
Setelah hampir Tiga tahun terakhir menghabiskan waktunya berada di Negeri Jiran Malaysia, fokus pada pembukaan usaha barunya di bidang kuliner Tama kembali ke Indonesia setelah sang ibu memintanya langsung untuk pulang. Beberapa restoran besar sudah berhasil didirikannya di sana. Bekerja sama dengan sahabatnya yang sudah lebih dulu melebarkan sayap usaha di bidang kuliner itu.
Usaha di bidang perhotelan yang diwariskan sang ayah semakin berkembang pesat di bawah kepemimpinannya. Beberapa hotel kembali didirikan di beberapa kota di Indonesia. Tanggung jawab Tama semakin bertambah ketika sang ayah memutuskan untuk pindah ke Jakarta membantu sang ibu yang juga memiliki usaha butik di sana. Sang ayah yang biasanya pulang pergi Bandung Garut untuk mengunjungi yayasan yang dibangunnya kini tidak bisa terlalu sering mengunjungi yayasan itu karena jarak Jakarta Garut lumayan memakan waktu lama di perjalanan.
Untuk mengobati kerinduan sang ayah terhadap yayasan Tama pun berinisiatif untuk mendirikan yayasan baru berupa masjid dan taman pendidikan Al-Qur'an di daerah pinggiran Jakarta yang kini mulai ramai. Tanah yang awalnya akan dibangun hotel dia alihkan untuk pembangunan Masjid dan taman pendidikan Al-Qur'an.
Tama sengaja menamai masjid dan TPAQ itu dengan nama Baitur Rahmah dan sang ayah pun menyetujuinya. Entah apa yang menjadi dasar dia dalam penamaan masjid itu, hanya yang jelas Tama mengucapkan kalimat itu sebagai nama masjid baru saat dirinya tengah mengingat seseorang.
Hari ini dia kembali ke tanah kelahiran sang ayah di Garut, untuk menghadiri pernikahan sahabat sekaligus orang kepercayaannya yang mengelola yayasan dan usahanya di Kota Dodol itu. Dengan senang hati dia akan turut mengantarkan sahabatnya ke pelaminan. Tama turut berbahagia dengan kebahagiaan yang dirasakan sahabatnya itu, lantunan do'apun terucap dari lisan Tama ketika mendengar kabar pernikahan Regy. Dia pun berharap kebahagiaan sahabatnya segera menular padanya.
Perjodohannya dengan Tasya tidak sesuai dengan rencana kedua orang tua mereka. Mereka sempat bertunangan dan setahun kemudian rencana pernikahan mereka pun akan segera terwujud dengan banyak hal yang sudah disiapkan. Kedua Keluarga bekerja sama untuk mewujudkan pernikahan megah dari dua anak tunggal pemilik bisnis besar di kotanya masing-masing.
Satu hari menjelang pernikahannya dengan Tasya, Tama kedatangan tamu yang tak dikenalnya. Seorang pemuda yang mengaku sudah mengenal Tama sebelumnya tapi Tama sungguh tidak mengenal pemuda itu. Dia dengan lantang menyampaikan maksud kedatangannya menemui Tama adalah untuk membatalkan pernikahan Tama dengan Tasya. Dia mengaku sebagai kekasihnya Tasya selama ini, Tasya menerima perjodohannya dengan Tama karena desakan ibunya yang sangat menginginkan Tama menjadi menantu keluarga mereka. Padahal saat itu jelas-jelas Tasya sudah mempunyai kekasih dan sudah menjalin hubungan cinta sejak masih kuliah.
__ADS_1
Pemuda itu bahkan tanpa segan mengatakan pada Tama jika hubungan dirinya dengan Tasya bukan hanya sekedar pacaran biasa tapi sudah lebih dari pacaran. Pengaruh lingkungan bebas di saat bersekolah di luar dan jauh dari orang tua membuat gadis itu melewati batas.
Kedatangannya ke sana bukan sekedar untuk membatalkan pernikahan Tama dan Tasya tapi dia pun ingin mempertanggungjawabkan apa yang pernah diperbuatnya bersama Tasya. Pemuda yang jauh lebih muda dari Tama itu sampai berlutut meminta maaf dan memohon agar dirinya diizinkan untuk menikahi Tasya.
