
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komen
Erin segera berjalan menuruni anak tangga setelah Allen, Lucas ikut menyusul tapi tiba tiba tangan Allen mendorong wajahnya untuk menjauh
"Argh! Apa lagi sekarang? berjalan dengan
tangan atau lompat dari sini?"
"Satu meter"
Hah? Lucas yang tidak tahan lagi
berteriak seperti kucing yang terkena air
"Astaga.Apa kau tidak bisa lihat melihat
mereka sudah sampai di bawah, jarak kami
sudah sangat jauh tahu"
"Maksudnya menjauh lah satu meter dari ku
sesama pria juga tidak boleh dekat dekat"
Lucas tercengang mendengar beberapa perkataan yang paling konyol tidak sampai satu jam
Menyandarkan dirinya ke dinding tiba tiba
dengan lemas sambil menghela napas
dalam dalam seakan akan jiwanya baru saja
keluar dari mulutnya yang bergumam yang
terdengar seperti sedang menggerutu
"Tuhan, kenapa engkau memberi kan cobaan seberat ini pada hamba mu yang sangat setia ini?"
"Apa salah hamba di kehidupan sebelumnya
sampai hamba harus berteman dengan dua
orang yang menderita sister complex yang
sangat parah di kehidupan ini"
"Bukan satu tapi dua orang tidak normal
yang hanya memikirkan adik mereka seakan
akan adik mereka adalah boneka kaca yang
akan hancur kapan saja jika terbentur sesuatu"
Sedangkan Allen menatapnya dengan
tatapan kosong dan iba di saat bersamaan lalu berbalik dan melanjutkan langkah kakinya sambil berkata dalam hatinya
'Menyedihkan sekali dia yang tidak bisa merasakan kasih sayang dari adik'
dia meninggalkan Lucas jauh di belakangnya tanpa mendengar kan keluhan Lucas sampai akhir dan suaranya menghilang
Memasukkan tangannya ke dalam kantong celana dan tenggelam di dalam pikirannya Lucas yang terkenal di beberapa negara sebagai artis yang tampan dan keren banyak julukan untuknya
'idolaku'
'pria yang hangat dan baik hati'
'Orang yang ceria'
__ADS_1
'Pria kaya dan tampan'
Banyak gadis di berbagai penjuru negeri yang jatuh hati pada ketampannya
tapi bagi Lucas dan Luxia dia tidak lebih dari
orang konyol yang memakai topeng
Karena sayangnya semua yang terlihat di permukaan tidak lah benar sepenuhnya,
senyum palsu dan sifat ceria yang menurut mereka sangat aneh mulai terungkap satu persatu saat menjadi teman dari SMA sampai kuliah
Identitas yang sebagian asli dan sebagian
palsu tidak ada yang menyadari nya kecuali
Luxia, Allen dan Erin membuatnya selalu
tergidik sambil berpikir
'Darah itu memang lebih kental dari pada air'
Bagi kedua kakak nya Juvelian, dia orang yang berbahaya karena seseorang yang selalu mengejarnya dan berusaha menangkap nya karena suatu alasan
Baik itu Luxia, Allen dan Erin bahkan
hampir semua teman sekelas mereka
mengetahui nya
Orang itu akan melakukan segala cara untuk menangkap Lucas setiap kali ada kesempatan
Dia tidak segan segan mengerahkan para bawahan nya untuk menangkap Lucas setiap kali pulang sekolah Lucas akan melompat dari jendela dan menghilang tanpa kabar setelahnya
Mengepal tangannya dengan kuat sampai
meninggalkan bekas dengan tatapan dingin
'Akan lebih baik anak itu tidak dekat dengan Lian tapi satu hal yang pasti anak itu berbeda dengan Lucas yang kabur
dari orang itu'
Dia kemudian menambah kan sambil menunjuk kan seringai di bibirnya
'Anak itu akan menjadi anak yang penurut
untuk sementara waktu tapi kalau anak itu
melibatkan Lian ke dalam bahaya saat itu
