
Selamat membaca
Joni mengepal tangannya dan menggigit
bibirnya dengan kuat
'Kau tidak tahu apa apa, Kirara' dia kembali
menambah kan
'Meskipun yang semua orang tahu ibu
adalah orang dengan kepribadian yang baik
tapi, Aku di besarkan dengan kasih sayang
yang berbeda dengan kakakku'
Saat itu juga sosok dirinya yang dulu terlihat,
anak laki- laki dengan rambut hitam dan mata orange dengan memakai kacamata oversized dengan warna hitam
Dan kuning keemasan kecuali pada bagian
kacanya yang sama persis dengan Jake,
jaket hitam yang selalu ia kenakan dan dirinya yang selalu diam dengan aura seorang kutu buku terlihat sangat jelas
Menatap kosong ke arah Kirara yang mulai
berjalan menjauh dari nya
Dia berkata pada dirinya sendiri 'Aku dan kakakku (Jake) bagaikan cahaya dan bayangan'
'Dia akan selalu bersinar terang di mata
orang orang dan aku akan selalu menjadi
bayangan hitam yang di abaikan dan jauhi
orang orang seperti orang yang akan
membawa sial'
Jake yang selalu mendapatkan apa yang dia
inginkan dan membuang nya seperti barang
bekas sedangkan Joni akan berusaha keras
untuk mendapatkan apa yang dia inginkan
selalu membuat nya marah
Melihat ke telapak tangannya yang sedikit di
angkat dengan mata tertunduk, dia
tersenyum tipis merasa lelah dengan sikap
ibu nya yang selalu membandingkan nya
dengan Jake
Berlari mengejar Kirara dari belakang sambil
melambaikan tangannya ke atas dan berkata dengan suara cerah
"Tunggu aku, kirara"
Kirara tersentak, dia berbalik melihat ke belakang dengan wajah yang cemberut yang mengatakan dia masih marah
dengan senyuman yang aneh dia berkata "Kenapa kau sangat lambat"
'Toh, aku sudah bisa bertemu dengan Mina
lagi dan punya teman yang tidak berharap
lebih dari ku dengan itu saja aku sudah
bahagia'
'Untuk apa mengharapkan sesuatu yang
tidak mungkin bisa terjadi, aku lebih baik
berharap masa depan yang menunggu ku
adalah masa depan yang membahagiakan'
****
Langit biru yang sangat cerah dengan semua tempat yang di penuhi oleh sinar matahari
Di tambah dengan suara kendaraan di jalan
raya yang sangat berisik
Gas kendaraan juga terlihat di beberapa
tempat, kami harus bersyukur karena di
negara ini sangat jarang terjadi macet di
jalan raya meskipun kami tinggal di ibu kota
Seperti biasa aku, kak Alan, Arin dan Lilian
__ADS_1
pulang bersama, karena kak Erin yang pergi
berlibur bersama teman temannya selama
satu minggu jadi, mau enggak mau Arin dan
Lilian harus pulang berjalan kaki
Tapi matahari yang sedang menari samba
dengan sangat bahagia di atas sana, sama
sekali tidak memikirkan kami yang ada di
bawahnya yang mungkin akan mati
kepanasan
Dari kaca jendela terlihat di perhentian bis
banyak orang berdiri dan duduk menunggu
perhentian bis masing masing dan di trotoar
yang di lalui siswa siswi seperti kami
Tapi ada yang aneh dari pada kepanasan
dengan udara di luar mereka bisa berbicara
dengan tersenyum dan tertawa
Sampai aku melihat ada sesuatu yang berkilau di tubuh mereka
Sesuatu itu tidak terlalu kelihatan karena
silau tapi seperti itu 'kipas terbalik' deh pikir
Juvelian
Kipas terbalik yang masih menjadi tren
selama satu setengah abad lebih ini
Atau lebih tepatnya sekitar tujuh puluh tahun
yang lalu, benar benar berbeda dengan kipas
angin mini dari beberapa dekade yang lalu
