
"Eh? kenapa?" tanyanya dengan wajah yang
menunjukkan perasaan bingung
Dari sebelum bertanya pada Arin dia merasa Arin akan menerimanya dengan senang hati tapi sepertinya kali ini firasatnya tidak mendukung
Arin menelan ludahnya dan sedikit menggesek giginya memikirkan alasan yang harus dia katakan
Alasan yang bisa terpikirkan olehnya hanya alasan yang dia gunakan saat kecil
"Em, hanya saja kau tau ini mungkin terdengar kekanak kanakan tapi ibuku pasti tidak akan mengizinkannya"
Memberikan jeda sesaat dia menambahkan dengan suara canggung
"Dan juga dari pada kelihatannya, aku ini
sebenarnya orang yang sangat pemalu"
Saat itu Daniel yang menghadap ke jendela melirik ke mereka menyaksikan semuanya
dengan memasang seringai yang seperti
sedang melihat pertunjukan yang menarik
Di balik semua alasan Arin yang terus saja menghindar dari grup nongkrong akan
terdengar sangat sederhana tapi juga aneh sampai akan membuat orang lain tergidik dan tertawa di dalam kesunyian
Jika dia ikut nongkrong, dia akan bertemu dengan banyak orang baru kemudian seiring dengan berjalannya waktu
Bisa saja lingkaran tempat di berdiri semakin luas yang artinya berteman dengan orang orang baru
Tapi dari pada rasa bahagia dia membenci
nya tidak itu lebih mengarah ke rasa takut, takut akan perubahan
Sama seperti neraca yang sekarang terlihat seimbang tapi jika dia menaruh sesuatu ke sisi yang maka keseimbangan nya akan hancur
Jika dia menjadi lebih dekat dengan teman barunya maka hubungannya dengan Lilian dan Juvelian mungkin akan merengkang dan hanya memerlukan waktu sampai tercipta suasana canggung
Bisa di bilang menurutnya perubahan tidak selalu berakhir dengan baik seolah oleh dunia yang dia bangun dengan susah payah akan hancur
Mengambil napas dalam Arin sudah mempersiapkan diri dengan kekecewaan yang akan menghampiri nya
Dengan berani dia mengangkat kepala nya yang segera menjadi bingung ketika Mina menatapnya bukan dengan perasaan kecewa
Tapi senyum tipis yang tidak bisa di mengerti maksud, kau mengerti maksudku? dia sekarang sedang tersenyum tanpa alasan!
Mina kemudian menepuk bahu Arin beberapa kali dengan perasaan bangga seakan akan dia tidak akan menyalahkan Arin yang telah menolak permintaannya
__ADS_1
"Terus lakukan seperti itu" katanya
Mina segera meninggalkan ruangan setelah memberikan jempol pada Arin yang melamun untuk beberapa saat
Dia mencerna perkataan Mina terulang kali di kepalanya tapi tetap saja tidak mengerti apa maksud Mina
Kalian pasti penasaran dengan yang terjadi kan? aku akan mengatakan nya tapi Ini hanya menjadi rahasia di antara kita, Mina berkata seperti itu karena dia merasa takjub dengan Arin
Mina adalah orang yang berjiwa bebas bahkan ibunya sendiri tidak bisa melarang nya dia bukan sekali dua kali bergaul dengan
perman dan yang sebagainya
Berkenalan dengan orang secara tidak sengaja di luar sana
Ada beberapa orang yang pernah dia temui secara tidak sengaja yang tidak tau kenapa, tidak berani untuk menolak ajakan dari Mina
Namun, Mina memang sedikit memaksa dan membujuk, mungkin karena itu mereka enggan untuk menolak
Dan menerimanya dengan tersenyum tipis dan perasaan tidak nyaman padahal sebenarnya punya hal lain yang ingin mereka lakukan
Dia menyadari hal itu dan terus menggunakan nya seperti rayuan maut dan melakukan hal yang sama kepada Arin karena menurutnya Arin tidak akan menolaknya
Apa lagi Arin anak yang baik dan... entahlah, gimana aku mengatakan nya ya, penurut? tapi juga sedikit berterus terang
Mina juga sangat terkejut dengan kejadian tadi tapi Arin yang menolak ajakannya setelah mendengar semua membujuknya adalah suatu keberanian yang juga kadang di perlukan orang lain
Rahasia nya sampai saja ya! kalau banyak banyak nanti nggak seru
Sebentar menatap kosong ke arahnya, Arin berpikir kenapa dia ada di sini dan bukan ke kafetaria? bukankah dia biasanya berada di sekitar 'mama', Juvelian?
