
'Hidupku kok gini amat...'
rasanya tidak ada yang berjalan sesuai keinginan nya
"Huh..."
'Aku kan sudah terlanjur bilang sama Joni kalo aku enggak bisa ikut sama dia karena aku pergi ke tempat nongkrong'
'Kalau tiba tiba dia main ke rumah dan melihat ku enggak jadi pergi, dia pasti akan mengejekku'
Mina membayangkan orang yang salah itu adalah Jake bukan Joni
Joni bukan orang yang seperti Mina pikirkan tapi sifat dan penampilan Joni sekarang terlihat seperti Jake di masa lalu mungkin saja sifat menyebalkan nya juga sama
'Enggak! Itu enggak boleh terjadi!' pikirnya sambil mengelengkan kepalanya
Di dalam kelas dia duduk dengan tenang tidak seperti biasanya mengamati sekeliling ruangan, banyak anak perempuan di dalam kelas ini tapi apa mereka mau?
Pikiran nya sedang kalut tidak bisa menerima pelajaran di depan matanya
dia bahkan tidak tau apa yang gurunya katakan
Setelah menata pikirannya tidak lama kemudian, dia menemukan beberapa kadidat yang ada sekitarnya yaitu Juvelian, Lilian, Arin, Alexia dan Lilian
Karena mereka adalah orang orang yang cukup dekat dengan nya, dia tidak segan untuk bertanya ya... meskipun dia tidak terlalu memikirkan nya
Mari kita memikirkan kadidat pertamanya, Nona Juvelian cantik dan ramah apa lagi sangat populer
Namun, yang jadi masalah dia bisa marah pada orang yang baru dia temui aku tidak tau kenapa, dari hasil pengamatan ku dia akan bersikap dingin dan pura pura tidak dengar
Atau kadang dia hanya akan tersenyum, semakin lebar dia tersenyum semakin marah dirinya malah kadang itu hal yang menakutkan
Saat sedang menahan emosi saja dia seperti itu apa lagi kalau emosi meledak, aku tidak tau hal gila apa yang akan terjadi
Dan juga, dia sudah pacaran satu tahun dengan orang yang sama dan hubungan mereka juga terlihat harmonis
Karena itu ada gosip yang bilang mereka sudah bertunangan dan hanya menunggu memasuki usia dewasa, dengan kata lain tidak mungkin dia mau menerima
Mina mulai berkhayal dengan hal yang biasa muncul di novel.
Namun, kalau misalnya dia terpaksa bertunangan dengan si pirang 'Aku tidak ingat namanya' kata Mina
Kan bisa aja dia mau datang dengan berpura pura tidak punya pacar, itu yang biasa di lakukan orang yang tiba tiba masuk ke tubuh putri bangsawan dan ingin membatalkan pertunangannya
Meskipun akhirnya bisa di tebak, tunangannya yang dulu tiba tiba merasa tertarik dengan perubahan si wanita
Tapi si wanita malah menolak dan tarik ulur di mulai tapi yang jadi korbannya malah simpanan si wanita yang dia anggap teman
Dari situlah si pria kedua menjadi penjahat di novel yang secara tidak sadar memperbaiki hubungan keduanya
Seketika dia tersadar dengan pikiran nya yang terus berlayar di langit
'Mina oh Mina ini dunia nyata bukan dunia novel'
Ngomong ngomong pacarnya sangat popular di kalangan gadis apakah dia mata keranjang?
__ADS_1
Tentu saja tidak, karena dia terlihat ramah dan mudah tersenyum banyak yang menyukainya
Tapi sebenarnya dia adalah orang yang akan melakukan apa pun untuk mendapatkan yang dia inginkan
'Aku tepuk tangan dengan akting tanpa celah kenapa dia tidak mencoba bergabung ke dunia hiburan?'
Hm... Mungkin saja salah satu alasan nona Luxia menepatkan ku di sisi nona Juvelian karena anak itu, apa dia ingin aku menyingkirkan nya?
Sudahlah nona Luxia tidak mengatakan nya jadi kenapa aku harus melakukan nya?
