
Selamat membaca, jangan lupa di like dan koment
Dinding di depan mereka perlahan lahan menghilang di udara
Hanya menyisahkan kegelapan pekat di udara dan beberapa anak tangga yang terlihat karena cahaya lampu
Tidak ada yang pernah tahu, berapa banyak
dan kemana ujung anak tangga akan
membawa mereka
Saat Juvelian ingin melangkah kan kakinya
menuruni anak tangga pertama
Dia berhenti setelah sebuah ingatan lewat di kepalanya, ingatan tentang Luxia yang pernah bilang harus memberitahu nya dulu
Sebelum datang dengan teleportasi terlintas di
kepalanya begitu aja
Segera mengeluarkan HP nya dan mengetik
sesuatu dengan cepat dan singkat di layar
HP yang berwarna hitam
Tapi pesan itu hanya garis satu yang artinya
ada masalah jaringan di sana
'Mungkin di sana tidak ada jaringan' dengan
pemikiran seperti itu
Dia hanya akan bilang pada Luxia kalau dia sudah mengirim pesan singkat lebih dulu
Dari kejauhan seseorang yang mendapatkan julukan Si Mata Elang berdiri di belakangnya
Tidak dapat melihat apa yang sedang
Juvelian ketik selain layar hitam tidak ada
yang lagi yang terlihat
Memasukkan kembali HP nya, mereka mulai
berjalan menuruni anak tangga
Saling berpegangan tangan dengan kuat, Juvelian terkejut dengan tangan Mina yang
sedikit berkeringat dingin tidak tahu itu karena takut atau yang lain, dia melirik ke arah Mina
Untuk ukuran seseorang yang baru pertama
kali datang ke sana, ekspresi wajah Mina
sangat santai
Sambil menyentuh dinding batu bata dengan tangan kanan seolah olah mereka sedang pergi berlibur
Tidak ada cahaya di sana hanya ada
kegelapan kebiruan yang menyelimuti
mereka
Saat itu tidak tahu apa yang Juvelian
tendang tapi itu jatuh ke bawah
Penasaran seberapa dalamnya ruang bawah
tanah itu, mereka sedikit memiringkan tubuh
mereka dan memasang telinga menjadi
tajam
Tapi sampai beberapa detik tidak ada
suara yang terdengar dari dasar
Menelan ludah mereka sambil membuka
mata mereka lebar lebar dan segera
bergeser menempel ke arah dinding sambil
berdiri dengan berdampingan
"Nona Juvelian" kata Mina dengan jantung
nya yang masih berdetak kencang karena kaget
Tanpa ragu ragu Juvelian langsung menoleh, Mina menambah kalimat lain yang dari tadi
dia tahan
"Anda harus lebih berhati hati saat
melewati tempat ini"
__ADS_1
"Kau benar" jawab Juvelian dengan lemas
Juvelian yang biasanya kesal
Dan tidak ingin menjawab seseorang yang seumuran dengannya memanggil nya dengan sebutan 'nona' kali ini tidak bisa menyangkal
Setelah beberapa anak tangga di lewati,
Juvelian berbalik dan memegang kedua
tangan Mina di udara sambil menutup
matanya dengan lembut
Bibirnya berbuka dan bergerak
mengucapkan sesuatu dengan nada pelan,
"Bawa kami ke kamar kakak perempuan ku,
luxia"
Begitu kalimat itu selesai di ucapkan, cahaya
biru muncul di bawah sepatu mereka yang
menyelimuti mereka dengan cahaya
Yang bersinar terang seperti kilauan berlian
Sedikit mengintip raut wajah Mina yang
berdiri di depannya
Ekspresi kagum di wajahnya terlihat sangat jelas dengan mata yang berbinar binar sangat bersemangat
Seolah olah dia sangat menanti kan
Ke mana teleportasi ini akan membawa nya
'Di saat seperti ini dia benar benar menjadi
orang yang sangat berbeda' pikirnya sambil
menghela napas biasa dan tertawa kecil di
saat bersamaan
Pegangan tangan mereka semakin kuat saat
cahaya menelan mereka sepenuhnya
