
Tama menyandarkan punggung di kursi kebesarannya. Hari ini dia sudah kembali ke tanah air dan dari bandara langsung bertolak ke kantor yayasan yang ada di Jakarta karena harus menghadiri acara di yayasannya yang ada di Jakarta sekaligus ada pertemuan dengan tamu yang datang dari Dubay. Papanya memintanya langsung untuk hadir, karena ada beberapa hal yang akan dibicarakan menyangkut kerja sama bisnis juga.
Pendirian yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial terus dilakukan oleh Tama. Tidak hanya di Garut, Bandung dan Yogyakarta sebagai tempat-tempat yang berarti untuk kedua orang tuanya.
Berawal dari membangun sebuah masjid dan Taman Pendidikan Al-Qur'an. Beberapa jam lagi Tama juga akan meresmikan kantor yayasan yang baru selesai dibangun, menaungi beberapa lembaga pendidikan yang sudah berhasil didirikannya dari mulai jenjang PAUD hingga Sekolah Menengah Atas dengan nama yang sama yang sama yaitu Baitur Rahmah.
Dia benar-benar mewujudkan mimpi papanya untuk dapat memberi manfaat bagi orang banyak. Dana khusus dari perusahaan sudah dialokasikan untuk pengembangan yayasan, baik operasional, kesejahteraan karyawan maupun pengembangan sarana prasarana. Tama sudah memperhitungkannya.
Dirinya semakin bersemangat membangun tempat itu setelah mengetahui ternyata Athaya juga bersekolah di yayasannya. Dan hari ini dia sengaja belum mengirim pesan pada Rahma karena ingin memberikan kejutan jika dirinya sudah kembali.
Acara peresmian akan dilaksanakan ba'da Ashar. Sekarang waktu masih menunjukan pukul dua siang, Tama baru selesai makan siang menjamu tamu kehormatan yayasan.
Tama sengaja pamit lebih dulu dari keramaian dengan dalih ingin beristirahat sejenak karena baru sampai sekitar pukul delapan pagi dan langsung menghadiri pertemuan di yayasan. Kedua orang tuanya dan para tamu pun mengerti dan mempersilahkan Tama untuk beristirahat.
Tama melirik jam tangan yang melingkar gagah di lengan kirinya, masih ada waktu satu jam lebih menjelang Ashar dan sebelum acara peresmian dimulai. Dari luar terdengar jelas alunan musik nasyid yang masih menghibur beberapa pengunjung yang sudah datang sejak pagi karena acara memang dimulai sejak pagi, yaitu dengan menampilkan aneka kreasi seni para peserta didik di yayasannya.
Sebuah alunan musik yang menenangkan memantik Tama untuk memejamkan matanya, lagu religi yang dibawakan grup nasyid siswa-siswi SMA itu sungguh membuat Tama berhasil menyunggingkan senyumnya.
Dengan mata terpejam, Tama meresapi setiap lirik lagu itu, sungguh sangat mewakili isi hatinya.
Ku pendamkan perasaan ini
Ku rahsiakan rasa hati ini
Melindungkan kasih yang berputik
Tersembunyi di dasar hati
__ADS_1
Ku pohonkan petunjuk Ilahi
Hadirkanlah insan yang sejati
Menemani kesepian ini
Mendamaikan sekeping hati
Bayangan wajah putih bersih, indah dipandang mata yang selalu menampilkan aura kecantikan alami tengah tersenyum dengan buku dalam dekapannya melintas di benak Tama
Oh, Tuhanku, berikanlah ketenangan abadi
Untuk ku menghadapi resahnya hati ini
Mendambakan kasih insan yang ku sayang.
Rasa rindu semakin menyeruak dalam dadanya, sejak semalam tidak mengirim pesan karena ingin membuat kejutan kepulangannya hari ini nyatanya sangat menyiksa diri.
Di hati ini, hanya Tuhan yang tahu
Di hati ini, aku rindu padamu
Tulus sanubari menantikan hadirmu
"Naura Rahmania...." gumam Tama pelan.
Oh, Tuhanku, berikanlah ketenangan abadi
__ADS_1
Untuk ku menghadapi resahnya hati ini
Mendambakan kasih insan yang ku sayang
Di hati ini, hanya Tuhan yang tahu
Di hati ini, aku rindu padamu
Tulus sanubari menantikan hadirmu
Ho-ho-oh, di hati ini, hanya Tuhan yang tahu
Di hati ini, aku rindu padamu
Tulus sanubari menantikan hadirmu
Kerana batasan, ha-ah
Adat dan syariat, oh-oh
Menguji kekuatan, keteguhan iman
Insan yang berkasih,.....
*Sumber: Musixmatch*
Tama memegang dadanya, setiap lirik lagu itu telah mewakili hatinya yang saat ini sedang bergejolak menahan rindu.
__ADS_1
Tidak ada yang lebih indah dari dua raga yang saling menjaga, tidak bertemu namun saling menunggu, tidak berpapasan namun saling memantaskan.
"Yaa Allah....ridhai kami" munajat Tama.