Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 64


__ADS_3

Selamat membaca


Orang orang akan sulit membedakan mereka


jika mereka hanya diam tanpa membuka


mulutnya


mereka akan seperti orang berdiri di depan kaca


Mina berbalik dan berjalan menuju ke pintu


masuk cafe, suara kerincing kecil terdengar


dari atas pintu


Begitu pintu terbuka dengan sendirinya, kasir yang berdiri di belakang meja dekat pintu


Sedikit menunduk dan meletakkan satu


tangannya di dadanya sambil berkata sambil


tersenyum sopan "Selamat datang"


Mina dan Juvelian hanya menatap nya


dengan ekspresi datar dan sedikit


mengangguk


Kembali melangkah kan kakinya dengan Juvelian yang berjalan di belakangnya


Sejauh mata mereka memandang, orang


orang memenuhi meja di lantai ini


Udara sejuk di dalam ruangan yang sangat


berbeda dengan cuaca panas di luar


Membuat orang lain betah berlama lama di


dalam cafe sebagian dari mereka adalah


anak SMA yang baru pulang dari sekolah


Mereka hanya sibuk dengan makanan


mereka sambil mengobrol dengan santai


Suara tawa yang terdengar dari beberapa


meja dan beberapa orang yang datang


sebagai sepasang kekasih


Membuat suasana menjadi hangat di dalam cafe


Tapi ekspresi datar Mina tanpa bibirnya yang


sedikit pun tidak tersenyum di tambah aura


Mina yang dingin dan di sampingnya


Juvelian yang memasang wajah tidak peduli


dengan sekitarnya


Membuat mereka berdua terlihat seperti


orang orang yang berasal dari dunia es


Tidak melihat ke mana pun dan mata yang


hanya tertuju pada tangga


Mata orang orang hanya terpaku pada


mereka berdua, aura tidak bisa yang mereka


keluar kan menarik perhatian banyak orang


Ekspresi kagum dan perasaan tertekan akan


di rasakan saat melihat ke mereka


Sinar terang berwarna putih yang membawa


hawa dingin di sekitarnya


Sinar terang yang menyilaukan seakan bisa


membuat mata orang lain menjadi buta


Setiap meja yang mereka lalui, akan


membuat orang orang merinding kedinginan


dengan udara di sekitar mereka yang tiba


tiba berubah


berubah seperti di tutupi salju, orang orang


akan merasa diri mereka sedang makan es


krim di cuaca yang salah sambil memakai


baju hangat seperti mantel yang empuk

__ADS_1


jaket yang super tebal atau sweater dan syal


Di antara tumpukan salju yang menutupi


mereka sampai kepala dan hanya


menyisakan wajah mereka yang pucat


Juvelian dan Mina bersamaan menginjak


anak tangga pertama dengan Mina yang


berpegangan pada pegangan tangga besi


yang berwarna hitam


Tangga keramik dengan warna putih susu


yang tercampur perpaduan warna abu abu


dan biru langit yang menambah keindahan


seperti air jernih yang dicampur pewarna


Begitu anak tangga di injak, cahaya kecil di


bawah sepatu mereka dengan membentuk


pola bunga kaca piring yang memiliki ukuran


yang berbeda


Sedangkan pada pegangan tangga, akan ada


butiran cahaya dengan ukuran sekecil pasir


BerKelap kelip dengan berwarna warni


seperti bintang bintang di langit malam


Tangga yang lurus, belok dan lurus lagi ke


atas sampai ke lantai kedua


Sama seperti di bawah, di lantai ini juga di


penuhi oleh orang orang dan suara yang


samar samar dari kejauhan


Setelah masuk ke pintu dengan kaca hitam


di dekat tangga, mereka Kembali menaiki


tangga yang membutuhkan perjuangan ini


Berbeda dengan ekspresi Mina yang santai


Juvelian hampir kehabisan napas melawan


anak tangga, meskipun rumah keluarganya


memiliki lima lantai dengan ukuran setiap


ruangan yang sangat besar


tapi dia sangat jarang menaiki tangga melainkan lift yang dekat dengan kamarnya


Mengangkat kakinya dan memijak lantai tiga


Juvelian terasa lega dan menarik napas


dalam dalam sampai dia melihat bayangan


dua orang di samping angga


Pria dan wanita yang keluar dari lift di samping tangga sambil berpegangan tangan


