
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komentar
Dia berkata pada dirinya sendiri 'Kak, zaman sudah berubah tapi kau malah meminum teh dengan menggunakan cara yang merepotkan padalah kan ada kantung teh yang lebih praktis'
Setelah menuangkan teh ke dalam
cangkir, Juvelian dan Luxia duduk saling
berhadapan
Suasana di antara mereka terasa mencekam di tambah dengan keheningan yang melayang di udara
Rasanya seperti penjahat yang akan
di introgasi, wajah Juvelian menjadi pucat
dengan bibirnya yang cemberut
Luxia menggoyang kan cangkir yang ada di
tangan nya dan meminum teh itu dengan
elegan sedangkan Juvelian yang gugup
menelan ludahnya sendiri
Kata yang keluar dari bibir Luxia setelah keheningan yang tidak nyaman adalah nama Juvelian
Tangannya menjadi kaku dengan dirinya
yang gugup dan panik
"Kau tidak melanggar janji mu kan?"
"Hah?"
"Sihir..."
Kata Luxia dengan suara kecil kemudian
meminum teh yang ada di gelas sampai
habis dalam sekali teguk
Dia menatap Juvelian dengan dalam dalam, Juvelian yang mengerti maksudnya segera
menuangkan teh ke gelas Luxia sekali lagi
dan menjawab pertanyaan Luxia dengan
perasaan takut
"Ya"
"Ya?" Luxia bertanya balik dengan satu alisnya yang terangkat seolah olah dia tidak percaya dan bertanya sekali lagi untuk memastikan nya
Luxia seperti sudah menduganya kalau Juvelian akan melanggar janjinya tapi tidak menyangka benar benar terjadi dan Juvelian
menjawabnya dengan jujur
Juvelian hanya diam dan duduk kembali
sambil berkata di dalam kepalanya yang
membayangkan dirinya berlutut dan
berkata
'Tuhan, dewa, leluhur atau apapun
yang ada di luar sana tolonglah bantu aku'
Dengan ragu ragu dan takut dia
__ADS_1
menambahkan "Ja, jadi sebenarnya itu..."
"Hm?" Luxia hanya diam tanpa bergerak
menunggu jawaban yang sedang dia perkirakan
"Aku menggunakan nya beberapa kali
waktu di sekolah" kata Juvelian dengan
suara kecil dan menyesal
Mendengar suara menyesal, Luxia mendengus dan bertanya dengan sedikit bujuk kan dengan menggunakan suara lembut yang terdengar hangat
"Apa yang kau gunakan? katakan lah"
Senyum hangat di bibirnya dan tatapannya yang tidak pernah dia perlihatkan pada orang lain dan sangat jarang dia perlihatkan pada Juvelian hari ini terlihat beberapa kali
Perasaan takut dan panik menghilang di hatinya dan mulai menjelaskan berapa kali, kenapa dan sihir apa saja yang dia gunakan
Tapi anehnya Luxia hanya tersenyum puas di akhir cerita
'Hah?'
"Syukur lah kau tidak menggunakan
teleportasi" gumam Luxia dengan
matanya yang membentuk senyuman di
bibirnya
"Emangnya ada apa dengan teleportasi?
Bukannya kakak yang mengajarnya padaku untuk di gunakan dengan baik?"
Tidak tahu kenapa Luxia memasang seringai dengan niat jahat dan tatapan terlihat seperti sedang mengancam dengan wajahnya menjadi hitam
"Karena kalau saja ada sedikit kesalahan atau salah perhitungan kau akan berpindah ke tempat yang tidak di ketahui"
Suara petir yang menyambar telinganya suaranya bergema di kepalanya
bersama dengan Jantung Juvelian
berdetak kuat dan tatapan yang menjadi
kosong
Luxia yang melihatnya merasa lucu dan melanjutkan seperti seseorang yang
sedang mengoceh "Tapi yang paling
parah"
Dia memberi jeda dan menggelengkan kepala
"Tidak, tidak. Kau pasti tidak mau mendengarnya"
"Apa?" tanya Juvelian yang sudah sangat penasaran
Luxia bertanya balik untuk meyakinkan dirinya dan memastikan nya lagi "Apa kau yakin mau tahu yang paling parah?"
