
Pembawa acara yang ada di sampingku
Berbicara dengan Mic
"Sebelum Mina Flowers turun dari panggung
Dia akan menyampaikan sesuatu"
Dia mengarahkan tangannya ke arahku dan
Berbicara lagi "Mari kita dengarkan"
Aku mengambil napas dalam- dalam
"Terima kasih untuk kalian yang sudah
Mendengarkan saya bernyanyi"
"Saya bernyanyi di sini, Karena ada yang ingin saya sampaikan pada seseorang"
Beberapa orang mulai berbisik dengan
seseorang yang mungkin adalah temannya
"Hei kayaknya dia mau melakukan
pernyataan cinta di depan umum deh"
"Cantiknya, tadi katanya siapa ya namanya?"
"Mina Flowers? Dia kakak kelas kita yang pernah menjadi orang yang sering di gosipkan"
Saat itu aku sangat ragu untuk mengatakannya Tapi, adik kelasku memberiku semangat, Saat itu juga dengan percaya diri aku berkata sambil memegang mic dengan kedua tanganku
"Jake dari kelas 6-6" tapi mulai meninggikan suaraku sambil mataku karena malu "Apa
kau mau jadi pacarku"
Aku juga mendengar suara para juri di depan
"Ya ampun, kayaknya ini harus segera
dihentikan deh"
Juri yang duduk di sebelahnya hanya berkata
"Namanya juga sedang jatuh cinta..."
Keheningan menyelimuti aula untuk sesaat
Sepertinya Jake juga terkejut, aku tidak tahu
Karena hanya menutup mataku dengan erat
Tapi, aku mendengar sorak orang orang yang
Berkata terima terima
Aku juga merasakan tatapan dari dua orang
Yang mungkin satunya adalah Jake tapi yang satunya hanya menatap ku tanpa berbicara
Aku bisa merasanya ada yang aneh dengan
Tatapannya
"Maaf"
Aku langsung membuka mata ku lebar- lebar
Hanya dengan satu kata
Orang- orang yang mendukung ku langsung
Diam tanpa terdengar satu katapun
Jake menjawab sambil mengaruk bagian
belakang kepalanya
"Tapi kita ini kan sudah seperti keluarga"
"Aku sudah menganggapmu sebagai adikku"
Apa ini yang namakan semakin tinggi kau
Melayang, semakin sakit saat terjatuh
Seperti kaca yang pecah berkeping keping,
Khayalanku hancur seketika
Juri yang tadi berbicara, bergumam yang
Membuat juri di sebelahnya tertawa
canggung "Lihat, tuh kan"
"Aku ingin menghentikannya Karena khawatir hal kayak ini akan terjadi lagi"
Karena terlalu malu, aku segera berlari ke
arah belakang panggung sambil berlinang
Air mata, setelah hari itu tidak ada hari yang
Tenang bagiku
Berdiri di depan kaca, aku memegang poni
Rambut ku yang sudah ku panjang kan
sepanjang rambut belakang sambil
memotong poni rambut ku dan rambut
Belakangku yang sudah terlalu panjang untuk diri ku yang dulu
Setelah memotong rambut ku dengan rapi
Aku mengikat semua rambut ku kecuali poni
__ADS_1
rambut ku dengan kuncir ekor kuda
'Sejak awal membiarkan rambut ku di gerai
Bukanlah gayaku'
Sekarang tidak ada lagi Mina yang menyukai
Jake atau pun gadis pemberani dan ramah
Mereka berdua sudah mati yang ada hanya
Mina yang melakukan apa pun yang dia mau
Keesokan harinya, mereka pindah ke luar
negeri tanpa berpamitan
Hubungan kami terputus begitu saja, selain
Mimpi buruk tentang hari itu yang selalu
Menghantui ku
Banyak gosip dan rumor yang menyebar
Dengan sangat cepat di sekolah sambil
Ditambah -tambahkan tentang hal yang tidak
Pernah terjadi sebelumnya
Aku mengetahuinya saat pergi ke toilet
sekolah, saat memegang gagang pintu toilet
Aku memang mendengar beberapa orang
Berbicara tapi, itu adalah hal yang biasa
terjadi
Membicarakan orang lain atau hal lain di toilet adalah yang biasa terjadi di banyak sekolah, aku menghela napas sambil
membuka pintu
Begitu pintu terbuka, tiga anak perempuan
Yang kelihatan nya seumuranku tertawa kecil
Salah satu dari mereka memulai
pembicaraan yang lain
"Hei, kalian masih ingat gak? Mina dari kelas
Lain yang bernyanyi waktu itu?"
Orang yang di sebelahnya yang sepertinya
Adalah teman sekelasnya berkata
Waktu itu. Aku ingat tapi, kenapa?"
