BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
JI YEONG VS DAE SONG


__ADS_3

'Ji Yeong kembali ke taksi dengan lelehaan air mata yang tak terbendung lagi. Di dalam mobil, Ji Yeong tersedu-sedu dengan nasib yang sudah di gariskan padanya dan Dae Jung. Mengapa mereka harus memiliki takdir yang bertolak belakang dari orangtuanya. Dia tak dapat membayangkan, bagaimana kecewanya Dae Jung bila mengetahui dalang dibalik semua masalahnya.


Dae Jung sudah menganggap Chung Sang sebagai pengganti Ayahnya, namun pria yang pernah menjadi asistent pribadi Korain malah menjadikan anak malang Rifasya Salim itu sebagai tumbal ambisi merebut Korain.


"Ternyata kau yang membuat ulah selama ini," lirihnya Ji Yeong yang sangat merasa bersalah pada Dae Jung.


"Apa kau baik-baik saja, Pak?" tanya sopir taksi itu yang melihat keadaan hati Ji Yeong sedang buruk.


Namun Ji Yeong tak menyahut, dia larut dalam rasa ibanya pada sahabatnya itu. Dae Jung sudah berjuang mati-matian untuk membangun Korain agar lebih maju setelah di buat pailit oleh Ayahnya.


Sebagai sahabat yang sudah mengetahui kebenaran, haruskah dia memilih kebenaran lalu mengenyampingkan rasa sayangnya pada kedua orangtuanya? sanggupkah dia menjerumuskan Ayahnya dan Ibu kandungnya ke dalam jeruji besi? batin Ji Yeong memberontak harus berada di jalan yang benar, namun di sisi lain, Dae Jung pun akan kecewa pada keluarganya, bahkan bisa saja Anak Kim Do Hang itu takkan menerima mereka lagi sebagai anggota keluarga, sebab prinsip Dae Jung, pengkhianatan tetaplah pengkhianatan, tak ada toleransi.


"Aku harus lebih dulu menemui Ibuku. Dia harus menjadi saksi kejahatan mereka." Imbuh Ji Yeong dalam hati.


Dia kembali ke stasiun untuk menuju ke Seoul. Di eaok hari, tujuan utamanya ialah Jun Hyun. Dia akan meminta Jun Hyun memberikan alamat tempat persembunyian Ibu kandungnya.


**********************


Paman Chung Sang masih duduk di tepi ranjang. Dia masih menemani pria yang lemah jantung itu yang duduk sedang memikirkan sesuatu. Wajah tampannya merautkan wajah khawatir. Sakitnya sudah hilang, namun rasa panik ancaman Ji Yeong sudah menganggu ketenangan batinnyan


"PERCAKAPAN BAHASA KOREA-


"Apa yang kau pikirkan, Nak?" tanyanya.


Pemuda itu mengeleng, dia masih menelaah seluruh percakapan Ayah angkatnya bersama Ji Yeong.


"Apa kau tadi mendengar itu?"

__ADS_1


"Iya, Ji Yeong sangat marah pada Ayah, bahkan sampai membentak Ayah. Aku tidak suka mendengar dia menghardik Ayah seperti itu." Ketusnya.


Paman Chung Sang menepuk pundak anak angkatnya. Merasa bangga dan terharu karna sudah diperhatikan demikian oleh Kim Dae Song.


Iya, dia Dae Song anak angkat pria itu. Berpuluh-puluh tahun dia menyembunyikan Dae Song dari dunia, rumah 308 C tempat Dae Song dibesarkan olehnya tanpa sepengetahuan istrinya dan Ji Yeong. Tak ada yang mengenali Dae Song. Anak angkatnya hanya menghabiskan sendiri di dalam rumah, saat keluar pun dia harus memakai alat penutup wajah agar tak ada yang mengenali.


Sejak bayi, Chung Sang mengangkat Dae Song sebagai anak sebab orangtua kandung Dae Song tak menginginkan anak yang memiliki kelainan jantung. Karna ingin memanfaatkan semuanya, Chung Sang berinisiatif menjadikan Dae Song anak angkatnya, yang akan membantunya dalam segala hal, termasuk rencananya merebut Korain.


Karna waktu tiga puluh tahun bersama Dae Song, Paman Chung Sang menyayangi Dae Song melebihi dia menyayangi Ji Yeong, itu dikarnakan, Dae Song anak yang penurut dan tidak pernah membantah perkataannya. Tidak seperti Ji Yeong, mereka selalu bertolak belakang, bahkan hingga saat ini Ayah dan anak itu saling memberi ancaman satu sama lain.


"Ji Yeong akan melaporkan Ayah ke polisi." Tukas Dae Song.


