
Tepuk tangan membahana, mengisi setiap sudut ruangan saat Tama mengakhiri nyanyiannya dengan adegan romantis mencium kening Rahma.
Senyum lebar terukir di wajah semua orang yang melihatnya. Bahkan adegan mereka pun direka ulang oleh pasangan halal yang turut menyaksikan keromantisan pengantin baru itu.
Di salah satu sudut Akhtar merangkul erat bahu Shanum, setelah menyaksikan aksi sahabatnya tak lupa dia pun mendaratkan kecupan hangat di kening sang istri.
Di sudut lainnya Maya mengeratkan pelukannya pada pinggang sang suami. Hatinya turut menghangat melihat pemandangan sang kakak yang diperlakukan romantis oleh suaminya. Dalam hati dia berdo'a semoga kehidupan rumah tangga Rahma selalu sakinah, mawaddah warahmah, sehidup sesurga.
Cup....
Maya terbelalak saat sang suami mengecup keningnya. Tontonan adegan keromantisan pengantin baru benar-benar menuntun yang melihatnya untuk melakukan hal yang sama.
"Mas..." ucap Maya pelan, dia melihat sekitar takut apa yang dilakukan suaminya dilihat yang lain. Ternyata dia salah, semua orang justru larut dalam adegan romantis pengantin baru.
Di meja lain semua mata tertuju pada keromantisan Tama memperlakukan istrinya. Mereka semua turut berbahagia. Arga bahkan kembali bertepuk tangan paling keras, begitupun Ahsan dia tersenyum bahagia dengan kebahagiaan sahabatnya walaupun hatinya saat ini sedang tak menentu karena kembali menerima kabar jika wanita yang selama ini dia tunggu dengan cara tidak mengganggu itu nyatanya sudah memiliki penawar luka yang pernah ditorehkannya.
Hatinya bimbang, haruskan menampakkan diri dan mengakui segala isi hatinya. Atau kembali menikmati cinta dalam diam.
Pesta masih terus berlanjut, setelah makan pagi menuju siang yang mereka lakukan. Kini mereka kembali bergiliran untuk bernyanyi. Kali ini giliran Rahma yang diminta untuk bernyanyi, namun dia masih berusaha menolak karena tidak cukup percaya diri untuk bernyanyi di hadapan orang banyak.
"Sayang, ayolah..." bisik Tama setelah beberapa kali Rahma diminta untuk bernyanyi. Dari informasi yang didapatkannya dari sang adik ipar dan Lisna sahabat Rahma, istrinya itu memiliki suara emas yang jarang terekspos.
"Apa sih, Mas" Rahma menggelengkan kepala menolak permintaan suaminya,
"Nanti kamu yang malu Mas kalau aku nyanyi" Rahma masih berkilah, dia tidak cukup percaya diri untuk bernyanyi di hadapan suami, keluarganya dan juga sahabat-sahabatnya.
"Tentu saja tidak sayang..." ucap Tama lembut, dia mengusap puncak kepala sang istri yang akhirnya menerima uluran mic dari Lisna setelah dia dan suaminya pun turut bernyanyi ria meramaikan suasana bahagia hari ini.
Rahma menarik nafas dalam dia mengedarkan pandangan menatap orang-orang yang sudah menanti penampilannya.
"Bunda, I love you" Athaya kembali berteriak dari meja yang berlawanan dengan Rahma, putranya itu sangat senang berkumpul dengan saudara sepupu dan teman-teman barunya.
"I love you too, sayang" balas Rahma dengan mic di depannya, semua orang pun tersenyum melihat keromantisan ibu dan anak itu.
Tama menggenggam satu tangan kosong Rahma, setelah musik intro mulai terdengar dan tepuk tangan riuh menyambut penampilan Rahma. Tentu saja Lisna dan Maya menjadi orang yang paling keras bertepuk tangan.
Kutahu 'ku tak pernah bisa
Menjagamu di setiap waktumu
Kuharap kau mengerti itu
Dan kupercaya kau takkan berpaling
__ADS_1
Dari cinta ini
Karena kupercaya itu
Tama menunduk mendengarkan suara halus dan merdu sang istri yang tidak disangkanya ternyata memiliki bakat dalam dunia tarik suara. Di saat semua orang riuh bertepuk tangan dan meneriaki Rahma keren saat baru selesai di bait pertama lagu yang dinyanyikannya Tama justru tertegun. Dia lebih tertarik untuk meresapi setiap.kata yang terucap lewat lirik lagu yang dibawakan sang istri.
Tak ingin aku menerka-nerka semua tentangmu
Kupercaya kau bisa menjaga hatimu untukku
Kuyakin kau bisa menjaga hatimu
Saat tak bersamaku
Tama mendongak, posisi Rahma yang masih duduh di sampingnya saat bernyanyi membuat dia leluasa menatap ekspresi wajah sang istri yang kemudian tatapannya tertuju padanya. Seolah benar yang diyakini hati Tama jika lagu yang dibawakan Rahma adalah mewakili isi hatinya.
Kuharap kau mengerti itu
Dan kupercaya kau takkan berpaling
Dari cinta ini
Karena kupercaya itu
Tatapan Rahma pun beralih, dia tidak ingin larut dalam tatapan mendalam untuk lelaki halalnya, karena nyatanya tatapan lembut Tama mampu membuat dirinya kembalj nervous saat bernyanyi.
