
Rudan yang menundukkan kepalanya, pelan pelan mengangkatnya dan berkata dengan ekspresi menyesal "maaf, aku datang terlambat jika saja aku datang lebih cepat maka kakak kelas itu tidak akan menganggumu".
Juvelian yang melihat ekspresi rudan, menepuk-nepuk bahu rudan dan berkata "ini bukan salahmu dan juga lebih baik kita kembali ke kelas karena sebentar lagi waktu istirahat akan berakhir".
semampai di rumah juvelian heran melihat ekspresi keluarga yang bingung dan murang disaat bersama.
"sebenarnya apa yang terjadi? " tanya juvelian dengan ekspresi khawatir.
Ain(papa juvelian) yang menyadari kehadiran juvelian langsung merubah wajahnya menjadi tenang seakan tidak terjadi apa apa.
"tidak ada apa apa kok" kata ain(papa juvelian).
"bohong! Jika tidak terjadi apa apa kenapa wajah kak alan seperti itu " kata juvelian sambil menunjuk ke arah alan yang ada di ujung ruang seperti mengumamkan sesuatu.
Dengan serentak keluarga juvelian melihat ke arah alan dan berkata dalam hati 'dasar orang yang tidak bisa membaca situasi'.
"teman lama mama ingin menjodohkanmu dengan anaknya" kata luxia yang berdiri di depan pintu ruang kerja.
"perjodohan? " tanya juvelian.
"iya, perjodohan tapi jika kalian berdua cocok satu sama lain" kata feliana(mama juvelian).
"jika begitu tinggal ditolak saja" kata alan.
"itu tidak semudah yang kau pikirkan alan, mama dan temannya sudah menjadi teman sejak SMP" kata allen.
"ya kita tinggal datang saja dan lihat apa anak itu cocok dengan juvelian" kata luxia.
"tapi...! " teriak alan.
"yang kau katakan benar luxia tapi bagaimana mana pendapatmu lian? " tanya feliana(mama juvelian) yang melihat ke arah juvelian.
"baiklah mari kita ke sana dan lihat seperti apa anak itu" kata juvelian.
'jika di masa lalu aku akan menolak undangan tersebut dan kenapa kak luxia kelihatan mendukungku?padalah dikehidupan sebelumnya kakaklah yang paling menentang aku bertemu dengan anak itu'.
__ADS_1
'undangan ini juga seharusnya datang satu tahun kemudian. Sebenarnya apa yang sudah terjadi'pikir juvelian sambil melihat ke arah undangan itu.
'eh? Kenapa aku memakai baju biru? Bukannya tadi aku memakai seragam sekolah dan juga bukannya tadi aku masih ruang tamu? Apa ini mimpi? 'pikir lian.
Juvelian mengangkat kepalanya dan melihat ke arah tempat tidur yang ada didepannya.
Juvelian mengangkat salah tangannya dan berkata semuanya keluar. 'kenapa aku tidak bisa bergerak sesuai keinginanku?' pikir juvelian. "semuanya sudah keluar katakan apa yang ingin kau katakan leo" kata juvelian.
'kenapa aku tiba tiba berbicara tanpa sesuai keinginan ku dan siapa laki laki ini? ' tanya lian dalam hatinya.
Seorang pria berbaring diatas tempat tidur dengan warna rambut kuning keemasan dan iris mata merah melihat ke arah juvelian dan berkata
"bertemu denganmu adalah keberuntungan paling besar bagiku".
"sejak dulu,ada yang ingin aku tanyakan pada mu. Apa kau pernah mencintaiku walaupun hanya sebentar? "
"mencintaimu? Setelah apa yang sudah kau lakukan selama ini pada kekaisaranku dan keluargaku?. Jika bukan karena keinginan dari anakku aku pasti sudah membunuhmu"
Kata juvelian dengan ekspresi dingin.
"masa aku disuruh tidak akan mencintai ataupun menikah sebagai bayaran atas kita Yang saling mengenal yang hanya 300 tahun?" kata juvelian dengan dingin dan tatapan dingin.
'apa? 300 tahun dibilang hanya?. Tidak dari pada itu kenapa aku dari tadi berbicara hal yang aneh dan tidak bisa mengendalikan diriku sesuai keinginanku?. Jika ini mimpi maka aku ingin cepat bangun'kata juvelian dalam hatinya.
Perlahan tubuh pria yang berbaring di tempat tidur itu menghilang dan butiran cahaya kecil terbang di langit langit ruangan.
"kamu sangat kejam" kata pria itu.
"aku tahu itu" jawab juvelian.
"aku jatuh cinta padamu sejak pada pandangan pertama dan aku akan selalu mencintaimu" kata pria itu dan tubuhnya menghilang sepenuhnya.
Tiba tiba juvelian terjatuh ke lantai menundukkan kepalanya dan menangis sambil kedua tangannya menyentuh lantai "kenapa? Kenapa kita harus bertemu, kalau saja kita tidak bertemu dengan begitu aku tidak akan sesedih ini" kata juvelian.
"eh? Kenapa lantainya berubah menjadi berubah ? " gumam juvelian.
__ADS_1
"apa kau sudah melihat semua kejadian tadi? " suara samar samar dari kejauhan.
Mendengar suara itu juvelian mengangkat kepalanya dan melihat ke depan.
"apa maksudnya?" tanya juvelian.
Juvelian berjalan ke arah wanita itu yang berdiri sambil melihat ke arahnya.
"bukannya tadi kau melihat seorang pria berbaring di tempat tidur dan tubuhmu tidak bisa bertindak sesukamu? " tanya wanita itu.
"iya, tapi apa itu tadi?" tanya juvelian.
"apa kau percaya jika aku bilang itu Ingatan yang kau lupakan ?" kata wanita itu dengan tersenyum sedih.
"ingatanku yang hilang? yang benar saja!umurku aja baru 14 tahun tapi jika umur mentalku 25tahun" kata juvelian.
"ada kadang saatnya suatu makhluk ingin terlahir kembali mereka akan mengingat tentang dirinya di kehidupan sebelumnya".
"tapi kemungkinannya sangat kecil dan kebanyakan dari mereka tidak mengingatkannya " "tapi kau berbeda, kau memilih untuk tidak mengingatnya" kata wanita itu sambil menunjuk ke arah juvelian.
"hah? Jadi yang baru saja aku lihat itu adalah ingatanku dari kehidupan sebelumnya? " kata juvelian.
"benar-benar sulit dipercaya..." gumam juvelian.
"emang sulit untuk di percaya tapi satu persatu ingatan itu akan kembali padamu" kata wanita itu sambil melihat ke arah juvelian. "tapi bukannya anda bilang bahwa aku tidak ingin mengingatnya?" tanya juvelian yang ajak berkeringat.
"iya, kau tidak ingin mengingatnya karena ada ingatan yang menyakitkan bagimu". "Tapi kau harus mengingatnya jika ingin mengetahui bagaimana kau bisa kembali ke masa lalu dan cara mengakhiri ini semua"
Kata wanita itu.
"dari pertama kali kita bertemu anda selalu mengatakan "mengakhirinya" tapi apa itu sebenarnya? " tanya juvelian dengan ekspresi serius.
Wanita itu membuka mulutnya tapi kembali menutupnya, dia membalikkan badannya dan berjalan menjauh dan suara samar samar berkata "sudah saatnya kau kembali".
~Bersambung~
__ADS_1