
Ngomong ngomong kami sudah ada di ruang makan sekarang, tidak peduli di lihat berapa kali pun ruangan ini tetap membuatku kagum
Dari lampu yang di gantung di ruang ini seperti bintang sampai hiasan dinding yang sangat mewah
Meja dan kursi yang berkilau dengan di lapisi emas, padahal cuman beberapa orang yang makan di ruangan ini tapi kursinya sampai ada 16
'Karena biasanya aku makan dengan ibu Mira meski terkadang Lili juga ikut bergabung tapi meja ini panjang banget
Dan juga Juvelian duduk di tengah kedua orang tuanya sedangkan kakak kakaknya duduk di seberang meja dengan wajah cemburu
Karena tidak bisa duduk dengan adik kesayangan mereka padahal sudah lama nggak bertemu
'Ngomong ngomong kenapa papa duduk di sebelahku bukannya biasanya kepala keluarga duduk di kursi depan?' pikir Juvelian
Makan malam mulai di sajikan oleh para pelayan yang ada dirumah, mereka bekerja sangat cepat sampai Juvelian merasa kagum
"Lian, apa kamu tetap akan bersekolah di sekolah Miater?" tanya papa
Juvelian yang awalnya binggung dengan pertanyaan papanya langsung menjawab "iya, papa"
'Karena aku tidak akan lupa dengan apa yang sudah mereka lakukan padaku!' pikir Juvelian yang menggenggam kuat sendok di tangannya
"Tapi Juvelian kau tetap akan mendaftar ulang kan? " tanya Allen
'Kalau aku tidak mendaftar ulang apa gunanya menjadi Juvelian, mungkin papa juga berpikir hal yang sama makanya bertanya padaku'
'Untuk memastikan apa aku masih bingung dengan Riana atau Juvelian tapi keputusan ku uda bulat'
Lian dengan tenang berkata "Kak Allen, bukan nya aku sudah bilang akan menggunakan identitasku yang sebenarnya yaitu Juvelian Star Light"
__ADS_1
'Star Light adalah salah satu nama perusahaan milik keluargaku lebih tepatnya adalah perusahaan pertama yang dirikan leluhurku'
'Yang artinya jika aku menggunakan nama belakang itu aku mengakui diri sebagai bagian dari keluarga ini' kata Juvelian dalam hatinya
Dengan sedih Alan bergumam sendiri "padalah aku ingin belajar bersama Lian tapi Lian..."
Lian tersenyum tipis dan dengan hangat berkata "Kak Alan, bukannya papa dan mama pernah bilang bahwa kita harus membalas apa yang kita terima"
"Lian, apa ada yang menganggumu di sekolah?" keluarga Juvelian bertanya secara bersamaan
Hal itu membuat Juvelian m kaget dan berpikir sambil menggigit bibirnya 'Apa selama ini aku yang salah paham berpikir mereka membenciku?'
Saat itu lah juga Juvelian teringat dengan perkataan Lilian "Padahal kau memiliki keluarga yang mencintaimu dengan tulus"
'Ternyata semuanya benar ya...' pikir Juvelian dengan senyum tipis
"Sebenarnya ada seseorang yang sangat baik padaku jadi aku ingin membalasnya dan juga bahkan jika ada yang menganggu
Keluarga Juvelian yang kaget dengan perkataan Juvelian tertawa dan berkata secara bergantian
"Ini baru tuan putri kami"
"Lian kami memang keren!"
"Karena dia kembaran ku makanya dia mirip dengan ku"
Kemudian para Kakak Juvelian berkata" lian jika kau butuh bantuan kami, katakan saja karena kami akan membantumu "
"ya, aku pasti akan mengatakannya"
__ADS_1
Lian berpikir 'Apa ini yang namanya saat saat yang membahagiakan bersama dengan keluarga'
'Tidak terasa Waktu berlalu dengan cepat sekarang sudah saat tidur' pikir Juvelian
'Tapi kenapa mereka sampai mengantarku ke kamarku? dan apa kita baru bergandengan tangan begini' teriak Juvelian dalam kepalanya
Sebenarnya beberapa waktu yang lalu Juvelian yang tidak sengaja menginjak ujung anak tangga hampir terjatuh tapi tetap saja kaki agak sakit
Segera Allen menawarkan dirinya untuk mengantar nya, Juvelian hanya berpikir mungkin Allen akan memapahnya tapi dia malah di gendong
"Kenapa harus kakak Allen yang mengendong Lian ?" tanya Alan pada Allen dengan tatapan sinis
"Karena aku lebih tua darimu " kata Allen dengan nada sombong
"Apaan itu? kenapa harus bawa bawa umur sih. Bukan begitu lian?" kata Alan dengan nada tinggi
"Jangan bawa bawa Lian. tunggu, bagaimana jika Lian yang memutuskannya?" tanya Allen dengan percaya diri
Alan tersenyum dan berkata "Baiklah, biar Lian yang memilih siapa yang akan mengendongnya!"
Lian yang binggung dengan situasi yang baru pertama kali terjadi tapi familiar baginya pun menahan tawanya
Lian melihat ke arah kedua kakaknya yang melihatnya dengan tatapan mata yang berkata " pilih aku" akhirnya menghela napas dan berkata
"kakak Allen turunkan aku, aku akan jalan sendiri dan aku tidak perlu digendong"
Tiba tiba allen dan alan memeluk lian, dan berkata "Bagaimana kau bisa begitu manis Lian! Bahkan sampai memilih berjalan karena kau tidak ingin kami bertengkar..."
'Kak Allen, kak Alan jika kalian tidak melepaskanku aku pasti akan mati !! ' teriak Lian dalam hatinya
__ADS_1
Dan begitu Juvelian yang berhasil lepas dari pelukan mereka berjalan bersama sambil berpegangan tangan
~Bersambung~