Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 90


__ADS_3

"Eh? kenapa?" tanyanya dengan wajah yang


menunjukkan perasaan bingung


Dari sebelum bertanya pada Arin dia merasa Arin akan menerimanya dengan senang hati tapi sepertinya kali ini firasatnya tidak mendukung


Arin menelan ludahnya dan sedikit menggesek giginya memikirkan alasan yang harus dia katakan


Alasan yang bisa terpikirkan olehnya hanya alasan yang dia gunakan saat kecil


"Em, hanya saja kau tau ini mungkin terdengar kekanak kanakan tapi ibuku pasti tidak akan mengizinkannya"


Memberikan jeda sesaat dia menambahkan dengan suara canggung


"Dan juga dari pada kelihatannya, aku ini


sebenarnya orang yang sangat pemalu"


Saat itu Daniel yang menghadap ke jendela melirik ke mereka menyaksikan semuanya


dengan memasang seringai yang seperti


sedang melihat pertunjukan yang menarik


Di balik semua alasan Arin yang terus saja menghindar dari grup nongkrong akan


terdengar sangat sederhana tapi juga aneh sampai akan membuat orang lain tergidik dan tertawa di dalam kesunyian


Jika dia ikut nongkrong, dia akan bertemu dengan banyak orang baru kemudian seiring dengan berjalannya waktu


Bisa saja lingkaran tempat di berdiri semakin luas yang artinya berteman dengan orang orang baru


Tapi dari pada rasa bahagia dia membenci


nya tidak itu lebih mengarah ke rasa takut, takut akan perubahan


Sama seperti neraca yang sekarang terlihat seimbang tapi jika dia menaruh sesuatu ke sisi yang maka keseimbangan nya akan hancur


Jika dia menjadi lebih dekat dengan teman barunya maka hubungannya dengan Lilian dan Juvelian mungkin akan merengkang dan hanya memerlukan waktu sampai tercipta suasana canggung


Bisa di bilang menurutnya perubahan tidak selalu berakhir dengan baik seolah oleh dunia yang dia bangun dengan susah payah akan hancur


Mengambil napas dalam Arin sudah mempersiapkan diri dengan kekecewaan yang akan menghampiri nya


Dengan berani dia mengangkat kepala nya yang segera menjadi bingung ketika Mina menatapnya bukan dengan perasaan kecewa


Tapi senyum tipis yang tidak bisa di mengerti maksud, kau mengerti maksudku? dia sekarang sedang tersenyum tanpa alasan!


Mina kemudian menepuk bahu Arin beberapa kali dengan perasaan bangga seakan akan dia tidak akan menyalahkan Arin yang telah menolak permintaannya

__ADS_1


"Terus lakukan seperti itu" katanya


Mina segera meninggalkan ruangan setelah memberikan jempol pada Arin yang melamun untuk beberapa saat


Dia mencerna perkataan Mina terulang kali di kepalanya tapi tetap saja tidak mengerti apa maksud Mina


Kalian pasti penasaran dengan yang terjadi kan? aku akan mengatakan nya tapi Ini hanya menjadi rahasia di antara kita, Mina berkata seperti itu karena dia merasa takjub dengan Arin


Mina adalah orang yang berjiwa bebas bahkan ibunya sendiri tidak bisa melarang nya dia bukan sekali dua kali bergaul dengan


perman dan yang sebagainya


Berkenalan dengan orang secara tidak sengaja di luar sana


Ada beberapa orang yang pernah dia temui secara tidak sengaja yang tidak tau kenapa, tidak berani untuk menolak ajakan dari Mina


Namun, Mina memang sedikit memaksa dan membujuk, mungkin karena itu mereka enggan untuk menolak


Dan menerimanya dengan tersenyum tipis dan perasaan tidak nyaman padahal sebenarnya punya hal lain yang ingin mereka lakukan


Dia menyadari hal itu dan terus menggunakan nya seperti rayuan maut dan melakukan hal yang sama kepada Arin karena menurutnya Arin tidak akan menolaknya