Dan mereka yang sangat dekat satu sama lain mungkin saja adalah sepasang kekasih


Kaki Juvelian seketika menjadi lemas dan


kehilangan keseimbangan


Sebelum terjatuh ke lantai, Mina dengan cepat memegang lengan Juvelian


'Aarrghhh, yang benar saja' teriak Juvelian di dalam kepalanya


Melepaskan genggam tangannya, Mina


bertanya pada Juvelian, "apa kau baik baik


saja?"


Juvelian hanya menjawab dengan


mengangguk sambil tersenyum cerah tapi


berbeda dengan isi kepalanya yang berteriak


'Aku menaiki anak tangga yang berjumlah


hampir mencapai seratus padalah ada lift'


Melirik ke arah Mina yang sepertinya


tatapannya tertuju pada tempat lain


Wajahnya pucat dengan mata yang sedikit

__ADS_1


takut, dia melihat ke lantai bawah dari


pembatas besi di depan mereka


'Apa mungkin dia takut ke tinggian?'


Merasa ada yang aneh dia berpikir ulang, jika


dia takut pada ketinggian kenapa dia naik


tangga, tidak peduli berapa keras dia berpikir


Tidak ada jawaban yang keluar setelah cerita yang berbelit belit di kepalanya


Juvelian menyerah dengan menyimpulkan Mina hanya sedang menaklukkan rasa takutnya


pada ketinggian


Mengandeng tangan Mina dengan sengaja


sambil menariknya berjalan ke koridor hitam


tidak ada sedikit pun sinar matahari yang


masuk di sana


Berjalan menuju ke ujung koridor, di sana


ada pintu putih polos yang membuat mereka


merasa lega setelah melewati tempat yang


seperti rumah hantu


Begitu pintu putih itu di buka, cahaya dari


lampu neon yang keluar dari pintu membuat


pandangan mereka sedikit kabur untuk


sesaat


Di dalam ruangan ini hanya ada kursi danmeja yang terbuat dari besi dan beberapa


kertas putih dan alat tulis di dalam tempat


alat tulis yang berbentuk seperti vas bunga


Sebenarnya masih ada beberapa barang lagi


yang terlihat saat pintu di buka lebih lebar


Tempat ini lebih rapi dan bersih setiap kali


mereka masuk


Meskipun sedikit mengejutkan tapi ruangan


ini terhubung dengan gudang


Seperti biasa mereka mendorong lemari dan


melihat dinding putih polos yang hampir


membuat mereka bosan melihatnya


Mengucapkan kalimat yang sama seperti


saat pertama kali datang ke sini tapi jika di dengar lagi seolah olah


itu adalah mantra sihir untuk seseorang yang


putus asa setelah kehilangan orang yang


sangat dia cintai


Dinding di depan mereka perlahan lahan menghilang di udara


Hanya menyisahkan kegelapan pekat di udara dan beberapa anak tangga yang terlihat karena cahaya lampu


Tidak ada yang pernah tahu, berapa banyak


dan kemana ujung anak tangga akan


membawa mereka


Saat Juvelian ingin melangkah kan kakinya


menuruni anak tangga pertama, dia berhenti


setelah sebuah ingatan lewat di kepalanya


Ingatan tentang Luxia yang pernah bilang


harus memberitahu nya dulu sebelum


datang dengan teleportasi terlintas di


kepalanya begitu aja


Segera mengeluarkan HP nya dan mengetik


sesuatu dengan cepat dan singkat di layar


HP yang berwarna hitam


Tapi pesan itu hanya garis satu yang artinya


ada masalah jaringan di sana

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2