
Aku mendekatkan kepalaku ke telinganya
dan berkata "Bilang pada pacar mu"
Aku diam sebentar, Mengangkat tanganku
Sambil menjauh darinya sambil tersenyum
Aku berkata sambil menunjuk seringai di
bibir ku "Jangan mengganggu ku, karena dia
bukan tipe idealku"
Mereka gemetar ketakutan, melihat kaki
mereka yang gemetar, aku tertawa keras
dengan sedikit membungkuk, berhenti
tertawa dan menenangkan diri ku
Mengangkat poni ku ke atas dengan tangan
ku, melihat ke arah mereka sambil mengacak
-acak rambutku 'Ku pikir mereka akan langsung pergi, merepotkan'
Salah satu dari mereka bertanya dengan
Ragu -ragu "Ka, kami... Pergi duluan ya?"
"Pergilah..." kata Mina dengan suara lembut
dan tersenyum cerah
Mereka bertiga awalnya mengendap -endap
tapi dengan terburu -buru berlari keluar dari toilet seperti kucing yang akan di siram Air
Aku hanya menatap mereka dengan tatapan kosong sambil melambaikan tangan
Tidak melihat keberadaan mereka di depan pintu lagi, aku berjalan dan melihat ke luar
tidak ada siapa pun, aku menutup pintu
dengan ekspresi datar
Diam sebentar, aku berjalan ke arah wastafel dan memegang pinggiran keramik dengan
Wastafel di antara kedua tanganku
Menatap diriku sendiri di depan kaca
Aku bergumam pada diriku sendiri
"Padahal aku berpikir akan di terima begitu
saja dan kami akan berpacaran" aku
Menggigit sedikit bibir ku dan menambahkan
Dengan nada rendah
"Tapi ternyata di tolak begitu saja oleh dia"
Menatap tajam ke arah kaca di depan ku dan
Tersenyum tipis sambil berkata "Benar benar Menyedihkan sekali... Diriku ini"
Kembali ke waktu sekarang, Juvelian yang
Tidak bisa menemukan Mina di lapangan
sekolah, melihat ke kanan ke kiri mencari
teman -temannya yang lain
melihat seseorang dengan rambut
hitam yang ikat setengah dan seseorang di sebelahnya berdiri dengan rambut merah cerah yang tergerai dengan memakai bando hitam
Juvelian langsung Mengenali kedua orang
itu, memanggil nama mereka berdua sambil
melambaikan kedua tangannya ke atas
Lilian dan Arin yang mendengar suara
Juvelian memanggil mereka dari arah
belakang, berbalik badannya dan melihat
Wajah dan tangan Juvelian di antara orang
-orang
Melihat Lilian dan Arin yang memberikan
Respons dengan membalas dengan
lambaian tangan, Juvelian menunjukkan ke
arah tempat lain yang tidak ada orang
Setelah berhasil ke luar dari keramaian dan
__ADS_1
Bertemu di tempat yang di katakan, Juvelian
Menceritakan bagaimana Mina yang berlari
Dengan wajah pucat dan segera tidak di
ketahui keberadaannya
"Apa kau sudah mencoba untuk
menghubungi nya?" tanya Lilian
Juvelian menggeleng -gelengkan kepalanya
Sambil berkata "Aku tidak tahu nomor
teleponnya?