bukan saja ukurannya yang lebih kecil dari
kipas angin mini
Tapi juga lebih mudah di bawa ke mana
mana Karena bisa lengket di beberapa
jam tangan atau pun baju mereka, ukurannya
hanya juga sekecil koin
Dan cara kerjanya juga berbeda Karena
semakin panas udara di sekitar nya maka
semakin dingin juga angin yang keluar
Apa lagi kipas terbalik ini hanya
membutuhkan suhu tubuh manusia di
sekitarnya atas sinar matahari jadi tidak
perlu di cas
Melirik kembali ke luar jendela, di antara
pejalan kaki yang berjalan di trotoar ada
beberapa siswa siswi yang memakai
seragam yang berbeda
Sepertinya mereka berasal dari sekolah yang
berbeda dengan berpikir seperti itu, Juvelian
melihat ke arah seragam sekolah yang
familiar baginya
Di antara mereka ada gadis yang dari
sekolah yang sama dengan Juvelian dengan
kipas terbalik milik gadis itu yang di letakkan
di jam tangannya terlihat sangat jelas saat
dia sedang mengacak rambut
Logo SL yang terlihat sangat jelas di 'angin
terbalik' milik gadis itu membuat wajah
Juvelian tiba tiba meronah, menutupi
__ADS_1
wajahnya dengan kedua tangannya, Juvelian
tiba -tiba berteriak dalam hatinya
'Karena 'angin terbalik' memiliki logo SL yang lumayan besar di tengahnya, siapa pun bisa langsung tahu itu berasal dari perusahaan
Star Light group'
'Baik itu di masa lalu atau pun sekarang
setiap kali orang memakai sesuatu yang
memiliki logo SL atau membicarakan tentang
Star Light group, aku pasti merinding'
Tentu saja yang menciptakan kipas terbalik
itu adalah kakek buyut Juvelian
Kakek buyut nya yang berasal dari keluarga
konglomerat generasi kedua
Membuat perusahaan Star Light semakin
maju dan di kenal dunia
Tapi dari pada membahas tentang para
generasi sebelumnya dari keluarga Star Light
Group
Mari kembali lagi ke cerita sebelumnya,
Karena Erin yang pergi selama beberapa hari
dan orang tuanya Arin dan Lilian yang sibuk
tidak bisa menjemput mereka
Dan karena rumah mereka dekat dengan
sekolah tidak sampai 20 menit jika berjalan
kaki, tapi jika mengingat kejadian saat
menjadi Riana
Juvelian tidak mungkin akan membiarkan nya pulang berjalan kaki lagi apa lagi bersama dengan Arin, yang mungkin saja akan dalam masalah karena Lilian
Lilian yang selalu menarik perhatian orang
-orang yang lewat baik itu di sekolah atau
pun di jalan raya pasti akan ada anak laki laki
yang meminta nomornya
Jika di hitung minimal ada 5 orang yang
meminta nomornya dalam sehari
Tapi Lilian yang terlalu baik tidak mungkin
bisa menolak atau berbohong dengan bilang
dia sudah punya pacar
Juvelian yang dulu harus menjadi perisai
Lilian yang selalu melindungi nya dari orang
-orang yang Juvelian anggap menyebalkan
Sampai suatu hari Lilian bertanya dengan
polos nya kenapa banyak orang
mengerumuninya
Juvelian yang lelah menjadi perisai Lilian
sehari hanya tersenyum dan menjawab
entahlah tapi di dalam hatinya berkata
'perkataan yang mengatakan Orang polos
dan bodoh itu beda tipis, itu memang perkataan benar di saat seperti ini'
'Benar semua kenangan itu semua masih
segar di dalam ingatan' pikirnya sambil
mengangguk kan kepalanya, melihat kedua
tangannya dan bersender pada kursi
Untuk sementara waktu sampai kak Erin
kembali, kami akan pulang bersama tapi
sekarang bertambah satu orang lagi
Tentu saja, orang yang ku maksud adalah
__ADS_1
Mina
~Bersambung~