
Juvelian pikir membujuk Mina bukan hal yang mudah karena meski Joni terus melangkah maju, Mina akan mundur dengan alasan yang tak bisa dia katakan
Meski Mina menolaknya tapi entah apa yang merasukinya sampai setuju, untuk membuat semuanya terlihat nyata, Mina dan Joni akan pergi ke pasar malam dengan Yeri yang mengikuti mereka lalu mengambil foto seolah dia tidak sengaja bertemu mereka
Padahal nyatanya orang tua Mina dan Joni juga ikut bersama mereka, orang tua Joni baru saja sampai pagi ini dan mereka berencana untuk makan malam bersama dalam rangka kepulangan mereka dan kenaikan kelas
Jika bertemu kesempatan yang bagus Mina dan Joni akan menyelinap keluar, pergi ke pasar malam yang ada di dekat sana, lalu mengabari Yeri jika sudah berada di sana
Yeri yang sudah bersiap akan mengambil foto yang banyak lalu mereka bisa langsung kembali, sementara di rumah Yeri akan memilih foto yang bagus sambil merangkai cerita
Dengan kemampuannya menyebarkan gosip belum sampai 24 jam sudah ada yang membicarakan mereka saat jam istirahat, Mina bahkan hampir tersedak saat anak meja sebelah bergosip
"Uda dengar belum kalau ada kakak kelas 12 yang pacaran?"
"Lah? Memang aneh, ya?. Kan nggak ada peraturan 'tidak boleh pacaran' di sekolah ini, mantan mu aja ada 4 bulan ini" tanya dengan heran
"Sssttt...! Ember banget sih, Mi" dengan tersipu malu dan melirik belakang ke lelaki di meja lain, sepertinya itu pacarnya yang sekarang
"Gila. Seriusan? Dalam setahun mantannya bisa ada 49 tuh" katanya sambil terkekeh
'Yang benar kan 48, tapi itu mantan atau anak kelinci banyak amat' pikir Juvelian
Gadis itu dengan wajah yang masih tersipu dia mengembalikan ke pembicaraan awal "Soalnya yang pacaran senior Joni"
Mereka melotot kaget ketika nama Joni di sebutkan, sama halnya dengan Jake dia juga cukup popular karena wajah dan sifatnya yang mudah berbaur tapi nggak pernah pacaran karena tunggu lulus kuliah
Mereka menatap temannya dengan curiga.
"Kau dengar itu dari mana?"
"Benar, dulu kan pernah kayak gini tapi rupanya kau salah lihat"
"Ih, nggak percaya banget sih. Aku dengar dari anak kelas sebelah dan melihatnya dengan mata kepala ku sendiri fotonya"
"Bukan di edit?" tanya lagi dengan curiga
"Terserah deh" dia langsung marah dan beralih pada makanannya
__ADS_1
Ini membuat Juvelian sampai bertepuk tangan dalam kepala
'Memang banyak yang berubah dari rencana awal tapi ini tetap menakjubkan'
Mina bercerita pada Juvelian jika dirinya dan Joni tidak sempat keluar karena orang tua kami sangat memperhatikan mereka jadi ketika keluar restoran, Yeri yang tidak sengaja melihat mereka mengirim pesan
Sementara Yeri yang awalnya pergi dengan temannya sebagai saksi jika tidak ada yang percaya, tapi ketika melihat Mina dan Joni dia meminta temannya memfoto dirinya di saat Joni dan Mina sedang lewat
Dengan tubuhnya dia menutupi keberadaan orang tua Mina dan Joni lalu Jake yang berjalan paling belakang, Mina berada di depan dengan tangan kanan ke belakang dan tangan kanan Joni ke depan hampir bertemu seolah sedang berpegangan tangan dari jauh
Jadi terlihat jika keberadaan mereka berdua di foto adalah ketidaksengajaan.
Teman Yeri dululah yang menyebut mereka, Yeri hanya perlu menambah- nambahkan
Malam itu Yeri ikut melihat hasil foto dan dengan wajah yang juga kaget, dia berkata
"Pacaran?. Apa mungkin itu benar?"
