
Suara bel sekolah yang berbunyi membawa suara mengeluh
Kemudian sebelum wali kelas masuk ke kelas mereka, mereka berlari seperti kilat kembali ke tempat masing masing
Suara langkah kaki mendekat membuat mereka menelan ludah dan segera wajah wali kelas yang sudah menempel di ingatan mereka membawa siswa baru
Tapi tatapan Juvelian nampak acuh tak acuh seakan waktunya terhenti sesaat, dia hanya melamun memikirkan kejadian semalam
Tidak menyadari keberadaan seseorang yang mendekat dan duduk di sampingnya
Angin bertiup membuat helaian rambut siswa baru itu menghalangi cahaya matahari mengenai Juvelian
Cahaya yang seolah bergerak tak beraturan membuat tergantung, mengerutkan keningnya
Ketika dia melihat ke jendela, yang dia dapatkan adalah anak laki laki dengan rambut pirang yang tertiup angin dan mata biru langit yang indah
Bola matanya hampir keluar ketika melihat anak itu dengan di susul wajah pucat seakan melihat sesuatu yang salah
“Kenapa kau ada disini?tidak dari pada itu kenapa kau bisa duduk disebelahku?" Juvelian bertanya pada siswa baru itu
'Mari kita putar kejadian beberapa waktu lalu'
"Halo semuanya!namaku rudan, senang bertemu dengan kalian." kata siswa baru itu
Para siswa di kelas mengajukan pertanyaan pada mereka dan dia menjawab pertanyaan mereka dengan senyum
Sebelum pertanyaannya semakin banyak dan waktu belajar jadi berkurang, wali kelas menyudahkannya dan menyuruhnya duduk di kursi yang kosong
Kilas baliknya berhenti sampai sini dan kita kembali ke waktu sekarang
"Aku lihat ada kursi kosong di sini, nggak apa apa kan aku duduk sini" jawabnya dengan senyum ramah
Karena dia menjawab seperti itu, Juvelian tidak bisa menolaknya
"Jika boleh tahu siapa namamu?" tanya Rudan pada Juvelian dengan mata berbinar
'Apa dia memang orang yang seperti ini'
__ADS_1
Juvelian yang melamun sesaat segera menjawab dengan bisikan "Juvelian Star Light"
Guru yang sedang menerangkan di depan akan memelototi mereka jika pembicaraan mereka terus di lanjutkan
Yang membuat Juvelian mengabaikan Rudan dan berkata dengan tegas "Nanti saja kita sambung bicaranya"
Rudan hanya mengangguk dengan senyum lembut di bibirnya
Sama seperti Juvelian, Lilian dan Jiho yang bersaing untuk menjawab pertanyaan guru, Rudan juga sering mengangkat tangannya saat guru bertanya
'Kenapa kau menjawab pertanyaan pertanyaan yang ditanya guru padalahkan kau di masa lalu tidak suka menarik perhatian' pikir Juvelian
Waktu berlalu dan saat istirahat kedua, Rudan menarik tangan Juvelian menuju taman sekolah, anak di kelas mereka yang melihat berpikir seperti ini 'Musim semi baru saja di mulai...'
Mereka mengambil tempat di salah satu meja yang di sediakan di sana
"Juvelian, kau mau ku belikan es krim?" dia bertanya dengan senyum cerah
"Beneran? belikan rasa coklat ya" jawab Juvelian dengan hangat
"Em, aku segera kembali" Rudan menjawab dan berlari sambil melambaikan tangannya
Tidak ingin terganggu dengan suara di luar, dia membuat pikirannya tenggelam
Di dalam kepalanya, di ruang gelap tanpa batas ada perasaan baik dan jahat Juvelian sedang bertengkar
"Arghhh! Kenapa kau membiarkan dia membelikanmu es krim kalian saja baru ketemu"
Perasaan Jahat sedang berlari tujuh keliling dengan teriakan tak jelas, sementara perasaan yang lain menjadi ciut
"Maaf, karena di masa lalu. dia selalu membelikan lian es krim. ya...walau itu setelah satu bulan kami berteman" katanya sambil melihat arah lain
Perasaan jahat hanya menghela napas dalam dalam dan berjalan dengan emosi ke arahnya kemudian memegang pundaknya dengan dingin
"Lain kali kita harus lebih berhati hati karena sudah ada yang berbeda dengan masa lalu.... salah satunya dia yang muncul satu tahun lebih awal"
"Iya ya aku tahu, dan semuanya yang dia lakukan juga berbeda seakan dia..." belum menyelesaikan kata kata perasaan baik
__ADS_1
Ada seseorang yang memegang bahu Juvelian dan bertanya apa dia baik baik saja, suaranya penuh khawatir
Juvelian menoleh dan mendapati Daniel di belakangnya, Juvelian menjawab dengan ragu bahwa ia baik baik saja
Daniel duduk di sampingnya dan bertanya banyak hal dengan ceria tapi disatu sisi Juvelian merasa berbebani dan berkata "Hei... berhentilah berpura pura"
"Apa?" jawab daniel yang sedikit tersentak
Juvelian menarik napas kasar dan berkata dengan wajah serius "kaukan hanya berpura pura selama ini, apa kau tidak lelah?"
'Dimasa lalu aku tahu sifat asli Daniel dan alasan dia berpura pura ceria selama ini' kata Juvelian dalam hatinya
Tiba- tiba Daniel yang ceria berubah ekspresi menjadi datar dan ikut serius "Sampai mana kau tahu?" tanyanya
"Hm... Entahlah mungkin dari kamu yang di rawat oleh bibimu yang memanfaatkanmu karena memiliki daya ingat yang kuat?" kata Juvelian dengan memamerkan seringai
'Daniel, aku selalu ingin mengatakan ini pada mu dari pada berpura pura ceria mungkin mereka akan menyukai kejujuran mu'
Daniel menatap dengan sinis kepada Juvelian dan bertanya dengan suara dingin yang mencekik "Dari mana kau tahu semua itu?"
"Dari mana aku tahu? Entahlah" jawab Juvelian sambil mengangkat bahunya
'Tentu saja aku tahu dari mu yang menceritakannya padaku dan teman teman yang lain setelah mengenal selama dua tahun'
Setidaknya Juvelian menjawab dalam hati jadi nggak bohong sambil teringat masa lalu
Mata merah Daniel yang menatap ku dengan tatapan dingin terasa asing dan membuat ku sedikit takut tapi aku harus berusaha tetap tenang
Udara di sekitar kami seketika berubah, ini menakutkan
Juvelian menekan tangannya dengan tatapan berani, jika sekarang dia memperlihatkan rasa takut dia kalah
Sekarang sudah terlambat untuk mundur, dia baru saja membuat singa mengamuk ketika Daniel ingin mengatakan sesuatu, Rudan datang dan menarik tangan Juvelian keluar dari gua singa
Juvelian dan Rudan pindah ketempat lain, itu tempat yang biasa mereka datangi lalu Rudan memberikan es krim tadi
"Makasih~"
__ADS_1
"Hm"
"Eh? Kenapa es krimnya lembek?" tanya Juvelian, Rudan hanya mengalihkan pandangan ke tempat lain dan berkata "Entahlah, mungkin mesin pendinginnya rusak"