
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komen
suasana di antara mereka menjadi
hangat saat membicarakan tentang waktu
liburan mereka di gunung
Dan bagaimana menderitanya Lucas saat Luxia mendapatkan pesan dari Juvelian, dia langsung membeserkan barang barangnya dan pulang lebih dulu dari teman sekelas mereka tanpa berpamitan
Meskipun Luxia sudah terbiasa melakukan
sesuatu tanpa memberi tau siapa pun dan bertindak di luar mereka tapi kebiasaan yang menghilang tiba tiba membuat mereka selalu waspada
Kalau bukan karena mereka melihat Luxia menunjukkan seringai di bibirnya mereka pasti sudah di tinggal di sana
Tapi semuanya tidak berhenti sampai di sana melainkan baru saja di mulai
Luxia mengemudikan helikopter secara brutal yang membuat Lucas seperti
berada di dalam wahana roller coaster
dengan kecepatan tinggi
Tawa pecah keluar dari bibir Erin yang dari
tadi menahan tawa sedangkan Juvelian
terkikik mendengar
Raut wajah Luxia terlihat menakutkan
dengan tatapan sinis yang membuat
mereka tertekan kecuali Lucas yang
kelihatannya biasa aja
Sepertinya ada pelindung transparan yang
tak terlihat melindunginya dari aura
Luxia yang sangat ngeri
Sampai kata kata yang keluar dari mulut Lucas membuat mereka membeku"Wah, padahal ada yang bilang adik laki laki atau perempuan itu adalah bentuk lain dari monster"
"Tapi sepertinya tidak berlaku di keluarga mereka, bukan begitu Erin?"
Katanya sambil memukul lengan Erin
dengan sikut nya
Memintanya untuk setuju dengan perkataan
nya dan melanjutkan perkataannya
"kakak kakaknya kayak orang dari planet
lain sedangkan anak ini seperti benar benar
dari planetvini"
"Entahlah..."
Satu kata yang keluar dari bibir Erin terdengar seperti sedang menyangkal perkataan Lucas tapi juga tidak
'Apa kau tidak tahu kalau kak Erin sangat dekat dengan Lili?' itu lah yang ingin di katakan Juvelian tapi hanya bisa menahannya
Memutar matanya dan berkata pada dirinya sendiri 'Tapi bisa bisa dia bilang 'adik adalah wujud lain dari monster!'
Mengembungkan satu pipinya tanpa ia sadari karena menyangkal perkataan Lucas
yang sangat tidak masuk di akal di telinga
nya
Dia menambahkan 'bukannya kalian para kakak yang selalu mengatur kami? seakan akan perkataan kalian adalah prioritas utama setelah orang tua'
Tok Tok Tok
__ADS_1
Suara terdengar dari balik pintu Kemudian
seorang wanita dengan pakaian hitam putih
masuk dan berkata dengan sopan
"Nona, semuanya sudah di siapkan seperti yang anda katakan"
Luxia menatap Juvelian dan Mina dalam dalam seperti hendak mengatakan sesuatu menggunakan tatapan nya
"Silakan ikut dengan saya nona Juvelian
dan nona Mina"
Oh!Seru mereka yang sekarang mengerti maksud dari tatapan nya
Mereka sedikit menunduk saat berjalan
di depan Lucas, Erin dan Luxia dan
kembali seperti biasa
Mereka berjalan tanpa mengatakan apa pun
selama melewati koridor yang sangat sunyi
sampai berhenti di depan pintu kamar yang
berbeda dengan pintu kamar tamu
'Ini kan kamar yang biasa aku gunakan kalau lagi nginap di rumah kakak, karena sejak
kecil kakak selalu mengajak ku ke rumahnya
kamar ini diberikan padaku...'
