Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 63


__ADS_3

Setelah mobil berjalan untuk waktu yang cukup lama, mobil yang mereka naiki kembali berhenti, kali ini mereka berhenti di


depan sebuah cafe dengan tiga lantai dan


dinding putih polos


Tiba tiba ekspresi wajah Mina juga ikut


kembali menjadi datar dan tatapan dingin


seperti salju yang turun sambil menutup


buku dengan kedua tangannya bersamaan


Tiga jendela berbentuk persegi panjang yang turun ke bawah saling berdekatan di lantai


dua dan tiga yang dapat menyilaukan


mata saat siang hari


Papan nama yang di gantung di atas


berbentuk lingkaran dengan warna hitam-


biru dan tulisan 'Cafe caelum' yang berwarna


putih akan bercahaya pada malam hari


Perlahan pintu mobil terbuka ke samping,


Mina turun dari mobil dengan Juvelian yang


bangkit dari tempat duduk ingin menyusul


Mina yang sudah turun dari mobil


Saat Juvelian ingin melangkah kan kakinya,


Alan menyadari ada yang salah, dia dengan


cepat memegang jari kelingking Juvelian


tanpa tenaga


Kepalanya sedikit menunduk dengan wajah


yang tidak terlalu terlihat karena tertutup


poni sambil menggerakkan bibirnya bertanya dengan suara rendah dan lembut nyaris tidak kedengaran


"Lian, kau mau pergi ke mana?"


Suara Alan yang tidak pernah dia dengar


membuat bahunya tersentak


Begitu dia berbalik, Alan mengangkat


kepalanya dengan perlahan


Ekspresi khawatir yang terlihat sangat jelas


dan tatapan cemas dengan sedikit merah


Membuat Juvelian membuka matanya lebar


lebar


"Jika terjadi sesuatu padamu..." suara Alan


semakin turun dan menghilang tanpa suara yang terdengar lagi dengan bibirnya yang masih bergerak seperti enggan untuk mengatakan nya


'Kak Alan...' pikir Juvelian yang merasa terharu karena berpikir kakaknya sedang


mengkhawatirkan nya, matanya berair


Sampai kata kata selanjut nya yang keluar


dari mulut Alan "Jika terjadi sesuatu padamu Kak Allen dan kak Luxia akan lebih dulu


melenyapkanku"


Juvelian langsung terdiam dengan matanya


satu kedip dan Air matanya kembali naik


Suara seseorang yang menahan tawa


terdengar jelas dari kursi pengemudi


Menarik jarinya yang di pegang Alan dengan


cepat dan dengan ekspresi kesal, dia


berjalan turun dari mobil dengan cepat


sambil mengepalkan tinju di kedua


tangannya


Begitu turun dari mobil, suara langkah kaki


Juvelian yang memijak trotoar seperti di


hentakan terdengar sangat keras


Pipinya di gembungkan seperti tupai yang


menyimpan kacang di dalam mulutnya


Juvelian yang berjalan dengan kesal dan


pipinya yang di gembung kan terlihat sangat

__ADS_1


lucu di mata Alan


'Ada apa dengan kak Alan? Kadang kadang


kak Alan baik dan perhatian seperti kakak


yang di idola kan setiap adik di dunia ini tapi


kadang kak Alan sangat menyebalkan


seperti kakak laki laki pada umumnya'


Begitu berdiri di samping Mina, Juvelian


melihat ke arah Alan dengan tatapan tajam


dan ekspresi kesal, dia berkata dengan nada


dingin


"Jangan mengikutiku"


Alan langsung membalas "Kalau aku enggak


mau gimana? Kau kan selalu bilang akan


bersama dengan kakakmu ini ke mana pun"


Kata Alan dengan percaya diri


Seperti ada tangan yang tidak terlihat


memukul kepala Juvelian dengan kuat dan


suara gedebuk yang bergema di telinganya


sambil memegang hatinya yang melompat


keluar dari rongga


'Kapan aku pernah bilang begitu?'


