Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 70


__ADS_3

Selamat Membaca


Jangan lupa like dan komen


Erin segera berjalan menuruni anak tangga setelah Allen, Lucas ikut menyusul tapi tiba tiba tangan Allen mendorong wajahnya untuk menjauh


"Argh! Apa lagi sekarang? berjalan dengan


tangan atau lompat dari sini?"


"Satu meter"


Hah? Lucas yang tidak tahan lagi


berteriak seperti kucing yang terkena air


"Astaga.Apa kau tidak bisa lihat melihat


mereka sudah sampai di bawah, jarak kami


sudah sangat jauh tahu"


"Maksudnya menjauh lah satu meter dari ku


sesama pria juga tidak boleh dekat dekat"


Lucas tercengang mendengar beberapa perkataan yang paling konyol tidak sampai satu jam


Menyandarkan dirinya ke dinding tiba tiba


dengan lemas sambil menghela napas


dalam dalam seakan akan jiwanya baru saja


keluar dari mulutnya yang bergumam yang


terdengar seperti sedang menggerutu


"Tuhan, kenapa engkau memberi kan cobaan seberat ini pada hamba mu yang sangat setia ini?"


"Apa salah hamba di kehidupan sebelumnya


sampai hamba harus berteman dengan dua


orang yang menderita sister complex yang


sangat parah di kehidupan ini"


"Bukan satu tapi dua orang tidak normal


yang hanya memikirkan adik mereka seakan


akan adik mereka adalah boneka kaca yang


akan hancur kapan saja jika terbentur sesuatu"


Sedangkan Allen menatapnya dengan


tatapan kosong dan iba di saat bersamaan lalu berbalik dan melanjutkan langkah kakinya sambil berkata dalam hatinya


'Menyedihkan sekali dia yang tidak bisa merasakan kasih sayang dari adik'


dia meninggalkan Lucas jauh di belakangnya tanpa mendengar kan keluhan Lucas sampai akhir dan suaranya menghilang


Memasukkan tangannya ke dalam kantong celana dan tenggelam di dalam pikirannya Lucas yang terkenal di beberapa negara sebagai artis yang tampan dan keren banyak julukan untuknya


'idolaku'


'pria yang hangat dan baik hati'


'Orang yang ceria'

__ADS_1


'Pria kaya dan tampan'


Banyak gadis di berbagai penjuru negeri yang jatuh hati pada ketampannya


tapi bagi Lucas dan Luxia dia tidak lebih dari


orang konyol yang memakai topeng


Karena sayangnya semua yang terlihat di permukaan tidak lah benar sepenuhnya,


senyum palsu dan sifat ceria yang menurut mereka sangat aneh mulai terungkap satu persatu saat menjadi teman dari SMA sampai kuliah


Identitas yang sebagian asli dan sebagian


palsu tidak ada yang menyadari nya kecuali


Luxia, Allen dan Erin membuatnya selalu


tergidik sambil berpikir


'Darah itu memang lebih kental dari pada air'


Bagi kedua kakak nya Juvelian, dia orang yang berbahaya karena seseorang yang selalu mengejarnya dan berusaha menangkap nya karena suatu alasan


Baik itu Luxia, Allen dan Erin bahkan


hampir semua teman sekelas mereka


mengetahui nya


Orang itu akan melakukan segala cara untuk menangkap Lucas setiap kali ada kesempatan


Dia tidak segan segan mengerahkan para bawahan nya untuk menangkap Lucas setiap kali pulang sekolah Lucas akan melompat dari jendela dan menghilang tanpa kabar setelahnya


Mengepal tangannya dengan kuat sampai


meninggalkan bekas dengan tatapan dingin


'Akan lebih baik anak itu tidak dekat dengan Lian tapi satu hal yang pasti anak itu berbeda dengan Lucas yang kabur


dari orang itu'


Dia kemudian menambah kan sambil menunjuk kan seringai di bibirnya


'Anak itu akan menjadi anak yang penurut


untuk sementara waktu tapi kalau anak itu


melibatkan Lian ke dalam bahaya saat itu


juga aku yang akan menyingkirkan nya dari


hadapan Lian'


