Belenggu Akad

Belenggu Akad
Fakta Mengejutkan


__ADS_3

Tama tak sedikit pun beranjak dari tempatnya, dia mengaduk-aduk makanan yang sejak tadi sudah ada di hadapannya. Tetap utuh, hanya berubah posisi karena terus dimainkan oleh sang empunya. Tatapannya terus tertuju pada wanita yang sejak menjelang akad terus mencuri perhatiannya.


Rahma berada di meja yang sejajar dengan mejanya Tama, dari tempat Tama duduk dapat terlihat dengan jelas semua aktivitas yang dilakukan wanita yang masih menjadi bidadari di hatinya itu. Dia tengah menyuapi Athaya, anak laki-laki berusia lima tahun yang sangat menggemaskan. Sesekali terlihat Rahma tergelak dengan tingkah pria cilik itu, entah apa yang mereka perbincangkan kedua terlihat bahagia dengan senyum yang selalu merekah di bibir keduanya.


Prosesi akad nikah yang dilanjutkan dengan sungkeman dan saweran telah usai. Sekarang semua tamu keluarga kedua mempelai tengah menikmati hidangan yang telah disediakan. Semua orang tampak bersuka cita, kebahagiaan dua insan yang baru saja menyatukan hati dan jiwa dalam ikatan suci pernikahan menular pada semua orang yang hadir, tidak terkecuali Rahma.


Saat akad selesai, Rahma sempat menyapa Tama. Dia hanya menatap dan tersenyum sekilas sambil menganggukan sedikit kepalanya. Sementara Tama hanya membalas dengan anggukan kepala dan ekspresi wajah datarnya.


Tama terus mengawasi dua orang berbeda generasi itu sejak tadi, hatinya bertanya-tanya mengapa mereka hanya berdua. Sebenarnya Tama ingin mendekati dan mengurai rasa penasarannya namun dia urungkan karena tidak mau membuat salah faham dan alasan lainnya dia takut tidak bisa menahan perasaannya.


Tidak lama datang seorang pria yang berjalan ke arah Rahma berada, Tama menajamkan tatapannya. Menelisik siapa gerangan laki-laki yang datang itu, dari interaksi dan kemiripan wajah mereka Tama bisa menyimpulkan jika laki-laki itu adalah saudaranya Rahma dan entah kenapa dia pun bernafas lega.


Berselang beberapa saat, Tama pun melihat kehadiran tamu yang juga dikenalnya. Adrian tampak datang seorang diri, namun beberapa menit kemudian di belakangnya seorang wanita yang menuntun anak kecil mengikutinya.


"Hai, apa kabar Tuan Milioner? " Wanita yang bersama Adrian datang mendekati dan menyapanya. Tama pun mengalihkan perhatiannya dari Rahma dan Athaya.


"Hai, baik. Kamu sendiri Fris? wanita yang bersama Adrian adalah Friska tantenya, kedua orang tua mereka bersahabat. Itulah salah satau alasan kenapa dulu Adrian bersekolah di Garut, dia adalah siswa pindahan yang sangat sulit di atur oleh kedua orang tuanya sehingga kakeknya yang tidak lain ayah Friska turun tangan dan memindahkan sekolah Adrian ke Garut.

__ADS_1


"Aku baik, sangat baik. Aku dengar kabar pernikahanmu kandas, uppss sorry....bukan maksud membuka luka lama. Tapi aku turut prihatin...hehe..." Friska menutup mulut dengan tangannya sambil terkekeh, dulu mereka cukup.akrab karena kedua orang tua mereka sering menghabiskan waktu bersama, tapi semenjak Tama bersekolah di luar negeri mereka pun sudah hampir tidak pernah bertemu lagi.


"Kamu tahu dari mana pernikahanku kandas?" tanya Tama yang mulai menyuapkan makanannya ke dalam mulut,


"Aku bertemu Arga beberapa bulan yang lalu saat ke Jakarta, kita ngobrol cukup lama dan salah satu topik pembicaraannya adalah kamu yang gagal menikah" Friska kembali tergelak saat mengatakan kalimat terakhirnya membuat Tama mendengus kesal,


"Sudahlah jangan membahas aku lagi, sekarang ceritakan kenapa tiba-tiba kamu sudah punya dua anak dan dimana suami kamu?" Tama mengalihkan pembicaraan sambil kembali menyuapkan sendok ke dalan mulutnya yang kemudian tiba-tiba berhenti saat menangkap sosok Adrian menghampiri Rahma di mejanya dan bercanda-canda dengan Rahma. Mereka terlihat sangat akrab membuat hati Tama seketika memanas.


"Apa-apaan anak itu, sejak dulu gak ada puas-puasnya membuatku naik pitam" gumamnya dalam hati,


"Aku menikah sudah lama, suamiku mantan polisi yang berpindah haluan menjadi pengusaha meneruskan bisnis keluarganya. Sebentar lagi dia datang, tadi kami berpisah karena ada hal.yang harus dia urus terlebih di dekat sini" jelas Friska menyeruput minuman dingin yang tersaji di atas meja.


"Tam, Tama...." panggil Friska sambil mengibas-ibaskan tangan di depan wajah Tama, membuat Tama seketika terkaget.


"Eh...apa?" tanya Tama gugup,


"Kamu ngeliatin siapa sih?" Friska mengikuti arah pandang Tama dan ....

__ADS_1


Deg... matanya seketika membulat saat melihat Adrian tengah mengobrol dengan anak kecil dengan akrab dan yamg lebih membuatnya kaget adalah keberadaan wanita di samping anak kecil itu.


"Rahma..." gumam Friska pelan namun terdengar jelas di telinga Tama membuat laki-laki itu pun tersentak,


"Kamu mengenal dia?" tanya Rahma sambil menunjuk ke arah Rahma dengan dagunya,


"Heummm" jawabnya malas, dia kembali memandang ke arah Rahma dengan mata mendelik,


"Kamu beneran mengenal dia?" Tama kembali mengulangi pertanyaannya,


"Iya aku mengenal dia" jawab Friska dengan wajah kesalnya,


"Dimana kamu mengenal dia?" Tama semakin penasaran mendengar jawaban Friska yang mengatakan jika dirinya mengenali Rahma, dan yang membuat Tama heran adalah raut wajah Friska yang tiba-tiba berubah kesal dan marah setelah melihat Rahma.


"Dia..." Friska menghentikan ucapannya karena melihat sosok yang tak asing baginya datang di pintu masuk gedung.


"Mas...." teriak Friska sambil melambaikan tangan ke arah kedatangan laki-laki yang tidak lain adalah suaminya,

__ADS_1


Tama mengikuti arah lambaian tangan Friska, dia menatap tajam laki-laki yang berjalan semakin mendekat ke arahnya. Pikirannya melayang-layang mengingat-ingat wajah tak asing yang kini juga tengah menatapnya.


__ADS_2