Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 71


__ADS_3

Selamat Membaca


Jangan lupa like dan komen


suasana di antara mereka menjadi


hangat saat membicarakan tentang waktu


liburan mereka di gunung


Dan bagaimana menderitanya Lucas saat Luxia mendapatkan pesan dari Juvelian, dia langsung membeserkan barang barangnya dan pulang lebih dulu dari teman sekelas mereka tanpa berpamitan


Meskipun Luxia sudah terbiasa melakukan


sesuatu tanpa memberi tau siapa pun dan bertindak di luar mereka tapi kebiasaan yang menghilang tiba tiba membuat mereka selalu waspada


Kalau bukan karena mereka melihat Luxia menunjukkan seringai di bibirnya mereka pasti sudah di tinggal di sana


Tapi semuanya tidak berhenti sampai di sana melainkan baru saja di mulai


Luxia mengemudikan helikopter secara brutal yang membuat Lucas seperti


berada di dalam wahana roller coaster


dengan kecepatan tinggi


Tawa pecah keluar dari bibir Erin yang dari


tadi menahan tawa sedangkan Juvelian


terkikik mendengar


Raut wajah Luxia terlihat menakutkan


dengan tatapan sinis yang membuat


mereka tertekan kecuali Lucas yang


kelihatannya biasa aja


Sepertinya ada pelindung transparan yang


tak terlihat melindunginya dari aura


Luxia yang sangat ngeri


Sampai kata kata yang keluar dari mulut Lucas membuat mereka membeku"Wah, padahal ada yang bilang adik laki laki atau perempuan itu adalah bentuk lain dari monster"


"Tapi sepertinya tidak berlaku di keluarga mereka, bukan begitu Erin?"


Katanya sambil memukul lengan Erin


dengan sikut nya


Memintanya untuk setuju dengan perkataan


nya dan melanjutkan perkataannya


"kakak kakaknya kayak orang dari planet


lain sedangkan anak ini seperti benar benar


dari planetvini"


"Entahlah..."


Satu kata yang keluar dari bibir Erin terdengar seperti sedang menyangkal perkataan Lucas tapi juga tidak


'Apa kau tidak tahu kalau kak Erin sangat dekat dengan Lili?' itu lah yang ingin di katakan Juvelian tapi hanya bisa menahannya


Memutar matanya dan berkata pada dirinya sendiri 'Tapi bisa bisa dia bilang 'adik adalah wujud lain dari monster!'


Mengembungkan satu pipinya tanpa ia sadari karena menyangkal perkataan Lucas


yang sangat tidak masuk di akal di telinga


nya


Dia menambahkan 'bukannya kalian para kakak yang selalu mengatur kami? seakan akan perkataan kalian adalah prioritas utama setelah orang tua'


Tok Tok Tok

__ADS_1


Suara terdengar dari balik pintu Kemudian


seorang wanita dengan pakaian hitam putih


masuk dan berkata dengan sopan


"Nona, semuanya sudah di siapkan seperti yang anda katakan"


Luxia menatap Juvelian dan Mina dalam dalam seperti hendak mengatakan sesuatu menggunakan tatapan nya


"Silakan ikut dengan saya nona Juvelian


dan nona Mina"


Oh!Seru mereka yang sekarang mengerti maksud dari tatapan nya


Mereka sedikit menunduk saat berjalan


di depan Lucas, Erin dan Luxia dan


kembali seperti biasa


Mereka berjalan tanpa mengatakan apa pun


selama melewati koridor yang sangat sunyi


sampai berhenti di depan pintu kamar yang


berbeda dengan pintu kamar tamu


'Ini kan kamar yang biasa aku gunakan kalau lagi nginap di rumah kakak, karena sejak


kecil kakak selalu mengajak ku ke rumahnya


kamar ini diberikan padaku...'