"Maka dari itu, kita harus mulai, Nak. Kau harus kuat, kita sudah menunggu waktu yang lama menantikan moment ini. Kita harus bertindak. Ayah akan bersembunyi, dan kamu yang jadi andil menggantikan Ayah." Terang Paman Chung Sang.


"Tapi, apa aku sanggup, Ayah?" tanyanya ragu.


Dae Song mengangguk mengerti. Dia menatap Ayah angkatnya penuh dengan keyakinan.


"Aku lakukan semua ini untuk Ayah, karna sudah menjadikan hidupku yang terbuang menjadi berarti." Ujar Dae Song berkaca-kaca.


Paman Chung Sang yang seorang kepala mafia, ikut terharu mendengar kalimat Dae Song, dia tahu anak angkatnya itu sangat sulit menerima takdir yang di buang oleh kedua orangtuanya.Rasa benci sudah ia tanamkan sejak kecil, hingga Dae Song hanya menganggap Paman Chung Sang sebagai dewa satu-satunya yang harus ia patuhi.


"Tak ada alasan aku hidup bila Ayah tidak bahagia." Lanjut Dae Song.


Paman Chung Sang memeluknya, dia menepuk-nepuk pundak Dae Song, " Kau memang anakku yang terbaik, kita buktikan pada dunia, bahwa kita pun bisa diakui sebagai yang terbaik."


"Kapan aku harus mulai, Ayah?" tanya Dae Song yang meminta arahan dari Ayahnya.

__ADS_1


"Ayah akan susun rencana, kita akan mengelabui Ji Yeong lalu memancing Dae Jung kerumah ini. Dan kita harus memanfaatkan kesempatan untuk kamu bertindak. Ingat, Nak, jangan sampai kecewakan Ayahmu ini, nasib kita bergantung padamu sekarang."


Dae Song menelan salivanya, dia meyakinkan bahwa dia mampu menjalankan rencana Ayahnya sesuai kesepakatan rencana mereka bertahun-tahun. Semua sudah ia pelajari, tak ada yang terlewatkan, meski tak pernah mengenyam pendidikan secara akademis, namun berkat home scholing Dae Song mampu mengetahui semua berbagai hal tentang bisnis, hingga tiga bahasa sekaligus, Inggris, Jepang, dan Indonesia. Ini rencana Paman Chung Sang agar Dae Song mampu menjalankan perannya dengan baik.


"Apa kau yakin, Nak?"


"Aku yakin Ayah, tapi bagaimana bila Ji Yeong melaporkan Ayah?" tanyanya yang masih khawatir.


"Bila dia sampai melakukan itu, Ayah tidak bisa berbuat apa-apa, Ayah akan buat seolah-olah kabur lebih dulu, itu cara agar mereka tidak curiga dengan rencana kita."


Dae Song masih menyimpan pertanyaan lagi, dia tidak menyetujui bila rencana Ayahnya harus ditukar oleh nyawa seseorang.


"Tapi, Aku tidak setuju bila Ayah membunuh. Kita lakukan secara halus saja."


"Cupcup, Anakku, tidak ada lagi pembunuhan, kita tidak akan menuruti permintaan Nami, kita harus fokus ke Korain saja." Sahut Paman Chung Sang.


Mata Paman Chung Sang melirik ke ponsel Dae Song yang memperlihatkan gambar seorang perempuan, lalu dia tersenyum miring.


"Kau rupanya diam-diam mengamati istri Dae Jung itu?" imbuh Paman Chung Sang.


Foto Anna, diambil secara diam-diam lewat intaian para anggota suruhan Ayahnya. Dae Song sudah lama memperhatikan semua gerak-gerik Anna yang baginya sangat berbeda pada perempuan pada umumya itu.


"Bila kau berhasil, Nak. Perempuan ini akan kau miliki pula." Pama Chung Sang tertawa lebar.


Dia pamit, keluar kamar dari kamar Dae Song, membawa rasa puas karna telah mendidik anak yang penurut seperti Kim Dae Song.


Dae Song mengambil ponselnya yang ia letakkan di meja. Dia melihat gambar Anna yang sedang tersenyum saat bertandang di MesjId Seoul bersama Jun Hyun. Para anggota Ayahnya diam-diam memotret Anna dan mengvideokan untuk dia mempelajari sikap-sikap Anna hingga cara sudut pandangnya memaknai hidup. Dan itu hanya sebagian dari gambar Anna yanh sudah ia kumpulakan.

__ADS_1


"Aku akan merebutmu darinya secara halus." Lirih Dae Song pada gambar Anna yang sedang meminum kopi latte dari Jun Hyun terdahulu.


__ADS_2