
Rambut berwarna coklat kemerahan yang
selalu mengingat kan orang lain pada langit
senja, Mina meletakkan sikunya di atas
pinggiran jendela dan tangan di bawah dagu
"Masih sama aja" jawabnya dengan singkat
"Oh" jawab Joni tanpa dia sadari
Mina berbalik dan melihat Joni dengan
tatapan kosong, memiringkan bibirnya
sambil mengingat masa lalu
Diam beberapa saat dengan mata tertunduk
sambil kenangan tentang masa lalu Joni
muncul begitu saja, senyum licik terlihat di
bibirnya Mina
"Apa kau masih ingat, saat kita masih kecil
tetangga di sebelah rumahmu sepupunya
datang dengan membawa anak anjing"
Diam sebentar Mina mengatakan lagi
"Kau sampai tidak berani keluar karena anak
anjing yang imut itu"
Kata Mina sambil terkikik dan satu tangannya menyentuh pinggir jendela
"Kau masih mengingat nya, ya..." jawab
Joni sambil mengaruk pipinya dan mengalih
-kan pandangan nya seakan ia berkata dari
banyaknya kenangan indah kenapa harus
yang itu
Mengingat kembali wujud anak anjing itu,
Joni seketika merinding, anak anjing yang
ukurannya lebih besar dari kucing dewasa
dengan suara gonggongan yang masih
teringat olehnya
Memegang kedua tangannya sendiri yang
merinding, dia berkata "Bagaimana kau bisa
menyebut anak anjing yang lebih mirip
serigala dan galak itu 'imut'?"
'Ternyata dia masih takut sama anjing ya
Iya sih, waktu kecil kan setiap kali dia keluar dari pintu rumah, anjing itu akan menggonggong di dalam rumah saat Joni
lewat di depan rumah itu'
"Bukannya itu imut? Dia selalu menyapamu
setiap pergi sekolah, pulang sekolah atau
mau pergi bermain di luar" kata Mina
"Imut apaan, anjing itu pasti punya dendam
denganku" Joni terdiam saat mendengar Mina yang tertawa kecil
Bagi Joni, Mina tertawa yang kecil dengan
tatapan hangat di matanya tapi itu benar
benar berbeda dengan kenyataannya, di
mana Mina hanya tertawa biasa tanpa
perasaan sedikit pun di matanya
Joni mengatakan lagi berharap bisa
mendengar suara tawa lepas Mina yang dulu
Sedangkan Kirara yang mendengar nya dari
awal menahan tawa sambil jongkok di balik
pintu salah satu kelas
Mendengar suara dari lapangan sekolah dan
merasakan sinar matahari yang mengenai
dirinya, Mina menatap ke arah sinar matahari
yang menembus masuk dari jendela di
sampingnya
Meskipun masih pagi tapi, sinar matahari
yang masuk lebih panas dari biasanya,
meletakkan tangannya di atas matanya
__ADS_1
untuk menghalangi sinar matahari yang
mengenai dengan tangan
Menyipitkan matanya melihat ke atas langit
biru yang sangat cerah dengan beberapa
awan yang menghiasinya seperti sedang
mengingat sesuatu yang sangat penting
Mendengar suara dari lapangan, dia melihat
ke bawah, terlihat beberapa anak berbicara
dengan teman dalam bentuk kelompok dan
masih ada beberapa anak perempuan yang
memberikan pertanyaan pada Jake
Melihat warna langit biru, awan putih dan
suara orang orang di lapangan, tangan dan
lehernya berkeringat dingin seolah dia baru
saja melakukan kesalahan dan
melupakannya begitu saja
Di antara orang orang yang berlalu lalang di
lapangan sekolah, ada seseorang dengan
tinggi yang hampir sama dengan Juvelian
kira kira sekitar 170cm dengan rambut di ikat
yang setengah
Seperti ada petir putih yang menabrak masuk ke kepala dan membawa kembali
ingatannya, Mina langsung teringat dengan
Juvelian yang dia tepis tangan dan berlari
meninggalkan nya di lapangan tanpa melihat
ke belakang
Melihat ke bawah dengan tatapan tajam
seperti elang yang sedang mencari
mangsanya dari ketinggian, begitulah
tatatapan Mina yang mencari Juvelian
dengan kobaran api di dalam dirinya
mungkin sudah melupakan Joni yang berdiri
di depan dengan wajah sedikit meronah dan
gugup seperti orang yang sedang berbicara
dengan cinta pertamanya
"Benar benar tidak adil, dia hanya
menggonggong padaku tapi, saat dengan
kalian, dia akan bertingkah seperti anak kucing"
Tapi dari pada tertawa, Mina hanya diam
menatap kosong ke arah luar jendela
Menyadari dirinya yang diabaikan, Joni ikut
melihat ke arah jendela
Yang Joni lihat hanyalah orang orang yang
berkumpul di sekitar Jake dengan wajah
kagum dan cerah tapi, yang sebenarnya Mina
melihat ke luar jendela untuk menemukan
Juvelian dan anak yang lainnya
Joni yang berpikir Mina belum juga
melupakan perasaannya pada Jake,
menggigit bibirnya sendiri dengan kuat
sampai darah mengalir
Sambil mengepal tinju di tangannya dan
Sedikit menundukkan kepalanya sambil berkata dalam hatinya
'Sebenarnya kenapa? Kenapa kau bisa
menyukainya?'
