Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 92


__ADS_3

Terkadang Juvelian akan menatapnya dengan sinis, kalian pasti akan mengerti kalau punya kakak seperti dia


Namun, setelah yang ke lima kalinya, Juvelian mengabaikan nya saat Alan memanggil namanya atau tersenyum tanpa perasaan


Terkadang ketika dia sudah lelah Juvelian akan membalas dengan tatapan tajam yang membuat Alan tersentak


Juvelian benar benar tidak suka dengan video game tidak! dia bukannya tidak menyukainya


Hm... mungkin karena kejadian beberapa waktu yang lalu lebih tepatnya sebelum tahun ajaran baru di mulai


Seperti biasanya Juvelian dan Alan duduk di ruang keluarga dengan kesibukan mereka masing masing, Alan berbaring di kursi sambil memegang HPnya


Sementara Juvelian duduk santai dengan mata menatap televisi dan tangannya mengambil cemilan di dekatnya


Mendadak perut Alan terasa aneh dan tinggal satu menit sebelum permainan di mulai, di dekatnya hanya Juvelian


Dia tanpa ragu melompat menghampiri Juvelian dengan mata berbinar


"Tidak"


"Ha? apa?"


Bahkan sebelum Alan bertanya dia sudah menyadarinya dari tatapan berbinar itu karena ini bukan sekali dua kali Alan menggunakan tatapan itu jika ingin meminta sesuatu


"Apa pun itu, pokoknya aku nggak mau" katanya dengan tegas


Mendekatkan bibirnya ke telinga Juvelian


dia berbisik "Sebagian coklatku untuk bulan ini nanti ku kasih tanpa di ketahui mama, bagaimana?"


"Setuju!" jawab Juvelian sambil memegang tangan Alan


Dia menerimanya tanpa ragu atau berpikir panjang karena dia memberikan semua coklatnya pada Lux (kalian masih ingat sama dia kan? itu loh, kupu kupu merah yang sekarang jadi peri)


Satu bulan tanpa memakan coklat rasanya seperti orang yang kurang makan makanan manis, semangatnya berkurang


Alan menjelaskan dengan singkat tentang permainan itu dan segera berlari ke koridor menuju kamar mandi terdekat


Juvelian tidak merasa rugi masa sekali bukan hanya bisa mendapatkan coklat tapi juga mencari tau tentang video game yang akan populer selama bertahun tahun kedepan


Sejak dulu dia selalu penasaran kenapa orang tergila gila dengan game ini tidak ada anak remaja yang tidak tau


Dari anak kecil sampai orang dewasa membicarakan nya, Juvelian hanya berpikir kenapa mereka mau membuang waktu untuk hal yang tidak bermanfaat?


Meskipun dia penasaran seperti apa dan bagaimana cara memainkan nya tapi prasangka buruk sudah ada di awal bisa di bilang Juvelian merasa tertarik tapi pura pura tidak tertarik

__ADS_1


Meskipun ini permainan pertamanya tapi berkat bantuan orang satu timnya mereka menang dan Juvelian tidak merasa senang dengan dia yang menduduki peringkat tiga


Dan sekarang dia mengerti banyak orang terus menerus memainkan game ini sampai ratusan kali, perasaan ingin menang dan menduduki peringkat pertama terus menghantui


Melihat Alan belum kembali hatinya terus membujuknya untuk bermain lagi tapi begitu dia ingin klik 'Mainkan lagi'


Tapi suara ceria dan lega Alan mencapai telinganya "Bagaimana permainan nya kau suka?"


"Kami menang tapi nggak seru masih lebih seru melihat animasi di televisi" dia berbohong dengan wajah percaya diri sampai tidak akan ada yang mencurigainya


Begitulah mereka kembali seperti biasa ya, mata Juvelian terlihat ke televisi tapi terkadang melirik ke layar HP Alan


Jadi dia merasa kesal bukan karena video game itu tapi tidak bisa memainkannya dan nama heronya pun dia nggak tau itu membuatnya kesal


Kalian pasti berpikir kenapa nggak download diam diam aja? Juvelian sempat berpikir begitu tapi dia cepat atau lambat akan ketahuan Alan dan di ledek


Kembali ke waktu sekarang, di sisi lain Rudan yang menyaksikan kejadian tersebut dari arah samping Juvelian akan menunjukkan seringai di bibirnya yang membuat Alan kesal


Tentu saja, Juvelian tidak menyandari


nya karena Rudan benar benar baik dalam


menyembunyikan sifat aslinya


Dan juga karena ini lah Juvelian dan Alexia bisa di bilang punya hubungan dekat tapi juga tidak


'Sebenarnya siapa yang kakak di antara kita berdua?'