Apa lagi Arin anak yang baik dan... entahlah, gimana aku mengatakan nya ya, penurut? tapi juga sedikit berterus terang


Mina juga sangat terkejut dengan kejadian tadi tapi Arin yang menolak ajakannya setelah mendengar semua membujuknya adalah suatu keberanian yang juga kadang di perlukan orang lain


Rahasia nya sampai saja ya! kalau banyak banyak nanti nggak seru


Sebentar menatap kosong ke arahnya, Arin berpikir kenapa dia ada di sini dan bukan ke kafetaria? bukankah dia biasanya berada di sekitar 'mama', Juvelian?


Sejak awal Arin dan Daniel tidak punya hubungan dekat tapi juga tidak buruk, di dalam ingatan Arin saat dia mengajaknya bicara, Daniel hanya akan menjawab dengan singkat


Jika mengingat hubungan mereka, Arin memilih untuk tidak bertanya karena dia mungkin akan dia abaikan dan akhirnya hanya melukai hati


Berbalik mengabaikan nya dan seperti Mina dia segera meninggalkan ruangan menuju ke kafeteria menyusul Lilian, Juvelian dan anak laki laki yang lain


Pada saat bersamaan di dalam kafeteria,


seperti biasa mereka semua duduk di meja


yang sama, terkadang Kirara juga ikut makan bersama mereka


Tapi melihat dia yang terlihat dan terdengar suaranya sepertinya tidak untuk hari ini


dan jika ada perubahan di sana, maka itu pasti adalah Alex dan Alexia yang ikut bergabung


Semenjak Alex mulai akrab dengan Alan dan Daniel karena game yang mereka mainkan bersama akhir akhir ini, dia jadi ikut makan


bersama

__ADS_1


Namun pada awalnya memang sedikit canggung karena tidak biasanya kursi di meja penuh, terkadang mereka juga memulai pembicaraan saat makan


Meskipun Nine akan melihat mereka makan sambil tersenyum lebar, jangan tertipu! dia pasti sedang marah kalau tersenyum seperti itu


Sementara Alexia yang selalu pergi bersama dengan Alex mau enggak mau juga ikut bergabung dengan mereka


Bahkan saat sedang makan pun Alex


selalu membicarakan tentang strategi


yang mereka gunakan dan hal lain yang


berhubungan dengan game


Meskipun Alexia gadis yang sangat pendiam tapi berbanding terbalik dengan Alex yang


mulutnya tidak bisa diam


Tapi karena itu suasana canggung bisa terpecahkan dan berkat dirinya suasana di kelas sangat ramah semua siswa di kelas menjadi akrab dalam hitungan hari


Berbeda dengan kelas lain yang hanya mengenal wajah satu sama lain tapi tidak mengingat nama jadi bahkan jika mereka bertemu pun hanya akan pura pura tidak kenal


anak anak di kelas biasanya akan bertukar salam saat bertemu di jalan padahal baru beberapa hari semenjak tahun ajaran baru di mulai


Dia juga pernah mengeluh selalu menghabiskan waktunya di rumah untuk belajar sampai tidak punya waktu yang banyak untuk bermain di game di rumah


Dan sepertinya anak anak yang lain juga merasakan hal yang sama dengan nya


Namun, tidak tau kenapa Alexia akan merasa kesal seolah olah Alex sedang membual dengan sangat percaya diri


Alexia yang duduk di sampingnya akan


memukul meja dengan sendok karena merasa terganggu sambil menggertak kan giginya, tentu saja hal itu terjadi beberapa kali


Dan Juvelian juga mendukung nya, dia sudah menegur Alan untuk berhenti


berbicara sambil mengunyah makanan di


dalam mulutnya tapi tetap saja terulang


kembali


Terkadang Juvelian akan menatapnya dengan sinis


~Bersambung~


tunggu bab selanjutnya, tiga hari lagi~


Terima kasih sudah membaca novel ini

__ADS_1


Dan terima kasih sudah memberi semangat dengan like, vote dan komentar


__ADS_2