Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 60


__ADS_3

Selamat membaca


Joni mengepal tangannya dan menggigit


bibirnya dengan kuat


'Kau tidak tahu apa apa, Kirara' dia kembali


menambah kan


'Meskipun yang semua orang tahu ibu


adalah orang dengan kepribadian yang baik


tapi, Aku di besarkan dengan kasih sayang


yang berbeda dengan kakakku'


Saat itu juga sosok dirinya yang dulu terlihat,


anak laki- laki dengan rambut hitam dan mata orange dengan memakai kacamata oversized dengan warna hitam


Dan kuning keemasan kecuali pada bagian


kacanya yang sama persis dengan Jake,


jaket hitam yang selalu ia kenakan dan dirinya yang selalu diam dengan aura seorang kutu buku terlihat sangat jelas


Menatap kosong ke arah Kirara yang mulai


berjalan menjauh dari nya


Dia berkata pada dirinya sendiri 'Aku dan kakakku (Jake) bagaikan cahaya dan bayangan'


'Dia akan selalu bersinar terang di mata


orang orang dan aku akan selalu menjadi


bayangan hitam yang di abaikan dan jauhi


orang orang seperti orang yang akan


membawa sial'


Jake yang selalu mendapatkan apa yang dia


inginkan dan membuang nya seperti barang


bekas sedangkan Joni akan berusaha keras


untuk mendapatkan apa yang dia inginkan


selalu membuat nya marah


Melihat ke telapak tangannya yang sedikit di


angkat dengan mata tertunduk, dia


tersenyum tipis merasa lelah dengan sikap


ibu nya yang selalu membandingkan nya


dengan Jake


Berlari mengejar Kirara dari belakang sambil


melambaikan tangannya ke atas dan berkata dengan suara cerah


"Tunggu aku, kirara"


Kirara tersentak, dia berbalik melihat ke belakang dengan wajah yang cemberut yang mengatakan dia masih marah


dengan senyuman yang aneh dia berkata "Kenapa kau sangat lambat"


'Toh, aku sudah bisa bertemu dengan Mina


lagi dan punya teman yang tidak berharap


lebih dari ku dengan itu saja aku sudah


bahagia'


'Untuk apa mengharapkan sesuatu yang


tidak mungkin bisa terjadi, aku lebih baik


berharap masa depan yang menunggu ku


adalah masa depan yang membahagiakan'


****


Langit biru yang sangat cerah dengan semua tempat yang di penuhi oleh sinar matahari


