
Selamat membaca
Orang orang akan sulit membedakan mereka
jika mereka hanya diam tanpa membuka
mulutnya
mereka akan seperti orang berdiri di depan kaca
Mina berbalik dan berjalan menuju ke pintu
masuk cafe, suara kerincing kecil terdengar
dari atas pintu
Begitu pintu terbuka dengan sendirinya, kasir yang berdiri di belakang meja dekat pintu
Sedikit menunduk dan meletakkan satu
tangannya di dadanya sambil berkata sambil
tersenyum sopan "Selamat datang"
Mina dan Juvelian hanya menatap nya
dengan ekspresi datar dan sedikit
mengangguk
Kembali melangkah kan kakinya dengan Juvelian yang berjalan di belakangnya
Sejauh mata mereka memandang, orang
orang memenuhi meja di lantai ini
Udara sejuk di dalam ruangan yang sangat
berbeda dengan cuaca panas di luar
Membuat orang lain betah berlama lama di
dalam cafe sebagian dari mereka adalah
anak SMA yang baru pulang dari sekolah
Mereka hanya sibuk dengan makanan
mereka sambil mengobrol dengan santai
Suara tawa yang terdengar dari beberapa
meja dan beberapa orang yang datang
sebagai sepasang kekasih
Membuat suasana menjadi hangat di dalam cafe
Tapi ekspresi datar Mina tanpa bibirnya yang
sedikit pun tidak tersenyum di tambah aura
Mina yang dingin dan di sampingnya
Juvelian yang memasang wajah tidak peduli
dengan sekitarnya
Membuat mereka berdua terlihat seperti
orang orang yang berasal dari dunia es
Tidak melihat ke mana pun dan mata yang
hanya tertuju pada tangga
Mata orang orang hanya terpaku pada
mereka berdua, aura tidak bisa yang mereka
keluar kan menarik perhatian banyak orang
Ekspresi kagum dan perasaan tertekan akan
di rasakan saat melihat ke mereka
Sinar terang berwarna putih yang membawa
hawa dingin di sekitarnya
Sinar terang yang menyilaukan seakan bisa
membuat mata orang lain menjadi buta
Setiap meja yang mereka lalui, akan
membuat orang orang merinding kedinginan
dengan udara di sekitar mereka yang tiba
tiba berubah
berubah seperti di tutupi salju, orang orang
akan merasa diri mereka sedang makan es
krim di cuaca yang salah sambil memakai
baju hangat seperti mantel yang empuk
__ADS_1
jaket yang super tebal atau sweater dan syal
Di antara tumpukan salju yang menutupi
mereka sampai kepala dan hanya
menyisakan wajah mereka yang pucat
Juvelian dan Mina bersamaan menginjak
anak tangga pertama dengan Mina yang
berpegangan pada pegangan tangga besi
yang berwarna hitam
Tangga keramik dengan warna putih susu
yang tercampur perpaduan warna abu abu
dan biru langit yang menambah keindahan
seperti air jernih yang dicampur pewarna
Begitu anak tangga di injak, cahaya kecil di
bawah sepatu mereka dengan membentuk
pola bunga kaca piring yang memiliki ukuran
yang berbeda
Sedangkan pada pegangan tangga, akan ada
butiran cahaya dengan ukuran sekecil pasir
BerKelap kelip dengan berwarna warni
seperti bintang bintang di langit malam
Tangga yang lurus, belok dan lurus lagi ke
atas sampai ke lantai kedua
Sama seperti di bawah, di lantai ini juga di
penuhi oleh orang orang dan suara yang
samar samar dari kejauhan
Setelah masuk ke pintu dengan kaca hitam
di dekat tangga, mereka Kembali menaiki
tangga yang membutuhkan perjuangan ini
Berbeda dengan ekspresi Mina yang santai
Juvelian hampir kehabisan napas melawan
anak tangga, meskipun rumah keluarganya
memiliki lima lantai dengan ukuran setiap
ruangan yang sangat besar
tapi dia sangat jarang menaiki tangga melainkan lift yang dekat dengan kamarnya
Mengangkat kakinya dan memijak lantai tiga
Juvelian terasa lega dan menarik napas
dalam dalam sampai dia melihat bayangan
dua orang di samping angga
Pria dan wanita yang keluar dari lift di samping tangga sambil berpegangan tangan
Dan mereka yang sangat dekat satu sama lain mungkin saja adalah sepasang kekasih
Kaki Juvelian seketika menjadi lemas dan
kehilangan keseimbangan
Sebelum terjatuh ke lantai, Mina dengan cepat memegang lengan Juvelian
'Aarrghhh, yang benar saja' teriak Juvelian di dalam kepalanya
Melepaskan genggam tangannya, Mina
bertanya pada Juvelian, "apa kau baik baik
saja?"
