Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 54


__ADS_3

Pembawa acara yang ada di sampingku


Berbicara dengan Mic


"Sebelum Mina Flowers turun dari panggung


Dia akan menyampaikan sesuatu"


Dia mengarahkan tangannya ke arahku dan


Berbicara lagi "Mari kita dengarkan"


Aku mengambil napas dalam- dalam


"Terima kasih untuk kalian yang sudah


Mendengarkan saya bernyanyi"


"Saya bernyanyi di sini, Karena ada yang ingin saya sampaikan pada seseorang"


Beberapa orang mulai berbisik dengan


seseorang yang mungkin adalah temannya


"Hei kayaknya dia mau melakukan


pernyataan cinta di depan umum deh"


"Cantiknya, tadi katanya siapa ya namanya?"


"Mina Flowers? Dia kakak kelas kita yang pernah menjadi orang yang sering di gosipkan"


Saat itu aku sangat ragu untuk mengatakannya Tapi, adik kelasku memberiku semangat, Saat itu juga dengan percaya diri aku berkata sambil memegang mic dengan kedua tanganku


"Jake dari kelas 6-6" tapi mulai meninggikan suaraku sambil mataku karena malu "Apa


kau mau jadi pacarku"


Aku juga mendengar suara para juri di depan


"Ya ampun, kayaknya ini harus segera


dihentikan deh"


Juri yang duduk di sebelahnya hanya berkata


"Namanya juga sedang jatuh cinta..."


Keheningan menyelimuti aula untuk sesaat


Sepertinya Jake juga terkejut, aku tidak tahu


Karena hanya menutup mataku dengan erat


Tapi, aku mendengar sorak orang orang yang


Berkata terima terima


Aku juga merasakan tatapan dari dua orang


Yang mungkin satunya adalah Jake tapi yang satunya hanya menatap ku tanpa berbicara


Aku bisa merasanya ada yang aneh dengan


Tatapannya


"Maaf"


Aku langsung membuka mata ku lebar- lebar


Hanya dengan satu kata


Orang- orang yang mendukung ku langsung


Diam tanpa terdengar satu katapun


Jake menjawab sambil mengaruk bagian


belakang kepalanya


"Tapi kita ini kan sudah seperti keluarga"


"Aku sudah menganggapmu sebagai adikku"


Apa ini yang namakan semakin tinggi kau


Melayang, semakin sakit saat terjatuh


Seperti kaca yang pecah berkeping keping,


Khayalanku hancur seketika


Juri yang tadi berbicara, bergumam yang


Membuat juri di sebelahnya tertawa


canggung "Lihat, tuh kan"


"Aku ingin menghentikannya Karena khawatir hal kayak ini akan terjadi lagi"


Karena terlalu malu, aku segera berlari ke


arah belakang panggung sambil berlinang


Air mata, setelah hari itu tidak ada hari yang


Tenang bagiku


Berdiri di depan kaca, aku memegang poni


Rambut ku yang sudah ku panjang kan


sepanjang rambut belakang sambil


memotong poni rambut ku dan rambut


Belakangku yang sudah terlalu panjang untuk diri ku yang dulu


Setelah memotong rambut ku dengan rapi


Aku mengikat semua rambut ku kecuali poni

__ADS_1


rambut ku dengan kuncir ekor kuda


'Sejak awal membiarkan rambut ku di gerai


Bukanlah gayaku'


Sekarang tidak ada lagi Mina yang menyukai


Jake atau pun gadis pemberani dan ramah


Mereka berdua sudah mati yang ada hanya


Mina yang melakukan apa pun yang dia mau


Keesokan harinya, mereka pindah ke luar


negeri tanpa berpamitan


Hubungan kami terputus begitu saja, selain


Mimpi buruk tentang hari itu yang selalu


Menghantui ku


Banyak gosip dan rumor yang menyebar


Dengan sangat cepat di sekolah sambil


Ditambah -tambahkan tentang hal yang tidak


Pernah terjadi sebelumnya


Aku mengetahuinya saat pergi ke toilet


sekolah, saat memegang gagang pintu toilet


Aku memang mendengar beberapa orang


Berbicara tapi, itu adalah hal yang biasa


terjadi


Membicarakan orang lain atau hal lain di toilet adalah yang biasa terjadi di banyak sekolah, aku menghela napas sambil


membuka pintu


Begitu pintu terbuka, tiga anak perempuan


Yang kelihatan nya seumuranku tertawa kecil


Salah satu dari mereka memulai


pembicaraan yang lain


"Hei, kalian masih ingat gak? Mina dari kelas


Lain yang bernyanyi waktu itu?"


Orang yang di sebelahnya yang sepertinya


Adalah teman sekelasnya berkata


Waktu itu. Aku ingat tapi, kenapa?"