Pelayan wanita itu berbalik dan sedikit
menundukkan kepalanya sambil berkata
"Saya akan kembali mengerjakan tugas saya"
Begitulah dia pergi tanpa melihat ke
dengan hanya menyisakan suara langkah kaki
Dengan perasaan bingung Juvelian
membuka pintu dan yang pertama kali ia
lihat adalah beberapa helai pakaian di atas
tempat tidur yang di lipat dengan sangat rapi
Menyadari dirinya dan Mian yang masih
pakai baju olahraga dia sekarang mengerti
apa yang di katakan Luxia pada kepala
pelayan itu
Mereka bergantian mengunakan ruang ganti pakaian saat Juvelian keluar, Mina
yang menunggu di atas tempat tidur sambil
mengayunkan kedua kakinya segera bangkit
Brak!Suara pintu yang di tutup terdengar
Diam tanpa bergerak sedikit pun, dia tersenyum licik
'Selagi Mina berganti baju, aku cari deh'
Juvelian berjalan santai sambil tersenyum
cerah keluar diam diam dari pintu dan
berjalan menelusuri koridor mencari
perpustakaan yang pernah muncul di dalam
__ADS_1
mimpinya seminggu yang lalu
Awalnya dia.ingin bertanya pada Luxia tapi tidak ada kemungkinan akan memberitahunya dengan mudah
Sudah beberapa koridor dia lewati tapi tidak ada satu pun pintu yang sama
Dia menunjuk keningnya sambil memejamkan mata menelusuri kembali ingatan terakhirnya
'Kayaknya ada sesuatu yang berbeda dengan letak pintu itu...'
'Tunggu, sekarang aku ingat'
katanya sambil membuka matanya
Berlari meninggal kan koridor menuju ke tempat yang berlawanan dengan pikirannya yang tertuju pada satu arah yaitu taman
Berdiri di tengah taman sambil melihat ke
sana sini sampai melihat dua pintu besar
yang terkunci oleh gembok besar yang di
rantai
Dan lingkaran besar dengan beberapa
huruf yang tidak bisa di mengerti di semua
pinggiran lingkaran
Juvelian merasa heran dengan pintu yang tidak pernah terkunci di dalam mimpinya
Melirik ke sana kemari melihat tidak ada siapa pun yang lewat di sana
Dia mengarahkan tangannya ke depan pintu dan berencana menghancurkan
gembok itu dengan sihir
Saat dia ingin memejamkan matanya, seseorang yang entah datang dari mana memegang kedua bahunya dengan dingin Juvelian segera tersentak
Dia bisa merasakan aura menakutkan dari belakang punggungnya yang terasa sangat
familiar
Suara seseorang yang berbisik di telinganya dengan suara kecil dan ceria
"Lian sayang~"
Dia menambahkan dengan suara ceria dan dingin
"Apa yang baru saja ingin kau lalukan, sayang...?"
"Aackk" Teriak Juvelian yang kaget setengah mati sampai rasanya jantung nya akan copot dan keluar dari rongga nya
Berbalik melihat wajah kakak nya yang tidak terdapat ekspresi apa pun di wajahnya sambil melipat kedua tangannya di dada yang mengatakan dia sedang menunggu jawaban
Dengan ragu ragu dia membuka bibirnya sambil memutar mutar jarinya
"Itu...Jadi...""Hm?"Juvelian menggigit
bibirnya bingung mau menjelaskan dari mana cerita yang tidak bisa di terima akal sehat
Tidak akan ada yang percaya kalau dia bilang dia kembali ke masa lalu dan mengingat kembali beberapa potong ingatan tentang kehidupan sebelumnya dari mimpinya
Dan di antara mimpi mimpi itu sesuatu di balik pintu ini adalah salah satunya dan jika tebakan nya benar mungkin salah satu di antara ratusan
buku berisi alasan dia bisa kembali ke masa
lalu, Kepalanya mulai terasa pusing Luxia yang melihat adiknya diam sambil menundukkan kepalanya
Tanpa mengatakan apa pun dan
memasang ekspresi bingung, mengacak acak rambutnya sendiri sambil menghela napas
"Apa ada yang kau tanyakan, Lian?" Mengangkat matanya yang berbinar seolah olah lilin yang sudah padam hidup kembali
~Bersambung~
Terima kasih untuk kalian semua yang membaca novel ini
Terima kasih sudah kasih semangat dari
__ADS_1
komentar dan like