
'Meskipun hanya samar samar tapi aku melihatnya sebelum mataku tertutup sepenuhnya aku melihat bola mata jiho dan lili berwarna merah pada mungkin...'
'jelas jelas tertulis [dia pikir mencintainya dan ia cintai.] apa mungkin sebenarnya aku tidak pernah mencintai jiho dan semua perasaan yang ku rasakan hanyalah ilusi? '
'jika begitu siapa antara jiho dan lili yang terkena kutukan itu? Sebenarnya apa yang sudah terjadi? '. Juvelian membalikkan badannya dan melihat ke arah lilian yang sedang mendengarkan kotak musik.
'apa lili tidak benar benar pernah meracuniku?jika begitu siapa? Apakah salah satu dari orang suka sama jiho atau lili tapi bagaimana menemukannya, orang suka sama mereka berdua dimasa lalu kan sangat banyak' Pikirnya.
'apa aku harus mencoba berteman dengan mereka untuk menemukannya? Tidak buruk juga. Dengan begitu aku mungkin bisa menemukan jawabnya. Pikir juvelian yang menghadap papan tulis.
'aku akan tanya kak luxia setelah pulang nanti. Sesampainya di rumah juvelian masih melihat Ain(papa juvelian) masih bertengkar dengan luxia.
Juvelian yang sudah selesai mandi pergi ke kamar luxia dengan membawa buku yang ia baca di sekolah. Juvelian mengetuk pintu kamar luxia dan bertanya "kak luxia,apa kau ada di kamar?".
Luxia yang mendengar suara juvelian membukan pintunya dan bertanya "ada apa kau mencari ku? ".
"aku datang untuk bertanya tentang buku ini "
Jawab juvelian.
Luxia melihat ke arah buku yang juvelian pegang dan menyuruh juvelian masuk.
Luxia yang duduk di tempat tidur bertanya pada juvelian yang duduk dikursi dekat dengan tempat tidurnya.
"jadi apa yang ingin kau tanyakan tentang buku itu? " .
"kakak, siapa yang menulis buku ini, apa dia masih hidup? " tanya juvelian.
"Buku itu ditulis oleh salah satu temanku tapi dia bisa dibilang hidup tapi juga enggak "jawab luxia.
"hah? "kata juvelian dengan wajah bingung.
"maksudnya aku tidak tahu apa dia masih hidup atau enggak" jawabnya.
'apa mungkin kakak tahu sesuatu tentang buku isi buku ini? ' pikir juvelian."kakak,di buku ini tertulis dari "pengalaman ku" jika begitu apa kakak tahu siapa yang dia maksud? " tanya juvelian.
"entalah aku tidak tahu karena dia orang yang tidak bisa dimengerti" jawab luxia dengan ekspresi serius.
"begitu ya..." jawab juvelian.
"apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu? " tanya luxia dengan nada khawatir.
Juvelian menggelengkan kepalanya dan pergi ke luar dari kamar luxia.
'akan lebih jika kakak tidak mengetahuinya karena dengan begitu kakak tidak akan terlalu khawatir' pikir yang baru keluar dari kamar luxia dan pergi ke arah rumah kaca.
__ADS_1
"apa ada yang mengganggu pikiranmu,manusia?" tanya burung kecil yang berdiri diatas kepala juvelian.
"apa kau percaya jika didunia ini ada hantu?" tanya juvelian.
"mungkin mereka memang ada tapi yang ku tahu hantu adalah perasaan seseorang yang tertinggal di dunia ini seperti penyesalan akan suatu hal" jawab kakek pohon.
"penyesalan?tapi bagaimana dengan kebencian? Tanya juvelian.
"mungkin bisa saja itu terjadi, bisanya berhubungan dengan orang yang membuatnya meninggal" jawab kakek pohon.
Satu bulan kemudian. 'selama satu bulan mengamati mereka tidak ada hal yang aneh kecuali penolakan penyataan cinta entah itu dari kakak atau adik kelas dan contohnya seperti sekarang' kata juvelian dalam hatinya
Beberapa waktu yang lalu.
Seseorang gadis dengan rambut dan mata coklat muda masuk ke kelas juvelian menuju ke arah ian yang sedang membaca bukunya.
"ada yang mau aku bicarakan denganmu,ian"kata gadis itu.
'situasi ini... Jangan-jangan pertanyaan cinta? ' pikir juvelian.
Ian bangkit dari tempat duduknya dan melihat "bicaranya di luar saja" kata ian dengan dingin dan menuju ke arah pintu.
