
Selamat membaca
Kirara beberapa kali mendapatkan
pernyataan cinta dari orang yang baru
pertama kali ia lihat tapi, selalu menolak dengan sopan
Dan juga beberapa kali mendapatkan
kebencian dari beberapa anak perempuan
yang berkata Kirara telah merebut pacar
anak itu dari nya
Kirara mulai menjadi tidak percaya diri,
menjauh dari orang orang yang seumur
dengannya
Dengan pemikiran bahwa dia tidak akan bisa berteman pada siapa pun sampai dia menjadi
siswi Sma di Miater
Tempat di mana dia bertemu dengan Jake dan
Joni
Awalnya dia merasa canggung dengan Jake
dan Joni yang memperlakukan nya dengan
baik, berbeda dengan anak laki -laki yang
mendekatinya sambil tersenyum karena
suatu tujuan
Joni dan Jake hanya ingin berteman dengan
nya, Kirara yang masih ragu -ragu memutuskan
untuk berteman dengan mereka dan melihat hasilnya
Setiap kali ada anak laki laki yang menyatakan cintanya, mereka berdua pasti akan datang membantu Kirara
Dia kembali membuka hatinya untuk menerima
orang lain
Selama beberapa tahun hanya bisa
berteman Joni dan Jake yang benar benar
tulus menganggap nya sebagai teman tanpa
tujuan tersembunyi
Bagi Kirara itu adalah sebuah keajaiban, meskipun banyak orang yang mengaku sebagai temannya tapi tidak pernah ada yang tulus ingin berteman dengan nya
Melangkahkan kakinya dengan jarak yang
agak lebar dan kedua tangan yang sedikit
maju mundur bergantian
Suara seseorang yang menghancurkan
keheningan seperti memecahkan dinding es
tipis yang ada di sekitar mereka dengan
suara yang hangatnya
"Joni, kita di suruh ke ruangan OSIS
secepatnya" kata Kirara sambil melambaikan
tangannya ke atas sambil tersenyum cerah
Melirik ke arah Mina yang melihatnya dengan tatapan tidak peduli
Tersenyum hangat dengan matanya yang melengkung membentuk senyuman ke arah
Mina, kemudian menyapanya dengan suara
lembut yang bersahabat
"Hai"
Memegang kerah baju Joni dari belakang sambil menyeret joni dengan tangannya
"Ayo, kita berangkat teman"
Kirara yang menarik Joni seperti itu mengingatkan nya pada masa kecilnya yang
menarik Joni jika terlibat masalah
Terdiam dengan tatapan kosong sambil
melihat Joni yang melambaikan tangan
dalam keadaan dirinya yang masih di seret
dari belakang
Melewati beberapa kelas dan berhenti tiba
tiba dan bahu yang menyentak seperti ingin
mengatakan sesuatu, melirik ke arah Mina
yang berada jauh di belakangnya
Berbalik dan melihat ke arah Mina sambil
__ADS_1
melepaskan genggam tangannya dengan
lembut dan menetup kedua tangan nya
beberapa kali seperti baru saja menyentuh
sesuatu yang kotor
Dia mengeluarkan HP nya dari saku roknya
dan di sini lain Joni bangkit dari lantai
dengan tatapan tajam ke arah Kirara yang
bilang 'memang nya aku sampah apa?'
Joni menepuk baju seragamnya dengan
cepat dengan kedua tangannya
Beberapa debu beterbangan di udara yang
semakin terlihat karena sinar matahari
Kirara melihat ke layar HP nya sambil
menekan layar HP dengan jarinya seperti
dengan mengetik pesan untuk seseorang,
itulah yang Mina pikirkan
Sampai suara musik dari saku roknya
terdengar dengan sangat keras sampai
menusuk ke telinganya, mengeluarkan HP
nya dengan tergesa gesa, tangan Mina
kembali berkeringat dingin
Walau hanya sedikit yang terlihat tapi
ekspresi wajahnya terlihat cemberut tapi di
satu sisi terdapat kebencian yang mendalam dari matanya
Mina yang berpikir itu panggilan dari ibunya
yang khawatir padanya tapi ekspresi
wajahnya menjadi datar tanpa tujuan seperti
seseorang yang bingung dengan
perasaannya
Langsung menurunkan volume suara yang
kembali menjadi hening sedangkan Mina
menghela napas lega untuk beberapa saat
Yang membuat tanda tanya besar pada
Kirara dan Joni, dan ekspresi yang penuh
dengan teka teki yang mendengar nya
menghela napas lega
'Kenapa dia merasa lega seperti itu?