Sejak awal Arin dan Daniel tidak punya hubungan dekat tapi juga tidak buruk, di dalam ingatan Arin saat dia mengajaknya bicara, Daniel hanya akan menjawab dengan singkat
Jika mengingat hubungan mereka, Arin memilih untuk tidak bertanya karena dia mungkin akan dia abaikan dan akhirnya hanya melukai hati
Berbalik mengabaikan nya dan seperti Mina dia segera meninggalkan ruangan menuju ke kafeteria menyusul Lilian, Juvelian dan anak laki laki yang lain
Pada saat bersamaan di dalam kafeteria,
seperti biasa mereka semua duduk di meja
yang sama, terkadang Kirara juga ikut makan bersama mereka
Tapi melihat dia yang terlihat dan terdengar suaranya sepertinya tidak untuk hari ini
dan jika ada perubahan di sana, maka itu pasti adalah Alex dan Alexia yang ikut bergabung
Semenjak Alex mulai akrab dengan Alan dan Daniel karena game yang mereka mainkan bersama akhir akhir ini, dia jadi ikut makan
bersama
__ADS_1
Namun pada awalnya memang sedikit canggung karena tidak biasanya kursi di meja penuh, terkadang mereka juga memulai pembicaraan saat makan
Meskipun Nine akan melihat mereka makan sambil tersenyum lebar, jangan tertipu! dia pasti sedang marah kalau tersenyum seperti itu
Sementara Alexia yang selalu pergi bersama dengan Alex mau enggak mau juga ikut bergabung dengan mereka
Bahkan saat sedang makan pun Alex
selalu membicarakan tentang strategi
yang mereka gunakan dan hal lain yang
berhubungan dengan game
Meskipun Alexia gadis yang sangat pendiam tapi berbanding terbalik dengan Alex yang
mulutnya tidak bisa diam
Tapi karena itu suasana canggung bisa terpecahkan dan berkat dirinya suasana di kelas sangat ramah semua siswa di kelas menjadi akrab dalam hitungan hari
Berbeda dengan kelas lain yang hanya mengenal wajah satu sama lain tapi tidak mengingat nama jadi bahkan jika mereka bertemu pun hanya akan pura pura tidak kenal
anak anak di kelas biasanya akan bertukar salam saat bertemu di jalan padahal baru beberapa hari semenjak tahun ajaran baru di mulai
Dia juga pernah mengeluh selalu menghabiskan waktunya di rumah untuk belajar sampai tidak punya waktu yang banyak untuk bermain di game di rumah
Dan sepertinya anak anak yang lain juga merasakan hal yang sama dengan nya
Namun, tidak tau kenapa Alexia akan merasa kesal seolah olah Alex sedang membual dengan sangat percaya diri
Alexia yang duduk di sampingnya akan
memukul meja dengan sendok karena merasa terganggu sambil menggertak kan giginya, tentu saja hal itu terjadi beberapa kali
Dan Juvelian juga mendukung nya, dia sudah menegur Alan untuk berhenti
berbicara sambil mengunyah makanan di
dalam mulutnya tapi tetap saja terulang
kembali
Terkadang Juvelian akan menatapnya dengan sinis
~Bersambung~
tunggu bab selanjutnya, tiga hari lagi~
Terima kasih sudah membaca novel ini
__ADS_1
Dan terima kasih sudah memberi semangat dengan like, vote dan komentar