Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 85


__ADS_3

Pak guru yang juga menyaksikan semuanya di ujung lapangan, bertanya bertubi tubi pada Mina dari sana


Perhatian mereka beralih ke yang lain dengan tatapan tanpa tujuan dan berpikir


seperti ini 'Pak, kenapa bapak enggak angkat Mina jadi anak angkat bapak'


"...."


"....!"


Ada juga yang masih menatap ke Mina dengan tatapan terkejut dan kebisingan dari orang orang yang berbisik menyebabkan keributan


Di tengah keributan, Alexia dengan tenang


segera mengangkat satu tangan nya memberi isyarat kepada tim lain untuk menghentikan permainan


Mereka merespons dengan mengangguk tanda mereka mengerti maksud Alexia


Arin segera berlari ke arah Mina sambil bertanya "Mina, kau baik baik saja?"


Beberapa orang juga bertanya hal yang sama dengan mengulurkan tangan membantunya berdiri "Aku baik baik saja, kalian lanjutkan permainan tanpa aku"


Meskipun dia berkata seperti itu tapi penglihatan nya masih kabur, wajah orang orang di sekitarnya tidak terlihat jelas


Dengan di susul hidungnya yang mengeluarkan darah dan terus mengalir sampai mencapai bibirnya


"Eh?"


Semuanya terdiam, guru olahraga langsung menyuruh gadis yang melempar bola ke hidung Mina untuk memapah Mina ke ruang UKS dengan di bantu Arin dan Lilian mengikuti dari belakang


Di sisi lain kelas tempat Kirara berada sedang mengikuti kegiatan pembelajaran dari guru bk yang masuk ke kelas Juvelian di jam pertama


Suasana di dalam kelas terasa tenang, hanya ada suara guru yang lagi menerangkan di depan, dan sakin tentangnya sampai ada yang mengantuk atau menguap


Di sudut ruangan, Joni yang duduk di dekat jendela terus tidak fokus pada pelajaran bahkan dia tidak tau apa sedang di pelajari dengan mata yang terpaku pada Mina


yang berdiri di lapangan


Saat Mina berhasil menangkap bola yang hampir mengenai Arin, Joni nampak tercengang dengan keahlian dalam menangkap


'Bagaimana dia bisa menangkap bola itu padahal sedang tidak fokus? apa sebuah keberuntungan?'


Saat giliran Mina yang maju, Joni heran dengan Mina yang ada di barisan belakang


dengan keadaan linglung


"...?"


'Hei, ayo fokus! kau tidak mungkin ingin bola itu mengenai wajah mu kan?'


Sesuai kekhawatiran nya bola itu tepat mendarat di hidungnya, dia pun tanpa alasan mendadak memukul meja dengan kuat


Suaranya segera bergema di seluruh ruang


kelas yang mengundang tanda tanya, segera berdiri karena dia menyaksikan semuanya kejadian dari awal sampai akhir Mina yang hidungnya di hantam bola


Suara seseorang yang memukul meja


menarik perhatian teman sekelas dan guru


tak terkecuali dengan Kirara dan Joni yang juga ikut berbalik melihat ke arahnya


"Ada apa,Joni? sampai kamu memukul


meja saat saya sedang menerangkan"

__ADS_1


Dia mendadak mengaruk bagian belakang


kepalanya karena malu dan mencari alasan yang masuk akal, menjawab tanpa ragu


"ah, Sa, saya ingin pergi ke toilet"


Hanya itu yang muncul dari pikiran nya yang mendadak menjadi kacau


'Joni! apa hanya itu yang muncul di otak


mu?"


Teman sekelas yang duduk di barisan belakang tertawa


"Pft"


"Buk, cepat izinkan dia. nanti kencing di celana dia, Wk wk"


"Iya, bu. izinkan dia"


'Ku kira ada apa, ternyata dia membuat keributan hanya karena pergi ke toilet' Pikir


Jake yang melirik Joni dari jauh


"Tentu silakan, cepatlah kembali" kata guru itu, setelah di izinkan Joni melihat ke sekeliling kelas dengan cepat meninggalkan kelas


Kirara yang tidak percaya dan merasa Joni


sedang berbohong, terus menatapnya


dengan satu alisnya yang terangkat sampai dia tidak terlihat lagi


'... kau serius?'


dengan keheningan, ibu guru yang berdiri


di depan papan tulis bertanya pada siswa


siswinya


"Apa pelajaran saya sangat membosankan sampai sampai kalian rasanya ingin keluar dari kelas ini?"