juga aku yang akan menyingkirkan nya dari
hadapan Lian'
'Jika apa yang di katakan Luxia pada hari itu adalah kenyataan tapi dari mana dia mengetahui semua itu'
Berbeda dengan dia dan Luxia yang punya kekuatan dan miliki banyak koneksi, Juvelian tidak memiliki kekuatan apa pun untuk melindungi nya kecuali posisinya sebagai putri kedua dan anak keempat sekaligus satu satunya adik keluarga konglomerat
Dan adik terakhir dari pemilik beberapa perusahaan besar tapi selama ini wajah anak terakhir keluarga Star Light masih menjadi rahasia
Memikirkan masalah yang mungkin saja akan terjadi pada Juvelian, Allen menghela napas dalam dalam di tempat yang tidak di ketahui orang lain
[Ruang tamu]
Allen dan Luxia duduk di sofa yang khusus untuk satu orang yang saling berhadapan sedangkan Juvelian dan Mina duduk di sofa yang sama
Sama seperti mereka, Lucas dan wanita itu duduk bersama di depan mereka
"Kita belum berkenalan kan? nama ku Lucas"
Membentuk pistol di tangannya ia
__ADS_1
menambah "Kau juga boleh memanggilku
kakak Lucas saat bertemu lain kali"
menurukan cangkir yang baru saja
menyentuh bibirnya dia
"Kau hanya perlu memanggilnya orang asingkalau bertemu, dia terlalu tua untuk di panggil kakak atau enggak kau panggil saja paman"
"Hah?Bercandamu sangat enggak lucu, Luxia"
Luxia memutar matanya sambil sedikit memiringkan kepalanya, dia membalas
dengan dingin seperti biasanya
"Tapi sayang nya Aku sedang sangat serius sekarang"
Wanita yang duduk di sampingnya,Sambil
melepaskan topinya dia membuka bibirnya
ini mengatakan sesuatu
"Kita pernah bertemu belum nya kan nona Juvelian kau bahkan sudah mengetahui namaku tapi sepertinya tidak ada salahnya kalau kita berkenalan sekali lagi"
Begitu wajahnya terlihat jelas dengan senyum ramah di bibirnya yang biasanya dia lakukan, Juvelian membuka matanya lebar lebar dan hampir saja mengeluarkan kembali susu coklat yang ada di dalam mulutnya
Meletakkan topi itu di atas pangkuan nya sambil tersenyum ramah memperkenalkan dirinya"Namaku Erin sekaligus kakak sepupu Lilian"
Dengan sedikit tergagap dia bergumam"Ja, jadi salah satu teman kak Allen dan kak Luxia itu kak Erin"
Menata kembali isi pikiran seperti baru saja
menemukan potongan puzzle yang hilang
dan menyusun nya sampai selesai
Sebelum Lilian memang pernah kalau Erin
sedang pergi liburan ke suatu tempat tapi
Juvelian tidak bisa menyangka jika mereka
pergi ke tempat yang sama
Dan orang yang akan menyeret Allen kalau tidak pergi adalah Erin yang selalu ramah dan baik hati
Tapi kalau orang nya adalah yang terlalu menyebal kan seperti Lucas mungkin dia bisa mengerti
Dengan sopan Juvelian memperkenalkan
diri yang di susul oleh Mina, di luar dugaan
mereka, suasana di antara mereka menjadi
hangat saat membicarakan tentang waktu
liburan mereka di gunung
Dan bagaimana menderitanya Lucas saat Luxia mendapatkan pesan dari Juvelian, dia langsung membeserkan barang barangnya dan pulang lebih dulu dari teman sekelas mereka tanpa berpamitan
Meskipun Luxia sudah terbiasa melakukan
sesuatu tanpa memberi tau siapa pun dan bertindak di luar mereka tapi kebiasaan yang menghilang tiba tiba membuat mereka selalu waspada
Kalau bukan karena mereka melihat Luxia menunjukkan seringai di bibirnya mereka pasti sudah di tinggal di sana
Tapi semuanya tidak berhenti sampai di sana melainkan baru saja di mulai
~Bersambung~
__ADS_1