Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 57


__ADS_3

Rambut berwarna coklat kemerahan yang


selalu mengingat kan orang lain pada langit


senja, Mina meletakkan sikunya di atas


pinggiran jendela dan tangan di bawah dagu


"Masih sama aja" jawabnya dengan singkat


"Oh" jawab Joni tanpa dia sadari


Mina berbalik dan melihat Joni dengan


tatapan kosong, memiringkan bibirnya


sambil mengingat masa lalu


Diam beberapa saat dengan mata tertunduk


sambil kenangan tentang masa lalu Joni


muncul begitu saja, senyum licik terlihat di


bibirnya Mina


"Apa kau masih ingat, saat kita masih kecil


tetangga di sebelah rumahmu sepupunya


datang dengan membawa anak anjing"


Diam sebentar Mina mengatakan lagi


"Kau sampai tidak berani keluar karena anak


anjing yang imut itu"


Kata Mina sambil terkikik dan satu tangannya menyentuh pinggir jendela


"Kau masih mengingat nya, ya..." jawab


Joni sambil mengaruk pipinya dan mengalih


-kan pandangan nya seakan ia berkata dari


banyaknya kenangan indah kenapa harus


yang itu


Mengingat kembali wujud anak anjing itu,


Joni seketika merinding, anak anjing yang


ukurannya lebih besar dari kucing dewasa


dengan suara gonggongan yang masih


teringat olehnya


Memegang kedua tangannya sendiri yang


merinding, dia berkata "Bagaimana kau bisa


menyebut anak anjing yang lebih mirip


serigala dan galak itu 'imut'?"


'Ternyata dia masih takut sama anjing ya


Iya sih, waktu kecil kan setiap kali dia keluar dari pintu rumah, anjing itu akan menggonggong di dalam rumah saat Joni


lewat di depan rumah itu'


"Bukannya itu imut? Dia selalu menyapamu


setiap pergi sekolah, pulang sekolah atau


mau pergi bermain di luar" kata Mina


"Imut apaan, anjing itu pasti punya dendam


denganku" Joni terdiam saat mendengar Mina yang tertawa kecil


Bagi Joni, Mina tertawa yang kecil dengan


tatapan hangat di matanya tapi itu benar


benar berbeda dengan kenyataannya, di


mana Mina hanya tertawa biasa tanpa


perasaan sedikit pun di matanya


Joni mengatakan lagi berharap bisa


mendengar suara tawa lepas Mina yang dulu


Sedangkan Kirara yang mendengar nya dari


awal menahan tawa sambil jongkok di balik


pintu salah satu kelas


Mendengar suara dari lapangan sekolah dan


merasakan sinar matahari yang mengenai


dirinya, Mina menatap ke arah sinar matahari


yang menembus masuk dari jendela di


sampingnya


Meskipun masih pagi tapi, sinar matahari


yang masuk lebih panas dari biasanya,


meletakkan tangannya di atas matanya

__ADS_1


untuk menghalangi sinar matahari yang


mengenai dengan tangan


Menyipitkan matanya melihat ke atas langit


biru yang sangat cerah dengan beberapa


awan yang menghiasinya seperti sedang


mengingat sesuatu yang sangat penting


Mendengar suara dari lapangan, dia melihat


ke bawah, terlihat beberapa anak berbicara


dengan teman dalam bentuk kelompok dan


masih ada beberapa anak perempuan yang


memberikan pertanyaan pada Jake


Melihat warna langit biru, awan putih dan


suara orang orang di lapangan, tangan dan


lehernya berkeringat dingin seolah dia baru


saja melakukan kesalahan dan


melupakannya begitu saja


Di antara orang orang yang berlalu lalang di


lapangan sekolah, ada seseorang dengan


tinggi yang hampir sama dengan Juvelian


kira kira sekitar 170cm dengan rambut di ikat


yang setengah


Seperti ada petir putih yang menabrak masuk ke kepala dan membawa kembali


ingatannya, Mina langsung teringat dengan


Juvelian yang dia tepis tangan dan berlari


meninggalkan nya di lapangan tanpa melihat


ke belakang


Melihat ke bawah dengan tatapan tajam


seperti elang yang sedang mencari


mangsanya dari ketinggian, begitulah


tatatapan Mina yang mencari Juvelian


dengan kobaran api di dalam dirinya


mungkin sudah melupakan Joni yang berdiri


di depan dengan wajah sedikit meronah dan


gugup seperti orang yang sedang berbicara


dengan cinta pertamanya


"Benar benar tidak adil, dia hanya


menggonggong padaku tapi, saat dengan


kalian, dia akan bertingkah seperti anak kucing"


