
'Sekarang aku mengerti perkataan kak Kirara' Joni terlalu ramah pada, orang yang baru dia temui
"Namamu siapa?"
"Juvelian dari kelas 11-2" menjawab tanpa sadar
"Salam kenal Juvelian!"
Pada saat yang sama di sebuah ruang kelas yang di penuhi cahaya lampu dengan udara sangat sejuk dari pendinginan udara
Seseorang duduk tetap di bawah cahaya lampu yang membuat rambutnya bersinar, wajahnya terlihat serius dengan tatapan yang tidak bisa di mengerti
Matanya seakan berkilau seperti permata ketika berada dalam bayangan tapi terasa dingin dengan obsesi pada seseorang
Tatapannya sekarang tertuju pada video dalam hologaram yang ukurannya lebih kecil dari milik Kirara, di video itu memperlihatkan dua orang dengan seragam sekolah
Saat melihat pria di video memegang tangan wanita seseorang di dalam kelas itu menutup mulut dengan rapat dengan tatapan tidak suka
Seolah olah perasaan tak suka sampai pada Joni dia sedikit tergidik di bagian leher dan segera melepaskan tangan Juvelian
Terdiam sebentar dengan kembali ke tampilan biasa tapi bibirnya seperti seseorang yang sedang memendam perasaan sedih
'Dia sengaja melakukannya' kata Juvelian dan seseorang tadi, yang di maksud mereka adalah rasa sedih yang dia tunjukkan seolah olah dia akan meminta bantu padanya
Seseorang itu tidak dapat mendengar pembicaraan mereka lagi karena jarak yang terlalu jauh, dia pun mengarahkan kamera semakin dekat dengan mereka
"Jadi, Juvelian apa kamu bisa membantuku?"
"Hm?"
'Bukannya tidak sopan minta bantuan sama orang yang belum lama kamu kenal?'
Meski berpikir begitu dia tetap mendengarkan Joni karena dia juga bingung mau membantu hubungannya mereka bagaimana
Joni dengan ragu menceritakan kalau dia ingin mengajak Mina pergi ke bioskop, dia bahkan sudah membeli tiketnya dan menunjukkan nya pada Juvelian
Dia mau meminta bantuan Juvelian untuk menghubungi Mina dan menyuruhnya datang ke sini
Dan Joni akan meyakinkan Mina untuk ikut dengan nya Juvelian tau kalau Joni sedang memanfaat kan nya untuk membantu hubungannya dengan Mina
__ADS_1
Atau menyelesaikan kesalah pahaman mereka, Juvelian memang tidak tau apa yang terjadi di antara mereka tapi ada jurang yang memisahkan mereka
Tapi Juvelian tetap setuju karena mereka punya tujuan yang sama untuk menghentikan Mina pergi ke sana Juvelian mengetik di layar HP nya dengan cepat
"Apa kau pikirkan? kau tau dia sedang memanfaatkan mu tapi kau membiarkan nya begitu saja?" seseorang itu bergumam pelan seakan takut ada yang mendengar padahal tidak ada siapapun di sana kecuali dia
Dari Nona Juvelian: [Mina, kau bisa datang ke belakang gedung sekolah sebentar?]
