
"Aku akan mencobanya" kata lux dengan bersemangat.
[juvelian?] tanya lux menggunakan telepati.
[ya?] jawab juvelian.
"ini menakjubkan!" kata lux dengan wajah gembira. Lux terbang ke arah juvelian dan duduk di bahu juvelian.
Sebelum keluar pintu, juvelian membacakan sihir yang akan membuat lux tidak terlihat orang lain.
Di koridor sekolah. Rudan yang ingin kembali ke kelas setelah membantu juvelian.
"rudan! tunggu kenapa kau selalu
menghindari ku?" tanya anak perempuan dari kelas lain dengan wajah malu malu.
"bukankah aku sudah bilang dan mari kita coba pacaran dulu" kata anak perempuan itu dan sedikit menundukkan kepalanya dengan wajah malu malu.
"maaf, tapi sudah ada anak yang ku sukai"
Kata rudan dengan tegas.
Terkejut dengan jawaban rudan, anak itu mengangkat kepalanya melihat ke arah rudan dan kembali menundukkan kepalanya.
"bohong, kau mengatakan itu supaya aku berhenti mengikutimu kan? "
Kata anak perempuan itu dengan wajah malu -malu.
Rudan yang mendengar itu mengacak gacak rambut dan berkata dalam hatinya
'apa dia tidak bosan mengikuti ku dan menyatakan cintanya terus menurus? '.
Berhenti Mengacak rambutnya rudan melihat ke arah anak itu dan berkata "aku tidak berbohong".
Anak perempuan itu menjawab perkataan rudan "jika kau tidak berbohong buktikan, bawa dia kesini".
"itu..."gumam rudan.
Melihat ke arah belakang samping anak itu,
Rudan melihat juvelian yang sedang berjalan di koridor. Rudan menarik tangan juvelian dan membawanya ke hadapan anak perempuan itu.
__ADS_1
Dengan wajah malu malu rudan berkata dengan tegas "dia! Dia, orang yang ku sukai".
"bohong... " kata anak perempuan itu dengan mata berair.
Juvelian Menghelaan napas dan berkata "dia tidak berbohong, dia menyukaiku".
Mendengar hal itu, anak perempuan itu pergi dengan menangis.
"terima kasih" kata rudan yang melihat ke arah juvelian.
"aku hanya mengembalikan apa yang aku terima, maksudku tentang kejadian beberapa waktu yang lalu" kata juvelian.
Beberapa waktu yang lalu.
Lagi lagi ada anak yang menyatakan rasa sukanya pada juvelian.
" juvelian ,aku menyukaimu. ayo kita pacaran"
Kata kakak kelas perempuan dengan nada agak tinggi dan menutup mata, kedua tangan di kepalkan.
'yang benar saja hari itu di tempat ini anak laki laki yang menyatakan cintanya sekarang anak perempuan?' kata juvelian dalam hatinya.
[juvelian, ada apa dengannya? ] tanya lux yang duduk di bahu juvelian.
"maaf, tapi saya menolaknya" kata juvelian.
"kenapa? Apa karena aku juga perempuan?
Kau takut hubungan kita dibicarakan, jika begitu kita bisa pacaran diam diam" kata anak perempuan itu dengan wajah panik.
"bukan, karena itu..." gumam juvelian yang sedikit menundukkan kepala.
'karena jika kau menyukaiku, maka akan makin banyak orang yang terlibat dan juga aku ini bukan homoseksual' kata kata yang ingin juvelian katakan tapi hanya bisa dalam hatinya.
Dari arah belakang seseorang mengulurkan tangannya dan melingkarnya di leher juvelian .
Orang itu tidak lain adalah rudan.
Karena hal itu lux yang duduk di bahu juvelian, langsung terbang.
Saat juvelian menoleh, ia melihat mata rudan yang tertuju pada anak perempuan itu dengan tatapan tajam dan keheningan terjadi untuk sesaat.
__ADS_1
Rudan kemudian berbisik di telinga juvelian
"juju, kau selalu membuatku khawatir" dan menunjukkan senyum lembut di bibirnya pada juvelian.
Sikap rudan membuat anak perempuan itu kesal, matanya di penuhi amarah dan menggeram melalui bibirnya.
"lepaskan tanganmu darinya" kata anak itu yang menatap rudan dengan amarah.
Rudan tidak menghiraukan perkataan anak itu dan hanya menatap juvelian dengan tatapan hangat dan senyum lembut.
"kau... " kata anak perempuan itu dengan mata yang penuh amarah dan kedua tangan
Yang di kepal keras dengan amarah.
'hah! Dia benar benar marah' kata juvelian dalam hatinya.
"juju menolakmu karena kami sudah pacaran dengan kata lain, dia adalah pacarku"
Kata rudan dengan percaya diri dan senyum nakal di wajahnya.
"itu tidak mungkin..." kata anak perempuan itu yang gemetar tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"tapi, kenyataannya begitu kami pacaran"
"Tidak bentar lagi kami akan bertunangan"
Kata rudan dengan senyum mengejek di wajahnya.
Anak perempuan itu lari dengan meneteskan air mata. Setelah anak itu tidak terlihat lagi, setelah berlari melewati rudan dan juvelian.
juvelian yang lehernya masih di lingkari dengan tangan rudan berkata "sekarang tolong lepaskan aku". Rudan yang langsung tersadar melepaskan juvelian berkata
"maaf, juju kau pasti terkejut" kata rudan.
"darimana kau tau kalau aku ada disini?"
Tanya juvelian yang melihat mata rudan.
Rudan melihat ke arah bahu juvelian tempat dimana lux kembali duduk dibahu juvelian.
'ada apa dengan manusia ini? Dia tidak mungkin melihatku kan?' menggeleng gelengkan kepalanya lux berpikir 'itu tidak mungkin! Karena hanya juvelian yang bisa melihatku'.
__ADS_1
~Bersambung~