Pelayan wanita itu berbalik dan sedikit


menundukkan kepalanya sambil berkata


"Saya akan kembali mengerjakan tugas saya"


Begitulah dia pergi tanpa melihat ke


dengan hanya menyisakan suara langkah kaki


Dengan perasaan bingung Juvelian


membuka pintu dan yang pertama kali ia


lihat adalah beberapa helai pakaian di atas


tempat tidur yang di lipat dengan sangat rapi


Menyadari dirinya dan Mian yang masih


pakai baju olahraga dia sekarang mengerti


apa yang di katakan Luxia pada kepala


pelayan itu


Mereka bergantian mengunakan ruang ganti pakaian saat Juvelian keluar, Mina


yang menunggu di atas tempat tidur sambil


mengayunkan kedua kakinya segera bangkit


Brak!Suara pintu yang di tutup terdengar


Diam tanpa bergerak sedikit pun, dia tersenyum licik


'Selagi Mina berganti baju, aku cari deh'


Juvelian berjalan santai sambil tersenyum


cerah keluar diam diam dari pintu dan


berjalan menelusuri koridor mencari


perpustakaan yang pernah muncul di dalam

__ADS_1


mimpinya seminggu yang lalu


Awalnya dia.ingin bertanya pada Luxia tapi tidak ada kemungkinan akan memberitahunya dengan mudah


Sudah beberapa koridor dia lewati tapi tidak ada satu pun pintu yang sama


Dia menunjuk keningnya sambil memejamkan mata menelusuri kembali ingatan terakhirnya


'Kayaknya ada sesuatu yang berbeda dengan letak pintu itu...'


'Tunggu, sekarang aku ingat'


katanya sambil membuka matanya


Berlari meninggal kan koridor menuju ke tempat yang berlawanan dengan pikirannya yang tertuju pada satu arah yaitu taman


Berdiri di tengah taman sambil melihat ke


sana sini sampai melihat dua pintu besar


yang terkunci oleh gembok besar yang di


rantai


Dan lingkaran besar dengan beberapa


huruf yang tidak bisa di mengerti di semua


pinggiran lingkaran


Juvelian merasa heran dengan pintu yang tidak pernah terkunci di dalam mimpinya


Melirik ke sana kemari melihat tidak ada siapa pun yang lewat di sana


Dia mengarahkan tangannya ke depan pintu dan berencana menghancurkan


gembok itu dengan sihir


Saat dia ingin memejamkan matanya, seseorang yang entah datang dari mana memegang kedua bahunya dengan dingin Juvelian segera tersentak


Dia bisa merasakan aura menakutkan dari belakang punggungnya yang terasa sangat


familiar


Suara seseorang yang berbisik di telinganya dengan suara kecil dan ceria


"Lian sayang~"


Dia menambahkan dengan suara ceria dan dingin


"Apa yang baru saja ingin kau lalukan, sayang...?"


"Aackk" Teriak Juvelian yang kaget setengah mati sampai rasanya jantung nya akan copot dan keluar dari rongga nya


Berbalik melihat wajah kakak nya yang tidak terdapat ekspresi apa pun di wajahnya sambil melipat kedua tangannya di dada yang mengatakan dia sedang menunggu jawaban


Dengan ragu ragu dia membuka bibirnya sambil memutar mutar jarinya


"Itu...Jadi...""Hm?"Juvelian menggigit


bibirnya bingung mau menjelaskan dari mana cerita yang tidak bisa di terima akal sehat


Tidak akan ada yang percaya kalau dia bilang dia kembali ke masa lalu dan mengingat kembali beberapa potong ingatan tentang kehidupan sebelumnya dari mimpinya


Dan di antara mimpi mimpi itu sesuatu di balik pintu ini adalah salah satunya dan jika tebakan nya benar mungkin salah satu di antara ratusan


buku berisi alasan dia bisa kembali ke masa


lalu, Kepalanya mulai terasa pusing Luxia yang melihat adiknya diam sambil menundukkan kepalanya


Tanpa mengatakan apa pun dan


memasang ekspresi bingung, mengacak acak rambutnya sendiri sambil menghela napas


"Apa ada yang kau tanyakan, Lian?" Mengangkat matanya yang berbinar seolah olah lilin yang sudah padam hidup kembali


~Bersambung~


Terima kasih untuk kalian semua yang membaca novel ini


Terima kasih sudah kasih semangat dari

__ADS_1


komentar dan like


__ADS_2