Tapi dari pada tertawa, Mina hanya diam


menatap kosong ke arah luar jendela


Menyadari dirinya yang diabaikan, Joni ikut


melihat ke arah jendela


Yang Joni lihat hanyalah orang orang yang


berkumpul di sekitar Jake dengan wajah


kagum dan cerah tapi, yang sebenarnya Mina


melihat ke luar jendela untuk menemukan


Juvelian dan anak yang lainnya


Joni yang berpikir Mina belum juga


melupakan perasaannya pada Jake,


menggigit bibirnya sendiri dengan kuat


sampai darah mengalir


Sambil mengepal tinju di tangannya dan


Sedikit menundukkan kepalanya sambil berkata dalam hatinya


'Sebenarnya kenapa? Kenapa kau bisa


menyukainya?'


'Aku dan dia punya wajah yang sama,


meskipun aku tidak terlalu populer di


kalangannya siswi di sekolah ini tapi, aku


juga bukan orang yang seburuk itu kenapa


malah kau menyukai nya?'

__ADS_1


Mina yang hanya fokus melihat ke luar, tidak


menyadari Joni yang mengeluarkan aura


hitam dan mencekam di belakangnya


dengan tatapan sinis yang seperti menatap ke seseorang di lapangan dari jendela


Kirara yang melirik raut wajah dan apa yang


Joni lakukan menjadi lebih tidak tenang,


Kirara yang sudah berteman dengan Joni


dan Jake dari kelas 10 tidak pernah sekali


pun melihat Joni yang seperti itu


Meskipun dia tidak tahu siapa seseorang


yang membuat Joni marah atau pun


seseorang yang sedang di tatapan Joni


dengan tatapan sinis dan aura menakutkan


seperti itu tapi...


Instingnya yang tidak pernah salah


mengatakan untuk menjauhkan Mina dari


Joni, dengan percaya diri dan sangat alami


Kirara berjalan ke arah mereka dengan


mengeluarkan aura tenang


'Ini adalah saatnya orang yang mendapatkan


julukan calon ratu akting generasi


selanjutnya beraksi


Di negeri ini terdapat penghargaan untuk para aktor dan artis yang paling hebat dalam


berakting dan paling populer


Mamanya Kirara adalah pemegang penghargaan itu selama beberapa dekade,


tidak pernah ada yang berhasil menggeser nya dari posisi tersebut


Meskipun sudah mendapatkan banyak


penghargaan sejak kecil baik itu dari


bernyanyi atau pun anting tapi, baginya itu


masih belum cukup dia ingin menjadi seperti


mamanya


Seorang selebriti yang bukan hanya terkenal


di tanah air tapi, hampir seluruh negara


mengenal mamanya


Tapi di satu sisi dia juga sulit untuk


beradaptasi dengan lingkungan sekolah


Baik dia atau pun mamanya, mereka berdua


sering muncul di televisi


Anak perempuan yang lain selalu ingin akbar


dengan tujuan tertentu


Yaitu ingin menjadi terkenal, tidak pernah


ada yang tulus ingin berteman dengan nya


Wajah yang cantik dan sifat yang baik dan


ramah membuat banyak orang menyukai nya


dan populer di antara antara anak laki laki


Kirara beberapa kali mendapatkan


pernyataan cinta dari orang yang baru


pertama kali ia lihat tapi, selalu menolak dengan sopan


Dan juga beberapa kali mendapatkan


kebencian dari beberapa anak perempuan


yang berkata Kirara telah merebut pacar


anak itu dari nya


Kirara mulai menjadi tidak percaya diri,


menjauh dari orang orang yang seumur


dengannya


Dengan pemikiran bahwa dia tidak akan bisa berteman pada siapa pun sampai dia menjadi


siswi Sma di Miater


Tempat di mana dia bertemu dengan Jake dan


Joni


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2