keluarga


Baik Juvelian atau pun Mina, tidak ada yang bertanya


Tapi sampai akhir dia tidak menyebutkan siapa nama dan jenis kelamin adik nya yang terus Lucas sebut dengan 'dia'


Juvelian yang mendengar kata 'cantik', menyimpulkan anak itu adalah perempuan


dia tidak tau pemikirannya akan membawa masalah bagi dirinya sendiri


Di saat bersama, Rudan yang sedang mengerjakan sesuatu dengan tangan yang terus menekan keyboard mendadak bersin


Juvelian dan Mina pulang menggunakan teleportasi yang ada di ruang kerja Luxia, tapi tidak dengan Allen


Dia akan kembali bersama dengan Luxia besok karena teman teman mereka akan menginap malam ini dan ada beberapa hal yang harus mereka diskusi kan


Sebelum pulang, Luxia dan Allen yang ada di ruang kerja ingin melihat sampai akhir mereka pulang


"Lian, aku sudah memasang koordinat yang berbeda pada kalian berdua"


Dia membalas dengan mengangguk dan bertanya pada Allen, apa dia akan pulang bersama mereka Allen mengelus kepala Juvelian dan menjawab


"Katakan pada mama papa, aku dan Luxia akan kembali besok"


Allen tidak menyebut Luxia dengan sebutan 'Kakak' seakan akan dia tidak pernah mengakui Luxia sebagai saudari nya


Di akhir, mereka berdua melihat Juvelian yang perlahan menghilang di cahaya merah


yang mengelilingi nya seolah olah cahaya itu sedang menelan mereka


Sambil melambaikan tangannya dan tersenyum tipis, Luxia terlihat gelisah tapi juga seperti ketakutan karena tangan gementar dengan berkeringat dingin


Saat itu Juvelian muncul kembali di


rumah kaca yang tidak ada cahaya lampu kecuali cahaya dari matahari yang akan terbenam sedangkan Mina sampai di


depan pintu rumahnya


Dengan kepala sedikit pusing, dia menekan angka memasukkan kata sandi di gagang pintu besi yang cukup tebal

__ADS_1


Pintu terbuka dengan di susul suara tip Tapi anehnya tidak suara dari dalam dan tidak ada siapa pun yang menyambutnya


~Bersambung~


__ADS_2