
Juvelian menepuk bahunya sambil berkata "Aku mengerti perasaan mu, teman"
'Tentu saja, aku mengerti. sebelum kembali ke masa lalu, aku sering melewatinya'
'Tidak! aku juga sering melihatnya...' katanya yang rasanya ingin menangis
Mendadak suara pintu terbuka terdengar sekali lagi dengan di susul suara nyaring yang bergema di ruang kelas
"Anak anak! Selamat pagi!"
Orang yang ada di depan pintu adalah
ibu guru yang berjalan dengan raut wajah gembira
Kemudian terdengar suara beberapa siswa yang kembali ke tempat duduk mereka sambil mengeluh dan menggerutu
terdengar dengan jelas
"Buk, kan bel belum berbunyi"
"Haaah... penderitaan di mulai"
"Padalah 5 menit lagi baru bel"
Ibu guru itu tetap mempertahan kan ekspresinya dan segera menjawab dengan tenang "5 menit juga penting dan cepat buka buku kalian"
"Anak anak kemarin kita sudah belajar
sampai mana?"
Seseorang dari belakang menjawab
"Saya lupa, buk"
Beberapa anak terdengar menahan tawa "Nanti kamu temui ibu di kantor" kata guru itu yang tersenyum padahal sebenarnya sedang marah
Dia segera menyesali perbuatannya dan kembali ke kursinya, dua temannya menepuk punggung nya, sementara orang orang yang duduk di depan menertawa kan nya
Setelah kembali ke tempat duduk nya, Juvelian sedikit berbisik pada Mina sambil membalik halaman buku
"Kalau ada masalah, kau bisa ceritakan pada orang yang kau percaya, ya setidak nya dengan begitu kau mungkin bisa merasa lebih baik jangan di simpan dalam hati"
Mina mengangguk dan tenggelam dalam
pikirannya sambil meletakkan dagu nya di telapak tangan nya
Tadi malam setelah Jake dan Joni pulang, Mina langsung pergi ke kamar dan teringat dengan baju olahraganya yang ketinggalan di rumah Luxia
Dia panik banget sampai mondar mandir di kamar sambil menggigit kukunya
Tidak lama kemudian cahaya perlahan muncul di atas tempat tidurnya dengan baju olahraga nya yang di lipat dengan sangat rapi tanpa bagian yang kusut yang
terlihat di atasnya
Dan aroma pewangi baju tercium menyegarkan pikiran, dia awalnya sangat terkejut setiap kali Luxia mengirim barang atau pesan pada ibunya dengan cara ini
Tapi semenjak bekerja dengan Luxia, dia sudah berkali kali melihat hal seperti ini
__ADS_1
sampai sangat terbiasa dan hanya menatap kosong
Hanya satu hal yang dia tetapkan dalam pikirannya 'Anggap lah sekarang kau berada di dunia novel dengan genre supernatural'
Di mana banyak hal yang berhubungan dengan sihir dan sekompok penyihir yang dengan menyembunyi kan identitas nya untuk berbaur dengan orang biasa
Dan di antara mereka, ada sebuah keluarga yang menjalankan bisnis dengan bantuan sihir yang mereka miliki, tidak ada yang menyadari nya sampai akhir
Dia menggantung bajunya di lemari dan bergegas ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan mengosok giginya
Saat menutup matanya, dia terus saja
teringat dengan masa kecilnya dengan
Jake dan Joni dan bermimpi tentang
pernyataan cintanya yang di tolak di
depan umum
Tapi berbeda dengan yang ada di dalam ingatan nya, mereka menertawakan nya dengan keras dan tiba tiba dia berpindah ke sebuah atap gedung tinggi yang tidak memiliki pembatas di sekitar nya
Tubuhnya tidak bisa bergerak, dan sekarang dia sedang berdiri di pinggir di depannya hanya ada kematian yang menunggu nya 'Sebenarnya apa yang sedang terjadi sekarang?'
Seseorang entah muncul dari mana mendorong nya dari belakang dan akan jatuh ke bawah
Dia sekuat tenaga membuka mulutnya dan
mengeluarkan suaranya "To, tolong..."