Dari sebelum kembali ke masa lalu atau sekarang, Alexia dan Juvelian tidak punya hubungan yang dekat seperti teman bicara atau sahabat


Saat bertemu pun mereka hanya akan saling bertukar salam tanpa memulai pembicaraan yang berlangsung lama seperti


"Bagaimana kabar mu? apa akhir pekanmu baik?" atau "Kau ingin pergi ke mana?"


Percaya atau nggak hal itu juga berlaku untuk Lilian dan Arin tahun lalu yang hanya kenal tapi tidak terlalu akrab hanya sebatas teman sekelas


Apa karena Lilian melihat sedikit sisi Riana dari Arin yang membuatnya nyaman? dan itu juga alasan dia selalu nempel di sisi Arin


Tapi hari ini ekspresi datar dan tangan mereka yang menggenggam sendok dari lebih kuat, perasaan terbebani terpancar di ekspresi datar mereka


Karena anak anak dari kelas lain melirik meja mereka lebih sering dari pada biasanya, emangnya siapa yang bisa makan di saat ada banyak mata yang mengawasi


'Astaga! biarkan kami makan dengan tenang' suara hati mereka yang rasanya ingin menangis


Semua ini karena setiap anggota OSIS pasti dulu pernah berada di kelas mereka, ada dua kelas yang setiap tahunnya memiliki anak pintar di dalamnya

__ADS_1


Yang pertama kelas mereka dan kedua kelas tempat Yeri, orang orang yang kurang kerjaan itu hanya ini tau siapa yang ujian kali ini mendapatkan nilai tertinggi padahal ujian masih lama


'Kenapa kalian malah sibuk dengan hal itu bukannya belajar dan mendapatkan nilai tinggi'


Sebelum mencoba mereka sudah menyerah apa lagi hasil ujian tahun lalu membuat mereka menyerah


Dan yang kedua adalah Kelas mereka juga


di kenal kelas lain karena katanya setiap


tahun ajaran baru pasti anak tampan


maupun cantik pasti berasal dari kelas mereka


Kita kembali ke kafeteria, di saat Juvelian sedang makan dengan tangannya yang memegang sendok dan garpu sambil mengunyah makanan,


Mendadak terhenti saat mendengar pembicaraan empat gadis yang seperti sudah lama kenal berjalan di belakang punggungnya


Mereka dengan hati hati berjalan melewati meja mereka sambil memegang nampan dengan kedua tangan mereka yang mungkin baru saja mengambilnya


Salah satu dari mereka berkata dengan penuh semangat dan mata berbinar "Aku benar benar tidak sabar menunggu malam hari datang"


Tapi dia kemudian mengeluh "Aku masih belum memutuskan untuk mengikat


rambutku dengan pita atau membiarkan


nya tergerai dengan bando"


Teman di sebelahnya tersenyum gembira dan membalas dengan sedikit meledek


"Temanku tersayang, Kau akan pergi grup nongkrong bukannya kencan buta"


"Kau tau kan? aku ini harus sempurna" katanya sambil mengibaskan rambut ke belakang


'Grup nongkrong?' pikir Juvelian yang tiba tiba teringat sesuatu


Kemudian terdengar teriakan dari teman di belakangnya "Ackk, rambut mu masuk ke sup ku, makananku sudah terkontaminasi nih"


"Emangnya sekarang waktunya mengawatirkan supmu! rambutku jadi beraroma makanan"


"Aku baru cuci rambut ku tadi pagi"


~Bersambung~


tunggu bab selanjutnya, tiga hari lagi~

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca novel ini


Dan terima kasih sudah memberi semangat dengan like, vote dan komentar


__ADS_2