Karena setiap kelas yang dia masuki pasti siswa siswinya pasti mengeluh terutama Mina yang selalu malas membuka buku


(padahal sebenarnya itu karena dia membenci hampir semua pelajaran) di tambah ada saja anak yang permisi ke toilet


Dia mulai merasa kan keanehan 'Sangat membosankan pun, buk...' suara hati para siswa siswi yang tidak bisa di katakan


Mereka dengan serentak berkata yang sebaliknya "Enggak kok, buk"


mereka juga menambahkan "Kami sayang ibu"


Sementara di dalam gedung olahraga, suara keributan dari lapangan terdengar sampai kesana


Juvelian segera melihat pintu yang tadi dia gunakan, dan ingin menggunakan alasan itu untuk lari dari tatapan yang tertuju padanya dengan beberapa orang yang meledak nya


"Wk wk, ada yang mau lari ini"


"Kak, kamu harus bertanggung jawab setelah membuat kami berdebar ini"


"Kak Rudan pacar kakak mau lari tuh"


Juvelian langsung berjalan melewati orang orang dengan wajahnya yang memerah


Dan di luar dugaan tidak ada yang menghalangi nya dan berhasil lewat dengan mudah dan ada juga anak anak yang lain bergegas ke lapangan melihat apa yang sedang terjadi

__ADS_1


Tapi dia sudah terlambat, Mina sudah di bawah ke UKS dengan Arin dan Lilian bersamanya


Juvelian bertanya pada siswi yang ada di


tempat kejadian, dia dengan senang hati memberi tau apa yang terjadi pada Juvelian yang membuatnya segera berlari ke gedung sekolah


Tetap di lorong menuju UKS dia berpapasan dengan seorang wanita yang baru saja keluar dari tempat yang ingin Juvelian datangi


Tapi dia berhenti ketika mendengar suara yang baru pertama kali ia dengar 'Eh?'


Juvelian hanya mengintip dari luar


"Sungguh... Mina, aku benar benar tidak sengaja melakukannya aku minta maaf"


Suara itu di penuhi rasa bersalah, itu adalah gadis yang tadi melempar bola, tangannya gemetaran


"Aku enggak apa apa kok" ucap Mina, Lilian yang berdiri di sisi lain tempat tidur berkata


untuk mengalihkan pembicaraan yang dari tadi terus berulang


"Aku dengar dari seseorang, hari ini katanya kalian ada tugas kelompok di kelasmu,


pergilah nanti di marahi loh kalau terlambat"


"Bagaimana dengan Mina?, tadi guru olahraga suruh untuk menjaganya"


Arin yang duduk di samping Mina terlihat geram dan rasanya sangat ingin membantu Liliam mengusir gadis yang dari tadi membuatnya kesal karena terlalu naif


"Aku yang akan menjaganya, kau bisa kembali ke kelasmu" kata Arin


gadis itu merasa lega dan mengucapkan terima kasih kemudian keluar dari sana


Mereka hanya melambai kan tangan tapi gadis itu kembali lagi untuk memastikan


"Benaran enggak apa apa?"


"Iya" jawabnya dengan tegas


"Apa nanti aku balik lagi"


"Enggak perlu aku sudah mau kelas setelah lebih baik"


"Oh, baiklah"


dia keluar lagi dan sekali lagi mereka melambaikan tangan sambil berkata 'Jangan balik lagi'


Pada saat itu juga, Juvelian masuk dan melihat wajah lelah mereka "Kalian sudah melakukan yang terbaik", untuk berjaga jaga dia menutup pintu


"Apa enggak sebaik nya kau istirahat di rumah aja?"


"Aku benar benar agak apa apa" jawab Mina


sambil mengipas tangannya seolah olah rasanya tidak terasa lagi


"Tapi suara tadi tidak bercanda" ucap Lilian yang menusuk hatinya


"Haah? kalian ini ke" sebelum Mina menyelesaikan perkataan nya seseorang dari luar membuka pintu dengan kuat yang membuat mereka kaget


~Bersambung~


tunggu bab selanjutnya, tiga hari lagi~


Terima kasih sudah membaca novel ini


Dan terima kasih sudah memberi semangat dengan like, vote dan komentar

__ADS_1


__ADS_2