"Setelah cintanya di tolak dengan kata kata


yang tidak terduga, katanya dia banyak


berubah"


Mendengar katanya rasanya seperti ada sesuatu yang menghantam belakang kepalaku dengan suara gedebuk dan sesuatu yang menusuk hatiku


"Anak itu bahkan mengikat rambutnya


dengan gaya ekor kuda tapi, apa kalian tahu apa yang terjadi dengan Jake?"


"Katanya dia pindah ke sekolah lain?"


Gadis yang sedang mencuci mukanya


berkata sambil mengepal wajahnya dengan


Kain yang memiliki bordiran bunga


"Rumornya sih, bilang dia pindah ke luar


negeri keesokan setelah hari pentas seni"


Gadis yang berdiri di tengah mereka berkata


Sambil terkikik "Jangan bilang dia sudah


mati, dulu kan Mina terkenal dengan julukan


'Gadis tomboi'


"Haha, kau ini bicara apa sih? Dia pasti


pindah sekolah ke luar negeri karena ingin


Kabur dari malaikat kematian yang mengejar


-nya"


Gadis di sebelah kiri membuka keran air


Sambil berkata "Bukannya dia terlalu percaya


Diri akan di terima oleh Jake yang populer di


Antara anak perempuan yang cantik?"


"Dia kan sampai memohon mohon kepada Jake


setelah pentas seni berakhir dan semua orang


di ada lagi di aula"


"Aku melihatnya berlutut di depan Jake"


'Apa matamu buta? Aku bahkan tidak pernah melihatnya setelah selesai bernyanyi'

__ADS_1


pikirku sambil melipat kedua tanganku


Gadis yang di tengah menambah "Apa dia tidak malu berkeliaran di sekolah setelah hari


Itu? Kalau aku sih pasti akan pindah sekolah


Atau bunuh diri karena terlalu malu"


Aku menghela napas panjang dengan


sengaja yang membuat mereka kaget sambil


Berteriak tanpa suara dengan wajah pucat


Salah satu dari mereka, berbalik dan tidak


Sengaja berkata "Si Gadis Tomboi"


Kaget dengan apa yang dia katakan, dia


langsung menutup mulut dengan kedua


Tangannya "Haha, Mina bagaimana kabarmu


? Kau sehat -sehat sajakan?" tanya gadis yang tadi memulai pembicaraan tentang


Mina


Mina berjalan dengan suara langkah kaki yang terdengar di toilet


Tidak ada suara lain selain suara langkah kaki dan mereka bertiga yang menelan ludah


Mereka sendiri karena melihat tatapan


dingin Mina


Mina mengangkat tangannya dengan mereka yang Menutup mata, mengambil satu helai


bulu mata yang terjatuh di wajah salah satu


gadis itu


Mina menunjukkan seringai di bibirnya dan


Berkata dengan nada dingin sambil


Menunjukkan bulu mata di hadapan mereka


Salah satu dari mereka mengintip dengan


ragu -ragu


"Lebih kalian menjaga ucapan kalian


sebelum kalian akan menyesal untuk


selamanya"


"Kalian kan tidak tahu apa yang sebenarnya


Terjadi"


Aku yang menyadari diriku terlalu dekat


dengan mereka, mundur beberapa langkah


dengan tenang dan ekspresi tenang sambil


tersenyum tipis


Meletakkan tangan ku di atas bahu gadis


yang berdiri di tengahAku mendekatkan kepalaku ke telinganya dan berkata "Bilang


pada pacar mu"


Aku diam sebentar, Mengangkat tanganku


Sambil menjauh darinya sambil tersenyum


Aku berkata sambil menunjuk seringai di


bibir ku "Jangan mengganggu ku, karena dia


bukan tipe idealku"


Mereka gemetar ketakutan, melihat kaki


mereka yang gemetar dan salah satu dari mereka menangis, aku tertawa keras


dengan sedikit membungkuk, berhenti


tertawa dan menenangkan diri ku


'Gawat nih, kenapa kau tiba tiba menangis?'


pikirku yang rasanya ingin menangis karena


terlalu bingung


Mengangkat poni ku ke atas dengan tangan


ku, melihat ke arah mereka sambil mengacak


-acak rambutku 'Ku pikir mereka akan langsung pergi, merepotkan'


Salah satu dari mereka bertanya dengan


Ragu -ragu "Ka, kami... Pergi duluan ya?"


"Pergilah..." kata Mina dengan suara lembut


dan tersenyum cerah


Mereka bertiga awalnya mengendap -endap


tapi dengan terburu -buru berlari keluar dari toilet seperti kucing yang akan di siram Air


Aku hanya menatap mereka dengan tatapan kosong sambil melambaikan tangan


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2