Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 100


__ADS_3

'Sudah ku duga dia memang anak yang berbahaya'


Alan yang tahu dia akan berada dalam situasi yang berbahaya jika ini terus di lanjutkan mengalihkan pembicaraan


"Apa kau tidak bosan terus berpura pura di depan adikku?" tanya Alan yang baru tersadar kalau pertanyaan yang dia lontarkan juga mengarah ke hal sama


Tapi sudah terlambat untuk menggantinya karena Rudan sudah menjawab "Bosan?


entahlah, jika memungkinkan aku juga bisa


berpura pura selamanya jika itu bisa membuat ku berada di sisinya"


Jawabannya benar benar tidak di duga Alan, itu seperti alasan yang aneh tapi dari mata orang yang berdiri di depan jendela ini tidak ada kebohongan


Hanya ada mata yang sangat jernih, Rudan menurunkan pandangan nya, perlahan matanya tertunduk melihat ke luar jendela, dari pantulan mata Rudan


Terlihat pantulan sekelompok burung yang terbang di langit tapi jika di perhatikan juga ada kesedihan dan luka di matanya, itu adalah perasaannya


'Apa apaan itu?' pikir Alan yang mendadak heran dan sedikit merasa bersalah padahal dia sendiri merasa tidak melakukan kesalahan apa pun


"Aku juga mengharapkan kebahagiaan nya" kata kata itu seketika menggoyahkan hati Alan yang membenci Rudan tanpa alasan


Karena jawaban yang tidak terduga itu, Alan menjadi malu dengan dirinya yang menilai Rudan sebagai orang yang menipu adiknya dengan wajah tampan


Penilaian Alan tidak sepenuhnya salah Rudan memang beberapa kali menggunakan wajahnya di depan Juvelian yang nampak lemah di depan Rudan


Tapi tujuannya bukan itu, sampai menunjuk Rudan, dia berkata "kau harus segera menjauhi adikku"


"Tanpa kau katakan pun aku akan melakukan nya"


"Kenapa kau sangat ke... tunggu, barusan kau bilang?"


Alan yang kaget mengoceh sendiri "kayaknya aku lagi lagi lupa mengorok telingaku, deh" katanya sambil menggosok telinganya


Melihat ke Rudan, dia bertanya dengan raut wajah serius "Apa kau ada bawa katenbat?"


Rudan yang kesal mengulangi perkataannya


dengan dingin "Aku bilang aku akan melakukannya"


"Oh, ternyata aku enggak salah dengar ya" gumamnya


'Eh, tunggu. aku tidak boleh percaya begitu aja'


Sebelum melontarkan perkataan itu, Alan bisa menduga Rudan akan menolaknya tapi


hasilnya membuatnya tercengang sampai


tidak bisa berkata kata


Dia tidakmenyangka Rudan akan menjawab dengan patuh Alan sepertinya tidak percaya dengan jawaban Rudan dan mencari masalah lebih dulu


"Apa pada akhirnya kau sudah mendapat yang kau inginkan?"

__ADS_1


'Apa maksudmu?' Alan menduga Rudan akan menjawab seperti itu dan kedok Rudan terbongkar


Tapi kenyataannya Rudan memamerkan seringai dan berkata dengan "Terserah kamu mau percaya atau tidak, Jika aku menjadi lebih serakah dia akan hancur"


Alan hampir berteriak bertanya apa maksud perkataan Rudan tapi kata itu tertahan di ujung lidah karena pada saat yang sama begitu seseorang terlihat berdiri di depan pintu


Rudan mendadak bangkit dari kursinya dengan dirinya yang kembali ke tampilan ramah dan senyuman yang biasanya dia gunakan


Di tambah Rudan yang memanggil orang itu dengan suara hangat yang membuat Alan sempat tergidik


Di lihat dari segi mana pun sangat berbeda dengan suara dingin yang tadi dia gunakan saat berbicara dengan Alan


"Juju, ada yang mau aku perlihatkan apa mu~" Dia berjalan menuju ke arah Juvelian berdiri sambil memegang HP di tangannya


Wajahnya terlihat sangat cerah sampai seakan akan wajahnya mengeluarkan sinar tapi tidak ada yang tau apa yang dia pikirkan di balik wajah gembiranya itu