Seperti menaiki kenderaan dengan kecepatan tinggi, mereka merasa seperti suasana di sekitar mereka bergerak
Memejamkan mata dengan kuat seperti
Menyandari cahaya di sekitar mereka mulai
menghilang, mereka perlahan lahan
membuka mata
Di samping mereka ada tempat tidur yang
sangat besar yang di tata rapi seperti tidak
tersentuh selama beberapa hari
Ruangan ini sangat terang walaupun
ukurannya sangat besar untuk orang yang hanya tidur sendiri di ruangan ini
Melihat ke atas, asal dari cahaya yang Juvelian lihat, karena cahaya dari lampu gantung yang sangat besar menempel di atas dengan bentuk bunga mawar sepuluh kelopak jika di perhatikan lagi
Ruangan ini seperti di lapisi oleh emas dan
permata lainnya, memperhatikan lampu yang
di gantung, terdapat puluhan berlian yang
tergantung di sana
Dan di belakang Mina terlihat tirai berwarna
ungu tua yang tidak di ikat dan di biarkan
terbuka menghalangi sinar matahari masuk
menembus jendela dan masuk ke dalam
ruangan ini
Di dekat tempat tidur itu ada meja rias yang
sangat tersusun rapi dengan kaca yang
sangat jernih tanpa noda sedikit pun
Dari pada alat rias di atasnya yang menarik perhatian, di sana ada dua kotak kecil
dengan beberapa laci
Yang mungkin saja tempat menaruh jempit
__ADS_1
rambut, beberapa alat make up di tempat khusus
Dan make up di sana sangat sederhana seperti lip tint, primer, foundation, eyeliner, blush on, maskara dan yang lainnya
Yang biasanya di gunakan oleh gadis gadis
tapi melihat nya yang meletaknya di ujung
meja, Luxia benar benar malas menggunakan nya
'Tidak akan ada yang percaya jika pemilik
perusahaan besar alat make up di negara ini,
hanya memakai beberapa alat rias di atas
mejanya'
Pikir Juvelian dengan wajah tercengang
Mengalihkan pandangan nya ke arah lain
Juvelian tersentak dengan Buku buku di rak
di susun sesuai warna, keramik yang mereka
injak sangat berkilau
Siapa pun yang melihat bisa langsung tahu
pemilik dari kamar ini adalah orang yang
sangat memperhatikan kerapian dan
kebersihan
'Jika ada pencuri yang masuk ke kamar ini
dia akan menyesal karena kakakku akan
memukul nya sampai pingsan sebelum mencuri barang barang di ruangan ini'
'Banyak orang yang menebak jumlah
kekayaan yang di miliki kakak tapi yang
terlihat di atas kertas yang sebesar buku
kamus bukan lah semuanya'
'Dia bahkan punya tempat khusus untuk menyimpan hartanya'
'Kak Luxia tidak pernah percaya pada bank,
dia akan membeli emas batangan dan
menyimpan nya di ruang hartanya tapi untuk
menghindari mata orang'
'Dia juga menyimpan sebagian kecil penghasilan nya di sana'
'Yang orang tahu uangnya yang di bank
adalah jumlah kekayaan nya tapi Setiap
bulan kakak bisa membeli bertonton emas,
berlian dan permata tanpa di ketahui oleh
pihak luar'
Memutar matanya melihat ke sekeliling
dengan tatapan kagum pada ruangan yang
sangat bersih tanpa debu sedikit pun
Tiba tiba Mina yang hanya menundukkan
kepalanya dari tadi
Terjatuh ke lantai karena kedua kakinya yang
lemas bahkan tangannya yang memegang
tangan Juvelian terlepas wajahnya pucat
seperti baru saja melihat hantu
Kedua tangan menyentuh lantai dengan sedikit di kepal kan
Terkejut melihat Mina yang tiba tiba terjatuh
ke lantai Juvelian yang khawatir bertanya dengan nada panik
"Mina, kau kenapa?"
Bibirnya bergerak menggumam kan sesuatu
Sampai suaranya yang terdengar tidak
bertenaga terdengar "Ka... kamar mandi..."
__ADS_1
"A, aku mau ke kamar mandi... ada di mana...?"
~Bersambung~