"Apanya?" tanya balik dengan heran
Dengan nada enggan dia menjawab sambil mengarang cerita "Aku pernah dengar jika mereka adalah teman masa kecil. Mereka cukup dekat sih karena tetanggaan bahkan katanya orang tua mereka teman waktu kuliah tapi karena pekerjaan orang tuanya mereka berpisah"
Dengan ini gosip menyebar dari kelas Yeri ke kelas lain bahkan kelas Juvelian tengah ribut
Meski ini hanya pacaran pada umumnya, cerita yang makin di besar- besarkan ketika melalui mulut ke mulut menambah rasa penasaran
Kelihatannya yang paling terkejut adalah Arin ketika mendengar Mina bertemu pacarnya di grup nongkrong
'Siapa..., ya. Sayang banget aku pulang lebih dulu'
Lilian segera memegang kedua bahu Arin lalu berkata dengan serius
"Apapun yang terjadi jangan pernah pergi ke sana" Dia benar benar serius melarang Arin untuk ikut jika ada yang mengajaknya
Sambil mengangguk Arin berusaha meyakinkan Lilian yang tanpa alasan gelisah dan takut akan sesuatu
'Apa yang akan terjadi ya jika aku bilang sudah ke sana? Bahaya jika sampai pingsan'
__ADS_1
Saat bel pulang sekolah berbunyi, Joni segera menuruni tangga karena takut liftnya penuh dan menunggu Mina di depan pintu,
Hal itu menarik perhatian teman sekelas Juvelian
Joni terlihat terengah- engah meski berusaha terlihat normal, melihatnya yang begitu merangsang keinginan untuk mengganggu mereka
"Ciieeee...." Juvelian yang duduk dekat pintu memulainya
"Wah, Hari ini sekretaris OSIS menjadi teladan untuk bucin pada pacarnya nih" Nine juga ikut meledek
"Romantis banget.... Kayak kami" sambung Rudan sambil memeluk Juvelian dari belakang dengan kepalanya di atas kepala Juvelian
Senyum nakal Juvelian memudar, dia terdiam dengan pikiran kosong yang segera panik mendengar debarannya yang semakin kuat
Sambil meletakkan tangannya tempat di mana debarannya berasal dia berusaha menenangkan diri
'Tenang jantung, jangan lompat- lompat dulu'
"Jadi bucin sedang tren rupanya" cibir Jiho
Godaan demi godaan di lontarkan sampai wajah Joni meronah
Ketika masih berada di area sekolah, sambil duduk menyamping Mina mendekatkan dirinya pada punggung Joni tapi saat sudah jauh, dia minta di berhentikan dan mengubah posisi duduknya, dan duduk di paling ujung dengan memegang pinggiran kereta membuat suasana jadi hening
"Pegangan yang kuat nanti kalau terbang jangan lupa teriak, ya. Takutnya aku nggak terasa"
"Berisikkkk, fokus aja nyetir sana!" jerit Mina
'Terlepas dari omong kosong ini, Joni akan tetap menjemputku karena ibu khawatir jika aku tidak langsung pulang ke rumah tapi berkeliaran'
Selama beberapa hari, Regina tidak menampakkan batang hidungnya dia tidak berkeliaran atau menyebarkan rumor karena Yeri terus menyerang dengan menyebarkan rumor menarik lainnya
Kirara yang melewati kelas Regina untuk menuju ruang guru, melihat Regina hanya duduk diam tanpa melakukan apapun tenggelam dalam pikirannya
Saat di ajak bicara sama teman sekelasnya dia memang hanya menjawab sekadarnya seperti biasa, lalu tenggelam lagi dalam pikirannya, meski tidak menunjukkan secara langsung dia ingin menjaga jarak dari semua
Terlihat aneh bagi Kirara, Entah karena tidak memperhatikannya sebelum ini dan hanya melihat sekilas atau dia malah frustrasi semua rencana gagal total karena Yeri
__ADS_1
Tapi Kirara merasa lega dia tidak melewatkan makan siang saat jam istirahat tapi tatapannya seperti makan hanya untuk bertahan hidup, dia juga lebih menyendiri, terkadang tatapannya seperti tidak ada kehidupan
Melihat sisinya yang seperti itu membuat Kirara khawatir