Tak ingin aku menerka-nerka semua tentangmu
Kupercaya kau bisa menjaga hatimu untukku
Kuyakin kau bisa menjaga hatimu
Saat tak bersamaku
Mungkin awalnya kuragu
Saat tak di sampingmu
Tapi kuyakin kamulah cintaku
Ho-o-o ...
Tama berdiri, menarik tangan Rahma yang masih dalam genggaman. Semakin lama Tama semakin menyadari penampilan sang istri terdengar begitu menyayat hati. Bagaimana tidak, Rahma menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan, lagu itu benar-benar mewakili isi hatinya, antara cinta, trauma dan keraguan menyatu dalam setiap alunan nada yang dendangkannya.
__ADS_1
Tak ingin aku menerka-nerka semua tentangmu
Kupercaya kau bisa menjaga hatimu untukku
Kuyakin kau bisa menjaga hatimu
Saat tak bersamaku
Tak ingin aku menerka-nerka semua tentangmu
Kupercaya kau bisa menjaga hatimu untukku
Kuyakin kau bisa menjaga hatimu
Saat tak bersamaku
Sumber: Musixmatch
Posisi mereka kini tengah berada di tengah-tengah, saat lagu yang dinyanyikan Rahma berakhir seiring berhentinya iringan musik, suasana masih tampak hening. Rupanya semua orang benar-benar terbawa suasana hatu. Lagu yang berjudul menerka-nerka yang dibawakan Rahma sungguh penuh penghayatan, benar-benar keluar dari hati sanubari. Kedua orang tua Tama dan kakaknya bahkan menyeka air mata di sudut matanya.
Tama menatap dalam manik mata Rahma yang bening, ada luka yang tersembunyi di balik tatapan teduhnya. Ada sakit yang tersisa di balik senyumnya.
Prok...prok...prok...
Tepuk tangan Maya dan Lisna mengurai suasana haru berganti dengan riuhnya tepuk tangan semua orang. Mereka sangat menikmati lagu yang dinyanyikan Rahma, semua mat pun masih tertuju pada pasangan halal baru itu.
Tama langsung mengambil alih mic dari tangan Rahma membuatnya sedikit tersentak. Dia mengira sudah mempermalukan Tana dengan nyanyiannya.
"Sayang...aku tahu, selama ini gak semua orang tahu bagaimana kuatnya kamu merawat, menjaga dan mengontrol isi hati, perasaan dan pikiran untuk terlihat baik-baik saja. Jadi tumbuh dewasa, be a strong women, be a strong mom. Allah tidak pernah gagal menciptakan takdir, dan Allah tidak pernah salah memilih pundak untuk diberi beban ujian. Allah faham , sangat faham kapasitas setiap hambanya. Dan kamu, kamu adalah wanita hebat, ibu yang kuat." Tama semakin melekatkan tatapannya, dia melihat mata Rahma yang mulai berkaca-kaca, begitupun dengan dirinya. Suara tegas nyatanya tak mampu membendung air mata yang merangsek ingin keluar dari tempatnya.
"Setiap orang memiliki proses masing-masing untuk menuju akhir yang bahagia dan selanjutnya izinkan aku membahagiakanmu dan anak kita. Dulu aku pernah kehilanganmu, logika pernah menyuruhku untuk berhenti, namun hati memaksa untuk berjuang sekali lagi dan buktinya Kun Fayakun-Nya menjadikan kita bersatu. Saat akad suci pernikahan kita terucap, aku sudah berjanji tidak hanya pada kakakmu, tapi juga pada Allah Tuhanku bahwa aku akan menjagamu dan keluarga kita hingga sampai ke surganya. Tidak ada yang lain, hati dan pikiranku tetap menginginkan kamu"
Cup....
Kecupan lembut dan lama mengakhiri kata-kata Tama yang terdengar diucapkan dengan tulus. Semua orang kembali bertepuk tangan dengan air mata yang jatuh di pipi masing-masing tak kuasa untuk ditahan.
"Terima kasih Mas, sudah menerima segala baik dan burukku. Dan semoga segala sikap dan kata manis yang kudapati tidak hanya di awal tapi juga sampai akhir." lirih Rahma berucap, namun karena mic yang dipegang Tama dekat dengan wajahnya, semua orang pun mendengar apa yang Rahma katakan.
"Tentu sayang, aku akan selalu berusaha untuk itu. Athaya, do'akan Papi untuk selalu bisa menjaga dan membahagiakan bundamu" ucap Tama tiba-tiba mengalihkan fokusnya pada Athaya yang sudah berdiri di depan mejanya sejak mendengar dan melihat adegan hatu dua orang yang sangat dicintainya.
"Papi, I Love You!" Athaya pun berlari ke arah Rahma dan Tama berdiri, dan disambut rentangan tangan oleh Tama yang langsung menggendongnya.
Tepuk tangan kembali terdengar, semua orang berbahagia. Akhirnya kesabaran kedua sejoli ini berakhir manis.
__ADS_1
Pesta kejutan pun berakhir dengan makan siang bersama. Setelahnya semua orang akan meninggalkan hotel, mereka akan kembali menjalani rutinitas setelah dua hari ini mengisi weekend dengan kebersamaan yang akan menjadi kenangan indah. Kecuali pasangan pengantin baru, mereka masih punya waktu satu malam untuk menginap di sana dan menghabiskan waktu berdua sesuai yang sudah di atur oleh ibunya Tama. Sementara Athaya, nenek dan kakek barunya sudah terlebih dahulu memboyong anak manis itu ke kediaman mereka.