
" kakak, apa kau masih ingat dengan perkataanmu yang akan menjadikan ku sebagai penerus dari perusahaan kakak".tanya lian dengan ragu ragu.
Wajah luxia langsung berubah menjadi serius mendengar perkataan lian dan berkata "iya aku ingat. Tapi,kenapa ? Kau tidak mungkin ingin menjadi penerus perusahaan ku kan? ".
Setelah mengatakan itu luxia mengangkat cangkir teh dan ingin meminumnya.
"iya" jawab lian. Luxia yang mendengar itu, menyemburkan teh yang baru saja ingin dia telan.
"kau serius lian? Kau tidak akan menyesal dan merubah keputusanmu kan? " tanya luxia. "iya,kak" jawab lian dengan tegas.
Luxia tersenyum dan berkata " kupikir aku harus menghabiskan seumur hidupku di tumpukan berkas".
'baik sebelum kembali ke masa lalu ataupun sekarang aku memang tidak ingin menjadi ketua sky grup. tapi jika ingin balas dendam aku perlu kedudukan. Kata lian dalam hatinya.
"lian setelah pulang sekolah kau akan mengikuti pelatih sebagai penerus perusahaan ini. kau mengerti?" tanya luxia.
"aku mengerti,kak" jawab lian.
Luxia selalu banyak dibicara oleh media karena tidak kunjung menikah padalah banyak lamaran dan surat cinta yang datang.
Tapi ia selalu menjawab " aku sudah menikah dengan pekerjaanku".
Lian kembali ke rumah dengan menggunakan cara yang sama tapi kali ini ia menggunakan ruangan yang ada di balik rak buku di ruang kerja luxia.
( dikelas 1-6 )
Tidak lama setelah rudan masuk sekolah orang orang terus membicarakannya dan merubah empat sekawan menjadi lima sekawan.
Begitu rudan masuk kelas, gadis gadis dikelas menjadi ribut dan disusul dengan masuknya daniel,ian,nine dan jiho membuat kelas semakin ribut.
Baik itu anak laki laki atau perempuan semuanya melihat mereka dengan kagum.
Saat mereka berlima berdiri bersama,mata murid-murid dikelas seakan mengatakan 'bahkan jika aku mati sekarang,aku pun juga rela'.
__ADS_1
Setelah rudan duduk,ia menyapa lian.
Tapi Karena rudan yang terus melihat lian dengan wajah tersipu,lian pikir ini seperti dibohongi oleh dirinya sendiri.
Suara bisik bisik memenuhi kelas yang mengatakan " kayaknya rudan suka sama juvelian deh".
Ditambah rudan yang menyapa lian dengan nama panggilan.
Sampai ada yang berpikir mereka sudah pacaran atau sudah kenal dari dulu.
' sebenarnya kenapa dia menatapku dengan tatapan penuh ketertarikan itu'
'yang lainkan jadi makin salah paham!' kata lian dalam hatinya.
'bukannya dia seharusnya menjauhiku karena aku menerima ajakan bertemannya! '
'padalah aku ingin menjauhinya tapi apa ini? Kalau begini terus aku bisa jadi dekat dengannya... 'kata lian dalam hatinya.
Lian berusaha mencuekin rudan dan bergumam "aku lihat hp dulu deh".
Meskipun sudah berganti hp dan akun, lian tepat Masih memiliki akun yang lama dan menggunakan dua akun secara bergantian.
Lian beralih ke akun ria yang dulu ia gunakan dan melihat pesan dari lili yang menumpuk.
Mematikan jaringan datanya dan membaca pesan dari lili
"ria, kenapa kau pindah sekolah tiba-tiba?"
"kenapa tidak memberitahuku?"
"apa hari itu kata selamat tinggal karena kau ingin pindah? ".
Belum selesai membaca semua pesan,rudan bertanya "juju, kau lagi lihat apa? ".
__ADS_1
Lian langsung mamatikan hpnya karena takut di lihat oleh rudan.
"bukan apa-apa kok"kata lian.
Tiba tiba beberapa anak laki laki bertanya pada rudan secara bergantian
"apa hubunganmu dengan juvelian? "
"kapan kalian saling kenal?"
"apa kau pacaran dengan juvelian? "
" kenapa kau memanggilnya dengan nama panggilan?".
Rudan menjawab pertanyaan mereka satu persatu
" kami hanya berteman" "kami baru kenal semalam" "tidak,kami tidak pacaran"
"aku memanggilnya dengan nama panggilan karena dia mengijinkannya".
Salah satu dari anak laki laki bertanya "kalau kalian tidak punya hubungan apa-apa maukah kau mengenalkan ku apanya?"
Rudan tersenyum dan berkata
"tidak bisa, karena aku adalah satu satunya temannya" kata rudan sambil melirik lian.
Lian yang tidak sengaja berkontak mata dengan rudan, langsung melihat kearah lain.
'terserah kau saja deh... ' kata lian dalam hatinya.
~Bersambung~
__ADS_1