Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 75


__ADS_3

Selamat Membaca


Jangan lupa like dan komentar


Dia berkata pada dirinya sendiri 'Kak, zaman sudah berubah tapi kau malah meminum teh dengan menggunakan cara yang merepotkan padalah kan ada kantung teh yang lebih praktis'


Setelah menuangkan teh ke dalam


cangkir, Juvelian dan Luxia duduk saling


berhadapan


Suasana di antara mereka terasa mencekam di tambah dengan keheningan yang melayang di udara


Rasanya seperti penjahat yang akan


di introgasi, wajah Juvelian menjadi pucat


dengan bibirnya yang cemberut


Luxia menggoyang kan cangkir yang ada di


tangan nya dan meminum teh itu dengan


elegan sedangkan Juvelian yang gugup


menelan ludahnya sendiri


Kata yang keluar dari bibir Luxia setelah keheningan yang tidak nyaman adalah nama Juvelian


Tangannya menjadi kaku dengan dirinya


yang gugup dan panik


"Kau tidak melanggar janji mu kan?"


"Hah?"


"Sihir..."


Kata Luxia dengan suara kecil kemudian


meminum teh yang ada di gelas sampai


habis dalam sekali teguk


Dia menatap Juvelian dengan dalam dalam, Juvelian yang mengerti maksudnya segera


menuangkan teh ke gelas Luxia sekali lagi


dan menjawab pertanyaan Luxia dengan


perasaan takut


"Ya"


"Ya?" Luxia bertanya balik dengan satu alisnya yang terangkat seolah olah dia tidak percaya dan bertanya sekali lagi untuk memastikan nya


Luxia seperti sudah menduganya kalau Juvelian akan melanggar janjinya tapi tidak menyangka benar benar terjadi dan Juvelian


menjawabnya dengan jujur


Juvelian hanya diam dan duduk kembali


sambil berkata di dalam kepalanya yang


membayangkan dirinya berlutut dan


berkata


'Tuhan, dewa, leluhur atau apapun


yang ada di luar sana tolonglah bantu aku'


Dengan ragu ragu dan takut dia

__ADS_1


menambahkan "Ja, jadi sebenarnya itu..."


"Hm?" Luxia hanya diam tanpa bergerak


menunggu jawaban yang sedang dia perkirakan


"Aku menggunakan nya beberapa kali


waktu di sekolah" kata Juvelian dengan


suara kecil dan menyesal


Mendengar suara menyesal, Luxia mendengus dan bertanya dengan sedikit bujuk kan dengan menggunakan suara lembut yang terdengar hangat


"Apa yang kau gunakan? katakan lah"


Senyum hangat di bibirnya dan tatapannya yang tidak pernah dia perlihatkan pada orang lain dan sangat jarang dia perlihatkan pada Juvelian hari ini terlihat beberapa kali


Perasaan takut dan panik menghilang di hatinya dan mulai menjelaskan berapa kali, kenapa dan sihir apa saja yang dia gunakan


Tapi anehnya Luxia hanya tersenyum puas di akhir cerita


'Hah?'


"Syukur lah kau tidak menggunakan


teleportasi" gumam Luxia dengan


matanya yang membentuk senyuman di


bibirnya


"Emangnya ada apa dengan teleportasi?


Bukannya kakak yang mengajarnya padaku untuk di gunakan dengan baik?"


Tidak tahu kenapa Luxia memasang seringai dengan niat jahat dan tatapan terlihat seperti sedang mengancam dengan wajahnya menjadi hitam


"Karena kalau saja ada sedikit kesalahan atau salah perhitungan kau akan berpindah ke tempat yang tidak di ketahui"


Suara petir yang menyambar telinganya suaranya bergema di kepalanya


bersama dengan Jantung Juvelian


berdetak kuat dan tatapan yang menjadi


kosong


Luxia yang melihatnya merasa lucu dan melanjutkan seperti seseorang yang


sedang mengoceh "Tapi yang paling


parah"


Dia memberi jeda dan menggelengkan kepala


"Tidak, tidak. Kau pasti tidak mau mendengarnya"


"Apa?" tanya Juvelian yang sudah sangat penasaran


Luxia bertanya balik untuk meyakinkan dirinya dan memastikan nya lagi "Apa kau yakin mau tahu yang paling parah?"


