Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab65


__ADS_3

Selamat membaca, jangan lupa di like dan koment


Dinding di depan mereka perlahan lahan menghilang di udara


Hanya menyisahkan kegelapan pekat di udara dan beberapa anak tangga yang terlihat karena cahaya lampu


Tidak ada yang pernah tahu, berapa banyak


dan kemana ujung anak tangga akan


membawa mereka


Saat Juvelian ingin melangkah kan kakinya


menuruni anak tangga pertama


Dia berhenti setelah sebuah ingatan lewat di kepalanya, ingatan tentang Luxia yang pernah bilang harus memberitahu nya dulu


Sebelum datang dengan teleportasi terlintas di


kepalanya begitu aja


Segera mengeluarkan HP nya dan mengetik


sesuatu dengan cepat dan singkat di layar


HP yang berwarna hitam


Tapi pesan itu hanya garis satu yang artinya


ada masalah jaringan di sana


'Mungkin di sana tidak ada jaringan' dengan


pemikiran seperti itu


Dia hanya akan bilang pada Luxia kalau dia sudah mengirim pesan singkat lebih dulu


Dari kejauhan seseorang yang mendapatkan julukan Si Mata Elang berdiri di belakangnya


Tidak dapat melihat apa yang sedang


Juvelian ketik selain layar hitam tidak ada


yang lagi yang terlihat


Memasukkan kembali HP nya, mereka mulai


berjalan menuruni anak tangga


Saling berpegangan tangan dengan kuat, Juvelian terkejut dengan tangan Mina yang


sedikit berkeringat dingin tidak tahu itu karena takut atau yang lain, dia melirik ke arah Mina


Untuk ukuran seseorang yang baru pertama


kali datang ke sana, ekspresi wajah Mina


sangat santai


Sambil menyentuh dinding batu bata dengan tangan kanan seolah olah mereka sedang pergi berlibur


Tidak ada cahaya di sana hanya ada


kegelapan kebiruan yang menyelimuti


mereka


Saat itu tidak tahu apa yang Juvelian


tendang tapi itu jatuh ke bawah


Penasaran seberapa dalamnya ruang bawah


tanah itu, mereka sedikit memiringkan tubuh


mereka dan memasang telinga menjadi


tajam


Tapi sampai beberapa detik tidak ada


suara yang terdengar dari dasar


Menelan ludah mereka sambil membuka


mata mereka lebar lebar dan segera


bergeser menempel ke arah dinding sambil


berdiri dengan berdampingan


"Nona Juvelian" kata Mina dengan jantung


nya yang masih berdetak kencang karena kaget


Tanpa ragu ragu Juvelian langsung menoleh, Mina menambah kalimat lain yang dari tadi


dia tahan


"Anda harus lebih berhati hati saat


melewati tempat ini"

__ADS_1


"Kau benar" jawab Juvelian dengan lemas


Juvelian yang biasanya kesal


Dan tidak ingin menjawab seseorang yang seumuran dengannya memanggil nya dengan sebutan 'nona' kali ini tidak bisa menyangkal


Setelah beberapa anak tangga di lewati,


Juvelian berbalik dan memegang kedua


tangan Mina di udara sambil menutup


matanya dengan lembut


Bibirnya berbuka dan bergerak


mengucapkan sesuatu dengan nada pelan,


"Bawa kami ke kamar kakak perempuan ku,


luxia"


Begitu kalimat itu selesai di ucapkan, cahaya


biru muncul di bawah sepatu mereka yang


menyelimuti mereka dengan cahaya


Yang bersinar terang seperti kilauan berlian


Sedikit mengintip raut wajah Mina yang


berdiri di depannya


Ekspresi kagum di wajahnya terlihat sangat jelas dengan mata yang berbinar binar sangat bersemangat


Seolah olah dia sangat menanti kan


Ke mana teleportasi ini akan membawa nya


'Di saat seperti ini dia benar benar menjadi


orang yang sangat berbeda' pikirnya sambil


menghela napas biasa dan tertawa kecil di


saat bersamaan


Pegangan tangan mereka semakin kuat saat


cahaya menelan mereka sepenuhnya


Seperti menaiki kenderaan dengan kecepatan tinggi, mereka merasa seperti suasana di sekitar mereka bergerak


