Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 55


__ADS_3

Aku mendekatkan kepalaku ke telinganya


dan berkata "Bilang pada pacar mu"


Aku diam sebentar, Mengangkat tanganku


Sambil menjauh darinya sambil tersenyum


Aku berkata sambil menunjuk seringai di


bibir ku "Jangan mengganggu ku, karena dia


bukan tipe idealku"


Mereka gemetar ketakutan, melihat kaki


mereka yang gemetar, aku tertawa keras


dengan sedikit membungkuk, berhenti


tertawa dan menenangkan diri ku


Mengangkat poni ku ke atas dengan tangan


ku, melihat ke arah mereka sambil mengacak


-acak rambutku 'Ku pikir mereka akan langsung pergi, merepotkan'


Salah satu dari mereka bertanya dengan


Ragu -ragu "Ka, kami... Pergi duluan ya?"


"Pergilah..." kata Mina dengan suara lembut


dan tersenyum cerah


Mereka bertiga awalnya mengendap -endap


tapi dengan terburu -buru berlari keluar dari toilet seperti kucing yang akan di siram Air


Aku hanya menatap mereka dengan tatapan kosong sambil melambaikan tangan


Tidak melihat keberadaan mereka di depan pintu lagi, aku berjalan dan melihat ke luar


tidak ada siapa pun, aku menutup pintu


dengan ekspresi datar


Diam sebentar, aku berjalan ke arah wastafel dan memegang pinggiran keramik dengan


Wastafel di antara kedua tanganku


Menatap diriku sendiri di depan kaca


Aku bergumam pada diriku sendiri


"Padahal aku berpikir akan di terima begitu


saja dan kami akan berpacaran" aku


Menggigit sedikit bibir ku dan menambahkan


Dengan nada rendah


"Tapi ternyata di tolak begitu saja oleh dia"


Menatap tajam ke arah kaca di depan ku dan


Tersenyum tipis sambil berkata "Benar benar Menyedihkan sekali... Diriku ini"


Kembali ke waktu sekarang, Juvelian yang


Tidak bisa menemukan Mina di lapangan


sekolah, melihat ke kanan ke kiri mencari


teman -temannya yang lain


melihat seseorang dengan rambut


hitam yang ikat setengah dan seseorang di sebelahnya berdiri dengan rambut merah cerah yang tergerai dengan memakai bando hitam


Juvelian langsung Mengenali kedua orang


itu, memanggil nama mereka berdua sambil


melambaikan kedua tangannya ke atas


Lilian dan Arin yang mendengar suara


Juvelian memanggil mereka dari arah


belakang, berbalik badannya dan melihat


Wajah dan tangan Juvelian di antara orang


-orang


Melihat Lilian dan Arin yang memberikan


Respons dengan membalas dengan


lambaian tangan, Juvelian menunjukkan ke


arah tempat lain yang tidak ada orang


Setelah berhasil ke luar dari keramaian dan

__ADS_1


Bertemu di tempat yang di katakan, Juvelian


Menceritakan bagaimana Mina yang berlari


Dengan wajah pucat dan segera tidak di


ketahui keberadaannya


"Apa kau sudah mencoba untuk


menghubungi nya?" tanya Lilian


Juvelian menggeleng -gelengkan kepalanya


Sambil berkata "Aku tidak tahu nomor


teleponnya?


Setelah nya keheningan terjadi di antara


mereka untuk waktu yang cukup lama


"Bagaimana kalau kita hubungi yang lain


dulu"


juvelian, Lilian dan Arin mencoba


menghubungi teman -teman mereka yang


lain dan bertemu di tempat mereka sekarang


Setelah nya satu persatu teman -teman


mereka datang dengan tergesa -gesa


Juvelian pun kembali menjelaskan secara


Singkat ke pada mereka apa yang terjadi


Setelah berdiskusi untuk beberapa saat,


Mereka memutuskan berpencar


Untuk mencari di mana Mina berada, mereka memutuskan untuk berpencar mencari ke dalam gedung sekolah , karena jumlah anak laki -laki lebih banyak


