
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komentar
"Tidak ada satu pun batu permata dari abu jenazah di atas belati itu jadi kau bisa tenang, Lian" kata Luxia sambil terkikik
kata kata Luxia membuat wajahnya memerah karena malu, Dia berbalik melihat kembali ke arah belati, saat di perhatikan baik baik, di sana ada beberapa huruf yang terukir di atasnya
"K Y M?" gumam Juvelian dengan apatis
"Kecantikan yang mematikan"
"Hah?"
Berjalan ke arah Juvelian dengan
memasukkan satu tangannya ke dalam
kantong celana
Matanya tertuju pada belati Itu dengan satu tangannya menyentuh kaca dan menggosok
nya beberapa kali
Seketika dia mengernyit kan keningnya
dengan jarinya yang menggosok jari yang lain terdapat beberapa debu yang menempel
Dia kemudian mengepal tangannya dan menunjukkan seringai di bibirnya dengan suara 'ha' yang keluar dari mulutnya
'Apa mereka tidak membersihkan ruangan ini? selama ini, aku sudah memasuki banyak ruangan di dalam rumah ini tapi cuman ruangan ini yang berdebu'
Luxia menggerakkan jarinya pada saat itu
air melayang di jarinya membersihkan debu yang menempel dan kering dalam satu detik
Dia memandangi tangannya yang berkilau dan merasa puas.
namun, tidak bertahan lama dia menurunkan tangannya sambil
mengerutkan keningnya dan membuka bibir nya
Dia mulai menjelaskan secara singkat tentang kehidupan beliau (Luxia yang ada di dalam lukisan) dari dirinya yang seorang
putri bangsawan yang sangat di cintai di
keluarganya
Dan jatuh cinta pada seseorang sampai menikah dengan orang itu tapi tidak ada yang abadi di dunia ini
Pria itu jatuh cinta pada orang lain dan
berselingkuh di belakang nya, hati wanita itu di penuhi kemarahan dan kebencian
Dia tidak segan menceraikan suaminya dan
menikah kan suaminya dengan selingkuh
nya
Tapi dari pada tenggelam di dalam kesedihan dia membuat dan memperkenal
kan produk kecantikan yang saat ini terus
di produksi perusahaan Luxia
Dan menjadi pengusaha wanita terkaya di
urutan pertama, di dunia yang masih ada
__ADS_1
beberapa orang menentang kesetaraan
gender
Tidak berhenti sampai situ, wanita itu membuat mantan suaminya dan
istrinya hidup menderita
Selama ini suaminya bisa hidup mewah karena bantuan dari keluarga Luxia,
sebagai keluarga bangsawan yang terlibat dalam militer
Kakak Luxia adalah seorang komandan yang sangat di segani tapi satu hal yang menjadi rahasia umum jika di depan adiknya dia akan menjadi anak anjing yang menuruti semua perkataannya
Dia hidup selama beberapa dekat setelah bercerai dengan suaminya dan meninggal dunia dengan tenang
Sampai akhir hidupnya dia tidak menikah
lagi dan tidak ada yang tau penyebab kematian nya, ada yang bilang karena penyakit
Ada juga yang bilang karena hatinya masih sakit saat suaminya selingkuh dan itu membuat kondisi tubuh semakin tidak baik seiring waktu berjalan dan terkena penyakit langka
Sebelum dia mati, dia menyerahkan semua kekayaannya dan aset asetnya pada anak angkat nya yang di katakan sangat mirip dengannya
Sampai sampai ada rumor yang bilang anak itu adalah anak haramnya dan meninggalkan kalimat ini
'Dalam menjalankan hidup yangterpenting adalah jangan curang, tidak mudah menyerah dan jangan biarkan pria b*r***s*k merebut hatimu'
Dia mengatakan itu sambil tersenyum hangat dan menyentuh pipi anak angkatnya yang menangis keras
Selesai bercerita Luxia berjalan ke arah
Juvelian dan berbisik di ke telinga dengan
suara rendah dan dingin sambil tersenyum lembut
mendukung yang terakhir"
Juvelian merinding sambil berpikir 'Siapa pun yang menjadi suami kakak suatu hari nanti dan ketahuan selingkuh oleh kakak
'Dia akan berada dalam penderitaan yang lebih mengerikan dari neraka, dia pasti akan
mati mengenaskan'
Meletakkan tangannya di pinggang, Luxia bertanya lagi pada Juvelian apa ada lagi yang ingin dia tanya Juvelian mengangguk dan bertanya
"Kalau gitu siapa ayah kakak?"
