
Setelah kedua kakaknya mencium kening Juvelian dan mengucapkan selamat malam mereka pergi ke kamar mereka masing masing dengan ekspresi sedih
Meski sangat sulit untuk mengusir mereka karena mereka ingin membacakan dongeng untuk Juvelian
"Kenapa mereka memperlakukanku seperti anak kecil umurku kan sudah 14 tahun" gumam Juvelian dengan ekspresi kesal
Untuk menutupi kemungkinan identitasnya ke bongkar, di buat perbedaan umur antara Juvelian dan Riana ketika menjadi Riana umurnya akan bertambah satu
Setelah mencuci mukanya Juvelian naik ke tempat tidur dan bersiap untuk tidur tapi sakin senangnya hari ini dia sampai tidak bisa tidur
Dari tengah tempat tidur dia berguling ke ujung dan berguling lagi ke sisi ujung yang lain 'Banyak hal yang masih membuat ku bingung apa menyebabkan banyak kesalah pahaman yang terjadi di antara kami"
Meski tadi bilangnya nggak bisa tidur tapi sekarang dia sudah menutup matanya dan terjun ke dunia mimpi
Di dalam keheningan yang dingin di dalam ruangan ini Juvelian mendadak berbangun dan berteriak "Tunggu" dengan satu tangan di udara seperti ingin meraih sesuatu
Begitu Juvelian tersadar sepenuhnya dia meletakan tangan menutupi wajahnya dan bergumam "Apa itu tadi?"
'Meskipun aku tidak ingat semuanya tapi jelas jelas aku di saat terakhir aku melihat seorang'
'Ada seseorang dengan rambut kuning keemasan yang perlahan menghilang...'
'Aku tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya karena silau tapi anehnya aku tau dia sedang tersenyum' kata Juvelian dalam hatinya
"Itu senyum sedih" gumamnya
Hari minggu sudah berlalu dan ini hari pertama Juvelian datang kesekolah dengan identitas yang sebenarnya
Juvelian mengikuti guru masuk ke dalam kelas, keberuntungan berpihak padanya dia berhasil masuk ke kelas ini lagi
Begitu Juvelian masuk kelas, kelas menjadi ribut dengan wajah kagum
"Astaga, dia pasti bukan manusia"
"Benar, dia pasti bukan manusia" gumam orang orang dikelas
Juvelian langsung jadi ciut tidak berani berdiri di depan terlalu lama, kakinya gemetar
__ADS_1
'Inilah alasan aku tidak mau datang dengan wajah asli karena aku...' Juvelian yang belum menyelesaikan kata kata dalam hati, di sambungan dengan
"kyaak! Dia manis sekali"
"Tidak dia tidak manis tapi cantik!" kata beberapa orang di kelas
Juvelian yang awalnya memejamkan mata karena takut dengan reaksi orang membuka matanya karena terkejut
'Semuanya terbalik dengan yang aku pikirkan' pikirnya dalam hati
Juvelian yang awalnya melamun, tersadar karena perkataan guru yang berdiri di sebelahnya "Baiklah nak, kamu bisa perkenalkan dirimu sekarang"
"Halo semuanya, nama saya Juvelian Star Light " kata Juvelian dengan senyum cerah
Setelah memperkenalkan diri Juvelian duduk di kursi kosong paling depan, di hari pertama kursi ini sudah di duduki orang lain tapi sampai sekarang posisi tempat duduk belum di tentukan
Juvelian meletakkan tasnya di sebelah kursinya yang kosong dan mendengar perkataan beberapa orang di belakangnya
"Bukannya Star Light salah satu dari nama perusahaan ternama di negeri ini?"
"Tidak mungkin dia putri dari ketua star light grupkan?"
Lilian yang duduk dua meja di belakangku mengangkat tangannya dan bertanya pada pak guru yang ada di depan
"Pak, kenapa hari ini Riana tidak datang?"
"Riana pindah sekolah mulai hari ini" jawab pak guru
Juvelian yang penasaran dengan reaksi Lilian berbalik melirik ke belakang dan terkejut 'Kenapa kau memasang ekspresi sedih begitu? dengan tatapan yang amat sangat terluka?'
"Kenapa?"
"Apanya yang kenapa?" tanya seseorang di belakang Juvelian
"Ah, nggak kok" Juvelian segera kembali melihat ke depan
'Sadarlah Lian dia pasti hanya berpura pura, kamu pasti tidak lupa karena siapa kau mati!' kata Juvelian dalam hatinya
__ADS_1
Dia berbalik melihat papan tulis dan mengeluarkan buku pelajaran
Juvelian, Lilian, Jiho dan beberapa anak lainnya bersaing menjawab pertanyaan guru sampai sampai seperti terlihat api berkobar dalam diri mereka
'Bagaimana mereka menjawab pertanyaan sesulit itu dalam waktu singkat mereka benar benar manusia kan?' itulah yang dipikirkan orang orang yang ada dikelas
Bel istirahat berbunyi "Anak anak kita sambung pelajaran setelah istirahat"
Begitu melihat guru keluar kelas, hampir semua murid menghelan napas dan bergumam
"Aku pikir akan mati karena api yang berkobar pada diri mereka"
[Kafetaria sekolah]
Semuanya ribut tentang empat sekawan dan kedatangan Juvelian yang memakai nama Star Light dibelakang namanya
Waktu pulang sekolah Juvelian menunggu di depan sekolah dan sesuatu menarik perhatian orang yang tidak lain adalah beberapa mobil ternama yang berhenti di depan sekolah
Di antara mobil yang dia lihat dia mengenal satu karena jendela tempat supir terbuka dan di dalamnya terlihat wajah pak Tio
di situ sisi Juvelian yang melihat Allen yang duduk di kursi penumpang membuat Wajah Juvelian berubah ceria dan berkata dengan hangat pada kakak pertama "Kak Allen"
Senyuman Juvelian membuat orang orang terpesona padanya baik itu laki laki atau perempuan
Allen yang menyadari itu langsung meminta Juvelian masuk dengan cepat
Juvelian yang duduk di samping Allen bertanya pada kakaknya "Kenapa kakak menggunakan kacamata hitam saat menjemputku?"
Allen menjawab "Aku menbenci sinar matahari" (tidak sepenuhnya berbohong)
Tapi yang sebenarnya Allen tidak ingin terlalu menarik perhatian karena akan gawat jika seorang ketua dari salah satu perusahaan ternama di negeri ini terlihat menjemput adiknya
Akan repot kalau ada wartawan yang melihat mereka
'Meskipun Lian anak yang pintar tapi dia polos' kata Allen didalam hatinya dengan ekspresi merasa bersalah
__ADS_1
~ Bersambung~