'Jika apa yang di katakan Luxia pada hari itu adalah kenyataan tapi dari mana dia mengetahui semua itu'


Berbeda dengan dia dan Luxia yang punya kekuatan dan miliki banyak koneksi, Juvelian tidak memiliki kekuatan apa pun untuk melindungi nya kecuali posisinya sebagai putri kedua dan anak keempat sekaligus satu satunya adik keluarga konglomerat


Dan adik terakhir dari pemilik beberapa perusahaan besar tapi selama ini wajah anak terakhir keluarga Star Light masih menjadi rahasia


Memikirkan masalah yang mungkin saja akan terjadi pada Juvelian, Allen menghela napas dalam dalam di tempat yang tidak di ketahui orang lain


[Ruang tamu]


Allen dan Luxia duduk di sofa yang khusus untuk satu orang yang saling berhadapan sedangkan Juvelian dan Mina duduk di sofa yang sama


Sama seperti mereka, Lucas dan wanita itu duduk bersama di depan mereka


"Kita belum berkenalan kan? nama ku Lucas"


Membentuk pistol di tangannya ia

__ADS_1


menambah "Kau juga boleh memanggilku


kakak Lucas saat bertemu lain kali"


menurukan cangkir yang baru saja


menyentuh bibirnya dia


"Kau hanya perlu memanggilnya orang asingkalau bertemu, dia terlalu tua untuk di panggil kakak atau enggak kau panggil saja paman"


"Hah?Bercandamu sangat enggak lucu, Luxia"


Luxia memutar matanya sambil sedikit memiringkan kepalanya, dia membalas


dengan dingin seperti biasanya


"Tapi sayang nya Aku sedang sangat serius sekarang"


Wanita yang duduk di sampingnya,Sambil


melepaskan topinya dia membuka bibirnya


ini mengatakan sesuatu


"Kita pernah bertemu belum nya kan nona Juvelian kau bahkan sudah mengetahui namaku tapi sepertinya tidak ada salahnya kalau kita berkenalan sekali lagi"


Begitu wajahnya terlihat jelas dengan senyum ramah di bibirnya yang biasanya dia lakukan, Juvelian membuka matanya lebar lebar dan hampir saja mengeluarkan kembali susu coklat yang ada di dalam mulutnya


Meletakkan topi itu di atas pangkuan nya sambil tersenyum ramah memperkenalkan dirinya"Namaku Erin sekaligus kakak sepupu Lilian"


Dengan sedikit tergagap dia bergumam"Ja, jadi salah satu teman kak Allen dan kak Luxia itu kak Erin"


Menata kembali isi pikiran seperti baru saja


menemukan potongan puzzle yang hilang


dan menyusun nya sampai selesai


Sebelum Lilian memang pernah kalau Erin


sedang pergi liburan ke suatu tempat tapi


Juvelian tidak bisa menyangka jika mereka


pergi ke tempat yang sama


Dan orang yang akan menyeret Allen kalau tidak pergi adalah Erin yang selalu ramah dan baik hati


Tapi kalau orang nya adalah yang terlalu menyebal kan seperti Lucas mungkin dia bisa mengerti


Dengan sopan Juvelian memperkenalkan


diri yang di susul oleh Mina, di luar dugaan


mereka, suasana di antara mereka menjadi


hangat saat membicarakan tentang waktu


liburan mereka di gunung


Dan bagaimana menderitanya Lucas saat Luxia mendapatkan pesan dari Juvelian, dia langsung membeserkan barang barangnya dan pulang lebih dulu dari teman sekelas mereka tanpa berpamitan


Meskipun Luxia sudah terbiasa melakukan


sesuatu tanpa memberi tau siapa pun dan bertindak di luar mereka tapi kebiasaan yang menghilang tiba tiba membuat mereka selalu waspada


Kalau bukan karena mereka melihat Luxia menunjukkan seringai di bibirnya mereka pasti sudah di tinggal di sana


Tapi semuanya tidak berhenti sampai di sana melainkan baru saja di mulai


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2