Mina mengeluarkan Juvelian dari daftarnya dan beralih ke Lilian sambil melihat punggungnya dari belakang
Lilian memang terlihat tegas tapi dia terlalu pemalu dia bahkan tidak akan bisa menatap mata lawannya
Seperti kelinci yang bertemu predator dan tidak nyaman kalau ada orang yang sok akrab dengannya
Dia hanya akan menjadi singa yang pemberani kalau ada Arin atau nona Juvelian di sampingnya, tapi kenapa? tidak peduli di pikirkan berada kali tetap saja membingungkan
Bukankah itu sifat aslinya atau bukan, hahhh kenapa aku memikirkan hal yang tidak di perlukan
Dia langsung teringat Alexia, teman
masa kecilnya yang juga lumayan dekat
dengannya tapi...
'Dengan keperibadian yang seperti itu tidak mungkin berhasil'
Dia pasti akan diam memandangi lawan jenisnya dengan tatapan tidak peduli dan diam seribu kata
Begitulah satu per satu kadidat tersingkirkan dengan menyisahkan satu orang yang mungkin memberikan harapan besar
Pacar tidak ada√ (Aku setuju karena belum waktunya Arin pacaran)
Mudah bergaul dan ramah√ (sebenarnya Arin sulit bergaul dengan orang orang yang tidak mau membuka hatinya lebih dulu)
Tidak takut untuk membuka mulutnya√ (Kalau sedang bingung dia bahkan sulit mengangkat kepalanya)
Dengan kata lain sempurna! (Dengan kata lain dia tidak pandai menilai)
Kembali ke waktu sekarang, sementara beberapa anak keluar dari kelas saat beristirahat
Mina yang sudah memikirkan cara membujuknya, mendatangi Arin yang hendak keluar kelas dengan segera meraih tangannya
"Hm?"
"Apa kau tahu, beberapa anak dari sekolah
lain dan sekolah kita akan nongkrong di
satu tempatmalam ini?"
"Enggak" Arin memjawab dengan singkat karena dia memang nggak tau
Perlahan lahan Mina melirik raut wajah Arin dengan berharap Arin merasa penasaran atau bertanya apa dia juga boleh ikut
__ADS_1
Namun, harapan tetaplah harapan, Arin bukanlah Lux yang penasaran dengan banyak hal
Arin malah menatapnya dengan tatapan tidak tahu apa yang dia maksud dengan sedikit berkedip
'Tamat sudah'
Itu karena dia berpikir mungkin saja hanya Arin yang bisa membantunya menyelesai
kan masalah jadi dengan berani dia sedikit bercerita
"Ugh, salah satu teman dari kenalan ku tidak bisa datang karena sakit, bisa nggak kau menggantikan nya?"
Itu pertanyaan yang mengejutkan, merasa heran Arin bertanya balik sambil
menunjuk dirinya "Ya? aku?"
Dengan mata berbinar binar, Mina memegang tangan Arin dengan penuh harapan dan berusaha meyakinkan nya dengan tatapannya yang jarang terlihat
"Ya? kumohon... hanya kau yang bisa
membantuku"
'Hanya kau yang bisa membantuku... hanya kau... kau...' suara Mina terus bergema di kepalanya tentu saja itu karena Mina yang berbisik ke telinganya dengan gema
Pada saat yang sama, suara kursi yang menghantam meja di belakangnya terdengar dari ujung ruang kelas
Mereka yang kaget segera melirik ke belakang memeriksa apa yang sedang terjadi
Yang mereka lihat hanya Daniel yang duduk di kursi yang bukan miliknya dengan posisi
miring
Saling melirik, tidak ada satu pun dari mereka yang tau sudah berapa lama Daniel berada di sana, seakan akan dia adalah hantu yang keberadaan sulit dirasakan
"Sudah berapa lama kau ada di sana? "tanya Mina sambil mengernyit kan kening nya suaranya terdengar berhati hati saat bertanya
Daniel hanya diam tidak menjawab pertanyaan Mina karena dia merasa itu bukanlah sebu ah kewajiban
"Ini bocah cari masalah ya?" ucap Mina sambil mengepalkan tangannya di depan seakan akan dia benar benar akan memukul Daniel
Suara bisikan mencapai telinganya "Kau biarkan saja dia, kau akan capek sendiri kalau berurusan dengannya
Mina menenangkan dirinya tapi Daniel mendecak dengan sengaja sampai memamerkan seringai
'Masalah mu apa sih?!'
Wah, sepertinya Daniel berada dalam masalah besar nih~
~Bersambung~
tunggu bab selanjutnya, tiga hari lagi~
Terima kasih sudah membaca novel ini
Dan terima kasih sudah memberi semangat dengan like, vote dan komentar
__ADS_1