Memejamkan mata dengan kuat seperti


Menyandari cahaya di sekitar mereka mulai


menghilang, mereka perlahan lahan


membuka mata


Di samping mereka ada tempat tidur yang


sangat besar yang di tata rapi seperti tidak


tersentuh selama beberapa hari


Ruangan ini sangat terang walaupun


ukurannya sangat besar untuk orang yang hanya tidur sendiri di ruangan ini


Melihat ke atas, asal dari cahaya yang Juvelian lihat, karena cahaya dari lampu gantung yang sangat besar menempel di atas dengan bentuk bunga mawar sepuluh kelopak jika di perhatikan lagi


Ruangan ini seperti di lapisi oleh emas dan


permata lainnya, memperhatikan lampu yang


di gantung, terdapat puluhan berlian yang


tergantung di sana


Dan di belakang Mina terlihat tirai berwarna


ungu tua yang tidak di ikat dan di biarkan


terbuka menghalangi sinar matahari masuk


menembus jendela dan masuk ke dalam


ruangan ini


Di dekat tempat tidur itu ada meja rias yang


sangat tersusun rapi dengan kaca yang


sangat jernih tanpa noda sedikit pun


Dari pada alat rias di atasnya yang menarik perhatian, di sana ada dua kotak kecil


dengan beberapa laci


Yang mungkin saja tempat menaruh jempit

__ADS_1


rambut, beberapa alat make up di tempat khusus


Dan make up di sana sangat sederhana seperti lip tint, primer, foundation, eyeliner, blush on, maskara dan yang lainnya


Yang biasanya di gunakan oleh gadis gadis


tapi melihat nya yang meletaknya di ujung


meja, Luxia benar benar malas menggunakan nya


'Tidak akan ada yang percaya jika pemilik


perusahaan besar alat make up di negara ini,


hanya memakai beberapa alat rias di atas


mejanya'


Pikir Juvelian dengan wajah tercengang


Mengalihkan pandangan nya ke arah lain


Juvelian tersentak dengan Buku buku di rak


di susun sesuai warna, keramik yang mereka


injak sangat berkilau


Siapa pun yang melihat bisa langsung tahu


pemilik dari kamar ini adalah orang yang


sangat memperhatikan kerapian dan


kebersihan


'Jika ada pencuri yang masuk ke kamar ini


dia akan menyesal karena kakakku akan


memukul nya sampai pingsan sebelum mencuri barang barang di ruangan ini'


'Banyak orang yang menebak jumlah


kekayaan yang di miliki kakak tapi yang


terlihat di atas kertas yang sebesar buku


kamus bukan lah semuanya'


'Dia bahkan punya tempat khusus untuk menyimpan hartanya'


'Kak Luxia tidak pernah percaya pada bank,


dia akan membeli emas batangan dan


menyimpan nya di ruang hartanya tapi untuk


menghindari mata orang'


'Dia juga menyimpan sebagian kecil penghasilan nya di sana'


'Yang orang tahu uangnya yang di bank


adalah jumlah kekayaan nya tapi Setiap


bulan kakak bisa membeli bertonton emas,


berlian dan permata tanpa di ketahui oleh


pihak luar'


Memutar matanya melihat ke sekeliling


dengan tatapan kagum pada ruangan yang


sangat bersih tanpa debu sedikit pun


Tiba tiba Mina yang hanya menundukkan


kepalanya dari tadi


Terjatuh ke lantai karena kedua kakinya yang


lemas bahkan tangannya yang memegang


tangan Juvelian terlepas wajahnya pucat


seperti baru saja melihat hantu


Kedua tangan menyentuh lantai dengan sedikit di kepal kan


Terkejut melihat Mina yang tiba tiba terjatuh


ke lantai Juvelian yang khawatir bertanya dengan nada panik


"Mina, kau kenapa?"


Bibirnya bergerak menggumam kan sesuatu


Sampai suaranya yang terdengar tidak


bertenaga terdengar "Ka... kamar mandi..."

__ADS_1


"A, aku mau ke kamar mandi... ada di mana...?"


~Bersambung~


__ADS_2