Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 76


__ADS_3

"Di dunia ini tidak ada rahasia yang bisa di simpan selama, cepat atau lambat pasti akan ketahuan karena itu aku akan menceritakan nya sekarang"


Benar, Luxia adalah tipe orang yang menganggap semua hal di dunia ini baik itu yang memiliki bentuk atau tidak pasti akan berakhir dan memilih untuk mempercepat nya


Luxia kemudian mulai satu persatu bercerita tentang bagaimana dia menjadi anak angkat di keluarga Juvelian


Ibu kandung Luxia yang menjadi salah satu pengusaha terkaya dan terima memiliki banyak kenalan dan sangat di kenal luas oleh orang orang di dunia bisnis


Banyak anak muda yang ingin menjadi sepertinya, meskipun terlahir sebagai putri penerus perusahaan yang masa depannya


tentu saja cerah


Dia hanya perlu duduk sampai orang tuanya mewariskan semuanya padanya, tapi tidak


dia memulai usahanya sendiri tanpa bantuan siapa pun


Kebetulan di dalam perjalanannya memulai usaha dia bertemu dengan orang tua Juvelian yang segera memiliki hubungan yang baik dengan orang tua Juvelian


Pemilik perusahaan generasi sebelumnya yang meninggal tanpa alasan yang pasti langsung membuat para direktur memanggil dia untuk pulang


Tidak ada kabar tentang nya lagi, hubungan mereka terputus tiba tiba, tiga belas tahun berlalu begitu saja


Sebelum ibunya mati, dia menemui orang tua Juvelian diam diam dan membuat


perjanjian dengan mereka berdua yang


berisi


Namun, Luxia sebenarnya juga tidak tau isi perjanjian yang mereka buat tapi seiring berjalannya waktu dan bertambah nya usia


Tanda tanya muncul di kepalanya, dia terus saja mencari tau dari orang orang yang bekerja di rumahnya sebelumnya meninggal dunia


Hasil nihil, bukannya tidak mendapat kan jawaban karena orang orang itu mulutnya di tutup oleh ibu kandung nya sebelum pergi


Tapi tidak ada kabar dari pelayan, koki dan tukang kebun yang bekerja dengan ibunya semuanya di pecat pada hari yang sama tapi tidak tau ke mana mereka pergi atau kah mereka masih hidup


Hal itu tidak sengaja di ketahui oleh Alan yang terus saja berkeliaran di sekitarnya seperti seorang mata mata


Orang tua Juvelian tidak punya pilihan lain selain mengatakan nya secara singkat "Jika suatu hari dia meninggal dunia sebelum Luxia berusia18 tahun"


"Dan tidak mungkin bisa mewarisi semua kekayaan dan perusahaan keluarga Luxia karena usianya masih sangat muda"


"Tolong angkat dia menjadi anak kalian dan jangan berikan kasih sayang sedikit pun apa pun yang terjadi, perlakukan dia dengan dingin"


"Itu lah yang di katakan papa mama saat aku bertanya"


Pada saat yang sama, Juvelian yang mendengar nya mengerutkan keningnya dengan tatapan aneh di matanya


'Bagaimana bisa ibu kakak meminta mama papa tidak memberikan kasih sayang padanya? Tidak heran hubungan kakak dengan papa mama terlihat sangat aneh'


Yang lebih mengejutkan adalah beberapa minggu setelah hari itu ibu Luxia


benar benar meninggal sebelum Luxia berusia dua belas tahun karena kecelakaan

__ADS_1


Berita itu sangat menghebohkan dunia


banyak pihak yang bersedih saat mendengar nya tapi sekali gus berita yang membahagiakan bagi beberapa orang yang memiliki niat buruk


Jika mereka mengangkat Luxia yang


baru berusia 12 tahun menjadi anak mereka, otomatis semua nya akan di serahkan pada walinya


keberada nya (Luxia) tidak di ketahui pada awalnya seolah olah Luxia hanyalah angin lalu