"tunggu, aku akan bicaranya disini saja"kata gadis itu. Mendengar hal itu semua murid di kelas melihat ke arah mereka dan ian berbalik melihat gadis itu.
"aku menolak" jawab ian dengan tatapan tidak peduli.
Mendengar jawab ian, gadis itu menggepalkan tangannya dan bertanya "kenapa... Kenapa kau menolakku?kenapa?".
Ian hanya diam, melihat hal itu gadis itu
berkata dengan nada tinggi "jangan diam saja, apa kau sangat membenci ku sampai menolakku didepan banyak orang!".
Mengalihkan pandangannya ian menjawab"aku minta maaf".
Gadis berambut dan bermata coklat muda yang awalnya melihat ian dengan percaya diri menangis dan berlari ke luar kelas.
dengan teman temannya yang menunggu gadis itu di depan pintu kelas.
Keheningan sesaat dikelas dan suara suara mulai terdengar "kayaknya untuk beberapa waktu enggak akan ada yang berani nembak ian deh".
"anak tadi dari kelas sebelah kan? Kasihan banget, ditolak didepan murid murid dari sebelah kelasnya". "benar kasihan banget " suara balasan.
Lilian yang melihat semuanya berkata "dia yang terlalu percaya diri kalau pernyataan cintanya akan diterima...".
Anak laki laki yang duduk di depan lilian, membalikkan badannya dan membalas perkataan lilian "yang kau katakan memang benar".
__ADS_1
Dari sebelah juvelian terdengar suara rudan yang berkata "dasar bocah dingin" dengan ujung bibir sebelah kanan yang sedikit ke atas.
'akhirnya waktu istirahat' kata juvelian dalam hatinya sambil mengangkat kedua tangannya ke atas dan berjalan disudut kelas lantai satu dan di sebelah kanan adalah kelas 1SMP sementara di sebelah kiri ada pohon yang menutup cahaya.
'dalam waktu satu bulan hubunganku dengan rudan menjadi semakin dekat' kata juvelian dalam hatinya.
Dari arah belakang seseorang memegang bahu juvelian.
Menyadari ada seseorang yang memegang bahunya,juvelian membalikkan badannya dan melihat kakak kelasnya dengan memegang satu cup jus jeruk.
"apa kau mau jus ini? " tanya kakak kelasnya.
Juvelian menggeleng kan kepalanya dan berkata "seperti anda salah orang deh aku bahkan tidak mengenal anda".
Kakak kelas itu menarik salah satu tangan juvelian dan meletakkan jus jeruk itu.
Juvelian yang kesal berkata"bukannya aku sudah bilang tidak mau jus jeruk ini!" kata juvelian dengan nada tegas.
"aku hanya ingin berteman dekat dengan mu"
Kata kakak kelasnya dengan wajah malu malu. Dari arah belakang terdengar suara seseorang yang familiar bagi juvelian, yang berkata "bukankah dia sudah bilang tidak mau" kata jiho dengan wajah dingin.
"emangnya kau siapa? Pacarnya? " kata kakak kelas itu.
"pacar ya? Lebih dari itu dia adalah sahabatku" kata jiho dengan percaya diri sambil melihat ke arah juvelian.
'sahabat? Aku aja tidak pernah berbicara denganmu semenjak kembali ke masa lalu.
Sudahlah lagian juga dia datang untuk membantuku'setelah berpikir sejenak juvelian melihat ke arah kakak kelasnya dan berkata "iya,dia sahabatku".
Kakak kelas yang awalnya terlihat percaya diri berlari karena malu. "terima kasih untuk bantunya tapi sekarang berhenti melihatnya"
Kata rudan dari arah belakang juvelian dan jiho.
Jiho membalikkan badannya dan berkata "lain kali kau harus menjaga baik baik pacarmu". Setelah mendengar perkataan jiho
Wajah rudan seketika berubah menjadi merah dan berkata dengan gagap "pa,pa,pa,pacar...".
"apa itu cuman rumor palsu?" gumam jiho.
"mau dia itu teman atau sahabatmu kau harus menjaganya dengan jika tidak ingin terjadi hal buruk padanya". Jiho berjalan melewati rudan dan melambaikan tangan kanannya ke atas.
Rudan yang menundukkan kepalanya, pelan pelan mengangkatnya dan berkata dengan ekspresi menyesal "maaf, aku datang terlambat jika saja aku datang lebih cepat maka kakak kelas itu tidak akan menganggumu".
Juvelian yang melihat ekspresi rudan, menepuk-nepuk bahu rudan dan berkata "ini bukan salahmu dan juga lebih baik kita kembali ke kelas karena sebentar lagi waktu istirahat akan berakhir".
__ADS_1