Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 97


__ADS_3

Kirara menatap sesuatu di layar hologram dari HP nya dengan wajah santai seakan akan dia baru saja selesai ujian


Meski dia melihat layar dengan serius tapi terkadang Juvelian menyadari tatapan Kirara kosong seperti sedang bingung


Melihat gambar di layar terus bergerak, mungkin dia menggerakkan nya dengan pikirannya


Dengan suara ringan dan ceria dia memanggil Kirara yang masih jauh "Kak Kirara"


Suara Juvelian yang samar mencapai telinga Kirara yang segera memalingkan wajah ke arah suara dan tersenyum ramah seperti biasanya


Juvelian menghampiri mejanya dan bertanya "Aku boleh duduk di sini?"


Biasanya dia hanya akan mengangguk dengan sedikit memiringkan kepalanya tapi hari ini di rasanya ingin menjahilinya


"Oohhhh, Tentu saja nggak boleh" dia menjawab dengan tersenyum senang, raut wajah Juvelian segera berubah datar


Kirara dengan sengaja menaruh kaki di atas bangku, karena tinggi Kirara dari kakinya yang panjang, dia bisa menutupi sampai tidak menyisakan apapun


"Tempat duduknya nggak muat lagi"


Pura pura tidak dengar Juvelian dengan santai duduk di atas kaki Kirara, mereka sangat keras kepala tidak ada yang mau mengalah


Pada menit ke lima Kirara merasakan kakinya yang kesemutan, pertahanannya runtuh dia meminta Juvelian untuk segera turun karena kakinya mati rasa


Karena datang terburu buru dia tidak bisa memikirkan topik pembicaraan dan beralih melihat ke arah layar yang di penuhi banyak komentar orang orang tentang foto Kirara


Jumlah yang suka dan komentar nggak bercanda, Juvelian bisa mengerti karena Kirara udah lama di kenal publik


Meletakkan tangannya di bawah dagu sambil menatap Juvelian dengan tanya, dia tiba tiba menunjuk kan seringai di bibirnya


"Lian"


"Ya?"


"Apa kau ke habisan uang jajan?"


"Mana mungkin"


Kirara tertawa kecil melihat wajah lelah yang tercampur dengan perasaan kesal, cerita ini di mulai beberapa bulan lalu


Juvelian dan Alan mulai sering mengunjungi rumah Kirara biasanya di hari minggu, jika bersama mereka mengobrol tentang keseharian mereka


Di saat Alan nggak datang menjadi kesempatan untuk bertanya tapi Ketika Juvelian mengeluh padanya, Kirara hanya tertawa tanpa memberikan solusi sampai akhir


'Ah, harusnya aku nggak bertanya...' suara hati Juvelian yang keberadaannya hilang sesaat


"Jadi, kenapa kau mencari ku?"


Juvelian tanpa ragu malah bertanya balik "Teman kakak yang punya rambut hitam dan mata orange ada di mana?"

__ADS_1


Kirara mengulang kembali perkataan


Juvelian, dia hanya teringat dengan Jake


dan Joni yang sama dengan ciri ciri yang


dia katakan


'Tapi Lian hanya pernah melihat Jake saat pemilihan ketua OSIS dan aku juga tidak pernah memperkenalkan Jake padanya, mungkin yang dia maksud Joni kan?'


Kirara bertanya untuk memastikan "Maksudmu Joni?"


"Ya itu namanya, dia ada di mana? oh, dari pada itu dia orangnya kayak apa?"


Juvelian yang mendadak menganti pertanyaan dengan wajah penuh semangat membuat Kirara curiga


Pertanyaan Juvelian adalah mencari tau informasi tentang Joni dari Kirara, dia agak berhati hati dengan pertanyaan seperti itu


"Kenapa kau tetarik padanya?" suara Kirara berubah dingin tapi mendadak jadi mengejek "Apa mungkin kau sudah bosan dengan anak itu dan mencari yang lain?"


