Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 78


__ADS_3

Kepalanya sakit dengan penglihatan nya yang masih kabur meski ini adalah kedua kalinya dia menggunakan teleportasi, dia belum terbiasa


Dengan penglihatan yang tidak jelas dia hanya menggunakan ingatannya menekan angka memasukkan kata sandi di gagang pintu besi yang cukup tebal


Pintu terbuka dengan di susul suara tip tapi anehnya tidak suara dari dalam dan tidak ada siapa pun yang menyambutnya


Dia hanya bisa menebak satu hal 'Apa ibu lagi lagi pulang terlambat?'


Itu lah yang akan dia pikirkan sambil mendengus dengan perasaan yang sudah terbiasa jika tidak ada suara siapa pun di dalam rumah


Tapi anehnya lampu di ruang tamu dan dapur tidak menyala hanya ada kesunyian di dalam kegelapan yang menakutkan


Mina merinding seketika rasanya seperti sedang melihat salah satu adegan horor di televisi, seolah olah ada hantu yang menunggu di dalam gelap


Dia menurunkan tas nya dan meletakkan nya di sofa dengan perasaan ganjal yang terus muncul di hatinya


Kemudian dengan cepat mencari sakelar lampu di dekat nya dengan tangannya yang meraba dinding di sampingnya


Tatapannya menjadi tajam dan kewaspadaan terhadap sekitar nya terus meningkat


Sekarang saja dia terlihat seperti kucing liar yang akan menyerang siapa pun yang dia anggap musuh


Saat menemukan sakelar lampu di dinding yang setinggi bahunya, dia segera menekan sakelar lampu itu


Begitu lampu menyala, dari arah dapur, suara benda yang terjatuh terdengar keras dengan di susul beberapa orang yang terdengar yang sedang berbisik


Mina yang penasaran berjalan ke arah dapur dengan berjinjit di atas lantai seolah olah di dalam cahaya yang menuju kegelapan


Ada seorang vampir yang sedang tertidur sekarang dan dia harus berhati hati agar vampir itu tidak terbangun karena nya


Sambil memegang sesuatu yang terlihat seperti tongkat kasti ditangan nya,


dia menekan sakelar lampu dapur sambil menahan napas


Dan bersiap untuk memukul orang itu tapi


suara hangat ibunya langsung membuatnya kaku seketika


"Mina, kau pulang terlambat hari ini sayang"


Di depannya ada dua cowok yang dia kenal yang baru saja berbalik melihatnya saat lampu menyala dengan melotot ke arah tongkat kasti yang sedang dia pegang


Posisi kedua tangannya yang berada di berada di udara dengan memegang tongkat kasti dengan erat


Terlihat seperti akan memukul salah satu dari mereka membuat mereka terkejut dan takut untuk sesaat


Melirik ke meja makan di penuhi makanan

__ADS_1


yang masih beruap membuatnya bertanya


tanya


Ibunya menyuruh nya untuk segera meletakkan tongkat pada tempat nya dan duduk


Dengan menyatukan tangannya dengan sedikit di miringkan ibunya berkata "Sebenarnya, ini kejutan untuk Mina ibu yang tersayang"


Ibunya kemudian bertanya dengan penuh semangat "Kau terkejut, sayang?"


"...."


Mengambil soda yang ada di atas meja dan membukanya dengan kasar kemudian meminum nya sambil berteriak di dalam hatinya


'Terkejut? Ibu hampir membuat jantungku copot sakin kagetnya, tau!'


Namun, berbeda dengan yang dia katakan di hatinya, dia segera mengelap sisa soda di bibirnya dan menjawab kebalikan dari yang sebenarnya dengan santai


"Biasa aja"


Ibunya menyentuh pipinya sambil berkata dengan kecewa dan sedih "Ternyata kami tidak berhasil ya"


"Baiklah, mari kita rayakan kepulangan


dua anak laki laki ibu yang pergi ke luar negeri beberapa tahun yang lalu"


Mereka berbincang sambil makan kecuali Mina yang kelihatan nya tidak peduli "Jadi, kalian pulang sendiri?"