Di tambah dengan suara kendaraan di jalan


raya yang sangat berisik


Gas kendaraan juga terlihat di beberapa


tempat, kami harus bersyukur karena di


negara ini sangat jarang terjadi macet di


jalan raya meskipun kami tinggal di ibu kota


Seperti biasa aku, kak Alan, Arin dan Lilian

__ADS_1


pulang bersama, karena kak Erin yang pergi


berlibur bersama teman temannya selama


satu minggu jadi, mau enggak mau Arin dan


Lilian harus pulang berjalan kaki


Tapi matahari yang sedang menari samba


dengan sangat bahagia di atas sana, sama


sekali tidak memikirkan kami yang ada di


bawahnya yang mungkin akan mati


kepanasan


Dari kaca jendela terlihat di perhentian bis


banyak orang berdiri dan duduk menunggu


perhentian bis masing masing dan di trotoar


yang di lalui siswa siswi seperti kami


Tapi ada yang aneh dari pada kepanasan


dengan udara di luar mereka bisa berbicara


dengan tersenyum dan tertawa


Sampai aku melihat ada sesuatu yang berkilau di tubuh mereka


Sesuatu itu tidak terlalu kelihatan karena


silau tapi seperti itu 'kipas terbalik' deh pikir


Juvelian


Kipas terbalik yang masih menjadi tren


selama satu setengah abad lebih ini


Atau lebih tepatnya sekitar tujuh puluh tahun


yang lalu, benar benar berbeda dengan kipas


angin mini dari beberapa dekade yang lalu


bukan saja ukurannya yang lebih kecil dari


kipas angin mini


Tapi juga lebih mudah di bawa ke mana


mana Karena bisa lengket di beberapa


jam tangan atau pun baju mereka, ukurannya


hanya juga sekecil koin


Dan cara kerjanya juga berbeda Karena


semakin panas udara di sekitar nya maka


semakin dingin juga angin yang keluar


Apa lagi kipas terbalik ini hanya


membutuhkan suhu tubuh manusia di


sekitarnya atas sinar matahari jadi tidak


perlu di cas


Melirik kembali ke luar jendela, di antara


pejalan kaki yang berjalan di trotoar ada


beberapa siswa siswi yang memakai


seragam yang berbeda


Sepertinya mereka berasal dari sekolah yang


berbeda dengan berpikir seperti itu, Juvelian


melihat ke arah seragam sekolah yang


familiar baginya


Di antara mereka ada gadis yang dari


sekolah yang sama dengan Juvelian dengan


kipas terbalik milik gadis itu yang di letakkan


di jam tangannya terlihat sangat jelas saat


dia sedang mengacak rambut


Logo SL yang terlihat sangat jelas di 'angin


terbalik' milik gadis itu membuat wajah


Juvelian tiba tiba meronah, menutupi

__ADS_1


wajahnya dengan kedua tangannya, Juvelian


tiba -tiba berteriak dalam hatinya


'Karena 'angin terbalik' memiliki logo SL yang lumayan besar di tengahnya, siapa pun bisa langsung tahu itu berasal dari perusahaan


Star Light group'


'Baik itu di masa lalu atau pun sekarang


setiap kali orang memakai sesuatu yang


memiliki logo SL atau membicarakan tentang


Star Light group, aku pasti merinding'


Tentu saja yang menciptakan kipas terbalik


itu adalah kakek buyut Juvelian


Kakek buyut nya yang berasal dari keluarga


konglomerat generasi kedua


Membuat perusahaan Star Light semakin


maju dan di kenal dunia


Tapi dari pada membahas tentang para


generasi sebelumnya dari keluarga Star Light


Group


Mari kembali lagi ke cerita sebelumnya,


Karena Erin yang pergi selama beberapa hari


dan orang tuanya Arin dan Lilian yang sibuk


tidak bisa menjemput mereka


Dan karena rumah mereka dekat dengan


sekolah tidak sampai 20 menit jika berjalan


kaki, tapi jika mengingat kejadian saat


menjadi Riana


Juvelian tidak mungkin akan membiarkan nya pulang berjalan kaki lagi apa lagi bersama dengan Arin, yang mungkin saja akan dalam masalah karena Lilian


Lilian yang selalu menarik perhatian orang


-orang yang lewat baik itu di sekolah atau


pun di jalan raya pasti akan ada anak laki laki


yang meminta nomornya


Jika di hitung minimal ada 5 orang yang


meminta nomornya dalam sehari


Tapi Lilian yang terlalu baik tidak mungkin


bisa menolak atau berbohong dengan bilang


dia sudah punya pacar


Juvelian yang dulu harus menjadi perisai


Lilian yang selalu melindungi nya dari orang


-orang yang Juvelian anggap menyebalkan


Sampai suatu hari Lilian bertanya dengan


polos nya kenapa banyak orang


mengerumuninya


Juvelian yang lelah menjadi perisai Lilian


sehari hanya tersenyum dan menjawab


entahlah tapi di dalam hatinya berkata


'perkataan yang mengatakan Orang polos


dan bodoh itu beda tipis, itu memang perkataan benar di saat seperti ini'


'Benar semua kenangan itu semua masih


segar di dalam ingatan' pikirnya sambil


mengangguk kan kepalanya, melihat kedua


tangannya dan bersender pada kursi


Untuk sementara waktu sampai kak Erin


kembali, kami akan pulang bersama tapi


sekarang bertambah satu orang lagi


Tentu saja, orang yang ku maksud adalah

__ADS_1


Mina


~Bersambung~


__ADS_2