Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
bab 17


__ADS_3

Bab 17


"Tapi bagaimana kakak bisa ke sini dalam waktu singkat padalahkan kakak ada di negara lain bahkan jika itu menggunakan helikopter dan ruang untuk berteleportasi itu kan sangat kecil jadi helikopter tidak akan muat? " tanya lian pada luxia.


" pola..." jawab Lucia dengan singkat.


"pola? " tanya lian. " aku mengambar pola yang sangat besar di tanah tempat helikopter itu berada dan cara kerjanya sama seperti ruang teleportasi yang ada dicafe dan di balik rak buku" kata luxia.


" kau mengulang pelajaran yang kuajarkan? " tanya luxia. Lian langsung mengangguk dan bertanya "tapi bagaimana kakak mengetahuinya?".


" aku merasa kan energi yang mengalir dengan lembut " kata luxia.


Meskipun ia tidak mengerti apa yang dimaksud luxia, ia tetap menganggukkan kepala.


Waktu malamnya lian yang tidak bisa tidur memilih untuk merasakan energi alam.


Aliran energi lembut mengelilingi lian


' apa ini yang kakak maksud? Energinya benar benar bisa membuat orang merasa nyaman' kata lian dalam hatinya.


Beberapa hari kemudian


Luxia memilih untuk menginap selama beberapa hari dan mengajarkan lian tentang sihir lainnya.


( lapangan )


Luxia mengangkat satu tangannya dan memgumamkan sesuatu dari atas perlahan muncul kubah pelindung yang transparan.


' kakak bilang ini berguna sebagai pelindung atau membuat kita tidak terlihat dari luar' kata lian dalam hatinya.

__ADS_1


Selama beberapa hari luxia melatih lian dalam menguasai elemen dan lian tinggal menguasai elemen petir. 'aku memang berpikir ia akan cepat menguasainya tapi ini terlalu cepat' kata luxia dalam hatinya.


"lian,sekarang fokus pada energi yang ada di tanganmu. Kemudian arahkan ke satu arah dan kata dengan tulus dalam hatimu kekuatan yang ingin kau gunakan". Kata luxia.


Lian mengarahkan tangannya ke arah kubah pelindung dan berusaha mengumpulkan energi ke arah tangannya. "petir" kata lian dalam hatinya.


Petir keluar dari arah telapak tangan lian disertai dengan kilat. Kumah pelindung hancur dan suara menggelegar terdengar dan para pelayan datang ke arah suara itu.


Beberapa menit yang lalu. Para pelayan sedang membersihkan rumah dan suara menggelegar dan cahaya terang mengejutkan mereka, dan segera menuju suara itu.


Ibu mira yang sedang penhitung gaji untuk para pelayan juga pergi menuju suara itu.


'untuk aku juga memasang pelindung di sekeliling rumah ini jadi suaranya tidak akan sampai luar' kata luxia dalam hatinya.


"apa yang terjadi?"


Luxia menghelan nafas sambil menyentuh kepalanya dengan salah satu tangannya dan lingkaran sihir yang besar muncul di bawah tanah.


Luxia berkata"selain aku, lian dan ibu mira tidak ada yang bisa mengingat kejadian yang baru saja terjadi".Para pelayan mengangguk dan kembali masuk ke dalam rumah.


Waktu bersamaan Disisi lain,di apartemen tempat lilian tinggal.


Lilian dirumah tamu sedang duduk dikursi sambil menundukkan kepalanya dengan tidak bersemangat.


" kau kenapa? apa kau sakit,lili?" tanya seseorang dengan suara khawatir.


Orang itu adalah saudaranya yang menginap dirumahnya,untuk menjaga lilian yang orang tuanya sedang di luar kota selama beberapa hari.


"kakak erin..., ria membenciku...,dia sudah pindah ke sekolah...tanpa memberitahuku" kata lilian dengan lesu.

__ADS_1


"apa terjadi sesuatu diantara kalian? Kalian tidak bertengkar kan?" erin.


"tidak... Kami tidak bertengkar kok" kata lilian


"jika begitu temui dia dan selesai kan masalah kalian"


"kalian kan sudah berteman sejak kecil"kata erin yang sedang memberikan lilian semangat.


Mendengar jawab erin,lilian mengangkat kepalanya dan berlari ke riana yang ada dilantai bawah. Lilian dan riana (juvelian/lian) tinggal di apartemen yang sama tapi berada di lantai yang berbeda.


Lilian sedang berdiri di depan rumah juvelian yang dulu dan menekan bell rumah.


Begitu pintu rumat itu terbuka,lilian tersontak berteriak mengatakan nama jubelian yang dulu.


Lilian membeku dan terkejut dengan orang lain yang baru pertama kali ia lihat di rumah juvelian yang dulu, 'siapa anak kecil ini?' pikir lilian. "kakak siapa? Ada perlu apa?" tanya anak kecil itu.


"adik kecil,apa disini ada riana? " tanya lilian.


"riana...?dirumah ini tidak yang namanya riana". Terkejut dengan jawaban anak itu lilian bertanya balik "jadi, siapa saja yang tinggal disini?".


"Disini hanya ada ayah, ibu, kakak arin dan aku. Tidak ada yang lain". Jawab anak itu.


"tidak mungkin"gumam lilian.


"siapa kau? " suara dari arah belakang lilian.


Seorang gadis dengan rambut hitam dan mata coklat tua yang seumuran dengan lilian berdiri dengan tatapan dingin. "aku tanya siapa kau" kata gadis itu.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2