
Setelah mobil berjalan untuk waktu yang cukup lama, mobil yang mereka naiki kembali berhenti, kali ini mereka berhenti di
depan sebuah cafe dengan tiga lantai dan
dinding putih polos
Tiba tiba ekspresi wajah Mina juga ikut
kembali menjadi datar dan tatapan dingin
seperti salju yang turun sambil menutup
buku dengan kedua tangannya bersamaan
Tiga jendela berbentuk persegi panjang yang turun ke bawah saling berdekatan di lantai
dua dan tiga yang dapat menyilaukan
mata saat siang hari
Papan nama yang di gantung di atas
berbentuk lingkaran dengan warna hitam-
biru dan tulisan 'Cafe caelum' yang berwarna
putih akan bercahaya pada malam hari
Perlahan pintu mobil terbuka ke samping,
Mina turun dari mobil dengan Juvelian yang
bangkit dari tempat duduk ingin menyusul
Mina yang sudah turun dari mobil
Saat Juvelian ingin melangkah kan kakinya,
Alan menyadari ada yang salah, dia dengan
cepat memegang jari kelingking Juvelian
tanpa tenaga
Kepalanya sedikit menunduk dengan wajah
yang tidak terlalu terlihat karena tertutup
poni sambil menggerakkan bibirnya bertanya dengan suara rendah dan lembut nyaris tidak kedengaran
"Lian, kau mau pergi ke mana?"
Suara Alan yang tidak pernah dia dengar
membuat bahunya tersentak
Begitu dia berbalik, Alan mengangkat
kepalanya dengan perlahan
Ekspresi khawatir yang terlihat sangat jelas
dan tatapan cemas dengan sedikit merah
Membuat Juvelian membuka matanya lebar
lebar
"Jika terjadi sesuatu padamu..." suara Alan
semakin turun dan menghilang tanpa suara yang terdengar lagi dengan bibirnya yang masih bergerak seperti enggan untuk mengatakan nya
'Kak Alan...' pikir Juvelian yang merasa terharu karena berpikir kakaknya sedang
mengkhawatirkan nya, matanya berair
Sampai kata kata selanjut nya yang keluar
dari mulut Alan "Jika terjadi sesuatu padamu Kak Allen dan kak Luxia akan lebih dulu
melenyapkanku"
Juvelian langsung terdiam dengan matanya
satu kedip dan Air matanya kembali naik
Suara seseorang yang menahan tawa
terdengar jelas dari kursi pengemudi
Menarik jarinya yang di pegang Alan dengan
cepat dan dengan ekspresi kesal, dia
berjalan turun dari mobil dengan cepat
sambil mengepalkan tinju di kedua
tangannya
Begitu turun dari mobil, suara langkah kaki
Juvelian yang memijak trotoar seperti di
hentakan terdengar sangat keras
Pipinya di gembungkan seperti tupai yang
menyimpan kacang di dalam mulutnya
Juvelian yang berjalan dengan kesal dan
pipinya yang di gembung kan terlihat sangat
__ADS_1
lucu di mata Alan
'Ada apa dengan kak Alan? Kadang kadang
kak Alan baik dan perhatian seperti kakak
yang di idola kan setiap adik di dunia ini tapi
kadang kak Alan sangat menyebalkan
seperti kakak laki laki pada umumnya'
Begitu berdiri di samping Mina, Juvelian
melihat ke arah Alan dengan tatapan tajam
dan ekspresi kesal, dia berkata dengan nada
dingin
"Jangan mengikutiku"
Alan langsung membalas "Kalau aku enggak
mau gimana? Kau kan selalu bilang akan
bersama dengan kakakmu ini ke mana pun"
Kata Alan dengan percaya diri
Seperti ada tangan yang tidak terlihat
memukul kepala Juvelian dengan kuat dan
suara gedebuk yang bergema di telinganya
sambil memegang hatinya yang melompat
keluar dari rongga
'Kapan aku pernah bilang begitu?'
