
Sulit di percaya, suasana terasa canggung. Rudan memulai pembicaraan dengan harapan suasana canggung ini mencair
"Tadi kau bilang namamu Juvelian Star Light kan?"
"iya"
"Namamu panjang..."
"Aku tahu"
"Baiklah sudah aku putuskan karena nama mu terlalu panjang jadi aku panggil kau 'Juju'?" tanya rudan dengan tatapan berharap
'Juvelian jangan tertipu dengan tatapan itu'
Karena kata Juju membuatnya sedikit tergidik
"Juju? Kenapa jadi Juju? Namaku kan Juvelian" tanya Juvelian dengan ekspresi tidak percaya dengan apa yang dia dengar
Rudan tetap mempertahankan senyuman dan tatapannya "Namamu kan Juvelian pasti orang orang terdekatmu memanggil mu Lian atau Juvel karena itu aku ingin memanggil mu dengan nama panggilan yang berbeda"
"Boleh ya?"
"terserah mu saja" untuk sekian kalinya kalah
Rudan menjawab dengan ceria " itu artinya kau mengijinkannya kan? mulai sekarang mari berteman dengan baik"
Melihat reaksi Rudan, Juvelian hanya tersenyum dan berpikir 'Apa di masa lalu dia juga seceria ini?'
(Rumah kaca)
Juvelian yang ingin menjernihkan pikiran duduk di kursi kayu yang di belakangnya ada pohon besar
'Sebenarnya apa yang sudah terjadi. Kenapa Rudan muncul lebih awal dari yang seharusnya?'
'Tunggu dulu! Jika begitu, apa sekarang dia tidak akan menyukaiku seperti di masa lalu?' Juvelian akan merasa lega jika itu benar benar terjadi
Rudan adalah teman yang aku temui saat kelas 11 sekaligus orang yang pertama kali menyatakan rasa sukanya pada ku, bukan perasaan suka pada teman tapi sebagai lawan jenis
Jantung ku berdebar sesaat sih, tapi aku menolaknya karena saat itu aku sudah menyukai Jiho meski yang konyolnya semuanya hilang kayak di tiup angin
Saat aku bertanya kenapa Rudan menyukai ku, Rudan diam sebentar dan menjawab dengan wajah tersipu "Karena kau berbeda. kau memperlakukan ku seperti orang biasa pada umumnya"
__ADS_1
Itu mengingatkan ku pada dialog dalam drama yang ibu Mira sering lihat 'Kau orang pertama yang memperlakukanku seperti-'
Cukup jika mengingat kalimat itu lagi aku akan mual
'Bagaimana jika dia tahu aku sebenarnya ingin menjauhinya?' pikir Juvelian pada saat itu
Juvelian berpikir Rudan menyukainya karena dia orang pertama yang tidak tertarik padanya
Di masa lalu Juvelian selalu menolak ajakan berteman dari Rudan, mungkin karena itu Rudan berpikir Juvelian tidak tertarik padanya
"Tapi jika menerima ajakan bertemannya dia akan berpikir aku tertarik padanya"
'Ya, akan lebih baik jika kita hanya berteman'
"Siapa manusia itu?"
"Kenapa dia memasang ekspresi sedih?" (Salah baca ekspresi, raut wajah Juvelian sedang galau)
"Apa dia banyak pikiran?" suara suara berisik itu berasal dari atas pohon yang ada di belakang Juvelian
'Apa itu suara burung-burung kecil yang ada di rumah kaca ini? kalau di pikir lagi di sinikan banyak hewan' pikir Juvelian
Sejak kecil Juvelian memiliki beberapa kemampuan tidak biasa dan salah satunya adalah mengerti perkataan hewan
"Burung- burung kecil, apa kalian tidak pernah di beri tahu jangan membicarakan orang lain langsung di depannya"
"Ngomong ngomong aku tidak tahu hewan juga suka bergosip" kata Juvelian sambil melihat ke atas
Awalnya ada Keheningan sesaat karena ada yang sedang mengelola kata kata tapi begitu mereka sadar Juvelian berbicara pada mereka, mereka berteriak "Kau mengerti ucapan kami?!!"
Juvelian mengangguk dengan senyum, berdiri, berbalik kemudian berjalan ke arah burung burung yang sedang bertengger
"Maaf aku berlambat memperkenalkan diri, nama ku Juvelian"
"Halo Juvelian"
"Meski aku tahu ini nggak sopan tapi aku ingin bertanya apa yang akan kalian lakukan jika orang yang kalian percaya malah menghianati kalian?"
Sampai saat ini Juvelian masih bingung apa dia harus balas dendam atau menghindari semuanya dan hidup tenang
"Apa kau dihianati oleh pacarmu?" tanya salah satu burung
__ADS_1
Juvelian yang kesal, menjawab "Kenapa kau jadi bertanya balik?"
"Aku akan melakukan hal yang sama" suara kecil dari kejauhan.
Juvelian tersentak segera melihat ke arah suara itu, 'kupu-kupu?' pikir Juvelian
"kalau itu aku, aku akan melakukan yang sama padanya agar dia tahu rasa sakit yang ku rasakan" kata kupu-kupu
Juvelian teringat dengan perkataan kakak perempuannya dan langsung mengucapkan selamat tinggal pada hewan- hewan yang ada di rumah kaca
Juvelian meminta salah satu supir keluarganya mengantarnya ke cafe yang memiliki simbol bunga mawar tapi sebelum itu dia memakai jaket, topi dan masker
Sesampainya di cafe yang memiliki simbol bunga mawar biru, Juvelian meminta supir tersebut untuk tidak menjemputnya
Supir itu tidak bertanya meski sedikit enggan menuruti perkataan Juvelian tapi tetap pergi. berdiri di depan pintu otomatis, begitu pintu itu terbuka dia masuk ke dalam
Duduk di salah satu kursi dan meletakkan topi serta maskernya di meja, Juvelian yang menunggu pelayan cafe, teringat dengan perkataan kakaknya saat kecil
Saat itu dia sedang duduk di pangkuan kakaknya yang memeluknya dengan erat sambil berbisik
"Lian sayang, jika suatu hari kau ingin menemui kakak datanglah ke tempat yang memiliki simbol mawar biru di atasnya"
"Warna bilu?"
"Iyaa meski lebih tetapnya itu kafe?"
"Masuklah ke dalam dan pesanlah pie buah"
Juvelian mengikuti perkataan kakak perempuannya dan memakan pie yang di pesan dan berkata kesalah satu pelayan cafe
"Permisi, saya ingin memesan pie bunga mawar biru"
Pelayan itu menatap mata kemudian menjawab "Maaf, nona. di sini tidak ada yang seperti itu"
"kalo gitu bawa aku menemui kokinya" mendengar jawaban Juvelian, pelayan itu tersenyum tipis
"Baiklah nona, mohon ikuti saya"
Juvelian mengikuti pelayan cafe menuju ke suatu tempat, dia bawa ke dapur
Setelah pelayan itu pergi, Juvelian membuka mulutnya dan berkata ke koki tersebut
__ADS_1
"Pie mawar biru dengan teh hijau tolong"