"Setelah cintanya di tolak dengan kata kata
yang tidak terduga, katanya dia banyak
berubah"
Mendengar katanya rasanya seperti ada sesuatu yang menghantam belakang kepalaku dengan suara gedebuk dan sesuatu yang menusuk hatiku
"Anak itu bahkan mengikat rambutnya
dengan gaya ekor kuda tapi, apa kalian tahu apa yang terjadi dengan Jake?"
"Katanya dia pindah ke sekolah lain?"
Gadis yang sedang mencuci mukanya
berkata sambil mengepal wajahnya dengan
Kain yang memiliki bordiran bunga
"Rumornya sih, bilang dia pindah ke luar
negeri keesokan setelah hari pentas seni"
Gadis yang berdiri di tengah mereka berkata
Sambil terkikik "Jangan bilang dia sudah
mati, dulu kan Mina terkenal dengan julukan
'Gadis tomboi'
"Haha, kau ini bicara apa sih? Dia pasti
pindah sekolah ke luar negeri karena ingin
Kabur dari malaikat kematian yang mengejar
-nya"
Gadis di sebelah kiri membuka keran air
Sambil berkata "Bukannya dia terlalu percaya
Diri akan di terima oleh Jake yang populer di
Antara anak perempuan yang cantik?"
"Dia kan sampai memohon mohon kepada Jake
setelah pentas seni berakhir dan semua orang
di ada lagi di aula"
"Aku melihatnya berlutut di depan Jake"
'Apa matamu buta? Aku bahkan tidak pernah melihatnya setelah selesai bernyanyi'
__ADS_1
pikirku sambil melipat kedua tanganku
Gadis yang di tengah menambah "Apa dia tidak malu berkeliaran di sekolah setelah hari
Itu? Kalau aku sih pasti akan pindah sekolah
Atau bunuh diri karena terlalu malu"
Aku menghela napas panjang dengan
sengaja yang membuat mereka kaget sambil
Berteriak tanpa suara dengan wajah pucat
Salah satu dari mereka, berbalik dan tidak
Sengaja berkata "Si Gadis Tomboi"
Kaget dengan apa yang dia katakan, dia
langsung menutup mulut dengan kedua
Tangannya "Haha, Mina bagaimana kabarmu
? Kau sehat -sehat sajakan?" tanya gadis yang tadi memulai pembicaraan tentang
Mina
Mina berjalan dengan suara langkah kaki yang terdengar di toilet
Tidak ada suara lain selain suara langkah kaki dan mereka bertiga yang menelan ludah
Mereka sendiri karena melihat tatapan
dingin Mina
Mina mengangkat tangannya dengan mereka yang Menutup mata, mengambil satu helai
bulu mata yang terjatuh di wajah salah satu
gadis itu
Mina menunjukkan seringai di bibirnya dan
Berkata dengan nada dingin sambil
Menunjukkan bulu mata di hadapan mereka
Salah satu dari mereka mengintip dengan
ragu -ragu
"Lebih kalian menjaga ucapan kalian
sebelum kalian akan menyesal untuk
selamanya"
"Kalian kan tidak tahu apa yang sebenarnya
Terjadi"
Aku yang menyadari diriku terlalu dekat
dengan mereka, mundur beberapa langkah
dengan tenang dan ekspresi tenang sambil
tersenyum tipis
Meletakkan tangan ku di atas bahu gadis
yang berdiri di tengahAku mendekatkan kepalaku ke telinganya dan berkata "Bilang
pada pacar mu"
Aku diam sebentar, Mengangkat tanganku
Sambil menjauh darinya sambil tersenyum
Aku berkata sambil menunjuk seringai di
bibir ku "Jangan mengganggu ku, karena dia
bukan tipe idealku"
Mereka gemetar ketakutan, melihat kaki
mereka yang gemetar dan salah satu dari mereka menangis, aku tertawa keras
dengan sedikit membungkuk, berhenti
tertawa dan menenangkan diri ku
'Gawat nih, kenapa kau tiba tiba menangis?'
pikirku yang rasanya ingin menangis karena
terlalu bingung
Mengangkat poni ku ke atas dengan tangan
ku, melihat ke arah mereka sambil mengacak
-acak rambutku 'Ku pikir mereka akan langsung pergi, merepotkan'
Salah satu dari mereka bertanya dengan
Ragu -ragu "Ka, kami... Pergi duluan ya?"
"Pergilah..." kata Mina dengan suara lembut
dan tersenyum cerah
Mereka bertiga awalnya mengendap -endap
tapi dengan terburu -buru berlari keluar dari toilet seperti kucing yang akan di siram Air
Aku hanya menatap mereka dengan tatapan kosong sambil melambaikan tangan
~Bersambung~
__ADS_1