Juvelian mengangguk, jantungnya berdetak


kencang, perasaan takut dan penasaran


penasaran tercampur aduk di hatinya


"Iya, aku yakin. Cepat katakan kakak!"


"Yang paling buruk adalah jika salah satu anggota tubuhmu tertinggal di dimensi yang salah"


"contohnya jika ada seseorang yang seluruh anggota tubuh sampai pada tempat yang benar kecuali tangan yang menghilang entah kemana"


"Kau tidak akan pernah bisa menemukan nya kecuali mencari ke seluruh alam semesta yang ini atau yang lain untuk menemukan nya yang memakan waktu

__ADS_1


Luxia mendadak menunjukkan senyum lebar dan wajah lembut sambil berkata dengan nada rendah "S. e. u. m. u. r H. i. d. u. p kita"


Kata katanya terdengar santai seperti


sedang menceritakan dongeng sebelum


tidur pada anak kecil


Tapi bagi Juvelian semua itu terdengar seperti cerita hantu atau ancaman yang paling menakutkan


Luxia tertawa kecil dengan perasaan puas seakan akan dia baru saja mengganggu seseorang


Melihat Juvelian yang menundukkan kepalanya dengan wajah yang menjadi pucat dengan tersenyum aneh yang tidak memiliki makna di baliknya


Tawa itu tidak bertahan karena perasaan tidak nyaman yang selalu dia rasakan


Dia mengatur kembali ekspresi wajahnya seperti semula tatapan dingin tanpa ekspresi yang wajah yang terlihat


menunjuk kan suasana hatinya


Dia kemudian bercerita tentang bagaimana


"Bagaimana dengan Mina? Apa dia


melakukan tugasnya dengan baik"


Juvelian tersentak dan membeku dengan


berkata 'Kakak, cara bisa bicaramu seperti


kau akan memecat nya kalau dia tidak


melakukannya dengan baik'


Mengelengkan kepalanya keluar dari pikiran nya yang merepotkan dan menjelaskan bagaimana Mina di sekolah meskipun dia menghilang kan


Bagian di mana Mina yang membuat ruangan kelas menjadi diam saat pertama kali perkenalan diri


Dan bagian Mina yang memukul salah satu preman di sekolah karena menurutnya mengganggu pemandangan matanya


Apa lagi Mina yang tidak fokus pada pelajaran dan bermain main dengan alat tulis dan di panggil ke ruang guru gara gara tidak mengerjakan pr


Hanya menceritakan ke seharian Mina


di sekolah yang menjaga nya dengan baik


"..."


Tapi di luar dugaan, sambil meminum teh Luxia hanya diam


Dan terlihat tidak peduli yang terlihat dari ekspresi wajahnya yang datar meskipun itu hal biasa yang dia lakukan tapi kali ini


Dia benar benar terlihat tidak peduli dengan apa yang Juvelian katakan seperti masuk telinga kiri keluar dari telinga kanan seperti angin lalu


Dia menurunkan pandangannya sambil


meletakkan gelas dan berkata


"Lian, aku tahu. kau sangat ingin tahu bagaimana aku bisa menjadi saudara angkat mu tapi kau takut melukai hatiku"


".... Uh, Huh" jawabnya dengan suara kecil


"Di dunia ini tidak ada rahasia yang bisa di simpan selama, cepat atau lambat pasti akan ketahuan karena itu aku akan menceritakan nya sekarang"


Benar, Luxia adalah tipe orang yang menganggap semua hal di dunia ini baik itu yang memiliki bentuk atau tidak pasti akan berakhir dan memilih untuk mempercepat nya


Luxia kemudian mulai satu persatu bercerita tentang bagaimana dia menjadi anak angkat di keluarga Juvelian


~Bersambung~


Kalian pasti penasaran bagaimana cerita Luxia bisa menjadi keluarga Juvelian kan? tunggu bab selanjutnya, tiga hari lagi~


Terima kasih sudah membaca novel ini


Dan terima kasih sudah memberi semangat dengan like dan komentar

__ADS_1


__ADS_2