Dari banyak pesta yang di datangi ibunya, ibu Luxia tidak pernah sekali pun membawanya dan paling tidak suka jika ada orang yang membahas tentang anak yang dia sembunyi kan dengan baik


Mereka hanya berpikir Ibu kandung Luxia menyembunyikan keberadaan nya untuk melindungi dari saingan bisnis dan media


Tapi sebenarnya sangat menyayangi dan memanjakan nya sampai membersihkan jalan yang akan Luxia lewati


Mereka mulai beranggapan Luxia hanya gadis kecil polos yang akan menangis di hari kematian ibu nya


Dan orang orang yang punya niat buruk itu akan mengulurkan tangan mereka dengan senang hati


Tapi semua pikiran itu menghilang saat melihat Luxia secara langsung yang sedang melihat mayat ibu kandung sendiri dengan tatapan kosong


Karena tidak pernah ada yang tau, Luxia


tidak pernah mendapatkan kasih sayang


dari satu satunya orang yang dia sebut 'ibu'


Tidak menangis atau menetes kan satu pun air mata yang membuat orang lain merinding melihat nya atau merasa aneh


setelah hari pemakaman itu


Dan pada hari pemakaman itu, mereka berbisik bisik di belakang Luxia tanpa rasa bersalah dengan tatapan hina dan jijik


Di tengah keributan itu, papa mama Juvelian


dan Allen masuk dengan berjalan ke arah peti dan dengan segera memegang


bahu Luxia sambil melihat mayat ibu Luxia


Saat Luxia di angkat menjadi anak


mereka banyak orang yang berpikir


kecelakaan itu di lakukan dengan sengaja


Rumor semakin buruk tapi tidak tahu apa


yang di lakukan papa mama Juvelian


rumor itu lenyap dalam hitungan hari


Satu hari setelah nya Aku (Luxia) di bawa ke rumah keluarga kalian dan tinggal di sana, Aku yang saat itu tidak mengerti perasaan bertemu dengan Allen yang mirip denganku

__ADS_1


Meskipun dia lebih muda satu tahun dariku tapi dia selalu bersikap seolah olah dia adalah kakakku


Mungkin karena sifat yang mirip, kami hampir tidak pernah bertengkar dan hanya tenggelam dalam keheningan saat sedang berdua


Karena itu aku berpikir sifatku adalah hal yang normal, Juvelian mengepal


tangannya dengan kuat sambil menetes


kan air mata dan mengerang kan giginya


'Ini memang terdengar konyol karena aku


menangis mengganti kan kakak yang


bahkan tidak menangis saat berada di


situasi kayak gitu tapi tetap saja


bagaimana kakak bisa bertahan...'


"Lian, aku menceritakan ini bukan untuk melihat mu menangis tapi


terima kasih" kata Luxia dengan suara


hangat


Dia kemudian menambah dengan suara yang terdengar gembira "Setelah


itu kau datang, Lian"


Aku yang saat itu melihat mu menangis di keranjang bayi yang memiliki tubuh kecil dan tertawa saat memegang tanganku dengan tangan kecilmu


Membuatku berpikir 'Bagaimana


makhluk sekecil ini bisa bertahan di dunia


yang kejam seperti ini'


Seiring berjalan dengannya waktu, Kau tumbuh dengan banyak ekspresi, menangis karena terjatuh dan mendorong wortel dari piring mi karena kau membenci nya


Juvelian tersentak mendengar Luxia mengatakan nya dengan nada mengejek dan ikut tertawa bersamaan


'Apa karena itu terjadi sebelum aku berumur lima tahun, makanya aku tidak ingat?'


Dia kemudian bertanya hal lain yang


sangat Juvelian hindari dan membuat


nya menarik air matanya


~Bersambung~


Penasaran apa yang akan Luxia tanya?tunggu bab selanjutnya, tiga hari lagi~

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca novel ini


Dan terima kasih sudah memberi semangat dengan like, vote dan komentar


__ADS_2