
Selagi koridor sepi, Juvelian menggunakan sihir untuk menghilangkan keberadaannya hanya untuk berjaga jika ada yang mengenalinya
Dia merasa sedikit lega karena tidak ada yang bisa melihatnya sekarang bahkan saat berdiri di depan cermin tidak ada pantulan dirinya di sana
Setelah memperhatikan selama beberapa hari, Juvelian merasa yakin kelas di balik dinding di hadapannya adalah kelas Regina
Tanpa ragu Juvelian meletakkan satu tangannya di dinding kemudian menutup matanya, suara beberapa orang yang berbicara di balik dinding terdengar jelas seakan dia sedang berada di sana
Karena menutup matanya dia hanya bisa mengandalkan pendengarannya seolah telinga telah menjadi mata, Juvelian bisa membayangkan semua kejadian di hadapannya dengan mendengar
Di balik dinding itu ada tujuh orang, lima perempuan dan sisanya adalah laki- laki, anak laki- laki di kelas Regina membahas tentang sepak bola di ujung kelas samping jendela
Satu gadis di barisan tengah tertidur, hal itu mengingatkan Juvelian pada Ian yang kadang ke sekolah cuman untuk tidur
Sementara empat gadia termasuk Regina duduk di sudut ruangan, mereka berbicara dengan suara kecil biar tidak ada yang mendengarnya dan jarak yang berjauhan dengan siswa lain
Terdengar suara gadis yang tadi bersama Regina ketika bertemu Juvelian "Ren, aku mau tanya tapi maaf ya kalau pertanyaanku bikin kau sakit hati"
Regina dengan tenang menjawab "Mau tanya apa? Tanya aja, aku nggak masalah kok"
"Emm. Kau di ganggu sama Si Juvelian?"
Mendengar pertanyaan gadis itu, Juvelian mengerutkan kening 'Kapan aku pernah mengganggunya?!!'
Regina terdiam, dengan senyum tipis dia menjawab "Ha, di ganggu? Mana mungkin. Hubungan kami memang kelihatan canggung tapi dia nggak pernah mengganggu ku kok"
'Hei, apa apaan dengan nadamu yang terdengar terluka di akhir?'
Regina melanjutkan perkataannya "Aku ini kan jadi keluarganya baru baru ini aja, jadi dia mungkin masih curiga"
Temannya yang duduk di samping Regina kita sebut aja Si B, bergumam "Aku jadi teringat drama itu..."
"Drama apa?" tanya Si A (Gadis yang duduk di hadapan Regina sekaligus teman yang tidak sengaja bertemu Juvelian)
Melirik sesaat pada Si A, dia menjawab "Itu. Drama 'Anak kesayangan keluarga kaya' kan mirip sama cerita Regina"
Dia lalu menjelaskan kemiripannya "Pemeran utamanya kan anak tunggal keluarga kaya yang bertemu kembali dengan keluarga setelah insiden penculikan"
"Tapi Si penjahat yang iri dengan pemeran utama karena merebut semua perhatian lalu melakukan berbagai cara untuk menyingkirkannya"
__ADS_1
'Wah aku pasti si penjahatnya' lalu di saat yang sama ketika Si B sedang bercerita, Juvelian merasakan seringai kecil dengan pikiran jahat
Kemudian dari arah belakang bayangan seseorang yang bertanya kenapa Lian ada di sana dan berjalan mendekat sambil mendaratkan tangan di pundak Juvelian
Kaget ada yang menyentuhnya Juvelian menjerit kaget tanpa suara dengan wajah pucat setelah ketahuan menguping
Seseorang itu bertanya dengan lembut "Hayo lagi ngapain?"
Dengan menatap tajam Juvelian menepis tangan Kirara yang mengejutkan dirinya "Maaf maaf Kau ngapain di-"
Juvelian yang merasakan keberadaan manusia mendekat langsung memegang pergelangan tangan kirara, dalam sekejap keberadaan Kirara juga ikut menghilang menyatu dengan udara
Segera setelah Kirara tak terlihat, teman sekelas Regina membuka pintu seakan dia tahu ada yang menguping pembicaraan mereka dan mengecek "Siapa di-. Kau?"
