
'Sudah ku duga dia memang anak yang berbahaya'
Alan yang tahu dia akan berada dalam situasi yang berbahaya jika ini terus di lanjutkan mengalihkan pembicaraan
"Apa kau tidak bosan terus berpura pura di depan adikku?" tanya Alan yang baru tersadar kalau pertanyaan yang dia lontarkan juga mengarah ke hal sama
Tapi sudah terlambat untuk menggantinya karena Rudan sudah menjawab "Bosan?
entahlah, jika memungkinkan aku juga bisa
berpura pura selamanya jika itu bisa membuat ku berada di sisinya"
Jawabannya benar benar tidak di duga Alan, itu seperti alasan yang aneh tapi dari mata orang yang berdiri di depan jendela ini tidak ada kebohongan
Hanya ada mata yang sangat jernih, Rudan menurunkan pandangan nya, perlahan matanya tertunduk melihat ke luar jendela, dari pantulan mata Rudan
Terlihat pantulan sekelompok burung yang terbang di langit tapi jika di perhatikan juga ada kesedihan dan luka di matanya, itu adalah perasaannya
'Apa apaan itu?' pikir Alan yang mendadak heran dan sedikit merasa bersalah padahal dia sendiri merasa tidak melakukan kesalahan apa pun
"Aku juga mengharapkan kebahagiaan nya" kata kata itu seketika menggoyahkan hati Alan yang membenci Rudan tanpa alasan
Karena jawaban yang tidak terduga itu, Alan menjadi malu dengan dirinya yang menilai Rudan sebagai orang yang menipu adiknya dengan wajah tampan
Penilaian Alan tidak sepenuhnya salah Rudan memang beberapa kali menggunakan wajahnya di depan Juvelian yang nampak lemah di depan Rudan
Tapi tujuannya bukan itu, sampai menunjuk Rudan, dia berkata "kau harus segera menjauhi adikku"
"Tanpa kau katakan pun aku akan melakukan nya"
"Kenapa kau sangat ke... tunggu, barusan kau bilang?"
Alan yang kaget mengoceh sendiri "kayaknya aku lagi lagi lupa mengorok telingaku, deh" katanya sambil menggosok telinganya
Melihat ke Rudan, dia bertanya dengan raut wajah serius "Apa kau ada bawa katenbat?"
Rudan yang kesal mengulangi perkataannya
dengan dingin "Aku bilang aku akan melakukannya"
"Oh, ternyata aku enggak salah dengar ya" gumamnya
'Eh, tunggu. aku tidak boleh percaya begitu aja'
Sebelum melontarkan perkataan itu, Alan bisa menduga Rudan akan menolaknya tapi
hasilnya membuatnya tercengang sampai
tidak bisa berkata kata
Dia tidakmenyangka Rudan akan menjawab dengan patuh Alan sepertinya tidak percaya dengan jawaban Rudan dan mencari masalah lebih dulu
"Apa pada akhirnya kau sudah mendapat yang kau inginkan?"