Setelah nya keheningan terjadi di antara
mereka untuk waktu yang cukup lama
"Bagaimana kalau kita hubungi yang lain
dulu"
juvelian, Lilian dan Arin mencoba
menghubungi teman -teman mereka yang
lain dan bertemu di tempat mereka sekarang
Setelah nya satu persatu teman -teman
mereka datang dengan tergesa -gesa
Juvelian pun kembali menjelaskan secara
Singkat ke pada mereka apa yang terjadi
Setelah berdiskusi untuk beberapa saat,
Mereka memutuskan berpencar
Untuk mencari di mana Mina berada, mereka memutuskan untuk berpencar mencari ke dalam gedung sekolah , karena jumlah anak laki -laki lebih banyak
Mereka di suruh untuk mencari ke ruang kelas di lantai yang berbeda -beda sedangkan anak perempuan mencari di toilet
perempuan tempat yang paling mungkin,
untuk menemukan Mina
Kirara yang merupakan siswa kelas 12, kelasnya berada di lantai lima jadi, jika mencari di toilet lantai lima tidak akan ada
yang curiga
Kirara langsung teringat dengan tempat yang
sangat jarang di datangi orang karena baru
-baru ini ada rumor tempat itu berhantu
Berbalik dan kembali melangkah kan
kakinya, berlari ke ujung lorong lantai lima, di
mana gudang sekolah berada
Gudang itu terletak Di dekat tangga menuju
ke atap sekolah yang sangat jarang di
datangi oleh siswa sekolah Miater karena
terkenal angker
Ada rumor yang bilang tempat itu sering
terdengar suara aneh seperti barang jatuh
Atau tiba tiba barang barang di gudang
tersusun menjadi bentuk yang aneh
Tapi, yang tidak di ketahui oleh orang orang
adalah pelaku yang sebenarnya dari semua
hal aneh yang terjadi di gudang selama
beberapa hari ini adalah Lux yang bermain di
Gudang karena rasa penasarannya yang
tinggi
Lux yang awalnya adalah seekor kupu -kupu,
dapat berubah menjadi peri berkat pil yang dibuat Juvelian dari mimpi yang dia lihat tapi, pil itu punya batas waktu
Karena itu Lux harus mengasah kemampuan
nya untuk mempertahankan wujudnya yang
sekarang yang kenal sebagai peri yang
sering muncul dalam dongeng
__ADS_1
Lux selalu bilang ingin berubah menjadi
seperti manusia, itu bukanlah hal mudah
Untuk dilakukan tapi, karena Lux adalah
Makhluk pertama yang bisa Juvelian ubah
Juvelian mendukung nya dan mengajarkan
meminjam kekuatan alam
Tapi, siapa yang menyangka akan ada
keributan di sekolah tentang banyak aneh
yang terjadi di gudang sekolah
Saat Juvelian mengajari Lux untuk
menggerakkan Kursi, awalnya dia sangat
terkejut dengan Lux bukan menggerakkan kursi tapi membuatnya melayang
Lux yang bisa membuat kursi melayang
bukannya bergerak membuat mata Juvelian terbuka lebar lebar sambil berpikir
'Aku tidak tahu apa dia jenius atau tidak
mengerti apa yang aku katakan'
Kursi tetap melayang di langit ruangan,
dengan Lux yang tersenyum ceria
Tapi... saat Lux melihat ke arah Juvelian
untuk menunjukkan dia bisa melakukannya
Kursi yang dia angkat dengan sihir yang
sudah dia kumpulkan selama ini jatuh
karena kehilangan konsentrasi, Juvelian
menghela napas dalam -dalam saat
melihatnya
'Perjalanan ku untuk mengajari nya ternyata
masih sangat panjang'
Melihat reaksi Juvelian, Lux terbang ke arah
Juvelian sangat cepat seperti cahaya
Dengan wajah polosnya Lux berkata dengan
tersenyum cerahnya "Lux tidak sengaja
menjatuhkannya"
'Apa ini yang kakak rasakan saat
mengajarkan sihir padaku' pikir Juvelian saat itu
Sampai suara seseorang menembus masuk ke dalam telinga mereka berdua
"Kyakk, hantu" teriak seseorang dari luar
Juvelian yang bingung dengan suara orang
Yang berteriak di luar
Sihir kedap suara yang berbentuk kubah
yang seperti melindungi mereka dari bahaya
dunia luar dengan warna biru tua yang
sedikit kusam
Melihat ke atas mencari di mana kesalahan
yang dia perbuat, tidak peduli berapa kali dia
Memeriksa nya dengan teliti, sama sekali
tidak menemukan yang salah dengan sihir
kedap suara yang dia buat
'Sihir kedap suaranya sudah pas, tidak ada
Yang rusak atau pun salah pengucapan'
Lux dengan ragu -ragu melihat ke arah kursi yang tadi dia jatuhkan
Salah satu kaki kursi yang keluar dari sihir
kedap suara membuat orang orang yang ada
di luar malah menjadi mendengar aneh
~Bersambung~
__ADS_1