'Tanpa kau katakan pun, aku akan melepaskan nya, sejak awal aku mendekati nya hanya untuk melindunginya'


'Karena kali ini aku sudah memutuskan


untuk menguatkan hati dengan begitu aku tidak akan serakah dan membiarkan nya


terbang bebas'


'Tapi bukan sekarang, nanti saat dia tidak memerlukan ku lagi'


Juvelian mendekatkan dirinya ke Rudan untuk melihat apa yang ingin dia perlihatkan


Awalnya dia hanya melihat sekilas ada gambar Rudan yang memeluk Juvelian dari belakang, dan kepala Juvelian yang melihat ke wajah Rudan sambil satu tangannya menyentuh pipinya


Wajah mereka terlihat sangat dekat, yang menarik perhatian adalah senyum hangat dan mereka yang saling memandang, benar benar terlihat seperti sepasang kekasih yang saling mencintai


Foto itu mendapatkan banyak like dan


komentar yang jumlahnya mencapai ribuan 'Sepertinya aku harus sudah terbiasa dengan ini'


Mereka kemudian segera berjalan menuju ke tempat duduk mereka dan seperti biasa Rudan duduk di depan Juvelian padahal kursinya ada di belakang


Jika di ingat selama ini dia tidak pernah membiarkan Juvelian berbalik melihat ke belakang


Dia mengeser layar HP dan beralih ke foto lain "kau sudah melihat yang ini"


"Eh, ini waktu kita ke taman hiburankan?" Juvelian terlihat sedikit bingung dengan foto itu seolah dia merasa tidak ingat pernah mengambilnya


"Iya, kenapa?"


"Kau bisa kirimkan foto yang ini, Kayaknya aku enggak ada foto yang ingin deh"


"Oh, baiklah"


Saat berada di foto mereka terlihat selalu seperti pasangan yang serasi dan mungkin saling bucin sulit menemukan celah di foto mereka


Di akun khusus mereka yang menggunakan

__ADS_1


gabungan nama mereka bahkan kebanyakan orang yang berkomentar


mengeluh soal pacar mereka


Tidak sedikit dari mereka yang mengumpat dan memaki pacar mereka, saat masih pdkt


pacar mereka manis banget tapi tidak


sampai sebulan malah goshting


Ada juga yang terlihat baik di depan tapi di belakang malah selingkuh sama cewek lain, dalam sekejap tempat komentar berubah menjadi tempat mereka membicarakan tentang betapa buruk nya mantan pacar mereka


Tidak sedikit dari mereka merasa iri dengan hubungan Rudan dan Juvelian yang sangat manis walau sudah satu tahun pacaran


Terkadang ada yang bilang jika Rudan berani melukai hati Juvelian mereka akan jadi orang pertama yang melenyapkan Rudan


Hatinya sering tergidik dan dia tertawa di dalam hati saat melihat komentar satu persatu


Tapi dia juga tersenyum pahit 'Kenapa mereka iri dengan kebohongan' pikirnya setiap kali melihat komentar


Karena di matanya mereka tidak lebih dari teman dekat Alan yang merasa keberadaan nya tidak anggap padahal dia sedang duduk sebangku dengan Juvelian hanya bisa menerima dengan tersenyum pasrah


'Apa apaan dengan perasaan yang jadi nyamuk ini?'


Setelah kembali dari liburan, Erin kembali menjemput Lilian dan Arin seperti dulu


Meskipun dia punya jadwal yang padat tapi sekarang adalah waktu makan siang, menjemput mereka sudah menjadi jadwalnya yang paling ia sukai


Lilian dan Arin duduk di belakang sambil


berbicara tentang hal yang menyenangkan


sementara Erin terkadang ikut ke dalam


pembicaraan mereka


Arin sambil memeluk tasnya, dia berkata "Ngomong ngomong tadi Mina bertanya apa aku mau ikut grup nongkrong"


Mendengar perkataan Arin, Lilian yang


menyandar tiba tiba menegakkan dirinya


"Apa?!



Akhirnya bab 100 selesai! 🎉🎉


Dari hatiku yang terdalam aku ingin bilang "Terima kasih untuk kalian semua yang sudah baca sampai bab ini!"



Ada yang bisa tebak ini siapa?

__ADS_1


__ADS_2