Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
bab 29


__ADS_3

[1 tahun kemudian]


Jika ada yang berubah dari kejadian satu tahun yang lalu adalah juvelian, lilian, arin dan lima sekawan Menjadi lebih dekat.


Mereka bahkan memutus pergi liburan bersama.


Di depan kamar arin.


Juvelian dan lilian menganggukkan kepala dengan pikiran yang sama 'pasti arin masih tidur'.


Lilian membuka pintu dan berjalan ke arah arin sedangkan juvelian menekan sakelar lampu yang ada di samping pintu.


Begitu lampu menyala, bulu mata arin bergerak karena terang dan kembali tidur.


"arin, ayo bangun..." kata lilian yang mengoyang goyangkan tubuh arin.


'dia ini kalau sudah tidur sudah banget di Banguni' kata juvelian dalam hatinya yang berdiri sambil bersender di dinding tempat sakelar lampu itu berada.


Juvelian berjalan ke arah tempat tidur arin dan mengelus kepala arin.


"hei bangunlah, kita bisa terlambat" kata juvelian.


'suara indah tapi kenapa suara nya seperti juvelian... Tunggu! Juvelian?' kata arin dalam hatinya dan langsung membuka matanya.


"kenapa... kalian Bisa ada di kamar ku?" kata arin yang duduk di tempat tidurnya.


"ibumu menyuruh kami membangunkanmmu" kata juvelian dan lilian bersama sama dengan jari telunjuk yang menunjuk ke arah belakang.


"ibu!" teriak arin pada ibunya yang ada di dapur. "ibu lagi buat makanan untuk di perjalanan" kata ibunya yang ada di dapur.


"perjalanan...?" gumam arin.


Meletakkan tangannya di pinggang lilian melihat ke arah arin dan berkata "kau... Tidak mungkin lupakan kalau hari ini kita akan ke pantai kan? ".


"pantai..."gumam arin.


"oh iya, aku lupa membereskan barangku!" teriak arin, dengan kedua tangannya yang memegang kepalanya dan langsung bangkit dari tempat tidurnya dan berlari ke arah lemari.


Menghela napas melihat arin, juvelian memegang salah satu bahu arin dan menyuruhnya mandi.


"apa... Benar tidak apa apa?" tanya arin dengan tatapan terharu.


'kalian memang yang ter-' belum menyelesaikan Kata katanya dalam hatinya.

__ADS_1


"cepatlah, kita hampir terlambat loh" kata juvelian dan lilian bersama sama dengan nada menakutkan.


'aku tarik kata kataku!' kata arin dalam hatinya.


Juvelian dan lilian yang membereskan barang barang arin yang akan di bawa, terkejut melihat pakaian arin yang berantakan.


'dia benar benar tidak berubah' pikir juvelian. lilian dan lux. lux ikut masuk ke kamar arin karena bosan di ruang tamu.


"juvel lili! Tolong ambilkan bajuku yang ada gambar hutannya!" kata arin yang ada di kamar mandi di kamarnya.


"yang mana? Disini ada dua" kata mereka secara bersamaan.


"ambil yang mana saja" kata arin.


Lilian menaruh baju arin di meja dekat kamar mandinya.


Setelah selesai mandi arin merasa kan tatapan aneh dari juvelian dan lilian.


"apa? Kenapa kalian menatapku begitu? "


Tanya arin yang memegang handuk di tangan kanan.


"apa kau tidak bisa merubah kebiasaan burukmu arin? " tanya lilian dan juvelian secara serentak.


"oh ayo lah! Bukan sekali dua kali kalian masuk ke kamarku kan" kata arin.


Di ruang tamu rumah arin.


"kalian akan pulang kapan?" tanya ibu arin.


"paling lama nanti malam" jawab juvelian.


Ibu arin memberikan sekantong plastik yang berisi makan berat ke pada erin (erin ikut untuk menjaga lilian).


"erin, tolong jaga mereka ya" kata ibu arin yang sedikit khawatir.


"bibi, jangan khawatir. Karena aku pasti akan menjaga mereka" jawab erin dan tersenyum hangat.


"terutama arin! Meskipun sudah besar tapi tetap saja masih ceroboh" kata ibu arin dan menyentuh pipi kirinya.


"ibu... " kata arin dengan ekspresi kesal.


"baiklah bibi" kata erin dan tertawa kecil.

__ADS_1


"Ngomong ngomong dimana yang lain?"


"kenapa cuman kalian berempat saja? "


Tanya ibu arin dan melihat ke sana sini.


"yang lainnya sedang menunggu di tempat parkir , bibi" jawab lilian.


"kalau begitu cepat lah pergi, pasti mereka sedang menunggu" kata ibu arin.


"tapi ada dimana adikmu arin? Bukannya biasanya dia ada di ruang tamu? " tanya juvelian.


Mendengar hal itu arin menghela nafas dan berkata "dia pasti masih tidur karena ini hari minggu".


"padalah semalam dia bilang ingin ikut" kata ibu arin yang memegang pipi kiri nya.


"baiklah bibi, kami pergi dulu" kata juvelian, lilian dan erin sambil melambaikan tangan.


Di parkir, terlihat lima sekawan dan alan berdiri di dekat mobil kecuali ian.


"eh?" kata arin. Mendengar hal itu juvelian, erin dan lilian melihat arin bertanya ada apa. "Dimana jiho?" tanya arin yang menunjuk ke arah anak laki-laki itu.


"apa mungkin dia ada pertemuan keluarga lagi hari ini, Karena itu ia tidak datang?" ucap lilian yang tebak.


"dia ada di dalam mobil" kata daniel dengan tatapan tidak peduli.


'setelah Kata kataku hari itu daniel mulai perlahan lahan kembali ke dirinya yang sebenarnya'.


'awalnya aku cukup kaget dengan perubahannya tapi sepertinya yang lain tidak menyadarinya. tapi syukur lah... dia bisa menjadi dirinya sendiri' kata juvelian dalam hatinya.


"dia... Tertidur lagi? " tanya juvelian dengan mengangkat satu alisnya.


"dia ada pertemuan keluarga semalam dan malamnya bermain video game, dasar orang yang suka begadang" kata Ian dan menghela napas.


"kayak itu bukan sesuatu yang dikatakan oleh seseorang yang begadang karena suka membaca buku deh." kata lilian dengan tersenyum mengejek.


Ian terdiam seketika karena yang dikatakan oleh lilian adalah kebenaran.


'mereka ini benar benar deh' kata erin dalam hatinya yang lelah melihat pertengkaran mereka.


"baiklah mari kita berangkat! Tapi siapa anak laki-laki yang mirip dengan juvelian itu?"


Kata erin yang awalnya bersemangat tapi berubah menjadi tatapan penasaran.

__ADS_1


'jika itu adalah kakaknya kenapa tidak pernah keliatan selama ini atau mungkin saudara jauhnya tapi mereka mirip banget!' kata erin dalam hatinya yang berfikir dengan keras.


~Bersambung~


__ADS_2