
"Nak, katakanlah sesuatu"
Mengangkat satu tangannya dan
melambaikan nya di atas, dia berkata dengan
Tersenyum cerah yang membuat orang lain
Sulit membencinya
"Terima kasih untuk kalian semua yang
sudah memilihku"
Dia menutup mulutnya dengan lembut dan
menurunkan tangannya
Meletakkan satu tangannya di dadanya
dengan Kepala sedikit di tundukkan yang
Membuat matanya tidak terlihat karena
Rambut depannya hitamnya yang terkena
pantulan Sinar Matahari
Mengangkat kepalanya dan berkata dengan
Sangat percaya diri bahwa dia akan
melakukan yang terbaik untuk sekolah ini,
Dia mulai mengoceh tanpa berhenti
Dari tadi yang mendengarkan apa yang dia
Katakan dengan wajah bersemangat
hanyalah anak perempuan yang
mengaguminya tapi sepertinya hanya
masuk kiri ke luar kanan
Tidak heran kenapa yang memilihnya
kebanyakan adalah anak perempuan, siapa
pun orang yang peka, akan menyadarinya
Alasan kuat dia pilih karena wajahnya
Wajah yang seperti pahatan kayu atau pun
Foto yang di edit dengan sangat bagus itu
Menarik perhatian banyak orang
tidak heran dia mendapatkan peringkat ke
lima dari orang orang yang di juluki sebagai
sepuluh laki laki paling tampan di Miater
Tapi yang paling mengejutkan adalah
'Pacarku adalah orang yang mendapatkan
Peringkat pertama dari sepuluh laki laki
Paling tampan di sekolah ini'
Lihatlah dia yang seperti malaikat itu, wajah yang halus dan lembut tanpa terlihat pori pori di wajah sedikit pun, senyum cerah yang
bisa membuat orang Lain jatuh cinta
Rambut pirang berkilau dan mata aquamarine yang sekilas seperti
terdapat bulan sabit yang tertidur di
dalamnya
Dan kadang saat matanya tertunduk
Bulu matanya yang panjang dengan warna emas yang terkena sinar matahari akan sangat indah sekilas akan terlihat seperti
Malaikat yang turun dari langit
Kata Juvelian dalam hatinya yang merasa
Bahwa hidung menjadi runcing ke atas
Karena terlalu sibuk memikirkan pacarnya,
Juvelian tidak mendengar sampai kalimat terakhir
"Jika kalian ada masalah, silakan datanglah
Ke ruangan OSIS untuk berkonsultasi"
Karena dia yang mulai tersadar saat orang
orang di sekitarnya menepuk tangan mereka
Dengan wajah beberapa anak perempuan
Bersemangat dan cerah dalam sekejap mata
Tanpa sadar dia juga mengikuti orang orang
Di sekitar bertepuk tangan
'Apa yang terjadi?' pikirnya dengan
tersenyum tidak mengerti
Menurunkan tanganku dan melihat ke arah
Mina yang ada di samping untuk kembali ke
Kelas bersamanya
Melihat Mina yang menundukkan kepalanya
Dengan wajah sangat pucat
Juvelian berpikir Mina sedang sakit atau
__ADS_1
Kelelahan karena berdiri terlalu lama di
bawah sinar matahari
Hendak menyentuh bahu Mina dan bertanya
Apa dia sedang sakit
Tapi sebelum dia bertanya dan tangannya
menyentuh bahu Mina, Mina tiba tiba
menepis tangan Juvelian dengan kuat yang
Membuat suara keras di antara keramaian
Dan menarik tangannya dengan cepat
dengan ekspresi wajahnya yang sangat
terlihat oleh Juvelian
Dari pada terkejut dengan tangannya yang
Tiba tiba di tepis, Juvelian lebih terkejut
Dengan ekspresi wajah Mina yang terlihat
sangat terluka
Mina yang terkejut segera berlari kencang ke luar dari keramaian dengan ekspresi seperti
Mau menangis dan menabrak lengan orang
Orang di depannya
Juvelian yang berusaha memanggil Mina,
Semakin menjauh dari Mina karena
Kerumunan orang orang yang ingin melihat
Lebih dekat wajah ketua OSIS mereka yang
baru
'Menyebalkan. Kenapa kau harus kembali
lagi? Padahal aku hampir sepenuhnya
melupakanmu' pikir Mina yang berlari sambil
Mengelap air matanya
Mina Berlari tanpa arah dan tanpa di sadari
dia berlari ke arah gedung sekolah,
Menaiki tangga tanpa tahu dia ada di mana