"Kutu buku kelas ujung kan?" melihat penampilan pria yang membawa banyak buku di tangannya sampai menutupi wajahnya, teman sekelas Regina langsung mengenalinya
"Berhenti menyebut aku seperti itu. Bisa tolong ambilkan buku itu?" pria itu sedikit mengerang lalu meminta tolong
Sambil meletakkan buku di puncak, dia bertanya "Kenapa nggak pakai drone aja bawaannya? Pasti ini berat banget"
"Oh, Terima kasih" lalu menjawab "Dronenya nggak sanggup bawa semua, makanya lama" begitu dia berkata begitu, empat buah drone datang menghampiri dengan tumpukan buku
Dia tercengang dengan berpikir tidak peduli seberapa gilanya anak itu bagaimana dia membaca semua buku buku itu
Melihat orang itu masuk kembali, Juvelian menatap mata Kirara yang terlihat masih sangat terkejut
Ekspresi wajah Kirara seakan bertanya "Apa yang sedang terjadi?", dia takut tidak melihat dirinya di kaca jendela
["Nanti aku jelaskan"]
Suara Juvelian berdengung di kepalanya, untuk beberapa saat itu, menakutkan
Kemudian Juvelian menarik Kirara ke tempat yang entah apa namanya semua berwarna putih, Juvelian menciptakan ruangan khusus dari sihir
"Lian kau-"
Kirara tidak tahu harus berkata apa, ini membingungkan. Menghela napas lembut dia memutuskan untuk tenang
"Sekarang jelaskan apa yang terjadi dan
__ADS_1
kenapa kau membawa aku ke tempat ini?"
Bukannya bertanya ini di mana, Kirara malah bertanya kenapa dia di bawa ke sana, ini membuat Juvelian yakin
"Ini tentang Regina"
'Regina?'
"Kakak ingat waktu bilang Regina ingin mempermalukan kakak di depan temannya?"
"Tentu ingat, aku membalikkan keadaan dengan mudah" Kirara terkekeh bangga
'Memang ini saatnya untuk bangga' Sambil berpikir begitu Juvelian men atap kosong
'Jadi kenapa Kirara mendadak serius, udara di tempat ini juga ikut berubah' Juvelian merinding saat menyadari Kirara seakan bisa mengendalikan ruangan itu padahal dia yang menciptakannya
Menjentikkan jari, Juvelian memilih untuk membiarkan Kirara memutuskannya sendiri dari pada menjelaskan dengan bujukan
Suara pembicaraan mereka di putar kembali sampai isi pikiran Regina terdengar yang menyebabkan Kirara tersentak
'Andai skenarionya semudah drama yang kalian ceritakan, ini akan berakhir dengan cepat'
'Terlalu banyak tikus yang mengawasi. tidak seperti penjahat yang menjadi bodoh karena cemburu, dia sudah menyadarinya terlalu awal. Meski dia tidak bertindak selama ini'
'Tapi ini terlalu merepotkan aku harus diam untuk menghindari kecurigaan dia, hahhh aku tidak seharusnya mencari masalah dengan dia. Keluarga Star Light akan menjadi kebalikan dari drama itu, ini sedikit menarik'
Akhir drama itu, semua keluarga pemeran utama menyesal terutama keluarga si penjahat atas perbuatannya yang sudah kelewatan
Mereka meminta kesempatan untuk memulai semua dari awal dan menjadi keluarga yang lebih erat dari sebelumnya.
Artinya Regina menginginkan kehancuran keluarga Star Light
"Lian kau memperdengarkan ini semua untuk meminta kerja sama bukan? Tapi tanpa ini pun aku akan membantu mu mencegahnya. Jadi apa rencanamu?"
Mata Juvelian terbuka lebar melihat Kirara yang seakan mengeluarkan sinar dari aura yang dia pancarkan
"Pertama, kita perlu bantuan dari orang yang menguasi semua rumor atau gosip di sekolah ini, yang terpenting dia orang yang akan terkena dampak dari rumor Regina jika semakin tersebar"
Di akhir Kirara menepuk bahu Juvelian sambil berkata "Aku tunggu di ruangan mading setelah ini"
__ADS_1