Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 83


__ADS_3

Mereka kemudian bertepuk tangan dan


ada beberapa dari mereka yang mengangkat papan yang berisi angka seratus dengan wajah kagum


Dan dari mana semua papan yang berisi angka seratus itu datang?


Itu pasti menjadi pertanyaan beberapa orang. tentu saja, karena itu tidak nyata melainkan hanyalah khayalan seseorang yang tidak bisa berkata kata


Terutama guru olahraga yang bertepuk tangan dengan kuat dan bersemangat di tambah tatapan bangga


Dia juga nampak terharu, tatapannya seolah olah mengatakan "Semua kerja keras ku tidak sia sia"


Benar, meskipun sebagian guru merasa kesal dan selalu marah pada Mina tapi tidak dengan guru olahraga yang sudah menganggap Mina seperti anaknya


Di antara siswa yang lain, Mina terlihat paling bersemangat saat beraktivis di luar ruangan apa lagi tidak ada yang bisa mengalahkan nya


Bahkan dia bisa membuat anak laki laki tunduk di hadapan nya


Setelah kejadian itu, permainan berakhir dengan lebih tenang dari dugaan


namun, karena dari tadi tidak ada satu pun yang kalah di antara kedua tim, mereka di nyatakan seri


Sekarang gantian Mina, Arin dan beberapa anak perempuan di kelas mereka dengan anak perempuan lain dari kelas yang sama dengan Yeri


Mengenai siswi yang tadi terjatuh ke lantai, dia di topang Yeri dan satu teman sekelas nya menuju ke ruang UKS untuk beristirahat


Sedangkan Juvelian menuju ke gedung olahraga tapi sebelum itu dia memberikan tos pada Arin dan Mina saat dalam perjalanannya


Sementara Lilian berdiri di tangga dan memberi Arin semangat


Sebagian besar siswi yang tadi bermain bola tangkap mengganti pakaian mereka dengan terburu buru karena keringat dan bersiap untuk pergi suatu tempat


Saat dalam perjalanan menuju ke gedung olahraga, dia melihat beberapa anak perempuan yang menuju ke tempat yang sama dengannya


Saat pertama kali dia masuk ke dalam sebagai Juvelian, dia merasa sangat gugup karena selama ini Lilian selalu ada bersama nya


Dan lagi Lilian melarang nya pergi ke sana tanpa dirinya atau sendirian karena suatu alasan yang tidak pernah dia katakan kecuali jika itu adalah perintah guru


Tapi sekarang dia sudah terbiasa pergi ke sana sendirian, dia agak canggung karena sepertinya hanya dia yang datang tanpa teman atau seseorang yang dia kenal di antara segerombolan anak perempuan itu


Sebagian dari mereka datang berpasangan sambil bergandengan tangan, meskipun aku mengatakan berpasangan tapi sebenarnya mereka semua adalah anak perempuan


Dan beruntungnya pintu masuk gedung


olahraga cukup lebar yang tidak akan


menyebabkan kerumunan yang saling


berdesakan dan menabrak orang lain

__ADS_1


Baru juga menginjakan kakinya di depan pintu tapi suara ribut bergema memenuhi


ruangan


Dia segera berjalan naik ke lantai dua karena beberapa orang mendorong nya dari belakang


Di sana masih banyak kursi yang kosong, bahkan jika seluruh siswa siswi SMA sekolah ini datang untuk menonton juga pasti akan muat meskipun akan penuh sesak


Seseorang di lapangan basket baru saja akan memasukkan bola ke ring tapi di rebut seseorang yang entah datang dari mana, kemudian terdengar beberapa orang yang merasa kecewa


Tapi tiba tiba gadis yang berdiri di sampingnya menarik napas dalam dalam sambil satu tangannya memegang pagar di depannya dengan erat


Dan segera berteriak dengan cukup keberanian sambil melambaikan tangannya ke udara


"Sayang, kau sudah melakukan yang terbaik, kau yang terbaik di hatiku selamanya"


Suaranya terdengar sangat kuat, banyak yang melihat ke arahnya tak terkecuali dengan Juvelian tapi gadis itu tidak peduli


Dia hanya melihat ke lantai bawah, tempat pacarnya berada dengan tatapan bersinar, tatapan pacarnya keliatan bahagia