Sekarang
Melihat pintu tua yang seperti jaarang di
masuki orang, Mina membuka pintunya dan
Berjalan dengan langkah lambat masuk ke
Ibuku dan ibu Jake dan Joni adalah teman
Sejak kecil yang bahkan saat mereka sudah
Menikah pun tinggal bersebelahan di apartemen yang sama
Ibu kami ingin kami dekat jadi kami bertiga
selalu bersama sejak bayi dan tumbuh
bersama layaknya keluarga
Kami bahkan pernah mandi bersama saat
Masih balita, tidur siang bersama, bermain
Dan sekolah di tempat yang sama
Kami juga kadang menginap di rumah yang
Lain
Mungkin karena selalu bersama, perasaanku
Padanya mulai tumbuh
Aku tidak tahu itu sejak kapan tapi setiap kali
Berduaan dengannya jantung ku selalu
berdetak lebih cepat
dan waktu pulang dari sekolah saat masih
SD meskipun kami bertiga berpegangan
tangan tapi, rasanya cuman ada kami berdua
Yang berjalan menuju ke apartemen
Mungkin karena aku sendiri yang perempuan
Ibu mereka selalu meminta mereka untuk
Menjaga ku karena itu setiap kali kami
bertiga berjalan bersama aku selalu ada di
tengah mereka
Awalnya aku berpikir ada yang salah dengan
ku sampai saat aku melihat drama yang
Berjudul [Jodoh ku di sebelah rumahku]
Di mana pemeran utama wanita dan lelaki
Adalah teman sejak kecil
Wanita itu mulai merasakan adanya perubahan pada perasaannya saat melihat
__ADS_1
Teman masa kecilnya
Karena ada banyak kemiripan antara wanita
itu dan aku, aku langsung menyadari bahwa
aku menyukainya dan mulai memedulikan
Tentang penampilanku dari kepala sampai
Ujung kaki
Aku yang selalu di sebut sebagai 'Gadis
tomboi' di apartemen sampai sekolah
Mulai berubah sedikit demi sedikit
Dari memanjangkan rambut, bersikap ramah
Dan berbicara dengan lembut seperti ibuku
Menggerai rambut ku dan hanya memakai
Bando atau pita
Teman teman sekelasku awalnya tidak
terbiasa dan menganggap ku aneh
Biasanya aku pasti akan memukul anak itu
karena membuat ku kesal tapi aku menahan
diri dan seiring berjalannya waktu teman
temanku sudah terbiasa dengan perubahan
Pada diriku yang sekarang
Aku pun merasa percaya diri jika suatu hari
Nanti Jake akan menyatakan perasaannya
Saat aku berusia dua belas tahun, aku
Terbangun tengah malam dan berniat pergi
ke dapur
Tapi saat ingin memegang gagang pintu aku
mendengar suara dua orang yang
sedang tertawa dan berbicara
Sebenarnya aku tidak berniat untuk
Menguping tapi karena rasa penasaran
Mengalahkan ku, aku dengan sengaja
Mendengar pembicaraan Ibuku dan Ibu
mereka di balik pintu
Saat mendengar ibuku dan ibu mereka ingin
Sekali aku dan Jake menikah
Aku terduduk di belakang pintu dengan
Kedua tangan ku yang menutupi wajah ku
Yang memerah
'Dulu aku selalu tidak mengerti, kenapa bibi
Selalu bertanya apa aku ingin menikah dengan Jake saat sudah besar nanti.
Ternyata ibu dan bibi mendukung hubungan
Kami'
Karena selama beberapa bulan tidak ada
Perubahan, aku pun memberanikan diri
untuk menembaknya lebih dulu.
Aku menawarkan diri untuk bernyanyi saat
pentas seni sekolah
"Peserta selanjutnya Mina Flowers dari kelas
6-6 akan menyanyikan lagu *"
Pada hari itu, saat namaku di sebut, jantung ku berdebar karena ini pertama kalinya aku
Bernyanyi di depan banyak orang
Aku memberanikan diri dan berjalan ke luar
Dari belakang panggung ke depan
Mata mata orang tertuju padaku yang
membuatku takut tapi dia yang saat itu
Memberikan semangat padaku, membuatku
Menjadi percaya diri
Aku membuka mulutku dan bernyanyi
dengan mata tertutup
Begitu aku selesai bernyanyi, suara orang
Orang yang bertepuk tangan terdengar
Pembawa acara yang ada di sampingku
Berbicara dengan Mic
"Sebelum Mina Flowers turun dari panggung
Dia akan menyampaikan sesuatu"
__ADS_1
~Bersambung~