Jika itu adalah pukulan di dunia nyata dia
bisa merasakan ada darah yang keluar dari
mulutnya
Kata kata Alan yang akan terdengar seperti
seseorang yang bertemu kembali dengan
mantan pacar dan mengganggu pacar dari
mantan pacarnya
Membuat Juvelian merinding, memeluk
lengan Mina dengan kuat dan berkata "Aku
bersama Mina, jadi jangan khawatir"
Alan hanya terdiam tanpa gerak sedikit pun
menatap kosong pada Juvelian
Tiba tiba suara jangkir terdengar dari suatu
tempat yang mengganggu di antara suasana
canggung dan dingin
'Pokoknya aku harus menghentikan kak Alan
untuk mengikuti kami'
Juvelian menelan ludahnya dengan suasana
canggung yang harus dia hadapi
Sebenarnya alasan utama Juvelian ingin
beberapa saat di cafe Mina adalah untuk
bertemu dengan Luxia yang pulang hari ini
"Kau benar benar akan membuat ku
terbunuh dengan konyol kali ini" kata Alan
dengan wajah pucat dan tersenyum sedih
sambil matanya yang ketakutan
Tapi jika wajahnya di lihat lebih teliti lagi,
ujung bibirnya sedikit naik keatas seperti
sedang menahan tawa dan mengejek di saat
bersamaan
Juvelian yang kesal berteriak di dalam
hatinya 'Pergi saja sana' sedangkan Mina
hanya asik melihat drama pertengkaran adik
kakak di depannya
Selama ini dia hanya bisa melihat drama di layar TV tapi kali ini, untuk pertama kalinya dia melihat drama di depan cafe, tempat
yang sudah di lewati sebanyak ratusan kali
__ADS_1
tidak tahu dari mana dia mendapatkan pop
corn tapi sudah ada di tangannya seperti
muncul dari udara dengan kaca mata 3D
yang biasanya di gunakan saat di dalam
bioskop
Pintu mobil menutup dengan Alan yang di
dalamnya melambaikan tangannya sambil
tersenyum lebar dan mata yang melengkung
membentuk senyuman
Tapi di mata Juvelian, semua tindakan Alan
adalah sikap seorang kakak yang sedang
mengganggu adiknya
Mobil itu kembali berjalan lurus menuju ke
suatu tempat dengan kecepatan yang terus
bertambah
Melihat pertunjukan sudah selesai, Mina
dengan santai membuang kacamata 3D nya
ke arah belakang kemudian menetup kedua
tangannya, membersihkan remahan pop
corn yang tertinggal di tangannya
Duduk dengan menyilangkan kakinya dan
menatap ke arah belakang, Juvelian dan
Mina yang masih berdiri di depan cafe
dengan mata mereka yang terpaku pada
mobil
Begitu sosok mereka berdua tidak terlihat
lagi, Alan menghadap ke depan dengan
tatapan cemas dan ekspresi datar yang bisa
membuat orang lain salah paham
Menutup kedua matanya sambil bersender
pada jok mobil, menyentuh kening nya yang
di kerut kan, dia bergumam dengan suara
lemah "Lian..."
Diam sebentar, Alan membuka matanya dan
bertanya pada dirinya sendiri dalam hatinya
'Lian, dia akan baik baik saja kan?'
Perasaan bersalah dan takut akan
kehilangan Juvelian lagi
Membuat nya selalu memperhatikan
Juvelian yang mungkin saja akan
menghilang dari hadapannya, saat dia
sedang lengah
Melihat ke samping, di jendela mobil
terdapat pantulan dirinya yang sangat mirip
dengan Juvelian, kecuali gender dan warna
rambut perak yang di miliki Juvelian
Orang orang akan sulit membedakan mereka
jika mereka hanya diam tanpa membuka
mulutnya, mereka akan seperti orang berdiri
di depan kaca
Mina berbalik dan berjalan menuju ke pintu
masuk cafe, suara kerincing kecil terdengar
dari atas pintu
Begitu pintu terbuka dengan sendirinya, kasir yang berdiri di belakang meja dekat pintu
Sedikit menunduk dan meletakkan satu
tangannya di dadanya sambil berkata sambil
tersenyum sopan "Selamat datang"
__ADS_1
~Bersambung~