
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan koment
Tiba tiba Mina yang hanya menundukkan
kepalanya dari tadi
Terjatuh ke lantai karena kedua kakinya yang
lemas bahkan tangannya yang memegang
tangan
Juvelian terlepas wajahnya pucat seperti baru saja melihat hantu, Kedua tangan menyentuh lantai dengan sedikit di kepal kan
Terkejut melihat Mina yang tiba tiba terjatuh
ke lantai Juvelian yang khawatir bertanya
"Mina, kau kenapa?"
Bibirnya bergerak menggumam kan sesuatu
Sampai suaranya yang terdengar tidak
bertenaga terdengar "Ka... kamar mandi..."
Tanda tanya besar muncul di kepala Juvelian
untuk beberapa saat
Melihat sekilas ke arah pintu sudut ruangan,
dia dengan cepat mengarahkan jari telunjuk
menunjukke arah pintu yang dia lihat sambil
berkata "Di sana"
Dengan cepat Mina bangkit dari lantai dan
berlari ke arah pintu kamar mandi
Suara pintu yang di banting terdengar
dengan keras setelah beberapa saat
keheningan
Terdengar kembali suara seseorang yang
muntah dari dalam kamar mandi
Bersandar pada dinding dengan kelima jari
menyentuh dinding sambil kepala menunduk
'Padalah aku tidak ingin muntah tapi saat
mendengar suaranya aku jadi merasa mual'
Membuka mulutnya dengan lebar meniru
seseorang yang sedang muntah
Suara pintu terbuka dari suatu tempat dan
suara seseorang yang serak terdengar dari
arah yang sama membuat Juvelian kaget
"Nona Juvelian, apa yang anda lakukan di
situ?"
Dan dari kejauhan seseorang keluar dari
pintu kamar mandi "Nona Juvelian?" tanya
Mina yang baru saja keluar dari kamar mandi
dan bingung dengan situasi apa yang dia lihat
sekarang ini
Tidak berani mengangkat kepalanya karena
terlalu malu, Juvelian berteriak di dalam
kepalanya 'Apa yang harus aku lakukan
sekarang?'
Mengangkat kepalanya sambil melepas
sandaran tangan nya dan berbalik dengan
tersenyum canggung di bibirnya
Sambil tersenyum cerah dia menjawab tanpa
terbata bata
"Kak Luxia bilang akan pulang hari ini, jadi
aku datang untuk menyambutnya"
__ADS_1
Kakek itu hanya berdiri tanpa bergerak
sedikit pun seperti patung dengan tatapan
curiga di matanya
Mengaktifkan mode curiga di matanya
dengan tatapan tajam ke arah Juvelian
Menelusuri dari atas sampai bawah, dia
benar benar membuat Juvelian berkeringat
dingin
'Kakek ini adalah kepala pelayan di rumah ini
Di sama lalu aku cuma beberapa kali ke sini
karena aku benci naik pesawat'
'tapi selama ini aku sudah bolak balik dan terus bertemu dengannya secara tidak sengaja'
'Dia hanya akan menyapa aku dengan ramah, meskipun sepertinya dia adalah orang
kepercayaan kakak tapi mungkin saja dia
tidak tahu tentang ruang teleportasi ini, aku
harus lebih berhati hati padanya'
Tapi berbeda dengan raut wajah curiganya,
dia hanya merespons dengan sedikit
mengangguk seolah olah mengatakan dia
mengerti membalas dengan menunjukkan
senyum ramah di wajahnya sambil berkata
"Ternyata begitu, ya"
Di antara suaranya saat berbicara, terdengar
sedikit suara tawa kecil khas nya
'Saat tertawa dia mirip dengan kepala
pelayan yang muncul di novel kerajaan' pikir
Mina yang tertampar oleh kenyataan
Selama ini kepala pelayan yang ada di pikiran Mina adalah orang yang tegas dan kaku
di novel kerajaan yang selalu dia baca
Di gambar kan sebagai orang yang ramah
Atau keren saat menunjukkan keahlian
bertarung nya di depan melindungi pemeran
utama wanita
Berlari ke arah Mina dengan terburu buru tapi terlihat sangat natural dan memegang