Jake melanjut kan perkataan Joni menggantikan nya


"Ayah ibu katanya akan kembali beberapa hari lagi karena urusan mereka di sana belum selesai"


Sementara itu Mina merasa aneh dengan


mereka yang seperti nya sudah lama kenal dengan kirara dan Jake yang menjadi ketua OSIS tapi dia memilih untuk diam


"Kebetulan masih ada satu kamar kosong di rumah ini, jadi kalian tinggal saja di


rumah bibi sampai orang tua kalian kembali"


Sementara ibu Mina lagi mencuci piring di dapur, sebenarnya Mina dengan senang hati awalnya menawar kan dirinya untuk mencuci piring untuk menghindari Jake dan Joni akan pasti akan ada suasana canggung


Tapi ibunya mencegah nya dengan berkata


dia baru saja pulang ke rumah tapi malah mau bekerja lagi, ibunya terus saja mendesak nya untuk istirahat


Sementara itu Jake, Joni dan Mina duduk di ruang tamu melihat televisi dengan suasana

__ADS_1


canggung


Joni melihat ke sekeliling dan merasa aneh dengan suasana sunyi di rumah dan hanya ada Ibu Mina dan Mina di rumah, tanpa ragu dia bertanya pada Mina


"Paman ada di mana? kenapa enggak kelihatan?Jam segini belum selesai bekerja?" Dia bertanya banyak hal dengan cepat


Tatapan Mina menjadi tajam dengan kebencian di dalam nya, tanpa berbalik melihat ke Joni, dia menjawab dengan dingin


"Jangan bertanya soal b******n itu"


Mereka berdua membeku saat mendengar suara nya yang di penuhi oleh kebencian yang sangat mendalam dengan nada mengancam


Dengan pikiran yang mengatakan


'Apa saja yang sudah terjadi dalam keluarga mereka selama ini?'


Mina terus saja mengganti siaran televisi dalam satu menit dia sudah dua sampai tiga kali mengulangi siaran dan berhenti di salah satu siaran sambil bergumam


"Gak ada yang bisa di tonton"


"Itu kan"


"Apa?" tanya Mina yang menoleh melihat Joni yang duduk di samping dengan wajah heran


"Film ini, ternyata masih di tayang kan ya. padahal sudah beberapa tahun berlalu semenjak pertama kali di tayang kan"


"Kayaknya ini episode pertamanya deh" kata Mina yang sedikit menebak karena tidak mengingat dengan jelas seluruh alur ceritanya


Kemudian Jake berkata dengan tanpa keraguan seolah olah dia memang melihat film ini setiap tahun tanpa melewatkan nya


"Meskipun artisnya selalu di ganti setiap tahun dan alur cerita sedikit di ubah, tapi film ini masih banyak yang menyukainya"


"...." Mina dan Joni hanya diam karena menyetujui perkataan Jake meskipun tidak mengingat semuanya


"Iya, kau benar. waktu pertama kali film ini di tayang kan, banyak sekali yang membicara kan nya" kata Mina yang tiba tiba teringat dengan masa lalu


Dengan menggunakan jari telunjuk, Joni menunjuk ke arah layar televisi dan berkata dengan penuh keyakinan


"Kau kan suka banget sama film ini, Mina"


Jake mendadak tersentak, menyetujui perkataannya dengan menambah kan


"Iya, kau benar. Kalau kita lagi main bola di lapangan, meskipun tengah permainan kau pasti akan segera berlari pulang ke rumah gara gara film ini"


Seperti baru saja tertimpa kata kata yang sangat banyak, Mina yang mendengarnya menjadi kesal dan marah karena dia seperti baru saja di fitnah


Dia segera bangkit dan meninggi kan suara berkata penuh kekesalan

__ADS_1


"Kalian ini bicara apa?!!"


~Bersambung~


__ADS_2