
Rudan mengipas wajah dengan tangan kanannya dan berkata "mungkin karena di sini terlalu panas".
"tapi apa kau sudah memutuskan akan melakukan perjanjian ini atau tidak ?".
Juvelian menundukkan kepalanya dan berkata "beri aku waktu untuk memutuskan nya... "
Rudan melihat ke arah juvelian dan tersenyum tipis sambil menghela napas.
mengulurkan tangannya "baiklah, mari kita masuk karena disini terlalu panas" kata rudan sambil tersenyum tipis.
"jadi, bagaimana anak itu?" kata allen dengan wajah amat sangat serius.
"siapa?" tanya feliana (mama juvelian) yang baru saja ingin memakan daging.
'emangnya harus banget dibahas saat sedang makan? Padahal aku baru saja ingin melupakan kejadian tadi'
juvelian memegang garpu dan sendoknya dengan erat.
"dia anak yang baik dan ceria..."
"ya... lumayan tampan" kata feliana (mama juvelian).
"tampan ya..." gumam allen dan alan dengan senyum nakal di wajah mereka.
Setelah selesai makan juvelian pergi menuju ke arah rumah kaca.
'apa yang harus aku lakukan? . Itu memang perjanjian yang menguntungkan sih...'
'apa bagaimana jika salah satu dari kami ada yang jatuh cinta?'.
'ini memang membingungkan' kata juvelian dalam hatinya. Juvelian menghelan nafas dengan sangat besar sabil duduk di kursi yang dibelakangnya ada kakek pohon.
"ada apa dengan helaan napas itu" suara dari arah belakang.
"apa aku membangunkanmu,kupu kupu merah? " tanya juvelian dengan ekspresi khawatir.
"tidak, aku cuman tidak bisa tidur" kata kupu kupu merah itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan tangan yang ke belakang.
"apa bisa membuat cahaya karena di sini terlalu gelap" tanya kupu kupu merah itu yang berjalan ke arah wajah juvelian dengan wajah berseri-seri.
"tapi..."
"sedikit saja, kau pasti bisa!" kata kupu kupu dan memberi juvelian semangat.
"sedikit saja..." gumam juvelian.
"baiklah,aku akan mencobanya" jawab juvelian.
__ADS_1
'aku tidak tahu apa bisa, karena pada hari itu aku membuat cahaya yang terlalu terang' kata juvelian dalam hatinya dan mengingat kejadian pada hari itu.
Juvelian mengangkat tangannya perlahan lurus ke depan dan menutup mata.
"cahaya!"
begitu kata itu di ucapkan bola cahaya kecil muncul.
"manusia,kau berhasil!" kata kupu-kupu merah itu dengan gembira.
Juvelian melihat ke arah cahaya itu dan berkata "iya,aku berhasil!" katanya dengan senyum cerah di wajahnya.
Juvelian mengangkat kepalanya dan melihat ke arah kupu kupu
"tapi... Berhenti memanggilku m.a.n.u.s.i.a karena aku punya nama...dan namaku juvelian"kata juvelian dengan tersenyum kesal di wajahnya.
"nama?apa itu? Apa bisa dimakan?" tanya kupu-kupu itu yang melayang di depan wajah juvelian dengan tatapan penasaran.
Juvelian mengedipkan matanya dan berkata
"nama itu bukan makanan... "
"tapi... "
"maaf,jika kataku menyinggung tapi apa kau tidak nama? ".
Juvelian mengangkat tangannya dan meletakkannya di wajahnya sambil berpikir
'bagaimana aku harus menjelaskannya...?".
menurunkan tangannya dan melihat ke arah kupu-kupu itu "bagaimana jika aku memanggilmu "lux"?" tanya juvelian.
"lux... "gumam kupu-kupu itu.
"iya...artinya cahaya, karena kelihatannya kau menyukai cahaya" kata juvelian.
"lux... Cahaya? " gumam kupu-kupu itu dan terbang mengelilingi kakek pohon dengan kegirangan.
Juvelian terkejut dengan lux yang tiba-tiba terbang dan menyuruhnya tenang.
Juvelian duduk di kursi yang ada di pohon besar di belakangnya dengan lux di salah satu tangannya dan membuat kubah pelindung hanya disekitar mereka.
"apa kamu tahu Maksud dari kata"tapi bahkan jika kau jatuh cinta pada orang lain, aku akan selalu menghargai keinginanmu".
"apa yang kau lakukan Jika ada yang bilang begitu padamu?"
Tanya juvelian.
__ADS_1
"juvelian...apa kau punya pacar? " tanya lux dengan tatapan polos.
"dari kata-katanya pasti dia orang yang romantis. Irinya... " kata lux.
"pa,pacar...?romantis...?" kata juvelian dengan ekspresi amat sangat terkejut.
'anak ini bisa-bisanya dia berkata begitu padalah pada pertemuan pertemuan pertama kami, dia bilang "kalau itu aku,aku akan melakukan yang sama padanya agar dia tahu rasa sakit yang kurasakan".
Melihat ke sekeliling "sepertinya aku harus pulang" kata juvelian dan melihat ke arah lux.
"pulang... Padahal aku ingin lebih sering berbicara dengan mu" kata lux dengan tatapan sedih.
"bagaimana kalau kau ikut aku dan melihat dunia luar?" tanya juvelian.
"benarkah? aku benar benar boleh ikut? "
Tanya lux dengan ceria.
"tentu saja, kau boleh" jawab juvelian.
"tapi akan aneh jika ada kupu-kupu di sekitarku jadi saat ingin pergi ke luar aku akan merubahmu menjadi sesuatu yang lain"
Kata juvelian dengan ragu ragu.
"iya! Enggak apa apa kok" jawab lux dengan ceria.
Juvelian mengangkat tangannya dan kubah pelindung itu menghilang.
Mengeser kakinya dari kanan ke kiri dan pola sihir muncul "bawa aku kembali ke kamarku".
Begitu sampai juvelian terhuyung-huyung hendak jatuh 'saat menggunakan ruangan teleportasi tidak terjadi apa-apa tapi kenapa saat menggunakan yang sendiri malah kepala pusing dan rasanya seperti mau muntah' pikir juvelian.
"lux, apa kau baik baik saja?" kata juvelian dan melihat kesamping.
Tapi malah yang juvelian melihat adalah lux yang berbaring di lantai.
"hah? Dia tidak mungkin pingsan kan? " gumam juvelian yang melihat ke arah lux.
Dengan hati hati juvelian mengangkat lux dan meletakkannya di tempat tidur.
Setelah mencuci muka dan menggosok gigi juvelian berbaring dan melihat ke arah
"selamat malam,lux" Kata juvelian dan kembali menghadap ke depan.
'kali apa lagi yang akan aku lihat?'
~bersambung ~
__ADS_1