Jika itu adalah pukulan di dunia nyata dia


bisa merasakan ada darah yang keluar dari


mulutnya


Kata kata Alan yang akan terdengar seperti


seseorang yang bertemu kembali dengan


mantan pacar dan mengganggu pacar dari


mantan pacarnya


Membuat Juvelian merinding, memeluk


lengan Mina dengan kuat dan berkata "Aku


bersama Mina, jadi jangan khawatir"


Alan hanya terdiam tanpa gerak sedikit pun


menatap kosong pada Juvelian


Tiba tiba suara jangkir terdengar dari suatu


tempat yang mengganggu di antara suasana


canggung dan dingin


'Pokoknya aku harus menghentikan kak Alan


untuk mengikuti kami'


Juvelian menelan ludahnya dengan suasana


canggung yang harus dia hadapi


Sebenarnya alasan utama Juvelian ingin


beberapa saat di cafe Mina adalah untuk


bertemu dengan Luxia yang pulang hari ini


"Kau benar benar akan membuat ku


terbunuh dengan konyol kali ini" kata Alan


dengan wajah pucat dan tersenyum sedih


sambil matanya yang ketakutan


Tapi jika wajahnya di lihat lebih teliti lagi,


ujung bibirnya sedikit naik keatas seperti


sedang menahan tawa dan mengejek di saat


bersamaan


Juvelian yang kesal berteriak di dalam


hatinya 'Pergi saja sana' sedangkan Mina


hanya asik melihat drama pertengkaran adik


kakak di depannya


Selama ini dia hanya bisa melihat drama di layar TV tapi kali ini, untuk pertama kalinya dia melihat drama di depan cafe, tempat


yang sudah di lewati sebanyak ratusan kali

__ADS_1


tidak tahu dari mana dia mendapatkan pop


corn tapi sudah ada di tangannya seperti


muncul dari udara dengan kaca mata 3D


yang biasanya di gunakan saat di dalam


bioskop


Pintu mobil menutup dengan Alan yang di


dalamnya melambaikan tangannya sambil


tersenyum lebar dan mata yang melengkung


membentuk senyuman


Tapi di mata Juvelian, semua tindakan Alan


adalah sikap seorang kakak yang sedang


mengganggu adiknya


Mobil itu kembali berjalan lurus menuju ke


suatu tempat dengan kecepatan yang terus


bertambah


Melihat pertunjukan sudah selesai, Mina


dengan santai membuang kacamata 3D nya


ke arah belakang kemudian menetup kedua


tangannya, membersihkan remahan pop


corn yang tertinggal di tangannya


Duduk dengan menyilangkan kakinya dan


menatap ke arah belakang, Juvelian dan


Mina yang masih berdiri di depan cafe


dengan mata mereka yang terpaku pada


mobil


Begitu sosok mereka berdua tidak terlihat


lagi, Alan menghadap ke depan dengan


tatapan cemas dan ekspresi datar yang bisa


membuat orang lain salah paham


Menutup kedua matanya sambil bersender


pada jok mobil, menyentuh kening nya yang


di kerut kan, dia bergumam dengan suara


lemah "Lian..."


Diam sebentar, Alan membuka matanya dan


bertanya pada dirinya sendiri dalam hatinya


'Lian, dia akan baik baik saja kan?'


Perasaan bersalah dan takut akan


kehilangan Juvelian lagi


Membuat nya selalu memperhatikan


Juvelian yang mungkin saja akan


menghilang dari hadapannya, saat dia


sedang lengah


Melihat ke samping, di jendela mobil


terdapat pantulan dirinya yang sangat mirip


dengan Juvelian, kecuali gender dan warna


rambut perak yang di miliki Juvelian


Orang orang akan sulit membedakan mereka


jika mereka hanya diam tanpa membuka


mulutnya, mereka akan seperti orang berdiri


di depan kaca


Mina berbalik dan berjalan menuju ke pintu


masuk cafe, suara kerincing kecil terdengar


dari atas pintu


Begitu pintu terbuka dengan sendirinya, kasir yang berdiri di belakang meja dekat pintu


Sedikit menunduk dan meletakkan satu


tangannya di dadanya sambil berkata sambil


tersenyum sopan "Selamat datang"

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2