'Aku dan dia punya wajah yang sama,
meskipun aku tidak terlalu populer di
kalangannya siswi di sekolah ini tapi, aku
juga bukan orang yang seburuk itu kenapa
malah kau menyukai nya?'
__ADS_1
Mina yang hanya fokus melihat ke luar, tidak
menyadari Joni yang mengeluarkan aura
hitam dan mencekam di belakangnya
dengan tatapan sinis yang seperti menatap ke seseorang di lapangan dari jendela
Kirara yang melirik raut wajah dan apa yang
Joni lakukan menjadi lebih tidak tenang,
Kirara yang sudah berteman dengan Joni
dan Jake dari kelas 10 tidak pernah sekali
pun melihat Joni yang seperti itu
Meskipun dia tidak tahu siapa seseorang
yang membuat Joni marah atau pun
seseorang yang sedang di tatapan Joni
dengan tatapan sinis dan aura menakutkan
seperti itu tapi...
Instingnya yang tidak pernah salah
mengatakan untuk menjauhkan Mina dari
Joni, dengan percaya diri dan sangat alami
Kirara berjalan ke arah mereka dengan
mengeluarkan aura tenang
'Ini adalah saatnya orang yang mendapatkan
julukan calon ratu akting generasi
selanjutnya beraksi
Di negeri ini terdapat penghargaan untuk para aktor dan artis yang paling hebat dalam
berakting dan paling populer
Mamanya Kirara adalah pemegang penghargaan itu selama beberapa dekade,
tidak pernah ada yang berhasil menggeser nya dari posisi tersebut
Meskipun sudah mendapatkan banyak
penghargaan sejak kecil baik itu dari
bernyanyi atau pun anting tapi, baginya itu
masih belum cukup dia ingin menjadi seperti
mamanya
Seorang selebriti yang bukan hanya terkenal
di tanah air tapi, hampir seluruh negara
mengenal mamanya
Tapi di satu sisi dia juga sulit untuk
beradaptasi dengan lingkungan sekolah
Baik dia atau pun mamanya, mereka berdua
sering muncul di televisi
Anak perempuan yang lain selalu ingin akbar
dengan tujuan tertentu
Yaitu ingin menjadi terkenal, tidak pernah
ada yang tulus ingin berteman dengan nya
Wajah yang cantik dan sifat yang baik dan
ramah membuat banyak orang menyukai nya
dan populer di antara antara anak laki laki
Kirara beberapa kali mendapatkan
pernyataan cinta dari orang yang baru
pertama kali ia lihat tapi, selalu menolak dengan sopan
Dan juga beberapa kali mendapatkan
kebencian dari beberapa anak perempuan
yang berkata Kirara telah merebut pacar
anak itu dari nya
Kirara mulai menjadi tidak percaya diri,
menjauh dari orang orang yang seumur
dengannya
Dengan pemikiran bahwa dia tidak akan bisa berteman pada siapa pun sampai dia menjadi
siswi Sma di Miater
Tempat di mana dia bertemu dengan Jake dan
Joni
~Bersambung~
__ADS_1