
Salah satu dari anak laki laki bertanya "kalau kalian tidak punya hubungan apa-apa maukah kau mengenalkan ku apanya?"
Rudan tersenyum dan berkata
"tidak bisa, karena aku adalah satu satunya temannya" kata rudan sambil melirik lian.
Lian yang tidak sengaja berkontak mata dengan rudan, langsung melihat kearah lain.
disini lain jiho dan daniel yang melihat lilian dengan ekspresi sedih.
"bagaimana menurutmu ?" tanya daniel.
"apanya?" jiho bertanya balik.
"maksudku lilian" " beberapa waktu ini kan, kau selalu memperhatikannya..." kata daniel denagn tatapan menasaran.
" karena ekspresi putus asa lilian sangat terlihat" jawab jiho.
"riana benar-benar aneh"
" padahal seminggu lalu mereka terlihat akrab tapi riana pergi tanpa memberi tau"
"kalau memang riana pergi karena bertengkar..., pasti penyebabnya adalah riana kan? " kata jiho tanpa ekspresi di wajahnya.
"eh, kenapa? " tanya daniel.
"karena selama ini aku melihat lilian dia adalah anak yang baik" jawab jiho.
"jadi kalau begitu riana anak yang jahat ? " tanya daniel.
__ADS_1
" ya, enggak begitu juga " kata jiho.
" tapi aneh enggak begitu sih. Begitu riana pergi juvelian datang?. Tapi ya... Mungkin saja cuman kebetulan" kata daniel.
' dan anehnya juvelian mengetahui masa lalu ku dan terlihat seperti orang yang sudah lama mengenalku'
Kata daniel dalam hatinya dengan tersenyum karena merasa tertarik.
Setelah pulang sekolah lian pergi ke tempat kakaknya dengan menggunakan cara yang sebelumnya pernah ia lakukan dan belajar untuk menjadi ketua sky grup.
' kakak memberiku buku yang isinya tentang tamanan beracun dan tanaman herbal.
Karena perusahaan luxia berada dibidang kesehatan dan kecantikan. Setelahnya lian belajar merasa kan energi alam.
' kakak bilang aku terlahir dengan energi aneh'. Kata lian dalam hatinya.
Lian disuruh belajar menumbuhkan bunga.
"lian pegang pot bunganya. Tenangkan pikiranmu perlahan-lahan rasakan energi didalam dirimu dan salurkan kedalam ujung jarimu setelahnya ucapkan kata ini tumbuhlah tanamanku tumbuhlah" kata luxia.
Lian memegang pot bunga dan mulai menenangkan pikirannya,perlahan-lahan lian dapat merasakannya.
'apa ini energi yang dikatakan kakak? Rasanya agak geli' pikir lian.
Lian menyalurkan energi yang ia rasakan ke ujung jarinya dan berkata "tumbuhlah tanamanku tumbuhlah".
Cahaya menyelimuti tangan lian.
Tanah di pot bergetar dan bunga mawar yang sangat besar tumbuh dengan cepat tapi luxia mengambil tusuk konde yang ada dirambutnya dan menebas bunga itu.
__ADS_1
" kak... Kenapa kakak memotong bunganya?" tanya lian.
" lian,itu bukan bunga tapi monster tanaman. jika kita menyalurkan energi yang terlalu besar maka tanaman yang ingin ditumbuhkan akan hidup dan bersikap liar seperti hewan liar" kata luxia.
" lian kali ini coba gunakan sedikit energi saja" kata luxia.
Lian mencobanya lagi. ' hanya sedikit, sedikit saja' kata lian dalam hatinya.
Dan berkata "tumbuhlah tanamanku tumbuhlah" Setelah mengatakan kalimat itu cahaya sekali lagi muncul menyelimuti tangan lian tapi kali ini tidak begitu terang.
Tanah di pot bergetar dan kali ini bunga berwarna kuning yang muncul.
" kerja bagus lian. Kau melakukannya dengan baik" kata Luxia dengan senyum cerah di wajahnya.
' apa kakak pernah tersenyum seperti itu sebelumnya? ' tanya pada dirinya sendiri.
Lian memegang kepalanya karena rasa sakit yang ia rasakan.
Saat lian menutup matanya.
Gambar-gambaran muncul begitu saja.
"lian, apa baik baik saja? Tanya luxia.
Lian menurunkan tangannya dan berkata "aku baik baik saja" kata lian dengan ceria.
'apa itu tadi?' 'meskipun hanya samar-samar tapi aku seperti melihat sesuatu"pikir lian.
Lian pulang lewat cafe dan dijemput oleh salah satu supir keluarganya.
__ADS_1
~Bersambung~