__ADS_1
'Apa maksudmu?' Alan menduga Rudan akan menjawab seperti itu dan kedok Rudan terbongkar
Tapi kenyataannya Rudan memamerkan seringai dan berkata dengan "Terserah kamu mau percaya atau tidak, Jika aku menjadi lebih serakah dia akan hancur"
Alan hampir berteriak bertanya apa maksud perkataan Rudan tapi kata itu tertahan di ujung lidah karena pada saat yang sama begitu seseorang terlihat berdiri di depan pintu
Rudan mendadak bangkit dari kursinya dengan dirinya yang kembali ke tampilan ramah dan senyuman yang biasanya dia gunakan
Di tambah Rudan yang memanggil orang itu dengan suara hangat yang membuat Alan sempat tergidik
Di lihat dari segi mana pun sangat berbeda dengan suara dingin yang tadi dia gunakan saat berbicara dengan Alan
"Juju, ada yang mau aku perlihatkan apa mu~" Dia berjalan menuju ke arah Juvelian berdiri sambil memegang HP di tangannya
Wajahnya terlihat sangat cerah sampai seakan akan wajahnya mengeluarkan sinar tapi tidak ada yang tau apa yang dia pikirkan di balik wajah gembiranya itu
'Tanpa kau katakan pun, aku akan melepaskan nya, sejak awal aku mendekati nya hanya untuk melindunginya'
'Karena kali ini aku sudah memutuskan
untuk menguatkan hati dengan begitu aku tidak akan serakah dan membiarkan nya
terbang bebas'
'Tapi bukan sekarang, nanti saat dia tidak memerlukan ku lagi'
Juvelian mendekatkan dirinya ke Rudan untuk melihat apa yang ingin dia perlihatkan
Awalnya dia hanya melihat sekilas ada gambar Rudan yang memeluk Juvelian dari belakang, dan kepala Juvelian yang melihat ke wajah Rudan sambil satu tangannya menyentuh pipinya
Wajah mereka terlihat sangat dekat, yang menarik perhatian adalah senyum hangat dan mereka yang saling memandang, benar benar terlihat seperti sepasang kekasih yang saling mencintai
Foto itu mendapatkan banyak like dan
komentar yang jumlahnya mencapai ribuan 'Sepertinya aku harus sudah terbiasa dengan ini'
Mereka kemudian segera berjalan menuju ke tempat duduk mereka dan seperti biasa Rudan duduk di depan Juvelian padahal kursinya ada di belakang
Jika di ingat selama ini dia tidak pernah membiarkan Juvelian berbalik melihat ke belakang
Dia mengeser layar HP dan beralih ke foto lain "kau sudah melihat yang ini"
"Eh, ini waktu kita ke taman hiburankan?" Juvelian terlihat sedikit bingung dengan foto itu seolah dia merasa tidak ingat pernah mengambilnya
"Iya, kenapa?"
"Kau bisa kirimkan foto yang ini, Kayaknya aku enggak ada foto yang ingin deh"
"Oh, baiklah"
Saat berada di foto mereka terlihat selalu seperti pasangan yang serasi dan mungkin saling bucin sulit menemukan celah di foto mereka
Di akun khusus mereka yang menggunakan
__ADS_1
gabungan nama mereka bahkan kebanyakan orang yang berkomentar
mengeluh soal pacar mereka
Tidak sedikit dari mereka yang mengumpat dan memaki pacar mereka, saat masih pdkt
pacar mereka manis banget tapi tidak
sampai sebulan malah goshting
Ada juga yang terlihat baik di depan tapi di belakang malah selingkuh sama cewek lain, dalam sekejap tempat komentar berubah menjadi tempat mereka membicarakan tentang betapa buruk nya mantan pacar mereka
Tidak sedikit dari mereka merasa iri dengan hubungan Rudan dan Juvelian yang sangat manis walau sudah satu tahun pacaran
Terkadang ada yang bilang jika Rudan berani melukai hati Juvelian mereka akan jadi orang pertama yang melenyapkan Rudan
Hatinya sering tergidik dan dia tertawa di dalam hati saat melihat komentar satu persatu
Tapi dia juga tersenyum pahit 'Kenapa mereka iri dengan kebohongan' pikirnya setiap kali melihat komentar
Karena di matanya mereka tidak lebih dari teman dekat Alan yang merasa keberadaan nya tidak anggap padahal dia sedang duduk sebangku dengan Juvelian hanya bisa menerima dengan tersenyum pasrah
'Apa apaan dengan perasaan yang jadi nyamuk ini?'
Setelah kembali dari liburan, Erin kembali menjemput Lilian dan Arin seperti dulu
Meskipun dia punya jadwal yang padat tapi sekarang adalah waktu makan siang, menjemput mereka sudah menjadi jadwalnya yang paling ia sukai
Lilian dan Arin duduk di belakang sambil
berbicara tentang hal yang menyenangkan
sementara Erin terkadang ikut ke dalam
pembicaraan mereka
Arin sambil memeluk tasnya, dia berkata "Ngomong ngomong tadi Mina bertanya apa aku mau ikut grup nongkrong"
Mendengar perkataan Arin, Lilian yang
menyandar tiba tiba menegakkan dirinya
"Apa?!
Akhirnya bab 100 selesai! 🎉🎉
Dari hatiku yang terdalam aku ingin bilang "Terima kasih untuk kalian semua yang sudah baca sampai bab ini!"
Ada yang bisa tebak ini siapa?
__ADS_1