Pada saat yang sama, Mina yang merasa -kan hpnya bergetar langsung melihatnya
dan membalas tanpa ragu
Dari Mina: [Saya akan segera ke sana]
'Balasnya cepat juga!' kata Juvelian dengan menahan senyum, belum apa apa tapi Juvelian sudah memikirkan skenario di kepalanya
Sambil menggoyang kan HP, dia berkata "Saya hanya membantu kamu sampai sini, sisanya lakukan lah yang terbaik"
"Terima kasih" balasnya dengan tersenyum ramah
Juvelian segera berjalan cepat ke gang sempit yang gelap cara jalannya sangat natural meski agak aneh begitu ketemu langsung minta tolong setelahnya pergi
Orang itu tak lain adalah Mina yang sedang berlari ke sana nampaknya dia tidak menyadari kehadiran Juvelian yang mengawasi mereka
Dia tersentak dan otomatis kakinya berhenti melangkah ketika melihat Joni di depannya "Kenapa malah kau yang ada di sini?" tanya Mina yang mengerutkan kening
"Ah, jadi itu..." bergumam
Perasaan ragu Joni menghilang menjadi percaya diri dan dengan tegas berkata "Kau jangan pergi ke sana, grup nongkrong itu tempat yang buruk"
Saat Juvelian mendengarnya dia mengerti kenapa Kirara mengatakan Joni buruk dalam masalah cinta
'Aku sudah bisa menduga apa yang akan terjadi selanjutnya!' entah kenapa ini membuatnya tertarik
Sekarang Mina berada di tahap semua perkataan Joni jadi kesalah pahaman, setelah mendengar perkataan percaya diri Joni dia menyeringai
Dia merasa Joni baru saja menghinanya menjadi sangat marah "Apa kau sudah selesai bicara?" ucap Mina dengan suara rendah yang terasa dingin
Pupil mata Joni dan Juvelian bergetar, Juvelian pernah melihat kejadian ini di drama, di mana hubungan yang memburuk karena kesalah pahaman
__ADS_1
Si pria yang ingin kembali lagi dengan si wanita mengajaknya ke bioskop tapi si wanita sudah ada janji dengan temannya
Si pria melarangnya dengan alasan tempat yang akan orang yang kau sukai adalah tempat yang buruk dan kau hanya akan mendapatkan respons yang buruk
Karena itu tidak ada bedanya dengan kau mengatakan tidak bisa membedakan yang mana yang salah dan benar apa lagi kalau hubungan mu sedang buruk dengannya
[Aku pernah dengar rumor buruk tentang tempat itu atau sebenarnya aku uda beli tiketnya kan sayang kalau nggak di pakai]
Tapi kalimat itu menyangkut di ujung lidah sakin gugupnya, si pria dalam drama itu... Juvelian tidak ingat akhir ceritanya karena ketiduran menunggu iklan
'Astaga, bisa bisanya aku tidur di pertengahan cerita' tapi sekarang ada kejadian yang mirip seperti di drama meski tidak semenarik drama yang penting bisa melihat akhirnya
Joni segera tersentak saat melihat tatapan tajam Mina yang penuhi amarah dan perasaan luka
Mina bertanya lagi "Itu tempat yang buruk? kau mengatakan kalau aku adalah orang yang tidak bisa membedakan yang salah dan benar?"
'Tuh kan sudah ku bilang ini mirip drama'
Dengan perasaan panik, Joni menjawab untuk menenangkan nya "Bu, bukan begitu maksudku"
"Ha?" Mina berpikir Joni sedang beralasan sekarang karena bagaimana pun mereka pernah menjadi teman yang baik
Tapi itu malah membuatnya marah karena amarah nya yang mencapai batas, dia meninggi kan suara nya sambil menunjuk Joni
"Apa hak mu untuk melarang ku pergi ke sana? bahkan ibuku saja tidak pernah melarang ku"
Dia berbalik dan berjalan sebelum itu dia berkata pada diri nya sendiri "Kalian para pria sama saja"
Dengan langkah besar sedikit menghentakan kakinya dan beberapa kali
mendengus dia benar benar terlihat kesal
Joni hanya diam di tempat seakan ada yang menahan langkahnya, rencana sudah gagal tidak ada yang bisa di katakannya, melihat pertunjukan tak terduga berakhir Juvelian bertepuk jari dengan ekspresi datar
Dia menghilang di kejauhan, Juvelian berbalik juga ingin ikut pergi dari sana dengan menelusuri gang itu dan sampai di depan gedung sekolah
Dan pada saat itu dia melihat bayangan seseorang yang menghilang dengan cepat
'Apa aku salah lihat?'
__ADS_1
Dari Nona Juvelian [Maaf Mina, aku sudah ada di kelas sekarang tadi ada yang mau aku tanya tapi sekarang udah ingat. maaf aku baru bilang sekarang. minta maaf ]