pergelangan tangannya, menariknya bersama dengan dirinya keluar dari pintu
Tapi sebelum itu Juvelian sambil menarik
Mina, satu tangannya di lambai kan di
udara "Terima kasih sudah bekerja keras,
tuan kepala pelayan"
Berlari di koridor dengan beberapa pelayan
wanita yang sepertinya sedang bersih bersih
berbalik mendengar suara langkah kaki dan
menunjukkan raut wajah kaget melihat
Mereka berdua berlari Koridor yang biasanya
memiliki suasana didalam suram, sekarang
di penuhi oleh suara langkah kaki yang
terdengar sangat terburu buru
Raut wajah pucat Juvelian yang seperti baru saja bertemu dengan hantu terlihat sangat jelas di wajahnya sedangkan Mina hanya berlari dengan ekspresi heran mengikuti langkah kaki seseorang di depannya
'Tidak peduli berapa kali bertemu dia tetap
saja memang orang yang menyeramkan'
kata Juvelian di dalam hatinya Juvelian yang
merasa perasaan aneh setiap melihat kepala
pelayan itu tersenyum
Akan berusaha sekuat tenaga tidak berpapasan di koridor, orang yang selalu merubah ekspresi wajahnya lebih cepat dari membalik halaman buku
__ADS_1
Dan tiba tiba menunjukkan seringai di bibirnya
atau tersenyum cerah untuk menutupi isi
hatinya, tidak pernah ada yang tahu yang
sebenarnya dia pikirkan
Itulah yang di pikirkan setiap orang yang
bekerja di tempat ini, dari sebelum kembali
ke masa lalu
Juvelian sudah mendengar banyak tentangnya dari beberapa pelayan wanita yang bergosip
Saat melewati koridor di depan kamar nya
saat menginap di rumah Luxia, dia berjalan
tanpa melihat siapa pun saat berjalan di sana kecuali sampai melewati koridor yang lain dia tidak
Sengaja mendengar para pelayan wanita yang sedang berbisik berpikir bahwa mereka hanya bergosip seperti wanita atau anak perempuan apa umumnya
Juvelian berniat lewat tanpa mempedulikan mereka sampai salah satu suara gerutuan dari
pelayan wanita itu mencapai telingnya
"Bukannya kepala pelayan, orang yang
sangat menakutkan?"
Mulai dari situ semakin banyak rumor dan
julukan yang beredar di rumah ini tentangnya salah satu nya yang paling sering Juvelian
dengar adalah 'memecat sambil tersenyum'
Beberapa kali di mengunjungi rumah
kakaknya, Juvelian merasakan adanya
keanehan
Dari pelayan yang tidak pernah dia
lihat wajah nya sebelumnya setiap kali dia
berkunjung
Sampai mereka yang sempurna dalam
melakukan pekerjaan sekecil apa pun
Tidak pernah ada debu yang terlihat di mana
bahkan perpustakaan yang jarang di
kunjungi orang orang juga sangat bersih
Seperti di bersihkan setiap hari di setiap inci
ruang
Alasan di balik itu semua adalah Jika ada
pelayan baru yang bekerja tidak sesuai dengan ekspetasi
Akan di panggil ke ruangan kepala pelayan
dan di pecat pada hari itu juga sambil
tersenyum tidak bisa di mengerti, wajah
mereka tidak akan pernah terlihat lagi di
rumah ini
Tentu saja, mereka yang bekerja di sini merasa takut padanya tapi mereka tidak bisa
mengharapkan pelindungan dari majikan
mereka yang sesungguhnya
Karena Luxia, bukan orang yang akan peduli
pada orang orang di sekitarnya karena
baginya orang yang terbaik lah yang akan
bertahan hingga akhir
Para pelayan yang bekerja di sini hanya bisa
melindungi diri mereka sendiri
'Meskipun aku bukanlah orang yang akan
percaya dengan yang namanya rumor atau
gosip tapi semuanya terlihat jelas'
~Bersambung~
Mohon maaf semua tapi mulai sekarang
updatenya setiap tiga hari sekali
__ADS_1