"Astaga, aku nggak tau adikku yang manis ini ternyata mau mencampakkan pacarnya" "Kak, berhentilah mengganggu ku, aku tidak


sedang bercanda sekarang"


"Iya iya tapi aku nggak janji bakal berhenti ganggu"


tepuk tangan pada kejujuran Kirara


"Nggak ada"


"Joni itu orangnya baik, penuh semangat jadi kau bisa lelah menghadapinya tapi kau sulit untuk membencinya"


"Dia tidak suka pada ketidakadilan dan payah dalam cinta makanya sampai saat ini masih jomblo" Kata Kirara yang seperti sedang menyindir tapi semua yang dia katakan memang benar


Kirara menambahkan "Tapi dia orang yang


akan melindungi orang orangnya ya, yang


pasti dia adalah yang seperti itu" katanya sambil memutar matanya


"Kenapa kau bertanya?"


Juvelian kemudian menjelaskan tentang Joni yang suka pada Mina begitu juga dengan Mina tapi sayangnya Mina tidak menyandari nya karena itu dia ingin membantu hubungan mereka


Kirara yang mendengar nya merasa tertarik dan bertanya apa dia juga boleh ikut bergabung, menyaksikan temannya punya pacar akan jadi hal yang baru


Juvelian menjawab dengan hati hati "Aku


bukannya mau mengejek tapi bagaimana

__ADS_1


bisa orang yang jomblo dari lahir membantu orang jomblo"


Kirara tetap mempertahankan senyum di bibirnya tapi kata kata yang menusuk hati nya, rasanya seperti ada darah nya keluar dari mulutnya


"Aku tidak mau mengatakan di mana anak itu" katanya dengan tegas


Juvelian menjadi panik melihat Kirara yang cemberut "Aku tidak bermaksud untuk mengejek kakak, aku serius"


Sebenarnya Juvelian sengaja, Kirara melirik ke Juvelian yang membuat tatapan penuh penyesalan dan berbinar binar untuk memaafkan nya


Dia menghela napas pasrah dan menekan layar hologram yang dia letakkan di atas meja


"Kakak, ngapain?"


"Mencari keberadaannya"


"Oh" menjawab dengan patuh


'Tunggu jadi dia juga nggak tau meski setidaknya dia bisa mengetahui keberadaan HP kakak kelas itu'


Layar menunjukkan titik keberadaan HP Joni, itu adalah bagian belakang gedung


sekolah tidak jauh dari sana


Kirara memang sering melihat Joni pergi


ke sana kalau sedang ada masalah tapi kenapa dia ada di sana? apa dia kehabisan ide untuk pdkt sama gadis itu, kirara terkikik


Setelah layar hologram itu menghilang seketika dengan hanya menyisakan HP yang hampir setipis kertas dengan warna bening


Dia mengambil HPnya, mereka berdua berjalan ke gedung sekolah karena Kirara mau ke kelas jadi mereka satu jalan


Dan sesuai perkataan Kirara, pria yang bernama Joni sedang mondar mandir enggak jelas dari tadi


"Kalau gitu aku pergi dulu, ya" kata Kirara yang berbalik sambil tersenyum tipis


Seketika isi kepala Juvelian menjadi kosong dia lupa apa yang mau dia katakan ketika dia


ingin menyapa nya


Joni tiba tiba melihatnya dan raut wajahnya terlihat lebih cerah seolah olah masalah yang dia hadapi sudah memiliki jalan keluarnya


"Kamu kan anak yang tadi ada di ruang uks?" tanya Joni seperti bertanya pada dirinya sendiri


Entah sejak kapan dia memegang tangan Juvelian dan sambil menaik turunkan tangan Juvelian, dia memperkenalkan diri dengan cepat


"Namaku Joni, tahun ini kelas12, aku juga anggota OSIS, tadi aku melihatmu bersama Mina, kalian berteman? teman Mina juga teman ku senang bertemu dengan mu"


"Kamu boleh memanggil ku senyamannya tapi karena aku lebih tua mungkin harus di tambah kakak tapi aku nggak maksa jadi kamu boleh panggil aku apa aja"

__ADS_1


Perkataan Joni sangat cepat, dia seperti mendapatkan informasi baru tapi tidak tau apa yang di katakan rasanya seperti berbicara pakai bahasa dunia lain


'Sekarang aku mengerti perkataan kak Kirara' di saat yang sama Kirara memberi semangat dengan doa


__ADS_2