Sebelum dia benar benar terjatuh Joni mengulurkan tangannya dan berusaha menangkap nya tepat waktu
Tapi sayang nya semuanya sia sia, dia tetap saja terjatuh sampai terbangun dari mimpi
seluruh wajahnya di penuhi keringat pada lah hawa di kamarnya terasa dingin
Mungkin karena terlalu takut, dia terus
saja membuka matanya lebar lebar dengan kedua tangan nya memegang selimut sangat erat dan pada akhirnya dia terjaga sampai pagi
Saat berjalan di lorong sekolah dalam perjalanan ke dalam kelas, Mina tidak sengaja bertemu dengan Joni dan Kirara yang sepertinya sedang mendiskusikan sesuatu
"...."
Mina segera memalingkan wajah kemudian berjalan di pinggir kelas seperti menempel pada dinding kelas lain
Seolah olah cicak atau mata mata yang sedang menjalankan tugasnya di antara keramaian orang orang yang berlalu lalang
Joni yang tidak sengaja berkontak mata dengan Mina, tanpa sadar tersenyum
cerah dan menyapanya dengan melambai
kan tangannya
Beberapa anak perempuan tersipu dengan berteriak tanpa suara dan berlari ke arahnya
'....'
__ADS_1
'Sulit di percaya anak itu juga populer di kalangan anak perempuan di sekolah ini'
katanya dengan ekspresi tidak peduli
"Kyakk, kak Joni baru saja tersenyum padaku"
"Kawan, Apa maksudmu? kak Joni tadi tersenyum padaku"
Dia kemudian baru menyadari tidak jalan kecuali manusia yang berkumpul seperti segerombolan semut
Jika mengingat kejadian tadi dia merinding seketika dengan suara seseorang yang
memanggil nama nya terdengar samar yang
bertambah jelas
Itu adalah suara ibu guru yang entah dari kapan berdiri di sampingnya dengan aura seram yang sedang marah
"Mina, tadi kan ibu suruh buka buku. Kenapa kamu belum juga membukanya?"
"Kamu lanjut baca dari paragraf ketiga"
Dia segera membuka buku dan menjawab dengan malas "Baik, buk"
'Sebenarnya apa yang dia pikir kan sampai tidak merasakan keberadaan seseorang di sampingnya?' pikir Juvelian yang dari tadi menatap Mina yang sedang membaca
Setelah pemanasan, mereka di bagi menjadi anak perempuan yang bermain bola tangkap sedangkan anak laki laki bermain basket
Karena gedung olahraga di pakai untuk bermain bola basket oleh dua kelas, sebenarnya gedung itu lumayan besar
Tapi nanti pasti ribut banget apa lagi kalau tiba tiba bolanya nyasar ke tempat lain dan mengenai anak perempuan yang sedang bermain
Jadi mau tak mau mereka harus mengalah dan bermain di lapangan sekolah
saat ini pak guru sedang memilih siapa yang akan berada di tim yang mana
Beruntung nya Juvelian dan Lilian berada di tim yang sama dengan tim lawan dari kelas yang salah satunya adalah Yeri
Setelah Yeri yang memaki Juvelian di dalam toilet dan ketahuan oleh Arin, dia tidak pernah terlihat lagi
Tapi melihatnya yang ada di tim lawan sepertinya tahun ini mereka berada di kelas yang berbeda
Dari rumor yang beredar, Yeri sangat populer di kelas barunya, di kalangan anak perempuan, dia tidak ada bedanya bunga di pergaulan kelas atas
Sementara Mina dan Arin yang berada di tim satu yang lain sedang duduk di tangga dengan linglung
Padalah ada yang pergi ke gedung olahraga untuk melihat anak laki- laki tampan yang berkumpul yang sangat jarang terjadi apa lagi pertandingan yang lihat secara gratis
Emang siapa yang bisa menolaknya?
~Bersambung~
tunggu bab selanjutnya, tiga hari lagi~
Terima kasih sudah membaca novel ini
Dan terima kasih sudah memberi semangat dengan like, vote dan komentar
__ADS_1