Juvelian hanya menjawab dengan
mengangguk sambil tersenyum cerah tapi
berbeda dengan isi kepalanya yang berteriak
'Aku menaiki anak tangga yang berjumlah
hampir mencapai seratus padalah ada lift'
Melirik ke arah Mina yang sepertinya
tatapannya tertuju pada tempat lain
Wajahnya pucat dengan mata yang sedikit
__ADS_1
takut, dia melihat ke lantai bawah dari
pembatas besi di depan mereka
'Apa mungkin dia takut ke tinggian?'
Merasa ada yang aneh dia berpikir ulang, jika
dia takut pada ketinggian kenapa dia naik
tangga, tidak peduli berapa keras dia berpikir
Tidak ada jawaban yang keluar setelah cerita yang berbelit belit di kepalanya
Juvelian menyerah dengan menyimpulkan Mina hanya sedang menaklukkan rasa takutnya
pada ketinggian
Mengandeng tangan Mina dengan sengaja
sambil menariknya berjalan ke koridor hitam
tidak ada sedikit pun sinar matahari yang
masuk di sana
Berjalan menuju ke ujung koridor, di sana
ada pintu putih polos yang membuat mereka
merasa lega setelah melewati tempat yang
seperti rumah hantu
Begitu pintu putih itu di buka, cahaya dari
lampu neon yang keluar dari pintu membuat
pandangan mereka sedikit kabur untuk
sesaat
Di dalam ruangan ini hanya ada kursi danmeja yang terbuat dari besi dan beberapa
kertas putih dan alat tulis di dalam tempat
alat tulis yang berbentuk seperti vas bunga
Sebenarnya masih ada beberapa barang lagi
yang terlihat saat pintu di buka lebih lebar
Tempat ini lebih rapi dan bersih setiap kali
mereka masuk
Meskipun sedikit mengejutkan tapi ruangan
ini terhubung dengan gudang
Seperti biasa mereka mendorong lemari dan
melihat dinding putih polos yang hampir
membuat mereka bosan melihatnya
Mengucapkan kalimat yang sama seperti
saat pertama kali datang ke sini tapi jika di dengar lagi seolah olah
itu adalah mantra sihir untuk seseorang yang
putus asa setelah kehilangan orang yang
sangat dia cintai
Dinding di depan mereka perlahan lahan menghilang di udara
Hanya menyisahkan kegelapan pekat di udara dan beberapa anak tangga yang terlihat karena cahaya lampu
Tidak ada yang pernah tahu, berapa banyak
dan kemana ujung anak tangga akan
membawa mereka
Saat Juvelian ingin melangkah kan kakinya
menuruni anak tangga pertama, dia berhenti
setelah sebuah ingatan lewat di kepalanya
Ingatan tentang Luxia yang pernah bilang
harus memberitahu nya dulu sebelum
datang dengan teleportasi terlintas di
kepalanya begitu aja
Segera mengeluarkan HP nya dan mengetik
sesuatu dengan cepat dan singkat di layar
HP yang berwarna hitam
Tapi pesan itu hanya garis satu yang artinya
ada masalah jaringan di sana
__ADS_1
~Bersambung~