Mereka di suruh untuk mencari ke ruang kelas di lantai yang berbeda -beda sedangkan anak perempuan mencari di toilet


perempuan tempat yang paling mungkin,


untuk menemukan Mina


Kirara yang merupakan siswa kelas 12, kelasnya berada di lantai lima jadi, jika mencari di toilet lantai lima tidak akan ada


yang curiga


Kirara langsung teringat dengan tempat yang


sangat jarang di datangi orang karena baru


-baru ini ada rumor tempat itu berhantu


Berbalik dan kembali melangkah kan


kakinya, berlari ke ujung lorong lantai lima, di


mana gudang sekolah berada


Gudang itu terletak Di dekat tangga menuju


ke atap sekolah yang sangat jarang di


datangi oleh siswa sekolah Miater karena


terkenal angker


Ada rumor yang bilang tempat itu sering


terdengar suara aneh seperti barang jatuh


Atau tiba tiba barang barang di gudang


tersusun menjadi bentuk yang aneh


Tapi, yang tidak di ketahui oleh orang orang


adalah pelaku yang sebenarnya dari semua


hal aneh yang terjadi di gudang selama


beberapa hari ini adalah Lux yang bermain di


Gudang karena rasa penasarannya yang


tinggi


Lux yang awalnya adalah seekor kupu -kupu,


dapat berubah menjadi peri berkat pil yang dibuat Juvelian dari mimpi yang dia lihat tapi, pil itu punya batas waktu


Karena itu Lux harus mengasah kemampuan


nya untuk mempertahankan wujudnya yang


sekarang yang kenal sebagai peri yang


sering muncul dalam dongeng

__ADS_1


Lux selalu bilang ingin berubah menjadi


seperti manusia, itu bukanlah hal mudah


Untuk dilakukan tapi, karena Lux adalah


Makhluk pertama yang bisa Juvelian ubah


Juvelian mendukung nya dan mengajarkan


meminjam kekuatan alam


Tapi, siapa yang menyangka akan ada


keributan di sekolah tentang banyak aneh


yang terjadi di gudang sekolah


Saat Juvelian mengajari Lux untuk


menggerakkan Kursi, awalnya dia sangat


terkejut dengan Lux bukan menggerakkan kursi tapi membuatnya melayang


Lux yang bisa membuat kursi melayang


bukannya bergerak membuat mata Juvelian terbuka lebar lebar sambil berpikir


'Aku tidak tahu apa dia jenius atau tidak


mengerti apa yang aku katakan'


Kursi tetap melayang di langit ruangan,


dengan Lux yang tersenyum ceria


Tapi... saat Lux melihat ke arah Juvelian


untuk menunjukkan dia bisa melakukannya


Kursi yang dia angkat dengan sihir yang


sudah dia kumpulkan selama ini jatuh


karena kehilangan konsentrasi, Juvelian


menghela napas dalam -dalam saat


melihatnya


'Perjalanan ku untuk mengajari nya ternyata


masih sangat panjang'


Melihat reaksi Juvelian, Lux terbang ke arah


Juvelian sangat cepat seperti cahaya


Dengan wajah polosnya Lux berkata dengan


tersenyum cerahnya "Lux tidak sengaja


menjatuhkannya"


'Apa ini yang kakak rasakan saat


mengajarkan sihir padaku' pikir Juvelian saat itu


Sampai suara seseorang menembus masuk ke dalam telinga mereka berdua


"Kyakk, hantu" teriak seseorang dari luar


Juvelian yang bingung dengan suara orang


Yang berteriak di luar


Sihir kedap suara yang berbentuk kubah


yang seperti melindungi mereka dari bahaya


dunia luar dengan warna biru tua yang


sedikit kusam


Melihat ke atas mencari di mana kesalahan


yang dia perbuat, tidak peduli berapa kali dia


Memeriksa nya dengan teliti, sama sekali


tidak menemukan yang salah dengan sihir


kedap suara yang dia buat


'Sihir kedap suaranya sudah pas, tidak ada


Yang rusak atau pun salah pengucapan'


Lux dengan ragu -ragu melihat ke arah kursi yang tadi dia jatuhkan


Salah satu kaki kursi yang keluar dari sihir


kedap suara membuat orang orang yang ada


di luar malah menjadi mendengar aneh


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2