Kedua orang tua Tama syok mendengar kabar yang disampaikan putra mereka perihal calon menantu mereka, ibunya bahkan sempat jatuh pingsan karena memikirkan bagaimana dengan rencana pernikahan mereka yang tinggal hitungan jam. Untunglah ayah memahami situasi ini dan memandangnya dari arah positif jika gadis itu memang bukan jodoh dari putranya. Dengan segera mereka memanggil keluarga Tasya dan menyampaikan hal penting tentang anaknya.
Tidak jauh berbeda dengan kedua orang tua Tama, kedua orang tua Tasya bahkan jauh lebih syok mendengar kabar itu. Apalagi ketika mereka mengonfirmasi langsung pada putri satu-satunya yang selama ini selalu menjadi kebanggan mereka. Tasya tanpa takut lagi mengakui jika yang dikabarkan pemuda itu adalah benar adanya. Tasya bahkan meminta maaf langsung pada Tama di hadapan kedua orang tua mereka karena sejak mereka bertunangan Tasya masih menjalin hubungan dengan kekasihnya, Tama benar-benar dibuat geleng-geleng kepala.
Hidup yang juga tidak mudah untuk Tama lalui selama beberapa tahun ke belakang. Sikapnya drastis berubah dengan dingin dan bahkan sudah jarang sekali tersenyum kecuali saat bersama ibundanya. Sejak saat itu Tama pun mengalihkan seluruh konsentrasinya pada pekerjaan, dia meminta izin pada kedua orang tuanya untuk pergi ke luar negeri dan membuka usaha baru di sana. Perusahaannya di Bandung dia percayakan pada orang-orang kepercayaannya, dia hanya memantau dari jarak jauh.
Hari pertama menginjakan kaki di tanah air dia sudah diajak untuk menemani sang ibu dalam berkegiatan. Selain mengurus butik di beberapa tempat, sang ibu juga aktif dalama berbagai kegiatan sosial. Yayasan yang dibangun Tama menjadi pusat pergerakannya dalam berkegiatan. Hari itu Tama diminta menjemput sang ibu setelah cukup beristirahat dari perjalanannya.
Tama tidak menyangka jika kepulangannya kali ini kembali dipertemukan dengan gadis yang saat ini masih menjadi bidadari di hatinya.
__ADS_1
"Naura, aku di sini. Tempat yang dulu biasa aku gunakan untuk mengamatimu dalam beraktivitas. Tapi kini semua itu hanya tinggal kenangan" Tama berbicara sendiri dalam hatinya, saat ini dia sedang berdiri di lantai teratas kantor yayasan. Tempat yang strategis untuk melihat semua aktivitas yang dilakukan di yayasan.
Sejak pertemuan pertamanya dengan Rahma di toko kue itu, keesokan harinya dia kembali ke sana tapi tidak mendapati Rahma di sana. Hari kedua, ketiga dan selama seminggu itu Tama berturut-turut mengunjungi toko kue hanya sekedar untuk melihat Rahma. Tapi sayang orang yang ingin ditemui tak kunjung ditemukannya.
☘️☘️☘️
Hari bahagia pasangan Lisna dan Regy akhirnya tiba. Gedung putih Mutiara yang berada di kawasan Cipanas Garut menjadi tempat mereka melangsungkan janji suci. Rahma dengan senyum mengembang di bibirnya berjalan mendampingi Lisna menuju kursi ijab kabul dimana di sana sudah duduk pangerannya dan siap mengikatnya dalam ikatan suci pernikahan melalui sebuah akad dengan wali Lisna yang akan terucap didepan saksi dan para tamu yang hadir.
Regy menatap calon istrinya tanpa kedip, dia benar-benar pangling melihat gadis yang selama ini mengisi hati dan hari-hatinya. Tidak menyangka riasan pengantin yang dipakai Lisna akan membuatnya sangat terlihat pangling.
Sementara itu, tidak jauh beda dengan Regy yang terpesona dengan pengantinnya. Di sampingnya, sahabat yang sudah berjanji akan mengantarkannya hingga ke pelaminan pun tengah melakukan hal yang sama. Tatapannya tertuju ke arah yang sama dengan Regy tetapi dengan objek yang berbeda.
"Cantik" ucapnya pelan, namun masih terdengar jelas oleh Regy membuat calon pengantin itu seketika menoleh ke samping.
__ADS_1