Dia terdiam dan memiringkan kepalanya sambil memutar matanya
Seolah olah itu adalah pertanyaan yang juga
pernah muncul di kepalanya atau pertanyaan tidak pernah dia tau jawaban nya
Alisnya bertemu di tengah dan menjawab dengan dingin
"Tidak tahu, mungkin ibuku itu hamil di luar nikah atau entahlah"
Tatapannya begitu tajam dan dingin menunjukkan betapa tidak sukanya dia dengan pertanyaan itu
Dalam situasi itu Juvelian bahkan tidak
bisa berpura pura tertawa untuk
mencairkan suasana dan hanya bisa
berkata pada dirinya
'Harus nya aku tidak melempar pertanyaan ini...'
__ADS_1
Melirik Luxia sesaat dia berpikir lagi
'Kakak, kau tadi berkata entahlah di
akhir artinya kau bukan enggak tahu tapi
enggak mau mengatakannya, kau benar
benar membenci nya bukan?'
Juvelian yang melihat raut wajah Luxia masih sama menjadi panik, dia segera mengalihkan pembicaraan dengan bertanya
Kenapa wanita yang ada di setiap foto dan lukisan yang mereka lihat memakai cincin dan kalung yang sama dengan yang Luxia
pakai
Luxia menjawab dengan apatis dan sangat singkat "Di warisan kepada setiap anak perempuan di keluarga ini"
"Ada pertanyaan lagi?"
Juvelian menggeleng kan kepala Dia kemudian menambah kan sambil menunjuk kan seringai di bibirnya
"Kalau begitu sekarang gantian aku yang bertanya"
Tanda tanya muncul bersamaan dengan dirinya yang merinding sambil berpikir 'Firasat ku enggak enak nih'
Luxia menjentik kan jarinya dan tiba tiba dari lantai keramik yang berbentuk lingkaran di tengah ruangan bergetar
Dan bergerak naik ke atas dengan meja bulat dan sofa yang yang mengitari nya yang kelihatannya sangat empuk
Di tengah meja ada nampan dengan benda yang terbuat dari keramik yaitu gelas kecil dan beberapa teko dengan ukuran yang berbeda
Dengan teko yang paling besar berisi air panas dan lima teko kecil yang ukurannya sama yang mungkin saja berisi bubuk teh
Menyadari Luxia baru saja melewatinya, dia mengikuti langkah kaki Luxia dari belakang tanpa mengatakan sepatah kata pun
Melihat Luxia yang duduk tanpa melakukan
apapun, Juvelian menyandari maksudnya,
dari pada duduk dengan tenang
Dia malah berdiri dengan membuka lima teko kecil yang berisi lima jenis teh yang berbeda yaitu teh hijau, teh oolong, teh putih, teh merah dan teh hitam
Dia melihat Luxia dan bertanya sambil
tersenyum hangat "Kakak mau minum teh
apa?"
"Hijau" jawab Luxia singkat
Dia mengangkat teko yang paling besar dan menuangkan air panas ke teko yang lain setelah memasukkan bubuk teh beberapa sendok
Dia berkata pada dirinya sendiri 'Kak, zaman sudah berubah tapi kau malah meminum teh dengan menggunakan cara yang merepotkan padalah kan ada kantung teh yang lebih praktis'
Setelah menuangkan teh ke dalam
cangkir, Juvelian dan Luxia duduk saling
berhadapan
Suasana di antara mereka terasa mencekam di tambah dengan keheningan yang melayang di udara
~Bersambung~
Terima kasih sudah membaca novel ini
Dan terima kasih sudah memberi semangat dengan like dan komentar
__ADS_1