Teman dari pacar gadis itu mendadak memukul punggung pacarnya dan berkata


"Hei, ayangmu sayang banget sama kamu"


beberapa orang bersiul, mereka menjadi malu, lalu teman pacarnya itu berkata "Nasib banget aku masih jomblo"


Mereka tertawa, "Ha ha ha... Kami juga masih jomblo kok, iya kita senasib"


pikiran itu berputar di kepalanya seperti gasing


Segera suara suara teriakan yang bertubi tubi menghantam kepalanya dengan keras "Daniel! Aku cinta kamu"


"Raja iblisku yang berwajah malaikat, kamu keren banget"


Alisnya bertemu di tengah dengan heran


Juvelian segera mengangguk alias mengerti siapa yang di maksud anak perempuan


itu


'Benar, di 'Sepuluh Laki Laki Paling Tampan Miater' mereka punya julukan masing masing dan di antaranya adalah Daniel'


Wajahnya yang imut dan senyuman bersinar saat pertama kali masuk sekolah masih di ingat dan kagumi banyak gadis


Meskipun dia tidak langsung menunjukkan sifat aslinya tapi mulai sedikit demi sedikit, tetap saja masih ada yang ingat


yang kemudian membuat julukan baru untuknya yang awalnya 'Manusia Malaikat' menjadi yang di sebut gadis tadi


Segera beberapa nama yang familiar terus bergema yang membuatnya merinding

__ADS_1


'Gila! sudah lama aku enggak mendengar


nya' dia merinding sekujur tubuh


'Lama lama sekolah ini berubah jadi fansclub'


sampai seseorang berteriak mengalihkan perhatian karena menyebut nama pacarnya "Anda sudah merebut hati saya, Rudan!"


Suara itu berbeda dengan gadis seumur nya yang terdengar ringan melainkan berat


Dia segera melihat sekeliling mencari asal suara yang membuatnya penasaran, di sana hanya ada sekelompok anak laki- laki


seseorang yang berteriak tadi adalah siswa dengan tinggi di atas pria rata rata berdiri dengan wajah memerah yang sedang kagum


Rasanya rahangnya seperti terjatuh, Juvelian memang mengakui ketampanan Rudan yang bisa membuat orang lain jatuh hati


Tapi dia tidak pernah menyangka akan mendengar perasaan kagum dari seorang pria untuk pacarnya


Bahkan jika perkataan itu hanyalah main main atau perasaan mengagumi kemampuan Rudan dalam bermain basket tapi entah kenapa seperti sedang tersaingi


Dia dengan tergesa gesa mencari Rudan di antara anak laki laki yang sangat banyak di lantai satu


'Juvel, rambut pacar itu berwarna pirang dan sangat jarang ada jadi mudah untuk menemukannya'


Pada saat itu dia melihat Rudan melompat tinggi dan melempar bola ke dalam ring, bola itu sedikit berputar yang membuat mereka menelan ludah


Meskipun tingginya sekitar 180an tapi melihat ring yang di pasang sangat tinggi karena tinggi anak anak di sekolah ini tidak normal


Sudah pasti lompatan yang dia buat adalah hal yang sulit bagi beberapa orang tapi tidak


baginya, dia seperti baru saja terbang di udara


Keheningan tercipta seketika, suara ring basket yang sangat tinggi itu bergetar hebat seperti akan copot Kemudian, sorakan kemenangan memenuhi ruangan dengan nyaring


Tidak sedikit dari mereka yang merangkul teman di sebelahnya sambil berkata seperti dengan nada sedang bernyanyi yang mengatakan "Kelas 2-2 maju terus, kalah kan mereka"


Tanpa sadar Juvelian berkata dengan suara takjub "Kau keren! Rudan"


tapi sepertinya dia tidak bisa mendengar nya di antara banyak suara


Teman teman sekelasnya berlari ke arah dengan mengulurkan tangan untuk menepuk bahu dan punggung Rudan


"Dia monster atau apa?"


~Bersambung~


tunggu bab selanjutnya, tiga hari lagi~


Terima kasih sudah membaca novel ini

__ADS_1


Dan terima kasih sudah memberi semangat dengan like, vote dan komentar


__ADS_2