Mencurigakan'
Di layar HP nya yang hitam hanya terdapat
panggilan dari seseorang yang tidak dikenal
dengan nomor yang tidak pernah dia lihat
sebelumnya
Dia mendekatkan wajahnya ke HP nya
seperti bertanya apa dirinya sendiri 'Apa ada
yang salah dengan mataku?' hanya menatap
kosong ke layar HP untuk beberapa saat
sambil mengerutkan keningnya
Mengangkat HP nya ke atas dengan kedua
tangannya tapi, tetap tidak bisa mengingat
siapa pemilik Nomor ini
Dari pinggir HP nya ada sesuatu yang
bersinar dengan aura yang tidak biasa
Terlihat Kirara yang mengeluarkan aura yang
elegan Karena hanya fokus pada layar HP
nya, Kirara yang dia lihat sedikit kabur atau
tidak jelas
Melirik ke arah Kirara yang seperti dengan
berpose, Kirara berdiri dengan satu kaki di depan dan yang satu di belakang seperti ingin berjalan
Tangannya yang sedang memegang HP di
__ADS_1
luruskan ke depan seperti ingin
menunjukkan sesuatu dan tangan yang satu
di pinggang, Kirara yang berdiri seperti itu
mengingatkan nya pada model di majalah
yang ibunya baca pagi ini
Karena jarak mereka terlalu jauh, layar HP
Kirara hanya terlihat hitam
Menyipitkan matanya melihat ke arah layar
HP Kirara yang terdapat nomor yang sangat
familiar bagi Mina
Mina menggerakkan bibirnya seperti sedang
menggumam kan sesuatu
beberapa angka keluar dari mulutnya, begitu
angka terakhir keluar, layar HP yang
menggambarkan sedang memanggil
Berubah menjadi panggilan berakhir dengan
suara tut yang terdengar dari Hp
Mendengar panggilan berakhir, Kirara
langsung menarik tangannya sendiri dan
melihat ke arah layar HP yang berwarna
hitam
Melirik ke arah Mina yang hanya menatap
kosong ke arahnya dengan ekspresi terkejut
Kirara berkedip beberapa kali dengan cepat
dan tertawa kecil melihat ekspresi Mina
'Meskipun aku ikut klub teater tapi, aku juga
ketua klub mading, banyak informasi yang
bisa aku dapat kan dengan mudah
Tapi... jika di bandingkan dengan guru BK
yang bagaikan elang yang sedang mengintai'
'Klub mading akan langsung ciut karena
informasi yang kami dapatkan lebih sedikit,
Meskipun aku hanya lah mantan ketua klub
mading setelah kelas 12, aku tetap bisa
mendapatkan informasi'
Menggoyang goyangkan HP nya sambil
berkata "Lian dan yang lainnya sedang
menunggu di bawah, saya sudah
memberitahu mereka bahwa saya sudah
menemukan kamu"
"Oh" jawab Mina dengan singkat seakan
sudah menduganya
"Saya juga sudah mengirim nomor telepon
Juvelian padamu"
Nada do re mi terdengar dari HP Mina,
menunjukkan layar HP nya pada Kirara
dengan tatapan yang bilang 'Yang ini?', Kirara
menganggukkan kepalanya sambil menutup
matanya dengan lembut
Setelah selesai berbicara hanya ada
Keheningan tergantung di atas langit,
melihat Mina yang hanya diam sambil sedikit
menundukkan kepalanya
'Apa dia tidak bisa mendengar apa yang aku
katakan karena terlalu jauh?' pikir Kirara yang
tersenyum tipis sambil menghela napas
Tiba tiba Mina mengangkat kepalanya
dengan cepat dan menghadap ke arah Kirara
~Bersambung~
__ADS_1