Juvelian mengangguk, jantungnya berdetak
kencang, perasaan takut dan penasaran
penasaran tercampur aduk di hatinya
"Iya, aku yakin. Cepat katakan kakak!"
"Yang paling buruk adalah jika salah satu anggota tubuhmu tertinggal di dimensi yang salah"
"contohnya jika ada seseorang yang seluruh anggota tubuh sampai pada tempat yang benar kecuali tangan yang menghilang entah kemana"
"Kau tidak akan pernah bisa menemukan nya kecuali mencari ke seluruh alam semesta yang ini atau yang lain untuk menemukan nya yang memakan waktu
__ADS_1
Luxia mendadak menunjukkan senyum lebar dan wajah lembut sambil berkata dengan nada rendah "S. e. u. m. u. r H. i. d. u. p kita"
Kata katanya terdengar santai seperti
sedang menceritakan dongeng sebelum
tidur pada anak kecil
Tapi bagi Juvelian semua itu terdengar seperti cerita hantu atau ancaman yang paling menakutkan
Luxia tertawa kecil dengan perasaan puas seakan akan dia baru saja mengganggu seseorang
Melihat Juvelian yang menundukkan kepalanya dengan wajah yang menjadi pucat dengan tersenyum aneh yang tidak memiliki makna di baliknya
Tawa itu tidak bertahan karena perasaan tidak nyaman yang selalu dia rasakan
Dia mengatur kembali ekspresi wajahnya seperti semula tatapan dingin tanpa ekspresi yang wajah yang terlihat
menunjuk kan suasana hatinya
Dia kemudian bercerita tentang bagaimana
"Bagaimana dengan Mina? Apa dia
melakukan tugasnya dengan baik"
Juvelian tersentak dan membeku dengan
berkata 'Kakak, cara bisa bicaramu seperti
kau akan memecat nya kalau dia tidak
melakukannya dengan baik'
Mengelengkan kepalanya keluar dari pikiran nya yang merepotkan dan menjelaskan bagaimana Mina di sekolah meskipun dia menghilang kan
Bagian di mana Mina yang membuat ruangan kelas menjadi diam saat pertama kali perkenalan diri
Dan bagian Mina yang memukul salah satu preman di sekolah karena menurutnya mengganggu pemandangan matanya
Apa lagi Mina yang tidak fokus pada pelajaran dan bermain main dengan alat tulis dan di panggil ke ruang guru gara gara tidak mengerjakan pr
Hanya menceritakan ke seharian Mina
di sekolah yang menjaga nya dengan baik
"..."
Tapi di luar dugaan, sambil meminum teh Luxia hanya diam
Dan terlihat tidak peduli yang terlihat dari ekspresi wajahnya yang datar meskipun itu hal biasa yang dia lakukan tapi kali ini
Dia benar benar terlihat tidak peduli dengan apa yang Juvelian katakan seperti masuk telinga kiri keluar dari telinga kanan seperti angin lalu
Dia menurunkan pandangannya sambil
meletakkan gelas dan berkata
"Lian, aku tahu. kau sangat ingin tahu bagaimana aku bisa menjadi saudara angkat mu tapi kau takut melukai hatiku"
".... Uh, Huh" jawabnya dengan suara kecil
"Di dunia ini tidak ada rahasia yang bisa di simpan selama, cepat atau lambat pasti akan ketahuan karena itu aku akan menceritakan nya sekarang"
Benar, Luxia adalah tipe orang yang menganggap semua hal di dunia ini baik itu yang memiliki bentuk atau tidak pasti akan berakhir dan memilih untuk mempercepat nya
Luxia kemudian mulai satu persatu bercerita tentang bagaimana dia menjadi anak angkat di keluarga Juvelian
~Bersambung~
Kalian pasti penasaran bagaimana cerita Luxia bisa menjadi keluarga Juvelian kan? tunggu bab selanjutnya, tiga hari lagi~
Terima kasih sudah membaca novel ini
Dan terima kasih sudah memberi semangat dengan like dan komentar
__ADS_1